Hapus kenangan, lalu sakitnya hilang? Tidak selalu. Banyak kalanya justru sebaliknya—bagian-bagian yang dipaksa untuk dihapus malah menimbulkan kekosongan yang lebih besar.
Masalahnya sekarang adalah kita terlalu banyak mempercayakan segalanya kepada basis data terpusat. Foto, dokumen, karya seni… semuanya disimpan di server orang lain. Begitu platform-platform ini mengalami gangguan atau "kegagalan", yang hilang bukan hanya file-nya, tetapi juga bukti keberadaanmu. Kebocoran data, aset yang dihapus, pengalaman seperti ini jauh lebih menyakitkan daripada dilupakan.
Apakah ada cara lain? Protokol penyimpanan terdesentralisasi di atas blockchain Sui memberikan sebuah gagasan baru. Ia tidak menganjurkan penghapusan, melainkan mendukung arsip abadi. Informasimu dienkripsi dan tersebar di berbagai node di seluruh dunia, seperti menyimpan ingatan dalam kapsul waktu pelindung peluru. Bahkan jika satu node rusak, data tetap bisa dipulihkan secara utuh.
Tiket masuk ke sistem ini adalah WAL token. Memiliki atau mengunci token ini, kamu turut serta dalam pengelolaan ekosistem sekaligus mengamankan jejak digitalmu. Daripada disebut sebagai solusi teknologi, ini lebih seperti sebuah alegori modern: ketenangan sejati berasal dari catatan-catatan yang tidak bisa diubah sembarangan.
Pembuat NFT dapat menyimpan file asli di sini, tim pengembang proyek dapat menyimpan riwayat kode—protokol ini seperti penjaga yang diam. Ia tidak bisa menghilangkan rasa sakit, tetapi memastikan setiap pengalaman, sekecil apa pun, tetap hidup apa adanya.
Di era di mana semuanya berbicara tentang "pengosongan", bertahan untuk menyimpan sendiri membutuhkan keberanian. Kebebasan sejati mungkin adalah: kamu tahu bahwa hal-hal penting itu, selamanya tetap ada.

