Pertama, ini adalah blockchain AI-native pertama yang mengintegrasikan AI langsung ke dalam protokolnya. Dengan arsitektur 5-layer, Vanar memungkinkan dApps untuk memiliki kemampuan "cerdas secara default". Fitur seperti Neutron (semantic memory) memungkinkan penyimpanan data yang pintar dan persisten, sementara Kayon sebagai on-chain reasoning engine bisa memproses logika AI langsung di blockchain tanpa bergantung server eksternal.
Ini sangat relevan untuk aplikasi PayFi dan tokenisasi Real-World Assets (RWA). Bayangkan transaksi keuangan yang tidak hanya cepat dan murah, tapi juga bisa diverifikasi secara cerdas oleh AI on-chain – compliance real-time, deteksi fraud otomatis, dan bahkan agent AI yang bisa menjalankan workflow kompleks. Semua ini didukung oleh $VANRY sebagai native token yang berfungsi sebagai gas fee, governance, dan utility di ekosistem.
proyek seperti @Vanarchain #vanar
dengan visi AI + blockchain terintegrasi punya potensi besar untuk adopsi massal. Bukan hanya hype, tapi infrastruktur nyata yang menyelesaikan pain point seperti data storage mahal, latency AI, dan keterbatasan on-chain intelligence di chain lain.
