
Satu dekade sebelum Satoshi Nakamoto merilis whitepaper Bitcoin pada 2009, seorang ekonom legendaris telah menggambarkan visinya tentang masa depan uang digital dengan kejelasan yang mencengangkan. Milton Friedman, pemenang Nobel di bidang Ekonomi, pada tahun 1999 telah meramalkan lahirnya sebuah sistem keuangan yang sangat mirip dengan konsep mata uang kripto yang kita kenal sekarang.
Dalam wawancara dengan National Taxpayers Union pada tahun 1999, Friedman membahas dampak internet yang saat itu masih berkembang pesat. Ia dengan visioner menyatakan bahwa teknologi digital akan menjadi alat untuk mengurangi peran pemerintah dan perantara dalam transaksi moneter.
"Satu-satunya hal yang masih kurang, tetapi akan segera dikembangkan, adalah uang elektronik yang andal, sebuah metode di mana Anda dapat mentransfer dana dari A ke B melalui internet, tanpa A mengetahui B atau B mengetahui A," ujar Friedman dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu kini terdengar seperti deskripsi sempurna untuk Bitcoin dan mata uang kripto sejenisnya. Friedman membayangkan sebuah sistem di mana dua pihak dapat bertransaksi secara langsung, peer-to-peer, tanpa perlu saling mengenal identitas sepenuhnya dan tanpa bergantung pada bank atau otoritas pusat sebagai penengah yang dipercaya.
Dari Ramalan Menjadi Kenyataan
Bitcoin, yang lahir pada 2009, mewujudkan esensi dari ramalan Friedman. Meskipun Friedman tidak menyebutkan teknologi blockchain, konsensus terdistribusi, atau penambangan Bitcoin, ia telah menangkap roh dari revolusi finansial yang akan datang: uang digital yang beroperasi mandiri di luar kendali tunggal pemerintah atau lembaga keuangan tradisional.
Sifat desentralisasi Bitcoin, yang dijalankan oleh jaringan node global dan diamankan oleh kriptografi, menjawab keinginan Friedman untuk sistem yang "andal" dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Anonimitas relatif (atau lebih tepatnya pseudonimitas) dalam transaksi Bitcoin juga sejalan dengan gagasan tentang transfer dana tanpa perlu mengetahui identitas lengkap pihak lain.
Warisan Visi yang Terwujud
Milton Friedman, yang dikenal sebagai tokoh utama mazhab ekonomi Chicago dan penganjur pasar bebas, melihat uang elektronik sebagai langkah logis menuju efisiensi dan kebebasan individu dalam bertransaksi. Karyanya sering menekankan perlunya membatasi intervensi negara.
Bitcoin, dengan filosofinya yang terdesentralisasi dan terbuka, dianggap oleh banyak pengamat sebagai perwujudan dari visi ekonomi Friedman. Ia tidak meramalkan Bitcoin secara spesifik, tetapi ia secara akurat mengidentifikasi kebutuhan dan arah teknologi yang akan memunculkannya.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa inovasi besar sering kali telah ada dalam benak para pemikir jauh sebelum teknologi memungkinkannya terwujud. Ramalan Milton Friedman bukanlah sihir, melainkan hasil dari analisis mendalam tentang tren teknologi dan prinsip ekonomi. Hari ini, kita menyaksikan bagaimana visinya tentang "uang elektronik yang andal" itu hidup dan terus berkembang, mengubah wajah sistem keuangan global.

---
Referensi:
· Video wawancara Milton Friedman dengan National Taxpayers Union (1999). Tersedia secara online di berbagai platform, seperti C-SPAN atau YouTube, dengan potongan pembahasan tentang "electronic cash".
