ID, 3 Feb 2026 — Pasar keuangan global tengah menghadapi gelombang volatilitas yang tajam—termasuk pada aset kripto, saham, dan komoditas—akibat pergeseran kebijakan di Amerika Serikat yang merembet ke bursa global dan memicu liquidations besar-besaran di pasar digital.
1. Kebijakan AS & Sentimen Risiko Global
Beberapa keputusan dan sinyal kebijakan dari otoritas AS, terutama terkait arah kebijakan moneter dan perubahan struktur kepemimpinan The Federal Reserve, telah menimbulkan kekhawatiran investor terhadap eksposur risiko. Salah satu faktor sentimen negatif adalah pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya, yang dianggap memperkuat ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat.
Selain itu, gelombang aksi jual tak hanya terjadi di kripto, tetapi juga terlihat di pasar logam mulia (emas & perak) dan saham global, menunjukkan respon risk-off secara luas. Investor cenderung memindahkan modal dari aset berisiko ke kepemilikan yang dianggap lebih aman.
2. Dampaknya pada Pasar Kripto
Dalam beberapa hari terakhir :
Total liquidations posisi kripto—terutama Bitcoin—mencatat angka sekitar US$2,56 miliar, salah satu level tertinggi baru-baru ini, karena aksi jual memaksa tutup paksa posisi leveraged.
Bitcoin sempat turun signifikan dari puncak di atas US$126.000 ke area sekitar US$78.000, mencerminkan tekanan pasar yang kuat sejak awal Februari.
Nilai aset kripto global turun tajam, dengan arus keluar investasi mencapai sekitar US$73 miliar dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena liquidation besar ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar digital terhadap perubahan kebijakan makro dan ekspektasi moneter dari AS. Eksposur leverage tinggi dalam trading derivatif kripto memperparah dampak, karena pergerakan harga yang volatile memaksa penutupan otomatis posisi margin.
3. Efek Risk-Off Terhadap Bursa Global
Sentimen risiko yang memburuk tidak hanya menyerang kripto:
Saham dan logam mulia turun bersamaan, menunjukkan korelasi antara aset berisiko di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Pasar saham utama mengalami tekanan volatilitas, meski beberapa indeks berhasil bertahan atau naik karena sektor tertentu menunjukkan kekuatan.
Diskusi kebijakan di Washington terkait aturan kripto juga tertunda, memperburuk ketidakpastian di sektor digital.
Kombinasi sentimen risk-off dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat telah mendorong investor global melakukan rebalancing portofolio secara drastis—menarik modal dari aset berisiko seperti kripto dan memindahkannya ke instrumen yang dianggap lebih aman atau likuid.
4. Kesimpulan: Pelajaran & Outlook
Kejadian likuidasi masal ini menunjukkan dua hal:
Kebijakan AS tetap menjadi pemicu utama sentimen pasar global. Perubahan arah The Fed atau kebijakan fiskal di AS punya efek berantai di seluruh kelas aset, termasuk kripto.
Pasar kripto masih rentan terhadap liquidity shock. Struktur leverage dan dominasi derivatif membuatnya sensitif terhadap perubahan pasar makro—hal yang harus dicermati oleh investor dan regulator.
Investor dan pelaku pasar disarankan memperkuat manajemen risiko, memperhatikan risk-off sentiment, dan berhati-hati dengan strategi leverage tinggi. Respon pasar terhadap kebijakan makro seperti ini menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam mengelola portofolio di era volatilitas tinggi saat ini.
