retest for another dumping and hit the bottom 50k or we can up higher if we can hit 120k next month we retest in the monthly megaphone pattern and going up to 177k
Apakah Bitcoin sudah mencapai peak-nya sekarang (sekitar $125K) atau masih ada peluang ke $177K seperti target banyak analis on-chain. Mari kita bahas berdasarkan data historis, indikator siklus, dan perilaku makroekonomi 2025 👇
🧩 1. Posisi Siklus Bitcoin Saat Ini (November 2025)
Jika kita gunakan model siklus klasik Bitcoin berdasarkan halving cycle (4 tahunan):
HalvingTahunAwal BullPeak 2025–2026❓❓
⏳ Halving terakhir terjadi April 2024, jadi puncak siklus historis biasanya terjadi 12–18 bulan setelah halving, yakni antara Mei 2025 – Oktober 2026. Artinya:
Statistik masih mendukung bahwa Bitcoin belum mencapai peak utamanya.
📈 2. Data On-Chain & Indikator Siklus
Beberapa indikator utama yang digunakan analis siklus (Glassnode, LookIntoBitcoin, dll):
IndikatorKondisi Saat IniArtiMVRV-Z Score3.2 (belum ekstrem)Biasanya >7 di puncak bull runPuell Multiple1.6Peak biasanya di >3RHODL RatioMenanjak, tapi belum overheatMasih fase mid-cycleRealized Cap HODL WavesDominasi jangka panjang menurunDistribusi mulai tapi belum ekstremFunding RateNormal → belum euforia penuhPasar belum bubble
🧠 Kesimpulan on-chain: Bitcoin belum menunjukkan tanda puncak distribusi seperti pada 2017 & 2021. Masih di pertengahan fase ekspansi.
💵 3. Target Matematis: $177,000 — Masih Masuk Akal?
Target $177K per BTC masih sangat realistis untuk puncak siklus 2025–2026, asalkan tidak ada krisis besar makro (misal: perang global, stagflasi ekstrem, dll).
Token Lokal Disorot Yudo Sadewa, Disebut Berpotensi Jadi “Bitcoin-nya Indonesia”
Nama Sustainable Crypto Token (SCST) atau CST mulai ramai diperbincangkan setelah Yudo Sadewa menyinggung potensinya sebagai aset kripto lokal dengan arah jangka panjang. Token ini disebut tengah disiapkan untuk memperkuat fungsi digital wallet, tidak sekadar sebagai alat transaksi, tetapi juga merambah sektor entertainment dan lifestyle.
Narasi yang dibangun cukup jelas: CST ingin keluar dari stigma token spekulatif dengan menitikberatkan utilitas nyata dan penggunaan harian dalam ekosistem digital. Fokusnya adalah adopsi berkelanjutan, bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek.
Sejumlah pihak bahkan mulai menyebut CST berpeluang menjadi “BTC versi Indonesia” apabila realisasi roadmap berjalan konsisten dan adopsi publik tumbuh masif. Namun, seperti proyek kripto lainnya, eksekusi dan kepercayaan pasar tetap menjadi penentu utama.
Pantau terus perkembangan kripto lokal dan insight pasar terbaru dengan follow akun Menjadi Trader. #menjaditrader #cryptolokal #blockchain #bitcoin NFA, DYOR.