Mining Difficulty Bitcoin Pecah Rekor 144,4 Triliun, Hashrate Nyaris Sentuh 1 ZH/s

Tingkat kesulitan penambangan Bitcoin kembali mencetak rekor baru di angka 144,4 triliun pada blok 937.507 (19 Februari). Angka ini melonjak 14,73% dan membalikkan penurunan 11,16% sebelumnya yang sempat terjadi akibat badai besar hingga memangkas sekitar 30% hashrate jaringan.

Kini, rata-rata hashrate pulih ke 975 EH/s dengan puncak mendekati 1 ZH/s. Pemulihan cepat ini menegaskan ketahanan infrastruktur mining global dan menunjukkan bahwa jaringan tetap solid meski sempat terganggu faktor eksternal.

Lonjakan difficulty ini mencerminkan mekanisme penyesuaian otomatis protokol Bitcoin yang dirancang untuk menjaga waktu produksi blok tetap di kisaran 10 menit. Artinya, saat hashrate naik signifikan, sistem otomatis memperketat tingkat kesulitan agar keseimbangan jaringan tetap terjaga.

Di sisi lain, tekanan profitabilitas masih terasa. Hashprice bertahan rendah di sekitar US$24 per PH/s, sementara harga BTC berada di kisaran US$67.000. Meski margin miner tidak ideal, belum terlihat tanda-tanda capitulation besar atau penutupan massal tambang. Isu migrasi miner ke AI maupun ancaman komputasi kuantum juga belum menunjukkan dampak nyata terhadap stabilitas jaringan.

Kenaikan difficulty di tengah hashprice rendah menjadi sinyal penting bagi trader: jaringan makin kuat, tapi tekanan di sisi miner tetap perlu dipantau karena bisa berdampak pada suplai jangka pendek.

Follow akun Menjadi Trader untuk update insight crypto dan analisa market yang relevan buat decision trading kamu 🔥 #bitcoin #cryptonews #mining #marketupdate #menjaditrader

Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).