Ancaman Kuantum? 4 Juta Bitcoin “Hilang” Bisa Kembali ke Pasar
Harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam tekanan dan tertinggal dari beberapa kelas aset utama sejak kuartal IV 2025. Di tengah pelemahan ini, muncul kekhawatiran baru: potensi suplai tersembunyi yang bisa kembali menghantui pasar.
Diperkirakan sekitar 3,5–4 juta BTC dari era awal mining kini berstatus hilang atau dorman setara hampir 18% dari total suplai. Jika sebagian koin tersebut tiba-tiba aktif kembali, struktur pasokan di market bisa berubah drastis dan memicu guncangan psikologis.
Isu ini menguat seiring perkembangan komputasi kuantum yang secara teori berpotensi membobol dompet lama dengan kunci publik terekspos. Meski masih bersifat jangka panjang dan belum menjadi ancaman langsung, narasi ini cukup membuat sebagian pelaku pasar waspada.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Sejak 2020, institusi, ETF, dan korporasi tercatat telah menyerap sekitar 2,5–3 juta BTC. Data on-chain juga menunjukkan 13–14 juta BTC sudah berpindah tangan dalam beberapa tahun terakhir tanpa memicu crash besar. Artinya, likuiditas dan kedalaman pasar saat ini jauh lebih kuat dibanding siklus awal.
Apakah ini ancaman nyata atau sekadar narasi yang dibesar-besarkan? Untuk trader, yang terpenting adalah membaca sentimen dan mengantisipasi volatilitas, bukan bereaksi berlebihan terhadap headline.
Follow akun Menjadi Trader untuk insight tajam seputar supply, sentimen, dan potensi risiko tersembunyi di market kripto 🚀 #bitcoin #cryptonews #onchain #marketupdate #menjaditrader
Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tenggat 10–15 hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan baru dengan Washington. Jika tidak ada progres signifikan, ia memperingatkan akan ada “hal-hal buruk” yang terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah delegasi Iran dan AS menyelesaikan pertemuan selama empat jam di konsulat Oman, Jenewa. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait hasil pembicaraan tersebut.
Melansir Al Jazeera, Trump menegaskan bahwa keputusan lanjutan akan terlihat dalam 10 hari ke depan. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Bagi pelaku pasar, ketegangan geopolitik seperti ini sering menjadi katalis volatilitas tinggi, terutama untuk aset berisiko seperti kripto. Sentimen negatif global berpotensi memicu risk-off, tekanan jual mendadak, hingga lonjakan likuidasi di market derivatif.
Trader perlu waspada terhadap pergerakan mendadak, terutama jika muncul headline lanjutan terkait respons Iran atau langkah militer AS. Dalam kondisi seperti ini, manajemen risiko dan pengaturan leverage jadi kunci bertahan.
Follow akun Menjadi Trader untuk update cepat seputar geopolitik dan dampaknya ke market kripto 🚨🔥 #bitcoin #cryptonews #geopolitik #marketupdate #menjaditrader
Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).
Tingkat kesulitan penambangan Bitcoin kembali mencetak rekor baru di angka 144,4 triliun pada blok 937.507 (19 Februari). Angka ini melonjak 14,73% dan membalikkan penurunan 11,16% sebelumnya yang sempat terjadi akibat badai besar hingga memangkas sekitar 30% hashrate jaringan.
Kini, rata-rata hashrate pulih ke 975 EH/s dengan puncak mendekati 1 ZH/s. Pemulihan cepat ini menegaskan ketahanan infrastruktur mining global dan menunjukkan bahwa jaringan tetap solid meski sempat terganggu faktor eksternal.
Lonjakan difficulty ini mencerminkan mekanisme penyesuaian otomatis protokol Bitcoin yang dirancang untuk menjaga waktu produksi blok tetap di kisaran 10 menit. Artinya, saat hashrate naik signifikan, sistem otomatis memperketat tingkat kesulitan agar keseimbangan jaringan tetap terjaga.
Di sisi lain, tekanan profitabilitas masih terasa. Hashprice bertahan rendah di sekitar US$24 per PH/s, sementara harga BTC berada di kisaran US$67.000. Meski margin miner tidak ideal, belum terlihat tanda-tanda capitulation besar atau penutupan massal tambang. Isu migrasi miner ke AI maupun ancaman komputasi kuantum juga belum menunjukkan dampak nyata terhadap stabilitas jaringan.
Kenaikan difficulty di tengah hashprice rendah menjadi sinyal penting bagi trader: jaringan makin kuat, tapi tekanan di sisi miner tetap perlu dipantau karena bisa berdampak pada suplai jangka pendek.
Follow akun Menjadi Trader untuk update insight crypto dan analisa market yang relevan buat decision trading kamu 🔥 #bitcoin #cryptonews #mining #marketupdate #menjaditrader
Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).
Peter Schiff Ramal Bitcoin Bisa Anjlok ke US$20 Ribu, FUD atau Warning Serius?
Kritikus kripto kawakan, Peter Schiff, kembali melontarkan prediksi kontroversial soal masa depan Bitcoin (BTC). Ia menilai harga BTC berpotensi jatuh hingga ke level US$20.000 jika skenario tertentu terjadi di pasar.
Menurut Schiff, apabila Bitcoin menembus area US$50.000 seperti yang mulai terlihat di chart, maka peluang koreksi dalam ke US$20.000 semakin terbuka. Ia bahkan menyebut potensi penurunan tersebut setara dengan koreksi sekitar 84% dari rekor harga tertinggi sebelumnya.
Komentarnya langsung memicu perdebatan di platform X. Beberapa pelaku pasar mempertanyakan dasar analisis teknikal yang ia gunakan, dan menilai proyeksi tersebut terlalu ekstrem di tengah optimisme jangka panjang terhadap BTC.
Schiff pun menegaskan pandangannya: setiap kali Bitcoin mencetak ATH baru, para pendukungnya mengklaim volatilitas ekstrem sudah berakhir. Namun saat harga ambruk, volatilitas kembali dianggap sebagai “karakter alami” Bitcoin.
Terlepas dari pro dan kontra, pernyataan ini kembali mengingatkan trader bahwa volatilitas tetap menjadi faktor utama dalam pergerakan kripto. Pertanyaannya: ini sekadar FUD klasik atau early warning yang perlu diantisipasi?
Follow akun Menjadi Trader untuk update analisa tajam dan insight crypto terbaru 🚀 #bitcoin #crypto #tradingcrypto #marketupdate #menjaditrader
Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).
FOMC Jam 2 Pagi: Siap-Siap Volatilitas, Sudah Punya Skenario?
Nanti jam 2 dini hari ada keputusan FOMC dari Federal Reserve. Ini momen penting karena arah kebijakan suku bunga akan menentukan aliran likuiditas ke market.
📌 Jika hasilnya dovish → likuiditas berpotensi masuk → ALT bisa akselerasi cepat. 📌 Jika hasilnya hawkish → market bisa retrace → jadi peluang untuk scale in bertahap.
Yang terpenting bukan nebak arah, tapi punya plan dan disiplin eksekusi. Volatilitas tinggi = peluang besar, asal risk management tetap dijaga.
Either way, kita sudah siap dengan skenario.
Follow akun Menjadi Trader untuk update makro & crypto real-time #menjaditrader #FOMC #crypto #bitcoin #trading
US-Iran Deadlock Bisa Jadi Trigger Bitcoin Jatuh ke Lower-Low
Situasi geopolitik kembali memanas. Negosiasi nuklir antara AS dan Iran dilaporkan menghadapi jalan buntu. Beberapa sumber menyebut kemungkinan kesepakatan gagal dan eskalasi konflik bisa terjadi.
Jika skenario ini benar-benar terjadi, tekanan geopolitik dapat menjadi pemicu Bitcoin (BTC) mencatat lower-low, menambah ketidakpastian pasar crypto. Trader disarankan tetap waspada dan mengelola risiko dengan hati-hati.
Follow akun Menjadi Trader untuk update terbaru tentang crypto, geopolitik, dan strategi trading #menjaditrader #bitcoin #BTC #crypto #geopolitik
Kondisi Pasar: BTC di 67.800, bergerak di bawah sell zone 69.900–72.200. Struktur masih lower high & lower low. Harga tertahan di bawah PDH dan dekat PDL ➝ tekanan bearish dominan. Skenario Hari Ini: Bullish: Reclaim 69.900 ➝ target 72.200 lalu 75.000. Bearish: Jebol 67.000 ➝ potensi turun ke 65.000 bahkan 63.000. SMM: Semoga Market Merestui 🚀 DYOR & kelola risiko. Join komunitas Menjadi Trader gratis sekarang!
Fund Manager Optimistis Double Digit Growth, Sinyal Bullish untuk Market?
Ekspektasi manajer investasi terhadap pertumbuhan pendapatan 12 bulan ke depan saat ini masih berada di level double digit. Artinya, pelaku dana besar tetap percaya bahwa ekonomi AS memiliki momentum yang cukup kuat untuk mendorong ekspansi laba perusahaan.
Level optimisme setinggi ini terakhir terlihat pada 2009, 2017, dan 2020 tiga periode yang kemudian diikuti reli signifikan di pasar saham. Secara historis, lonjakan ekspektasi pertumbuhan laba sering menjadi bahan bakar bagi ekspansi valuasi dan penguatan indeks.
Bagi trader kripto, ini relevan. Ketika ekspektasi pertumbuhan tinggi dan risk appetite meningkat, aliran dana ke aset berisiko cenderung ikut terdorong. Namun, tetap perlu memantau data realisasi laba dan kebijakan moneter agar tidak terjebak euforia.
Follow akun Menjadi Trader untuk insight makro & kripto paling update #menjaditrader #macro #saham #bitcoin #trading NFA, DYOR.
BitMine Borong 45.759 ETH Senilai US$91 Juta, Tom Lee Mulai Agresif ke Ethereum
Perusahaan investasi kripto BitMine yang dipimpin Tom Lee dikabarkan membeli 45.759 ETH senilai sekitar US$91 juta. Langkah ini menandai ekspansi eksposur besar terhadap Ethereum di tengah dinamika pasar yang masih sensitif terhadap arah likuiditas global.
Aksi akumulasi ini menunjukkan bahwa minat institusional terhadap ETH belum surut. Dengan ekosistem yang terus berkembang mulai dari staking, DeFi, hingga tokenisasi aset dunia nyata Ethereum tetap dipandang sebagai infrastruktur utama dalam ekonomi digital.
Bagi trader, pembelian skala besar seperti ini sering menjadi sinyal kepercayaan jangka menengah hingga panjang. Namun, dampak harga tetap bergantung pada sentimen pasar, arus dana, dan kondisi makro secara keseluruhan.
Apakah ini pertanda fase akumulasi baru untuk ETH?
Follow akun Menjadi Trader untuk update kripto dan insight market terbaru setiap hari #menjaditrader #ethereum #ETH #cryptonews #trading NFA, DYOR.
Strategy Borong 2.486 Bitcoin Senilai US$169 Juta, Saylor Tambah Gas di Tengah Volatilitas Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dengan membeli 2.486 BTC senilai sekitar US$169 juta. Langkah ini mempertegas konsistensi perusahaan dalam strategi akumulasi agresif di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Dengan pembelian terbaru ini, Strategy semakin memperbesar eksposurnya terhadap Bitcoin sebagai aset treasury utama. Saylor sendiri dikenal sebagai salah satu eksekutif paling vokal dalam mendukung BTC sebagai “digital gold” dan lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat. Aksi beli ini juga mengirim sinyal kuat ke pasar bahwa pemain institusional tertentu masih melihat peluang jangka panjang, bahkan ketika sentimen jangka pendek belum sepenuhnya stabil. Bagi trader, pergerakan seperti ini sering kali menjadi indikator kepercayaan jangka panjang, meski tidak selalu berdampak instan pada harga. Apakah akumulasi berkelanjutan ini akan menjadi katalis berikutnya untuk BTC? Pasar kini menanti respons harga dan arus likuiditas global. Follow akun Menjadi Trader untuk update kripto terbaru dan analisa tajam setiap hari #menjaditrader #bitcoin #BTC #cryptonews #trading NFA, DYOR.
Pasar Boleh Meragukanmu, Tapi Konsistensi Trader Menentukan Arah Akhir
Di dunia trading, stigma bukan hal baru. Banyak pelaku pasar pernah dicap sebagai pemimpi, penjudi, bahkan dianggap gagal sebelum membuktikan apa pun. Namun realitasnya, perjalanan seorang trader bukan soal persepsi publik, melainkan disiplin, manajemen risiko, dan kemampuan bertahan saat volatilitas menguji mental.
Di tengah dinamika kripto yang cepat berubah, label negatif sering muncul karena ketidaktahuan akan proses di balik layar: riset, analisis teknikal, dan evaluasi berkelanjutan. Trader yang fokus pada sistem dan pengembangan diri cenderung melihat noise sebagai distraksi, bukan penentu arah. Keunggulan kompetitif lahir dari konsistensi, bukan validasi eksternal.
Bagi komunitas kripto Indonesia, pesan utamanya jelas: bangun edge, dokumentasikan strategi, dan biarkan performa berbicara. Persepsi bisa berubah tetapi track record tidak bisa dipalsukan. Ikuti perjalanan dan insight lainnya bersama komunitas Menjadi Trader follow sekarang #menjaditrader #cryptotrading #tradingmindset #bitcoinindonesia #tradercrypto
Fery Irwandi Soroti Tren Anak Muda Jadikan Trading Harian Profesi Utama, Ini Risiko yang Perlu Dipahami
Pandangan kritis datang dari Fery Irwandi terkait tren anak muda yang langsung menjadikan day trading atau scalping sebagai sumber penghasilan utama di usia produktif. Ia menilai langkah tersebut sebaiknya dipertimbangkan matang-matang, terutama bagi yang belum memiliki fondasi keterampilan, arah karier, serta manajemen risiko yang solid. Dalam lingkungan pasar yang volatil seperti kripto, pendekatan tanpa persiapan berpotensi membuat individu hanya mengejar profit jangka pendek sambil mengabaikan pembangunan nilai diri jangka panjang.
Ia menekankan bahwa fase produktif idealnya dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi yang berkelanjutan mulai dari pemahaman pasar, pengelolaan emosi, hingga diversifikasi kemampuan bukan sekadar mengejar peluang cepat dengan eksposur risiko tinggi. Perspektif ini menjadi pengingat bagi trader pemula bahwa konsistensi, edukasi, dan strategi terukur tetap menjadi faktor pembeda antara spekulasi dan profesionalisme di pasar.
Ikuti terus insight seperti ini dengan follow akun Menjadi Trader, Semoga Market Merestui. #menjaditrader #cryptonews #tradingcrypto #riskmanagement #edukasitrading NFA, DYOR.
Συνδεθείτε για να εξερευνήσετε περισσότερα περιεχόμενα
Εξερευνήστε τα τελευταία νέα για τα κρύπτο
⚡️ Συμμετέχετε στις πιο πρόσφατες συζητήσεις για τα κρύπτο
💬 Αλληλεπιδράστε με τους αγαπημένους σας δημιουργούς