Ethereum Kembali ke US$2.000 – namun Grafik Whale Menunjukkan Lebih Banyak Kekhawatiran
Harga Ethereum tetap berada di bawah tekanan setelah penurunan baru-baru ini yang menghentikan momentum pemulihan. ETH diperdagangkan di US$2.087 dan telah kembali ke level US$2.000, namun gagal membentuk kenaikan yang berkelanjutan.
Tantangan yang dihadapi Ethereum bukan hanya soal level resistance, tapi juga keraguan di antara kelompok holder utama.
Whale Ethereum Jual… lalu Beli Lagi
Whale dan holder jangka panjang merupakan dua kelompok paling berpengaruh di pasar aset kripto mana pun. Di kasus Ethereum, kedua kelompok ini justru memberikan sinyal yang beragam. Kurangnya keselarasan ini menyebabkan pergerakan harga berlangsung sideways dalam waktu lama.
Alamat yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta ETH telah menjual sekitar 1,3 juta ETH pada 9 hingga 12 Februari. Penjualan ini setara dengan sekitar US$2,7 miliar. Namun, kelompok yang sama kemudian membeli 1,25 juta ETH dalam 48 jam berikutnya.
Ingin wawasan token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Kepemilikan Whale Ethereum | Sumber: Santiment
Pembalikan cepat ini mewakili hampir US$2,6 miliar aktivitas beli pada minggu yang sama. Aktivitas jual beli skala besar seperti ini menciptakan likuiditas tanpa arah jelas. Akibatnya, harga Ethereum tetap bergerak dalam rentang tertentu, bukan bergerak naik atau turun secara tegas.
LTH Ethereum Pernah Akumulasi… tapi Kini Mereka Menjual
Metrik perubahan posisi net HODLer semakin menegaskan keraguan ini. Indikator ini melacak pergerakan saldo holder jangka panjang. Sejak akhir Desember 2025, holder jangka panjang terus menambah kepemilikan ETH.
Pada awal Februari, tren tersebut berubah. Holder jangka panjang mengurangi aktivitas beli dan mulai melakukan distribusi secara perlahan. Walau tekanan jual tidak terlalu agresif, hal ini mengindikasikan ketidakpastian yang makin besar dari investor, yang biasanya identik dengan keyakinan tinggi.
Perubahan Posisi Net HODLer Ethereum | Sumber: Glassnode
Aktivitas whale yang beragam, dipadukan dengan sikap hati-hati holder jangka panjang, membatasi momentum bullish. Tanpa penambahan buy yang berkelanjutan dari kedua kelompok ini, harga Ethereum sulit menembus resistance utama.
Harga ETH Nampaknya Stagnan di Sekitar US$2.000
Ethereum diperdagangkan di US$2.087 dan telah berhasil merebut kembali level US$2.000. Resistance utama berikutnya berada di US$2.241. Untuk menuju ke sana, diperlukan sentimen bullish yang jelas dari kelompok holder dominan.
Mengingat belum muncul akumulasi signifikan, konsolidasi menjadi skenario yang paling mungkin terjadi. Ethereum sepertinya akan terus bertahan di sekitar US$2.000 sambil menjaga support di US$1.902. Momentum sideways bisa berlanjut sampai ada keyakinan arah yang lebih kuat.
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView
Jika whale dan holder jangka panjang kembali melakukan akumulasi, Ethereum dapat breakout di atas US$2.241. Reli berkelanjutan bisa membawa harga menuju US$2.395, bahkan berpotensi menguji US$2.500. Menembus US$2.500 bakal menghapus skenario bearish dan menandakan tren pemulihan yang makin solid.
Pi Network Pimpin Chart Harian dengan Reli 25%, Ini Alasannya
Harga Pi Coin melonjak 25% dalam 24 jam terakhir, menandai kenaikan harian terkuat sejak November 2025. Pergerakan ini juga menjadi lonjakan berturut-turut pertama dalam hampir enam minggu terakhir.
Kenaikan ini terjadi saat sentimen pasar aset kripto secara umum mulai stabil. Berbeda dengan lonjakan singkat sebelumnya, kenaikan kali ini mencerminkan perbaikan sinyal teknikal dan derivatif.
Holder dan Trader Pi Coin Ubah Sikap
Relative Strength Index, atau RSI, menunjukkan Pi Coin berhasil rebound setelah hampir sebulan berada di zona oversold. Pembacaan RSI di bawah 30,0 biasanya menandakan adanya tekanan jual yang berat. Pada situasi ini, kondisi bearish yang berlarut-larut mengikuti tren penurunan pasar secara luas.
Kondisi oversold tidak langsung menjadi sinyal pembalikan. Sebaliknya, itu menunjukkan kelemahan yang berkepanjangan. Secara historis, Pi Coin sering reli setelah keluar dari zona oversold. Kenaikan terbaru di atas level netral mengindikasikan momentum bullish yang semakin kuat.
Ingin insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda di Crypto Newsletter Harian Editor Harsh Notariya melalui tautan berikut.
RSI Pi Coin | Sumber: TradingView
Ketika RSI semakin naik, tekanan beli sepertinya semakin konsisten. Sinyal momentum yang membaik menunjukkan para penjual mulai kehilangan kendali. Jika tren ini berlanjut, perubahan ini dapat mendukung pergerakan naik harga Pi Coin selanjutnya.
Data derivatif juga memperkuat prospek yang semakin membaik. Funding rate Pi Coin telah beralih dari negatif menjadi positif. Funding rate yang positif menunjukkan posisi long sekarang mendominasi pasar Futures.
Sebelumnya, funding rate negatif mencerminkan posisi short yang mendominasi. Perubahan ini menandakan para trader mulai beralih dari eksposur bearish ke bullish. Dominasi short yang menurun membuat kemungkinan volatilitas tajam ke bawah dalam waktu dekat jadi lebih kecil.
Funding Rate Pi Coin | Sumber: Glassnode Harga Pi Coin Sedang Mencari Support
Harga Pi Coin berada di US$0,171 pada waktu publikasi, masih sedikit di bawah resistance US$0,173. Area ini jadi hambatan terdekat untuk melanjutkan pemulihan. Breakout yang meyakinkan perlu didukung tekanan beli yang berkelanjutan.
Jika momentum bullish terus berlanjut, Pi Coin dapat menembus di atas US$0,180 dan menargetkan US$0,197. Pergerakan ke arah US$0,212 akan mengonfirmasi pemulihan struktur yang lebih kuat. Jika level tersebut berhasil diambil kembali, itu juga menandakan kepercayaan investor mulai pulih.
Analisis Harga Pi Coin | Sumber: TradingView
namun, risiko tetap datang dari para holder jangka panjang yang masih merugi. Jika aksi ambil untung semakin cepat, reli Pi Coin bisa terhenti. Koreksi ke arah US$0,150 atau mendekati level terendah sepanjang masa di US$0,130 akan membuat skenario bullish batal dan membuka kembali potensi tekanan turun.
Hodler Baru Solana Turun 2,3 Juta, Akankah Berdampak pada Pemulihan Harga?
Harga Solana bergerak sideways dalam beberapa sesi terakhir, menunjukkan konsolidasi dan bukan pemulihan yang meyakinkan. Walaupun harga sempat memantul, perilaku investor memperlihatkan kepercayaan yang masih terbatas di pasar aset kripto secara keseluruhan.
Selama 10 hari terakhir, harga Solana relatif stabil dalam rentang perdagangan tertentu. Namun, stabilitas ini belum membuat investor kembali melakukan akumulasi.
Solana Kehilangan Kepercayaan Holder Baru
Investor baru Solana menjadi yang pertama mengurangi aktivitas. Alamat yang melakukan transaksi pertama di jaringan termasuk kategori alamat baru. Awal tahun ini, Solana mencatat hampir 10 juta alamat baru pada puncak keterlibatan.
Dalam empat hari terakhir, jumlah tersebut turun 23% menjadi 7,62 juta. Penurunan ini menandakan melambatnya pertumbuhan pengguna baru. Melemahnya ekspansi jaringan biasanya mencerminkan keraguan calon pembeli yang memilih menunggu sinyal pemulihan yang lebih jelas.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Alamat Baru Solana | Sumber: Glassnode
Koreksi ini menandakan holder ingin konfirmasi penguatan yang lebih solid sebelum kembali masuk agresif. Banyak yang memilih tidak mengejar reli jangka pendek. Sampai kenaikan harga yang konsisten muncul, pertumbuhan onboarding pengguna kemungkinan tetap terbatas.
Holder Solana Juga Mengalami Koreksi
Data perubahan posisi bersih exchange menyorot adanya pergeseran dari tekanan beli ke tekanan jual. Batang hijau menunjukkan masuknya SOL ke exchange, yang biasanya jadi sinyal niat menjual saat fase bearish. Data terbaru memperlihatkan semakin banyak transfer SOL ke platform perdagangan.
Sekitar 1,4 juta SOL masuk ke exchange dalam 48 jam terakhir, senilai sekitar US$117 juta. Masuknya SOL menambah pasokan yang tersedia di exchange. Saldo yang meningkat bisa menahan laju kenaikan harga jika pembeli gagal menyerap distribusi tersebut.
Perubahan Posisi Bersih Solana di Exchange | Sumber: Glassnode
Jika harga SOL terus naik, holder jangka pendek mungkin akan makin gencar merealisasikan profit. Perilaku seperti itu seringkali membatasi reli saat pasar bergerak sideways. Arus masuk yang berkelanjutan justru makin memperkuat fase konsolidasi, bukan mendukung breakout yang kuat.
Breakout Harga SOL Nampaknya Tidak Mungkin
Harga Solana masih bergerak dalam rentang antara resistance US$89 dan support US$78. Posisi saat ini di US$86 menempatkan SOL di kisaran tengah channel tersebut. Walaupun kenaikan harian 10% memperbaiki sentimen, pemulihan secara luas masih belum pasti.
Dengan pertumbuhan alamat baru yang melambat dan peningkatan arus masuk SOL ke exchange, risiko penurunan masih ada. Jika SOL tidak mampu bertahan di US$78, harga bisa turun ke US$67. Pergerakan seperti ini akan mengonfirmasi berlanjutnya struktur bearish yang ada.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView
Jika investor menghentikan aksi jual dan arus masuk ke exchange berkurang, SOL bisa menguji resistance US$89. Breakout di atas level tersebut dapat mendorong harga ke US$97. Penguatan berkelanjutan di atas US$97 bisa menargetkan US$105, membatalkan skenario bearish dan menandakan pemulihan struktur harga.
Pembatasan Imbal Hasil Stablecoin di CLARITY Act Bisa Menguntungkan Mata Uang Asing, Bukan US$
The Digital Chamber, sebuah kelompok advokasi aset kripto terkemuka, mendesak Kongres AS untuk tetap menjaga kemampuan stablecoin pembayaran dalam menghasilkan yield.
Dalam usulan terbarunya, kelompok ini berpendapat bahwa draf legislasi CLARITY Act saat ini berisiko melarang mekanisme dasar DeFi.
Digital Chamber Desak Kongres untuk Menjaga Imbal Hasil Stablecoin
Kelompok ini secara khusus mengajukan permohonan kepada para legislator agar tetap mempertahankan pengecualian dalam Bagian 404 dari CLARITY Act yang diusulkan.
Ketentuan ini membedakan antara “bunga” tradisional, yang dibayarkan bank pada simpanan yang diasuransikan, dan jenis bunga lainnya. Ketentuan ini secara efektif memisahkan pendapatan tersebut dari “reward” yang diperoleh dari aktivitas liquidity provision (LP) pada decentralized exchange.
The Chamber memperingatkan bahwa menghapus pengecualian ini tidak hanya akan menghambat inovasi dalam negeri, tapi juga “melemahkan dominasi dolar,” terang kelompok ini.
Kelompok tersebut berpendapat bahwa jika stablecoin yang diatur AS secara hukum dilarang berpartisipasi di pasar DeFi, maka modal global pasti akan mengalir ke aset digital yang diterbitkan di luar negeri atau entitas offshore yang tidak diatur.
Pergeseran ini, tambah mereka, akan secara efektif menurunkan permintaan terhadap dolar AS dalam ekonomi digital.
Selain itu, kelompok advokasi ini menegaskan bahwa larangan total atas yield hanya akan memaksa pengguna untuk tetap memegang aset secara pasif.
Menurut mereka, hal ini bisa, secara ironis, justru meningkatkan risiko paparan terhadap “impermanent loss.” Risiko ini berkaitan dengan volatilitas aset di pool likuiditas.
Digital Chamber Tawarkan Konsesi Regulasi
Menariknya, kelompok perbankan berpendapat bahwa dengan membiarkan stablecoin menghasilkan yield tanpa memenuhi persyaratan modal perbankan justru membuka peluang arbitrase yang berbahaya.
Mereka menyatakan bahwa celah regulasi ini berpotensi mengacaukan seluruh sistem keuangan. Selain itu, mereka juga mengklaim bahwa stablecoin dengan yield tinggi akan menyedot likuiditas dari bank-bank komunitas.
Sebagai kompromi, The Chamber mengusulkan agar ada pengungkapan informasi yang jelas kepada konsumen untuk memastikan bahwa yield stablecoin tidak setara dengan bunga bank dan tidak dijamin oleh FDIC.
Mereka juga merekomendasikan agar regulator melakukan studi “Deposit Impact” secara nasional dua tahun setelah RUU disahkan.
Kelompok ini meyakini bahwa data empiris itu akan membuktikan bahwa stablecoin justru melengkapi, bukan mengganggu, sektor perbankan tradisional.
Rekomendasi ini muncul di tengah negosiasi terkait RUU struktur pasar (CLARITY Act) yang memasuki titik kritis.
Pertemuan penting antara perwakilan perbankan dan eksekutif aset kripto di Gedung Putih awal pekan ini pun dikabarkan berakhir buntu.
Pelobi Wall Street tetap menentang keras setiap langkah yang memungkinkan penerbit stablecoin non-bank membagikan yield kepada pelanggan, karena mereka menganggap produk semacam itu sebagai ancaman langsung terhadap model simpanan tradisional.
Bitcoin Short Mencapai Level Paling Ekstrem sejak Titik Terendah 2024
Harga Bitcoin sedang mencoba melakukan breakout lagi menuju US$70.000 setelah berminggu-minggu konsolidasi yang bergerak sideways. BTC diperdagangkan di US$69.815 pada waktu publikasi, berada tepat di bawah level resistance US$70.610. Aset kripto terbesar ini berusaha pulih dari penurunan sebelumnya, namun sinyal on-chain dan derivatif yang bercampur menghadirkan prospek jangka pendek yang belum pasti.
Pelaku pasar memantau ambang psikologis ini dengan seksama. Jika pergerakan harga di atas US$70.000 terjadi secara konsisten, sentimen bisa berubah secara signifikan. Tetapi, posisi bearish yang bertahan menandakan volatilitas mungkin akan meningkat sebelum tren yang jelas terlihat.
Short Bitcoin Mirip dengan Masa Lalu
Data funding rate agregat di berbagai exchange aset kripto utama menunjukkan lonjakan ekstrem pada posisi short. Level funding negatif saat ini bahkan menjadi yang terdalam sejak Agustus 2024. Periode tersebut akhirnya menandai titik bottom Bitcoin yang signifikan.
Pada Agustus 2024, para trader ramai-ramai mengambil posisi turun seiring anjloknya funding rate. Namun alih-alih turun lebih jauh, Bitcoin justru berbalik naik secara tajam. Pembalikan ini memicu likuidasi short secara luas dan mendorong reli sekitar 83% dalam empat bulan berikutnya.
Ingin informasi token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Lonjakan Posisi Short Bitcoin | Sumber: Santiment
Funding rate yang sangat negatif menandakan posisi bearish yang besar dan tingkat ketakutan, ketidakpastian, serta keraguan (FUD) yang meluas. Walau kondisi ini tidak menjamin kenaikan harga secara langsung, namun struktur pasar menjadi rapuh. Jika harga naik, penutupan paksa posisi short bisa memperbesar volatilitas dan mengakselerasi momentum naik.
Bitcoin Menuju Kapitulasi
Indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) telah kembali ke zona Hope/Fear mendekati 0,18. Angka ini menunjukkan bahwa cadangan profit para holder kini menipis. Saat NUPL masuk ke zona ini, perilaku pasar biasanya menjadi lebih reaktif.
Secara historis, penurunan ke zona ini sering kali mendahului masa pelemahan lebih lanjut. Panic selling umumnya meningkat sebelum tercipta bottom yang kokoh. Jika aksi kapitulasi belum berhasil mengubah sentimen, Bitcoin masih rentan terhadap koreksi yang lebih dalam sebelum stabil kembali.
Sinyal teknikal jangka pendek menunjukkan adanya peningkatan momentum. Chaikin Money Flow, indikator yang mengukur arus masuk dan keluar dana, sedang mendekati garis nol. Jika mampu bergerak ke wilayah positif, hal ini menandakan permintaan baru untuk Bitcoin.
Pada saat yang sama, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga mendekati crossover bullish. Apabila crossover ini terkonfirmasi, artinya momentum mulai beralih dari bearish ke bullish. Namun, sinyal awal ini masih butuh validasi lewat kekuatan harga yang konsisten.
Arus Bersih Bitcoin dan Momentum Pasar | Sumber: TradingView
Walau beberapa indikator membaik, sentimen secara umum masih cenderung hati-hati. Para short trader kecil kemungkinan akan menutup posisinya secara sukarela saat kondisi masih lemah. Situasi ini justru memperbesar peluang terjadinya likuidasi massal berbasis harga sebagai pemicu pemulihan pasar.
Harga BTC Butuh Dorongan Kuat
Bitcoin diperdagangkan di US$69.815 dan masih tertahan di bawah resistance US$70.610. Level US$70.000 menjadi batas psikologis penting. Jika Bitcoin bisa menutup perdagangan di atas angka ini secara meyakinkan, momentum bullish bisa kembali dan dana segar kemungkinan akan mulai masuk ke pasar.
Namun, tekanan bearish di pasar derivatif masih terus berlangsung. Dominasi kontrak short yang berkelanjutan dapat menahan BTC di bawah US$70.000. Apabila terjadi breakdown di bawah support US$65.156, maka likuidasi long bisa saja terjadi dan memperparah volatilitas penurunan.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView
Jika Bitcoin berhasil mendapat dukungan kuat dari investor dan mampu melewati tekanan jual di atas US$70.000, target kenaikan selanjutnya bisa muncul. Reli ke area US$73.499 dapat tercapai dengan cepat.
Kekuatan yang terus bertahan bisa mendorong kenaikan menuju US$76.685, sehingga membatalkan skenario bearish dan mengonfirmasi upaya pemulihan yang lebih luas.
Coinbase Serukan The Fed untuk Modernisasi Pembayaran AS agar Setara dengan Standar Eropa
Coinbase, exchange aset kripto terbesar yang berbasis di AS, mendukung usulan Federal Reserve agar lembaga keuangan non-bank mendapat akses ke akun pembayaran khusus.
Exchange dari San Francisco itu telah mengirim surat kepada bank sentral AS untuk mendukung adanya akun pembayaran Bank Cadangan dengan tujuan khusus. Coinbase menyampaikan bahwa akun seperti ini sangat penting untuk memodernisasi infrastruktur keuangan domestik di AS.
Coinbase Menantang The Fed atas Syarat yang ‘Restriktif’ untuk Jalur Pembayaran
Coinbase menilai usulan ini akan memberikan perusahaan fintech dan crypto-native akses langsung ke infrastruktur pembayaran Federal Reserve.
Perubahan ini akan membuat para perusahaan tersebut bisa memanfaatkan “pipa” utama ekonomi global tanpa harus mengantongi izin usaha perbankan komersial secara penuh.
Saat ini, kebanyakan perusahaan kripto harus mengandalkan bank perantara untuk menyelesaikan transaksi dolar AS. Proses ini menambah biaya, memperlambat transaksi, serta meningkatkan risiko pihak ketiga dalam layanan tersebut.
“Dengan mengurangi ketergantungan pada bank mitra yang diasuransikan FDIC sebagai perantara untuk fungsi pembayaran inti, Payment Account akan memungkinkan institusi pemilik akun menawarkan layanan yang aman dan efisien bagi konsumen dan bisnis di AS serta sekaligus menurunkan biaya dan memastikan kemampuan penyedia pembayaran baru untuk berkembang sesuai permintaan yang meningkat,” jelas exchange tersebut dalam pernyataannya.
Faryar Shirzad, chief policy officer Coinbase, juga menerangkan bahwa akses serupa sudah ada di Inggris, Uni Eropa, Brasil, dan India.
Shirzad menegaskan bahwa yurisdiksi tersebut telah mengalami peningkatan persaingan dan risiko penyelesaian yang lebih rendah, sehingga mendukung daya saing global sektor keuangan mereka.
namun, raksasa kripto ini mengingatkan bahwa kerangka saat ini berisiko menjadi “mati sebelum sempat berjalan” akibat batasan yang terlalu ketat.
Coinbase berpendapat bahwa proposal Federal Reserve saat ini memiliki batasan yang “terlalu membatasi secara tidak perlu”. Menurut perusahaan tersebut, pembatasan ini pada akhirnya bisa mengurangi manfaat akun ini bagi operasional skala besar.
“Dengan menggabungkan semua pembatasan yang diusulkan, risiko membatasi akun ini secara berlebihan bisa membatasi adopsi oleh institusi yang memenuhi syarat untuk tujuan yang diharapkan,” tegas exchange itu.
Secara khusus, exchange ini mengkritik tidak adanya bunga pada saldo akhir hari dan penetapan batas saldo malam hari yang rendah.
Coinbase juga mendorong regulator untuk meninjau kembali logika “cacat” terkait batasan neraca keuangan. Mereka menyoroti bahwa risiko dalam layanan pembayaran utamanya bersifat operasional, bukan terkait kredit.
“Risiko yang terkait dengan pemrosesan pembayaran bersifat operasional dan bukan risiko kredit, pasar, atau likuiditas yang biasanya membutuhkan penyangga modal yang terkait dengan ukuran neraca. Karena itu, metrik neraca tidak cocok untuk tujuan ini,” tulis perusahaan itu.
Selain itu, perusahaan ini juga meminta supaya institusi bisa menampung saldo pelanggan secara “omnibus”. Exchange yang dipimpin Brian Armstrong itu menilai langkah ini memungkinkan pengelolaan dana pengguna secara kolektif agar penyelesaian transaksi lebih efisien.
Dengan mendorong “kerangka kerja yang lebih sederhana” demi menjamin kelayakan komersial, Coinbase berupaya menempatkan diri sebagai pemain sistemik yang hendak bergerak dari pinggiran dunia keuangan menuju regulasi inti.
X Milik Elon Musk Akan Integrasikan Trading Saham dan Aset Kripto Langsung di Timeline
Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, akan mengintegrasikan perdagangan saham dan aset kripto langsung ke dalam feed pengguna.
Langkah ini menandai peningkatan besar dalam upaya Elon Musk untuk menjadikan platform ini sebagai pemain utama di bidang teknologi finansial.
X Konfirmasi Peluncuran Trading Aset Kripto Lewat ‘Smart Cashtags’
Pada 14 Februari, Nikita Bier, kepala produk X, menuturkan bahwa fitur baru ini akan memungkinkan pengguna melakukan perdagangan langsung setelah menemukan aset di linimasa mereka.
Fitur ini berfokus pada “Smart Cashtags,” yang merupakan pengembangan dari sistem indeks yang sudah ada di platform. Saat ini, pengguna menambahkan simbol US$ di depan kode ticker—seperti US$BTC untuk Bitcoin—untuk membuat tautan yang bisa diklik.
Pada sistem baru nanti, ketika mengetuk simbol tersebut, pengguna akan melihat grafik harga secara langsung, postingan terkait, dan juga mendapat opsi perdagangan secara langsung.
Pengembangan ini merupakan langkah terbaru perusahaan untuk mengurangi hambatan saat pengguna berpindah dari media sosial ke aplikasi broker. Dengan menghubungkan fungsi ini, pembaruan ini bisa membuat investor ritel bertindak lebih cepat berdasarkan informasi yang didapatkan.
Integrasi ini menjadi bagian utama dari strategi besar Musk untuk mengembangkan X menjadi “aplikasi segalanya.” Menariknya, ia sudah mendukung konsep ini sejak mengakuisisi perusahaan pada tahun 2022.
Visi ini meniru manfaat dari “super app” di Asia yang menggabungkan pesan, jejaring sosial, dan pembayaran dalam satu platform.
Dalam beberapa tahun terakhir, X makin gencar membangun ekosistem finansial. Perusahaan ini sudah menyiapkan dasar untuk transfer antar pengguna, pembayaran harian, dan sekarang, juga investasi aktif.
Namun, pertemuan antara hype media sosial dan spekulasi keuangan menghadirkan tantangan dalam hal moderasi.
Bier menjelaskan bahwa meskipun perusahaan ingin adopsi aset kripto tumbuh di platform, mereka tetap berhati-hati soal pengalaman pengguna.
Dia memperingatkan bahwa aplikasi yang memberikan insentif untuk spam, serangan, atau pelecehan tidak akan didukung. Menurutnya, perilaku seperti itu “secara signifikan menurunkan pengalaman bagi jutaan orang.”
Jadi, seiring X bertransformasi dari ruang diskusi ke lantai perdagangan, perusahaan ini menghadapi tantangan ganda, yaitu bersaing dengan perusahaan broker besar dan juga mengatasi kerumitan regulasi dalam memfasilitasi transaksi keuangan bagi pengguna global.
Ethereum Bidik Horison 1.000 Tahun dengan Pergantian Kepemimpinan
Ethereum Foundation mengangkat Bastian Aue sebagai interim co-Executive Director pada 13 Februari. Organisasi ini menyebut langkah tersebut sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan institusi serta nilai-nilai “cypherpunk”.
Aue menggantikan Tomasz Stańczak, yang mengundurkan diri setelah hampir satu tahun menjabat. Ia akan memimpin Foundation bersama Hsiao-Wei.
ETH Rebut US$2.000 saat Foundation Paparkan Mandat Strategis Baru
Transisi ini terjadi saat lembaga non-profit pengelola blockchain Ethereum berupaya menyeimbangkan efisiensi operasional dengan mandat memastikan kelangsungan jaringan ini selama “1.000 tahun atau lebih.”
Aue, yang sebelumnya bekerja bersama tim eksekutif dalam bidang hibah dan operasional, membawa pengetahuan mendalam tentang institusi ke dalam perannya.
Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan komitmen untuk kembali ke inti ideologi jaringan serta berjanji akan memprioritaskan “infrastruktur permissionless yang sesungguhnya.”
“Mandat dari EF adalah memastikan infrastruktur permissionless yang sesungguhnya, inti dari cypherpunk, itulah yang dibangun. Ethereum harus bisa bertahan lebih lama dari kita, dan sejak awal tugas kami adalah memastikan agar jaringan ini cukup kokoh untuk mewujudkannya,” ujar Aue.
Pernyataan ini menunjukkan adanya reprioritasi strategis untuk jaringan blockchain. Tujuannya agar protokol ini cukup kuat melewati ratusan tahun perubahan geopolitik serta teknologi, bukan sekadar merespons tren industri jangka pendek.
Perlu dicatat, masa kepemimpinan Stańczak menandai dimulainya fase restrukturisasi penting dalam kepemimpinan jaringan blockchain.
Ia diangkat sekitar 12 bulan lalu, pada masa ketika Foundation menghadapi kritik dari industri akibat dianggap kurang sigap serta terlalu birokratis.
Selama kepemimpinannya, Foundation mengejar percepatan dan ia membawa rasa urgensi baru untuk organisasi. Stańczak membantu mengefektifkan tim internal serta memperluas keterlibatan EF dengan ekosistem pengembang yang lebih luas.
Foundation menyatakan bimbingan beliau sangat berperan dalam “mematangkan” operasional organisasi selama siklus pasar yang penuh gejolak.
“Selama setahun di EF, Tomasz sangat membantu meningkatkan efisiensi banyak bagian foundation, dan mengubah EF jadi organisasi yang lebih responsif terhadap dunia luar. Ia membawa energi baru ke organisasi, dan berkat dorongan serta dukungannya, Ethereum Foundation kini rutin melakukan hal-hal di luar zona nyaman sebelumnya,” komentar Vitalik Buterin, co-founder Ethereum, .
Setelah kondisi organisasi kembali stabil, penunjukan Aue menandakan pergeseran fokus dari penanganan operasional menuju ketahanan eksistensial jangka panjang.
Sementara itu, rencana kesinambungan kepemimpinan diumumkan di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.
Selama 24 jam terakhir, Ethereum diperdagangkan naik sekitar 5,5% dan berhasil merebut kembali level US$2.000, diperdagangkan di dekat US$2.051 pada waktu publikasi.
Kenaikan harga ini kontras dengan kinerja pasar yang melemah sejak awal tahun.
ETH tetap turun sekitar 36% dalam satu kuartal terakhir, menyoroti situasi penuh tantangan yang harus dihadapi Aue saat ia berupaya mengarahkan Foundation menuju visi jangka panjang milenialnya.
Rusia Pertimbangkan Ulang Larangan Stablecoin di Tengah Tekanan dari AS dan Uni Eropa
Menurut laporan lokal, bank sentral Rusia sedang meninjau kembali penolakan lamanya terhadap stablecoin. Wakil Ketua Pertama Vladimir Chistyukhin mengungkapkan Bank Sentral Rusia akan melakukan studi tahun ini mengenai kelayakan pembuatan stablecoin Rusia.
Sebelumnya, Rusia selalu menentang rencana stablecoin terpusat. Namun, Chistyukhin menuturkan praktik di luar negeri kini membuat perlunya penilaian ulang terhadap risiko dan peluangnya.
Moskow Buka Lagi Debat Stablecoin
Pergeseran ini menandai perubahan strategi, bukan perubahan kebijakan secara langsung. Meski begitu, waktunya cukup menarik.
Selama setahun terakhir, Amerika Serikat mengesahkan GENIUS Act, yang menetapkan kerangka kerja federal untuk stablecoin pembayaran.
Undang-undang itu mewajibkan dukungan 1:1 dolar AS dan transparansi cadangan.
Akibatnya, stablecoin berbasis dolar AS semakin diakui secara institusional dan memperluas perannya dalam pembayaran lintas negara serta penyelesaian aset digital.
Pada saat yang sama, Uni Eropa mempercepat pengembangan euro digital dan stablecoin euro sesuai aturan MiCA yang dipimpin oleh bank-bank besar.
Pembuat kebijakan Eropa menilai upaya ini penting untuk menjaga kedaulatan moneter dan mengurangi ketergantungan pada mata uang digital asing.
Dengan latar belakang tersebut, Rusia berisiko tertinggal dalam persaingan membangun infrastruktur keuangan digital. Stablecoin kini berfungsi sebagai jalur likuiditas utama di pasar kripto global dan makin banyak digunakan dalam penyelesaian perdagangan.
Jika token berbasis dolar AS dan euro mendominasi arus lintas negara, entitas Rusia bisa semakin tergantung pada instrumen yang diatur asing.
Tekanan Sanksi dan Pertanyaan tentang Kedaulatan
Selain itu, sanksi dan pembatasan akses Rusia ke jaringan pembayaran tradisional menambah urgensi situasi ini.
Stablecoin yang dikendalikan dalam negeri secara teori bisa memberi mekanisme penyelesaian alternatif bagi mitra internasional yang bersedia bertransaksi di luar sistem Barat.
Hanya dengan mengeksplorasi konsep ini saja, Moskow seakan mengakui dimensi geopolitik dari infrastruktur stablecoin.
Namun, risikonya tetap besar. Stablecoin Rusia butuh cadangan yang kredibel, kejelasan hukum, dan kepercayaan dari mitra. Tanpa transparansi dan likuiditas, adopsi akan terbatas.
Saat ini, Bank Sentral Rusia masih mempelajari isu ini dan belum memberikan dukungan penuh.
Investor AS Mungkin Tinggalkan ETF Bitcoin dan Ethereum untuk Masuk ke Pasar Internasional
ETF Bitcoin dan Ethereum Spot AS terus mengalami arus keluar karena investor mengalihkan modal ke saham internasional. Kedua ETF kripto ini baru mencatatkan 2 minggu arus masuk positif sepanjang 2026.
Pergeseran ini terjadi di tengah kenaikan yield Treasury, pasar tenaga kerja AS yang masih kuat, serta rekor arus masuk ke dana saham global di luar AS.
Dana Mulai Berpindah ke Pasar ETF Internasional
Dalam beberapa minggu terakhir, ETF Bitcoin spot di AS telah jelas memasuki wilayah arus keluar bersih. Total aset anjlok tajam dari kisaran tertinggi baru-baru ini sekitar US$115,00 miliar menjadi sekitar US$83,00 miliar.
ETF Ethereum bahkan mengalami penurunan yang lebih dalam, dengan aset turun dari sekitar US$18,00 miliar menjadi mendekati US$11,00 miliar.
Ini bukan hanya volatilitas acak. Ini menandakan modal benar-benar keluar dari kelas aset ini.
Arus Masuk ETF Bitcoin AS Mingguan Tahun 2026 | Sumber: SoSoValue
Pada saat yang sama, ETF saham internasional mencatatkan arus masuk terkuat mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Pada bulan Januari, terjadi alokasi rekor ke dana global di luar AS. Dana ini menyerap sekitar sepertiga dari total arus masuk ETF meskipun proporsinya terhadap total aset jauh lebih kecil.
Hal itu menunjukkan rotasi besar-besaran.
Investor institusi nampaknya sedang mengurangi eksposur dari saham-saham pertumbuhan AS yang sudah ramai — termasuk kripto — dan mengalihkan dana ke pasar luar negeri yang lebih murah di tengah perbaikan kondisi ekonomi makro di luar negeri.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang kuat mendorong yield Treasury bergerak naik. Yield yang lebih tinggi membuat kondisi keuangan makin ketat dan meningkatkan daya tarik obligasi jika dibandingkan dengan aset berisiko.
Bitcoin dan Ethereum, yang diperdagangkan sebagai aset likuiditas ber-beta tinggi, cenderung melemah ketika modal berpindah ke aset yang lebih aman atau menghasilkan yield.
Kombinasi faktor tersebut menciptakan hambatan struktural.
Arus Bersih Pasar ETF Internasional Selama Setahun Terakhir | Sumber: ETF Trends
Pada 2024, ETF kripto menjadi sumber permintaan utama yang memperkuat pergerakan harga naik lewat arus masuk yang berkelanjutan.
Sekarang mekanisme itu berbalik. Alih-alih memperkuat reli, ETF justru berfungsi sebagai saluran distribusi.
Ini tidak menggugurkan tesis kripto jangka panjang. namun, kondisi likuiditas dalam jangka pendek menjadi lebih lemah.
Sampai rotasi modal melambat atau kondisi makro mereda, arus keluar ETF nampaknya masih akan menekan Bitcoin, Ethereum, dan pasar kripto secara keseluruhan.
Presiden Binance Prancis Jadi Target Upaya Penculikan Bersenjata
Pria bersenjata mencoba membobol rumah Presiden Binance Prancis, David Prinçay, pada Kamis pagi. Kejadian ini menjadi insiden terbaru dalam gelombang serangan yang terkait aset kripto di seluruh Prancis.
Menurut media Prancis RTL, tiga orang bertudung memasuki sebuah gedung hunian di wilayah Val-de-Marne sekitar pukul 07.00 pagi pada 12 Februari. Mereka dikabarkan membawa senjata dan berusaha mencari apartemen milik Prinçay.
Namun, para pelaku langsung melarikan diri setelah mengetahui bahwa Prinçay tidak ada di rumah.
Komando Bersenjata Kabur lalu Serang Lagi
Laporan media lokal menyebut kelompok tersebut awalnya memaksa seorang penghuni lain untuk membantu mereka menemukan apartemen yang tepat. Polisi mengatakan bahwa para pelaku sempat menggeledah rumah eksekutif Binance sebelum akhirnya pergi dengan membawa dua ponsel curian.
Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 09.15, polisi di Hauts-de-Seine menanggapi insiden lain. Seorang warga di Vaucresson melaporkan bahwa dirinya dipukul di kepala dengan gagang senapan oleh pria-pria bertudung.
Pihak berwenang kemudian mengaitkan kedua insiden tersebut.
Menurut RTL, rekaman kamera pengawas menunjukkan para pelaku menggunakan kendaraan yang sama seperti yang terlihat sebelumnya di Val-de-Marne. Dua ponsel curian itu juga berhasil dilacak hingga ke lokasi kedua.
Saksi mata dikabarkan mendengar para pelaku berkata bahwa alamat yang mereka tuju salah, sebelum akhirnya mereka melarikan diri lagi.
Ditangkap di Stasiun Lyon Perrache
Penegak hukum Prancis meluncurkan operasi gabungan yang melibatkan Brigade de Répression du Banditisme (BRB) Paris, unit polisi dari Hauts-de-Seine, Val-de-Marne, Yvelines, dan polisi transportasi.
Tim penyidik melacak para pelaku melalui transportasi umum.
Ketiga pria tersebut menaiki kereta menuju Lyon. Pihak berwenang memberitahu unit BRI Lyon, yang kemudian mencegat dan menangkap mereka di stasiun Lyon Perrache pada hari yang sama.
Saat ini, mereka sudah dalam tahanan dan proses penyidikan masih berlanjut.
Co-founder Binance, Yi He menanggapi kejadian tersebut di X dan memastikan bahwa eksekutif yang menjadi target beserta keluarganya dalam keadaan aman.
Apakah Prancis Sedang Menjadi Surga untuk Kejahatan Aset Kripto?
Upaya penyerangan ini terjadi di tengah lonjakan kasus penculikan dan perampokan rumah terkait aset kripto di seluruh Prancis.
Pada Mei 2025, polisi Prancis menangkap lebih dari 20 tersangka yang terlibat dalam serangkaian penculikan di wilayah Paris Raya dan sekitarnya, di mana para pelaku menargetkan para investor aset kripto kaya.
Sepanjang 2025, aparat penegak hukum Prancis terus membongkar jaringan pelaku pemerasan yang berfokus pada aset kripto.
Penyelidikan mengungkap bahwa para pelaku kerap menggunakan informasi pribadi yang didapat dari kebocoran data di dark web atau hasil pencarian media sosial untuk memprofil calon korban.
Modus yang digunakan mulai dari penyusupan yang sudah direncanakan — sering kali dilakukan pada dini hari — hingga penculikan terkoordinasi dan pemindahan paksa korban antar lokasi untuk menghindari deteksi.
Binance telah memecat setidaknya lima anggota tim investigasi kepatuhan setelah mereka secara internal menandai lebih dari US$1 miliar transaksi yang diduga terkait dengan entitas Iran, menurut Fortune.
Transaksi-transaksi tersebut dikabarkan terjadi antara Maret 2024 hingga Agustus 2025. Seperti yang dilaporkan, transaksi ini dilakukan dengan menggunakan stablecoin USDT milik Tether di blockchain Tron.
USDT di Tron: Pola yang Sudah Dikenal untuk Iran?
Pemecatan ini diduga dimulai pada akhir 2025. Beberapa staf yang dipecat memiliki latar belakang penegak hukum dan menjabat sebagai penyidik senior.
Fortune melaporkan sedikitnya empat lagi staf senior kepatuhan juga telah keluar atau didorong keluar dalam beberapa bulan terakhir.
Arus dana senilai US$1 miliar yang dilaporkan itu dinyatakan dalam USDT dan berpindah melalui jaringan Tron. Kombinasi ini secara berulang muncul dalam penegakan sanksi terbaru yang melibatkan aktivitas terkait Iran.
Pada awal bulan ini, Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS telah memberikan sanksi kepada dua exchange kripto yang terdaftar di Inggris, Zedcex dan Zedxion. OFAC menuduh, exchange tersebut memproses hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut laporan OFAC serta analitik blockchain yang dikutip oleh TRM Labs dan Chainalysis, sebagian besar aktivitas tersebut juga memakai USDT di Tron.
Secara terpisah, BeinCrypto sempat memberitakan pada Januari bahwa bank sentral Iran telah mengumpulkan lebih dari US$500 juta dalam bentuk USDT di tengah tekanan terhadap mata uang rial Iran. Firma analisis blockchain Elliptic mengatakan bahwa pembelian ini kemungkinan bertujuan untuk mengamankan likuiditas mata uang asing di luar sistem perbankan tradisional, sehingga secara efektif menciptakan cadangan dolar paralel.
Jika melihat seluruh kasus ini, terlihat bahwa stablecoin—khususnya USDT—telah menjadi pusat untuk arus keuangan lintas negara yang terkait Iran.
Bagaimana Bank Sentral Iran Menerima USDT Secara Berkala Sepanjang 2025 | Sumber: Elliptic
Binance belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa transaksi yang diduga terkait Iran tersebut melanggar hukum sanksi, dan belum ada regulator yang mengumumkan tindakan penegakan hukum baru terhadap perusahaan terkait pemberitaan ini.
Meski begitu, kasus ini terjadi di tengah pengawasan ketat terhadap infrastruktur stablecoin dan peran exchange dalam rezim sanksi geopolitik.
Aave Usulkan Model Pendapatan DAO 100%, namun Harga Tetap Tertekan
Aave Labs telah meluncurkan inisiatif tata kelola baru yang bisa mendefinisikan ulang arah masa depan salah satu protokol lending terdepan di sektor aset kripto.
Walau di atas kertas perkembangan ini terlihat sebagai langkah yang baik, harga AAVE nampaknya belum mencerminkan hal tersebut karena perilaku investor.
AAVE Luncurkan Model Governance Baru
Diberi nama “Aave Will Win,” proposal ini mengajak Aave DAO untuk mendukung roadmap menyeluruh yang berfokus pada rencana upgrade V4 mendatang. Jika disetujui, V4 akan menjadi infrastruktur inti untuk fase berikutnya dari protokol, membangun kerangka kerja di mana 100% pendapatan dari produk yang dikembangkan Aave Labs akan langsung dialokasikan ke DAO.
Harga AAVE tetap tertekan meski model tata kelola baru sudah diluncurkan. Saat ini, token AAVE berada di wilayah oversold berdasarkan Money Flow Index. Bacaan terkini mengisyaratkan tekanan jual yang dipicu faktor makro sepertinya sudah memuncak setelah beberapa sesi outflow berkelanjutan.
Secara historis, harga AAVE sering pulih setelah memasuki kondisi oversold. Sinyal oversold biasanya menandakan saturasi penjualan, yang memungkinkan pembeli perlahan ikut masuk. Namun, pelemahan pasar aset kripto secara luas dan sikap hati-hati investor membuat kondisi kali ini tidak semudah siklus pemulihan sebelumnya.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
AAVE MFI | Sumber: TradingView Holder AAVE Masih Menjual
Data perubahan posisi bersih di exchange menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Arus masuk bersih ke exchange menandakan holder sedang memindahkan AAVE ke platform trading. Pola ini umumnya menandakan niat untuk menjual, bukan mengakumulasi.
Outflow yang semakin kuat dan arus masuk ke exchange yang berkelanjutan bisa menunda kemungkinan rebound. Bahkan, perkembangan positif di protokol pun belum mampu memicu momentum kenaikan secara langsung. Pelaku pasar nampaknya kini lebih fokus pada kondisi likuiditas serta selera risiko dibanding upgrade tata kelola.
Perubahan Posisi Bersih AAVE di Exchange | Sumber: Glassnode Harga AAVE Masih Bertahan di Atas Support
Pada waktu publikasi, harga AAVE diperdagangkan di US$111, bertahan di atas level Fibonacci 23,6% di US$109. Level ini dipandang sebagai support utama di pasar bear. Menjaga support ini sangat penting agar tidak terjadi pelemahan struktural yang lebih dalam.
Sinyal teknikal yang beragam mengindikasikan AAVE mungkin akan berkonsolidasi di atas US$109 dalam waktu dekat. Harga bisa tetap bergerak sideways di bawah resistance US$119 selama momentum stabil. Namun, jika harga benar-benar turun di bawah US$109, AAVE bisa terbuka menuju US$100 atau bahkan lebih rendah lagi.
Analisis Harga AAVE | Sumber: TradingView
Jika tekanan jual mereda dan investor kembali optimistis, AAVE bisa saja reli dari US$109. Pergerakan di atas US$119 akan menjadi sinyal perbaikan sentimen. Jika harga mampu menembus US$128, peluang ke arah US$136 pun terbuka dan sentimen bearish yang dominan bisa dinyatakan tidak berlaku lagi.
3 Altcoin yang Perlu Dicermati Akhir Pekan Ini | 14 – 15 Februari
Altcoin memperlihatkan sinyal yang sangat beragam minggu ini, dengan reli besar bertabrakan dengan koreksi yang semakin dalam di pasar. Sementara beberapa token menarik perhatian dengan potensi breakout yang kuat, token lain masih kesulitan bertahan di dekat level terendah terbarunya.
Oleh sebab itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin seperti ini yang sebaiknya investor perhatikan selama akhir pekan.
Pippin (PIPPIN)
PIPPIN menjadi salah satu altcoin top gainer minggu ini, melonjak 203% dalam tujuh hari. Meme coin ini diperdagangkan di harga US$0,492 pada waktu publikasi, masih di bawah resistance US$0,514. Momentum kuat mendorong minat spekulatif karena para trader terus memantau sinyal kelanjutan tren.
Secara teknikal, PIPPIN tengah breakout dari pola descending broadening wedge, yang memproyeksikan reli 221%. Breakout akan terkonfirmasi jika harga berhasil mengubah US$0,600 menjadi level support. Meski potensi kenaikan yang diharapkan sangat besar, target realistis tetap pada pencapaian all-time high di US$0,720.
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Analisis Harga PIPPIN | Sumber: TradingView
Jika momentum bullish melemah atau kondisi ekonomi makro memburuk, risiko penurunan harga akan meningkat. Penurunan di bawah support US$0,449 bisa membawa PIPPIN turun mendekati US$0,372. Pergerakan seperti ini akan membatalkan proyeksi bullish dan menggugurkan struktur breakout wedge.
Aptos (APT)
Harga APT turun 12,6% dalam sepekan terakhir, serta membentuk dua all-time low baru selama periode ini. Altcoin ini diperdagangkan di harga US$0,899 pada waktu publikasi dan tetap di bawah level psikologis US$1,00. Kelemahan yang terus berlanjut mencerminkan masih kuatnya tekanan bearish di pasar aset kripto secara lebih luas.
Saat ini Money Flow Index berada di bawah ambang 20,0, menempatkan APT di zona oversold. Angka seperti ini biasanya memberi sinyal terjadinya kejenuhan jual dan potensi akumulasi. Jika MFI bisa naik di atas 20,0 dan tekanan beli menguat, penguatan ke atas US$1,029 dapat menjadi konfirmasi awal pemulihan tren.
Analisis Harga APT | Sumber: TradingView
Jika momentum bearish masih berlanjut, risiko penurunan pun akan semakin tinggi. Tekanan jual yang terus-menerus bisa mendorong APT jatuh di bawah level saat ini. Breakdown lebih dalam dapat membawa APT ke all-time low baru di kisaran US$0,800, memperkuat tren negatif yang sedang berlangsung.
Kite (KITE)
KITE juga menjadi altcoin yang layak dipantau akhir pekan ini karena menampilkan kontras yang jelas dibanding altcoin lain yang lemah, dengan konsisten mencetak all-time high baru pekan ini. Token ini diperdagangkan di harga US$0,197 pada waktu publikasi, naik 53% dalam tujuh hari. Momentum kenaikan yang berkelanjutan menunjukkan tingginya permintaan investor serta meningkatnya sentimen pasar kripto secara umum.
KITE sukses mencapai all-time high baru di US$0,210 hari ini, sehingga makin memperkuat struktur teknikal bullish. Arus modal yang terus masuk nampaknya menjadi penggerak utama dalam reli ini. Jika tekanan beli tetap kuat, harga dapat terus naik menuju US$0,231 didukung oleh volume yang besar dan momentum jangka pendek yang positif.
Analisis Harga KITE | Sumber: TradingView
namun, kondisi overbought bisa memicu aksi ambil untung. Jika minat beli mulai menurun, KITE mungkin akan terkoreksi ke support di US$0,163. Koreksi ke area tersebut akan membatalkan proyeksi bullish dan menandakan momentum kenaikan yang mulai melemah.
Raksasa Kredit US$3 Miliar Sedang Uji Coba Bitcoin di Sistem KPR — Ini Penjelasannya
Perusahaan structured-credit yang berbasis di AS mendorong batasan TradFi dengan mengintegrasikan aset kripto ke dalam pinjaman dunia nyata. Newmarket Capital, yang mengelola hampir US$3 miliar aset, menjadi pelopor dalam pinjaman mortgage dan komersial hybrid yang memanfaatkan Bitcoin (BTC) bersama aset properti konvensional sebagai jaminan.
Afiliasinya, Battery Finance, memimpin dalam menciptakan struktur keuangan yang memanfaatkan aset digital sebagai penunjang kredit tanpa mengharuskan peminjam untuk melikuidasi aset mereka.
Bitcoin Akan Mengubah KPR dan Pinjaman Dunia Nyata
Inisiatif ini menargetkan para pemegang aset kripto, termasuk kaum Milenial dan Gen Z yang akrab teknologi. Program ini menawarkan jalur pembiayaan yang menjaga potensi keuntungan investasi sekaligus memungkinkan akses ke pasar kredit tradisional.
Dengan menggabungkan properti yang menghasilkan pendapatan dan Bitcoin, perusahaan ini berupaya mengurangi risiko volatilitas sambil menawarkan solusi pinjaman yang inovatif kepada peminjam.
Menurut Andrew Hohns, Founder dan CEO Newmarket Capital dan Battery Finance, model ini melibatkan properti penghasil pendapatan, seperti properti komersial, yang dipasangkan dengan sebagian kepemilikan Bitcoin peminjam sebagai jaminan tambahan.
Bitcoin dinilai sebagai bagian dari paket pinjaman secara keseluruhan, sehingga pemberi pinjaman mendapat aset yang likuid, dapat dibagi, dan transparan, berbeda dengan aset properti saja.
“Kami menciptakan struktur kredit yang menghasilkan pendapatan, tapi dengan mengintegrasikan Bitcoin dalam jumlah terukur, pinjaman ini juga ikut menikmati kenaikan nilainya dari waktu ke waktu, sehingga memberikan manfaat yang tidak bisa diberikan oleh model tradisional,” terang Hohns dalam sesi di Coin Stories Podcast.
Transaksi awal telah membuktikan konsep ini, di mana Battery Finance melakukan refinancing properti multifamily senilai US$12,5 juta menggunakan bangunan itu sendiri dan sekitar 20 BTC sebagai bagian dari paket jaminan hybrid.
Peminjam bisa mengakses modal tanpa memicu peristiwa pajak akibat menjual aset kripto, sementara pemberi pinjaman mendapatkan perlindungan tambahan dari risiko penurunan nilai.
Agunan Bitcoin Kelas Institusi
Berbeda dengan pinjaman yang sepenuhnya dijamin Bitcoin—yang saat ini masih terbatas dan sekadar eksperimen—model Newmarket sudah berskala institusi:
Proses underwriting sepenuhnya
Berfokus pada pendapatan, serta
Mematuhi struktur legal sesuai regulasi di AS.
Dalam struktur ini, Bitcoin hanya sebagai pelengkap jaminan, bukan alat pembayaran utama. Pembayaran mortgage dan cicilan pinjaman tetap menggunakan dolar AS.
“Bitcoin memberi fleksibilitas dan transparansi pada pinjaman tradisional, tapi dasarnya tetap aset yang menghasilkan pendapatan,” ujar Hohns. “Ini jembatan antara kelangkaan digital dan kerangka risiko kredit konvensional.”
Pendekatan ini berkembang seiring adanya tren luas integrasi real-world assets (RWA) dengan aset digital. Pada Juni 2025, lembaga federal seperti FHFA memberi sinyal kemungkinan aset kripto dipertimbangkan untuk kualifikasi mortgage.
Namun, pemberi pinjaman swasta seperti Newmarket Capital bergerak lebih cepat, mengoperasikan struktur jaminan hybrid sekaligus tetap mematuhi peraturan yang ada.
Inovasi Newmarket dan Battery Finance menunjukkan bagaimana Bitcoin dan kripto lainnya bisa bersentuhan dengan TradFi sebagai alat untuk membuka bentuk pinjaman dan kredit baru.
Meski begitu, masih ada tantangan. BeInCrypto melaporkan bahwa sekalipun Fannie Mae dan Freddie Mac berencana menerima Bitcoin sebagai jaminan mortgage, ada ketentuan khusus.
Bitcoin harus disimpan di exchange yang teregulasi. Bitcoin yang berada dalam self-custody atau wallet pribadi tidak akan diakui.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait kedaulatan finansial dan kontrol terpusat. Kebijakan tersebut membatasi penggunaan Bitcoin dalam kredit mortgage hanya pada platform kustodian yang terlihat oleh negara, sehingga tidak melibatkan penyimpanan terdesentralisasi.
“Ini bukan soal adopsi vs penolakan. Ini adopsi dengan syarat. Kamu bisa ikut bermain— …tapi hanya kalau Bitcoinnya tunduk pada aturan mereka. Aturan yang dibuat untuk kontrol…Seiring adopsi semakin luas, tekanan akan makin tinggi supaya lender mau mengakui Bitcoin yang disimpan secara benar—bukan hanya koin di exchange…Akhirnya, bentuk uang yang paling aman akan membuka modal yang paling fleksibel,” komentar seorang pengguna di X.
Meski bukan solusi untuk keterjangkauan rumah tinggal, inovasi ini tetap menjadi langkah berarti menuju adopsi kripto secara mainstream dalam keuangan dunia nyata.
CEO Ripple Brad Garlinghouse Gabung Panel CFTC — Bisakah Ini Mengubah Arah XRP?
Harga XRP kesulitan untuk pulih dalam beberapa hari terakhir, sehingga muncul kekhawatiran terkait potensi terulangnya bear market 2021-2022.
Meski kelemahan masih berlanjut, sebuah perkembangan baru yang melibatkan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, bisa mengubah sentimen.
XRP Mungkin Tidak Akan Meniru Masa Lalu
Brad Garlinghouse kini menjadi anggota Innovation Advisory Committee dari Commodity Futures Trading Commission. Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi Ripple dan ekosistem XRP secara lebih luas. Lingkungan regulasi yang dulu menantang Ripple selama hampir lima tahun, kini justru ingin mendengarkan masukan industri.
Bagi para pendukung XRP, langkah ini menandakan semakin besarnya normalisasi regulasi. Keterlibatan dengan CFTC bisa meningkatkan kredibilitas Ripple dalam diskusi kebijakan di AS. Dialog yang konstruktif bisa mengurangi ketidakpastian serta mengurangi beban hukum jangka panjang yang dulu sering membebani harga XRP.
Data profit and loss yang direalisasikan baru-baru ini menunjukkan lonjakan penjualan. Beberapa pengamat membandingkan aktivitas ini dengan sinyal awal yang muncul sebelum bear market 2022. tapi, pada 2022 lalu, distribusi berlangsung hampir empat bulan. Penjualan saat ini tidak sepanjang atau sekuat masa itu, sehingga peluang penurunan harga XRP yang berkepanjangan menjadi lebih kecil.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Profit/Loss Realisasi XRP | Sumber: Glassnode Penjualan Ada, namun Bukan Masalah
Data saldo di exchange menunjukkan tekanan jual masih terukur. Sekitar 100 juta XRP masuk ke exchange selama 10 hari terakhir, dengan nilai sekitar US$130 juta. Meski cukup besar, jumlah ini belum menandakan kepanikan secara massal.
Pada November 2025, 130 juta XRP terjual hanya dalam 72 jam. Saat itu, para holder terlihat lebih panik. Jika dibandingkan dengan kejadian tersebut, pergerakan saat ini nampak lebih terkontrol dan tidak terlalu agresif.
Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode
Penjualan yang sedang-sedang saja ditambah perkembangan regulasi yang positif bisa menstabilkan sentimen. Jika distribusi tidak meningkat, XRP dapat menyerap pasokan tanpa penurunan harga yang dalam. Para pelaku pasar memantau konfirmasi lewat metrik on-chain.
XRP Masih Punya Ruang Untuk Pulih
Heatmap likuidasi menunjukkan hambatan pemulihan yang terbatas. Resistance utama XRP berikutnya berada di kisaran US$1,78 hingga US$1,80. Area ini kemungkinan besar menjadi wilayah pengambilan untung, bukan resistance struktural langsung.
Tidak adanya klaster likuidasi yang padat di bawah harga saat ini mengurangi risiko penjualan besar-besaran dalam waktu dekat. Jika momentum membaik, XRP masih punya ruang untuk naik sebelum bertemu pasokan besar berikutnya. Fleksibilitas teknis seperti ini membuat prospek jangka pendek tampak cukup konstruktif dan hati-hati.
Heatmap CBD XRP | Sumber: Glassnode Harga XRP Perlu Bounce Back
XRP diperdagangkan di US$1,35 dan turun di bawah level support US$1,36. Support penting berikutnya berada di kisaran US$1,27, berdekatan dengan retracement Fibonacci 23,6%. Walau ada pelemahan belakangan ini, faktor makro menunjukkan profil risiko yang seimbang.
Penunjukan Garlinghouse di CFTC bisa menambah kepercayaan investor. Jika XRP berhasil kembali ke level US$1,51, reli pemulihan bisa terjadi. Apabila penguatan di atas ambang ini terus terjaga, harga dapat naik menuju zona pasokan di atas US$1,76.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
namun, jika terjadi breakdown di bawah US$1,27, momentum akan berbalik secara tegas. Jika support gagal bertahan, aksi jual panik bisa meningkat. Penurunan menuju US$1,11 akan membatalkan skenario bullish dan memperpanjang fase koreksi saat ini.
Bisakah Harga Ethereum Mencoba Reli 10% saat Crypto Whale Terbesar Menambah US$2 Miliar?
Ethereum mencoba untuk stabil setelah berminggu-minggu mengalami tekanan jual yang berat. Harganya saat ini bertahan di area sekitar US$1.950, naik sekitar 6% dari level terendah baru-baru ini. Pada saat yang sama, crypto whale terbesar Ethereum mulai melakukan akumulasi secara agresif.
Tapi penjual jangka pendek dan trader derivatif masih tetap berhati-hati, sehingga terjadi tarik-menarik mengenai arah pergerakan harga selanjutnya.
Whale Ethereum Terbesar Terus Akumulasi saat Bullish Divergence Tetap Terjaga
Data on-chain menunjukkan bahwa holder Ethereum terbesar sedang bersiap untuk rebound. Sejak 9 Februari, alamat yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ETH menambah kepemilikan mereka dari sekitar 5,17 juta ETH menjadi hampir 6,27 juta ETH. Artinya ada tambahan lebih dari 1,1 juta ETH, dengan nilai sekitar US$2 miliar menurut harga saat ini.
Whale Ethereum | Sumber: Santiment
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar di Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
Akumulasi ini sejalan dengan sinyal teknikal bullish di grafik 12 jam.
Antara 25 Januari hingga 12 Februari, harga Ethereum membentuk level rendah lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index atau RSI membentuk level rendah lebih tinggi. RSI mengukur momentum harga dengan membandingkan kenaikan dan penurunan terbaru. Bila harga turun tapi RSI naik, itu biasanya memberi sinyal tekanan jual mulai melemah.
Divergensi bullish ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai melemah.
Divergensi Bullish | Sumber: TradingView
Struktur ini tetap valid selama Ethereum tetap di atas US$1.890, sebab sinyal yang sama sempat muncul di tanggal 11 Februari dan nampaknya hingga kini masih bertahan. Jika terjadi breakdown di bawah level ini, maka divergensi tersebut untuk sementara tidak lagi berlaku dan peluang rebound akan semakin lemah.
Saat ini, crypto whale nampak bertaruh bahwa support ini akan tetap kuat.
Holder Jangka Pendek Sedang Menjual?
Ketika investor besar melakukan akumulasi, holder jangka pendek justru bertindak sangat berbeda.
Spent Coins Age Band untuk kelompok 7 hingga 30 hari melonjak tajam. Sejak 9 Februari (bersamaan dengan awal akumulasi whale), metrik ini naik dari sekitar 14.000 menjadi hampir 107.000, yaitu lonjakan lebih dari 660%. Indikator ini memantau berapa banyak koin yang baru dibeli lalu dipindahkan kembali. Peningkatan angka biasanya menandakan aksi ambil untung dan distribusi.
Koin ETH | Sumber: Santiment
Sederhananya, trader jangka pendek sedang keluar dari posisi mereka. Pola seperti ini juga sudah pernah muncul awal Februari lalu. Pada 5 Februari, aktifitas koin jangka pendek melonjak di dekat harga US$2.140. Dalam satu hari, harga Ethereum turun sekitar 13%.
Sejarah ini menunjukkan betapa aksi jual agresif dari kelompok ini dapat mengubah arah harga dengan sangat cepat. Selama holder jangka pendek tetap aktif menjual, kenaikan harga masih bakal menghadapi resistance.
Data Derivatif Menunjukkan Posisi Bearish yang Cukup Berat
Pasar derivatif semakin memperkuat pandangan hati-hati ini. Data likuidasi saat ini menunjukkan hampir US$3,06 miliar posisi short berbanding sekitar US$755 juta posisi long dengan leverage. Hal ini menciptakan ketimpangan bearish besar, di mana hampir 80% pelaku pasar bertaruh di posisi short.
Short Mendominasi | Sumber: Coinglass
Di satu sisi, kondisi ini bisa memicu short squeeze jika harga naik. Tapi di sisi lain, ini juga menandakan mayoritas trader masih memperkirakan pelemahan lebih lanjut. Situasi ini membuat momentum tetap lemah, namun harapan bounce tetap ada jika pembelian oleh whale berhasil mendorong harga menembus klaster penting tertentu meski hanya sedikit saja.
Data on-chain tentang cost basis membantu menjelaskan kenapa Ethereum sulit untuk naik lebih tinggi. Di sekitar level US$1.980, sekitar 1,58% dari suplai yang beredar dibeli di harga tersebut. Lalu di area US$2.020, 1,23% suplai lainnya berada di posisi break even. Zona-zona ini mewakili kelompok besar holder yang masih menunggu untuk keluar tanpa mengalami kerugian.
Klaster Cost Basis | Sumber: Glassnode
Saat harga mendekati level-level ini, tekanan jual meningkat karena investor ingin mengembalikan modal mereka. Situasi ini sudah beberapa kali menghentikan lonjakan harga belakangan ini. Hanya pergerakan besar yang didorong oleh leverage atau short squeeze kuat saja yang mungkin bisa menembus klaster suplai ini.
Sampai saat itu terjadi, zona-zona ini tetap menjadi hambatan utama.
Level Harga Ethereum Utama yang Perlu Dipantau Saat Ini
Dengan para whale melakukan pembelian dan penjual tetap bertahan, level harga Ethereum kini lebih penting dibandingkan narasi apa pun.
Untuk arah atas, resistance utama pertama berada di kisaran US$2.010. Jika harga bisa ditutup bersih dalam 12 jam di atas level ini, kemungkinan akan terjadi likuidasi short yang lebih besar. Level ini juga berdekatan dengan klaster suplai utama.
Jika itu terjadi, Ethereum bisa menargetkan US$2.140 sebagai tujuan berikutnya, yaitu zona resistance kuat yang sudah beberapa kali diuji. Angka ini juga sekitar 10% dari level harga saat ini. Untuk arah bawah, US$1.890 tetap menjadi support penting. Jika menembus di bawah level ini, bullish divergence akan batal dan tekanan turun berpotensi berlanjut. Setelah itu, support utama berikutnya ada di kisaran US$1.740.
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView
Selama Ethereum bertahan di atas US$1.890 dan terus menguji US$2.010, pola rebound masih tetap terjaga. Namun, jika breakdown bertahan di bawah level support, upaya pemulihan harga kali ini akan batal.
Jaringan Perdagangan Manusia Diduga Alami Kenaikan 85% pada Pembayaran Aset Kripto di 2025
Arus aset kripto ke layanan yang terkait dengan dugaan perdagangan manusia melonjak 85% secara tahunan pada 2025.
Temuan ini berasal dari laporan baru dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis, yang menyoroti bahwa persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia meningkat tajam tahun lalu.
Aset Kripto Mana yang Paling Sering Digunakan di Jaringan Perdagangan Manusia yang Diduga?
Laporan tersebut merinci empat kategori utama dugaan perdagangan manusia yang difasilitasi kripto. Ini termasuk layanan “international escort” berbasis Telegram, rekrutmen pekerja paksa yang berhubungan dengan kompleks penipuan, jaringan prostitusi, serta penjual materi pelecehan seksual anak (CSAM).
“Persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia makin intens pada 2025, dengan total volume transaksi mencapai ratusan juta dolar AS di berbagai layanan yang teridentifikasi, naik 85% secara tahunan (YoY). Jumlah uang tersebut sangat meremehkan dampak kemanusiaan dari kejahatan ini, karena biaya sesungguhnya diukur melalui kehidupan yang terdampak, bukan uang yang berpindah tangan,” tulis Chainalysis.
Menurut laporan itu, metode pembayaran bervariasi pada tiap kategori. Layanan international escort dan jaringan prostitusi menggunakan stablecoin.
“Layanan international escort sangat terintegrasi dengan jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin. Jaringan ini dengan cepat memfasilitasi konversi stablecoin USD ke mata uang lokal, sehingga kemungkinan mengurangi kekhawatiran bahwa aset yang tersimpan dalam stablecoin akan dibekukan,” papar Chainalysis.
Arus Masuk Layanan Perdagangan Manusia Berdasarkan Jenis Aset | Sumber: Chainalysis
Penjual CSAM secara historis lebih sering mengandalkan Bitcoin (BTC). namun, dominasi Bitcoin menurun seiring dengan munculnya jaringan layer-1 alternatif.
Pada 2025, meski jaringan tersebut tetap menerima aset kripto utama sebagai pembayaran, mereka mulai lebih banyak memakai Monero (XMR) untuk mencuci hasilnya. Menurut Chainalysis,
“Instant exchanger, yang menyediakan pertukaran aset kripto secara cepat dan anonim tanpa persyaratan KYC, memainkan peran penting dalam proses ini.”
Peran Ganda Aset Kripto dalam Transaksi Terkait Perdagangan Manusia
Chainalysis mengungkapkan bahwa lonjakan arus aset kripto ke layanan yang terkait dugaan perdagangan manusia ini tidak terjadi sendiri. ini juga mencerminkan pertumbuhan pesat kompleks penipuan di Asia Tenggara, platform kasino online dan judi daring, serta jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin (CMLN) dan jaringan penjamin yang beroperasi terutama lewat Telegram.
Bersama-sama, entitas tersebut membentuk ekosistem kejahatan kawasan yang berkembang sangat cepat dengan jangkauan global. Menurut laporan itu, layanan berbahasa Mandarin yang beroperasi di Cina daratan, Hong Kong, Taiwan, serta sejumlah negara Asia Tenggara menunjukkan kemampuan pemrosesan pembayaran yang canggih dan jaringan lintas batas yang luas.
Selain itu, analisis geografis mengungkapkan bahwa meskipun banyak layanan terkait perdagangan manusia berbasis Asia Tenggara, arus masuk aset kripto berasal dari seluruh dunia. Arus transaksi yang signifikan terdeteksi berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Spanyol, dan Australia.
“Meski rute dan pola perdagangan manusia tradisional tetap ada, layanan berbasis Asia Tenggara ini menjadi contoh bagaimana teknologi aset kripto memungkinkan operasi perdagangan manusia memfasilitasi pembayaran dan menyamarkan arus uang lintas negara dengan lebih efisien dari sebelumnya. Keragaman negara tujuan menunjukkan jaringan ini telah membangun infrastruktur global yang sangat canggih untuk beroperasi,” terang laporan tersebut.
Pada saat yang sama, Chainalysis menekankan bahwa transparansi blockchain memberi penyidik wawasan lebih mendalam terhadap aktivitas keuangan terkait perdagangan manusia.
Tidak seperti transaksi tunai yang hampir tidak meninggalkan jejak audit, transfer berbasis blockchain menciptakan catatan permanen yang dapat dilacak. Hal ini membuka peluang baru untuk deteksi dan pencegahan yang tidak mungkin dilakukan melalui sistem pembayaran tradisional.
Di Mana Dana Venture Capital Kripto Berinvestasi pada Awal 2026?
Karena arus modal keluar tajam dari pasar aset kripto di awal 2026 dan sentimen investor masih berada di level ketakutan ekstrem, keputusan alokasi modal ventura menjadi sinyal yang berharga. Langkah-langkah ini membantu investor ritel menemukan sektor yang mungkin tetap memiliki potensi di tengah bear market.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi pasar aset kripto telah berubah. Sektor-sektor yang menarik dana VC pun ikut bergeser.
VC Investasi Lebih dari US$2 Miliar di Aset Kripto pada Awal 2026
Data dari CryptoRank menunjukkan bahwa perusahaan modal ventura telah berinvestasi lebih dari US$2 miliar ke dalam proyek aset kripto sejak awal tahun ini. Rata-rata, arus masuk mingguan sudah melampaui US$400 juta.
Penggalangan Dana Kripto di Awal 2026 | Sumber: CryptoRank
Beberapa transaksi besar menonjol. Rain mengamankan US$250 juta untuk membangun infrastruktur pembayaran stablecoin untuk korporasi. BitGo memperoleh US$212,8 juta melalui IPO mereka, memperkuat peran mereka sebagai kustodian dan penyedia keamanan aset digital bagi klien institusi.
BlackOpal juga mengumpulkan US$200 juta untuk produk GemStone, sebuah produk investasi yang didukung oleh piutang kartu kredit Brasil yang telah ditokenisasi.
Pendanaan Teratas untuk VC Kripto di Awal 2026 | Sumber: Alex Dulub
Selain transaksi tersebut, Ripple menginvestasikan US$150 juta di platform trading LMAX. Langkah ini mendukung integrasi RLUSD sebagai aset jaminan inti dalam infrastruktur trading institusi. Tether juga melakukan investasi strategis sebesar US$150 juta di Gold.com, sehingga memperluas akses global ke emas fisik maupun yang telah ditokenisasi.
Analis Milk Road menjelaskan bahwa sekarang modal tidak lagi mengalir ke blockchain layer-1, meme coin, ataupun integrasi AI. Sebaliknya, infrastruktur stablecoin, solusi kustodi, dan tokenisasi real-world asset (RWA) kini menjadi tema utama investasi.
Data pasar juga mendukung perubahan ini. Mulai awal tahun, kapitalisasi pasar aset kripto turun kurang lebih sebesar US$1 triliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar stablecoin tetap di atas US$300 miliar. Nilai total dari RWA yang telah ditokenisasi pun mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka lebih dari US$24 miliar.
Apa Arti Perubahan Selera VC?
Ryan Kim, partner pendiri di Hashed, berpendapat bahwa ekspektasi VC kini telah berubah secara mendasar. Pergeseran ini mencerminkan standar investasi baru di industri kripto.
Pada 2021, investor fokus pada tokenomics, pertumbuhan komunitas, dan proyek-proyek berbasis narasi. Namun pada 2026, VC lebih memprioritaskan pendapatan nyata, keunggulan regulasi, dan klien institusi.
“Lihat apa yang tidak ada? Tidak ada L1. Tidak ada DEX. Tidak ada yang ‘community-driven’. Setiap dolar masuk ke infrastruktur dan kepatuhan,” terang Ryan Kim .
Transaksi terbesar di atas melibatkan builder infrastruktur, bukan proyek berbasis token yang tujuannya memicu spekulasi harga. Jadi, pasar kini tidak lagi punya unsur-unsur yang sebelumnya menjadi bahan bakar hype cycle dan FOMO.
“Bukan karena spekulasi. Bukan karena putaran hype. Mereka fokus ke pipa, infrastruktur, dan lapisan kepatuhan,” komentar analis Milk Road .
namun, analis Lukas (Miya) melihat situasi ini secara lebih pesimistis. Ia berpendapat bahwa modal ventura aset kripto sedang mengalami keruntuhan, dengan mengutip penurunan tajam dan berkelanjutan dari komitmen limited partner.
Ia menunjukkan beberapa tanda peringatan. Firma-frima ternama seperti Mechanism dan Tangent telah beralih dari sektor kripto. Banyak perusahaan juga diam-diam melepaskan posisi mereka.
Tetapi, mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa VC kripto benar-benar runtuh, karena lebih dari US$2 miliar tetap mengalir masuk ke sektor ini sejak awal tahun. Setidaknya, perubahan ini mengisyaratkan bahwa kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional, yang berpotensi menandakan kematangan jangka panjang.
Pengungkapan Praetorian Group Sangat Mirip dengan Kegagalan Eksekutif FTX dalam Penipuan Aset Kri...
Departemen Kehakiman AS (DOJ) berhasil menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada pendiri skema investasi aset kripto berskala besar.
Menurut jaksa, skema ini telah menipu lebih dari 90.000 investor di seluruh dunia dengan kerugian lebih dari US$200,000,000.
DOJ Ungkap dan Bongkar Skema Ponzi Bitcoin US$200 Juta saat Founder Dihukum 20 Tahun Penjara
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, DOJ menegaskan bahwa Ramil Ventura Palafox, 61 tahun, dijatuhi hukuman setelah mengaku bersalah atas tuduhan penipuan melalui wire dan pencucian uang.
Palafox merupakan pendiri, chairman, sekaligus CEO Praetorian Group International (PGI), sebuah perusahaan multi-level marketing yang mengklaim mampu menghasilkan imbal hasil tinggi lewat trading Bitcoin dan strategi terkait aset kripto lainnya.
Berdasarkan dokumen pengadilan, PGI beroperasi dari Desember 2019 hingga Oktober 2021 dan berhasil menghimpun dana lebih dari US$201,000,000 dari para investor di berbagai negara. Perusahaan ini menjanjikan imbal hasil harian sebesar 0,5% hingga 3%, yang dipasarkan sebagai keuntungan dari arbitrase Bitcoin dan aktivitas trading yang canggih.
Pada kenyataannya, penyelidikan menemukan bahwa PGI tidak melakukan trading dalam skala yang cukup untuk menghasilkan imbal hasil seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, PGI beroperasi sebagai skema Ponzi klasik, di mana dana investor baru dipakai untuk membayar peserta sebelumnya.
Pihak berwenang menyatakan setidaknya US$30,200,000 berasal dari investasi dalam mata uang fiat, dan 8.198 Bitcoin yang nilainya sekitar US$171,500,000 pada saat investasi dilakukan.
Kerugian yang telah dikonfirmasi mencapai setidaknya US$62,700,000, meski jaksa menegaskan bahwa total kerugian finansial kemungkinan jauh lebih besar dari angka tersebut.
Gaya Hidup Mewah dan Laba Palsu: Bagaimana Palafox Menyembunyikan Kehancuran di Balik Fasad Kemewahan
Untuk mempertahankan ilusi keuntungan, Palafox diduga membuat serta mengendalikan sebuah portal online bagi investor yang menampilkan saldo akun palsu.
Sepanjang 2020 hingga 2021, platform tersebut secara konsisten memberikan informasi palsu terkait performa investasi. PGI menampilkan peningkatan dana yang seolah stabil dan memperkuat keyakinan investor, padahal skema tersebut sedang bermasalah di balik layar.
Dokumen pengadilan memaparkan bagaimana Palafox mengalihkan dana investor dalam jumlah besar untuk mendanai gaya hidup mewahnya.
Menurut jaksa, ia menghabiskan sekitar US$3,000,000 untuk membeli 20 mobil mewah. Selain itu, ia juga membelanjakan sekitar US$329,000 untuk akomodasi penthouse di jaringan hotel mewah, serta membeli empat properti residensial di Las Vegas dan Los Angeles senilai lebih dari US$6,000,000.
Pengeluaran lainnya mencakup sekitar US$3,000,000 untuk pakaian desainer, perhiasan, jam tangan, dan perabotan rumah tangga dari berbagai toko mewah.
Jaksa juga menuduh Palafox telah mentransfer sedikitnya US$800,000 dalam bentuk fiat dan 100 Bitcoin—yang saat itu bernilai sekitar US$3,300,000—kepada salah satu anggota keluarganya.
Skema ini mulai runtuh di pertengahan 2021 setelah situs PGI tidak dapat diakses dan permintaan penarikan dana terus meningkat. Meskipun Palafox mengundurkan diri sebagai CEO pada September 2021, pihak berwenang menyatakan ia masih sempat mempertahankan kendali atas akun perusahaan.
Jaksa menggambarkan kasus ini sebagai salah satu skema Ponzi terkait aset kripto yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Putusan ini pun menandai akhir tegas bagi skema yang berkembang lewat janji keuntungan aset kripto yang dilebih-lebihkan serta jaringan perekrutan global.
Kesamaan dengan FTX: Bagaimana PGI Mencerminkan Keruntuhan Aset Kripto yang Lebih Besar
Walaupun memiliki perbedaan skala dan tingkat kecanggihan, kasus ini punya banyak kesamaan dengan kehancuran FTX dan dampak berantai yang terjadi. Keduanya sama-sama memanfaatkan euforia aset kripto dan menjanjikan imbal hasil yang luar biasa dan tidak masuk akal kepada investor:
Palafox dengan janji keuntungan harian Bitcoin 0,5–3%,
FTX lewat produk exchange dengan hasil tinggi yang terkait Alameda Research.
Dana investor pun disalahgunakan untuk belanja pribadi yang mewah:
Palafox membeli mobil mewah, properti, dan barang-barang desainer
SBF menggunakan dana untuk taruhan berisiko Alameda, pembelian properti, dan sumbangan politik.
Kedua skema juga memakai cara-cara yang menipu demi menjaga kepercayaan investor:
PGI dengan portal palsu yang menampilkan profit stabil
FTX lewat menyembunyikan utang dan memperbesar valuasi.
PGI telah menipu lebih dari 90.000 investor dengan kerugian yang sudah dikonfirmasi mencapai lebih dari US$62,700,000, sementara FTX berdampak pada jutaan orang dan menyebabkan dana yang hilang hingga miliaran dolar.
Penuntutan federal pun terjadi, dengan Palafox dijatuhi hukuman 20 tahun pada Februari 2026 dan SBF dipenjara 25 tahun pada tahun 2024.
Semua hal ini menyoroti tren pelaku kejahatan di dunia aset kripto sekaligus memperlihatkan langkah tegas DOJ untuk memberantas penipuan terkait aset kripto.
Connectez-vous pour découvrir d’autres contenus
Découvrez les dernières actus sur les cryptos
⚡️ Prenez part aux dernières discussions sur les cryptos