Sebuah laporan baru dari organisasi Humanity Research Consultancy (HRC) telah mengungkapkan gambaran yang mengguncang: Kamboja sedang menjadi pusat global untuk aktivitas penipuan lintas negara senilai puluhan miliar USD – dengan crypto sebagai alat utama dan pemerintah tingkat tinggi diduga terlibat secara langsung.
Crypto, Telegram dan sistem penipuan canggih
Menurut laporan yang dipublikasikan pada 16 Mei, jaringan kejahatan di
#Campuchia sedang mengoperasikan sebuah “industri penipuan terintegrasi vertikal” dengan skala hingga 19 miliar USD per tahun, setara dengan 60% PDB negara. Menariknya, sebagian besar uang ini beredar melalui platform yang menggunakan mata uang kripto untuk menghindari pengawasan finansial.