CHINA MEMBALAS: Pengiriman Boeing Dihentikan di Tengah Perang Dagang yang Meningkat

Berita Terbaru:

Dalam serangan balasan yang kuat terhadap AS yang memberlakukan tarif 145% pada barang-barang Cina, Beijing telah menghentikan semua pengiriman pesawat Boeing dan melarang pembelian suku cadang penerbangan yang dibuat di Amerika. Mengintensifkan ketegangan, Cina kini mengenakan tarif besar sebesar 125% pada impor AS—secara efektif menutup Boeing dari pasar internasional terbesarnya.

Mengapa Ini Penting:

Pasar Pertumbuhan Teratas Boeing Hilang: Cina diproyeksikan membutuhkan lebih dari 8.800 pesawat baru dalam dua dekade mendatang. Sekarang, 10 pesawat 737 MAX yang baru dibangun terjebak di landasan tanpa pembeli.

Efek Gelombang Dimulai: Cina juga membekukan ekspor logam tanah jarang—penting untuk industri teknologi dan pertahanan global—sementara meningkatkan pesanan untuk pesawat Airbus dan COMAC domestik.

Kekhawatiran Pasar: Saham Boeing turun 3% sebelum pasar dibuka, memperdalam penurunan 10% tahun ini. Perusahaan sudah terbebani oleh kerugian kumulatif sebesar $51 miliar sejak 2018.

Apa yang Akan Datang:

Krisis Arus Kas: Boeing hanya dibayar setelah pengiriman. Dengan lebih dari 55 pesawat dalam status limbo, pendapatan dengan cepat mengering.

Keuntungan Airbus: Peralihan Cina ke Airbus bisa secara permanen mengubah keseimbangan kekuatan dalam industri penerbangan.

Dampak Politik: Gedung Putih mengecam langkah tersebut sebagai “pelanggaran yang jelas” terhadap perjanjian perdagangan sebelumnya. Ketegangan AS-Cina mendekati titik puncak.

Intinya:

Ini bukan lagi perselisihan perdagangan—ini adalah perang ekonomi total. Boeing menerima dampak terburuk, tetapi akibatnya bisa mengguncang industri AS, rantai pasokan global, dan masa depan penerbangan internasional.

Pertanyaan Besar:

Apakah akal sehat akan menang—atau apakah kita menuju konflik ekonomi yang lebih dalam?

#USElektronikTarif #Cina #PerangDagang #Boeing #AviationCrisis