$XRP anjlok setelah penolakan pengadilan terhadap kesepakatan antara Ripple dan SEC karena kesalahan teknis. ⬇️

Dalam perkembangan yang tak terduga, token XRP mengalami penurunan yang signifikan setelah sebuah pengadilan federal di Amerika Serikat menolak proposal kesepakatan antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) ❌. Menurut putusan tersebut, mosi bersama dianggap tidak sah karena tidak memenuhi persyaratan Aturan 60 dari Aturan Prosedur Perdata Federal ⚠️.

Mosi yang diajukan pada 8 Mei itu bertujuan untuk membatalkan perintah pembatasan yang ada dan mengurangi sanksi yang dijatuhkan kepada Ripple dari $125 juta menjadi $50 juta. Kedua pihak telah sepakat untuk modifikasi ini sebagai bagian dari upaya mereka untuk menyelesaikan konflik hukum yang berkepanjangan.

Namun, pengadilan menolak dokumen tersebut karena alasan prosedural, yang menunda kemajuan kesepakatan untuk sementara waktu. Para ahli hukum menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan teknis dan bahwa kemungkinan Ripple dan SEC akan mengajukan mosi tersebut dengan benar dalam waktu dekat.

Meskipun terjadi kemunduran ini, Direktur Hukum Ripple, Stuart Alderoty, menegaskan bahwa keputusan ini tidak mempengaruhi putusan sebelumnya, termasuk yang dari 2023, yang menyatakan bahwa XRP tidak dianggap sebagai sekuritas dalam penjualan terjadwal ✅.

Dampak di pasar langsung terlihat: harga XRP anjlok lebih dari 7%, sementara minat terbuka turun 9,4%, berada di $4,93 miliar 📉. Selain itu, lebih dari $21 juta dalam posisi panjang dilikuidasi, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di kalangan investor.

Saat ini, XRP diperdagangkan mendekati $2,42, sebuah tanda jelas dari kegelisahan yang terus mempengaruhi ekosistem kripto.

Pertarungan hukum antara Ripple dan SEC belum berakhir... dan setiap langkah tetap krusial ⚔️

#XRP #CriptoNoticias #MercadoCripto

XRP
XRP
1.646
-2.51%