Bagaimana Transaksi Bekerja
Transaksi Bitcoin bergantung pada kriptografi kunci publik.
Setiap pengguna memiliki:
Sebuah kunci publik (yang menghasilkan alamat Bitcoin yang dapat digunakan orang lain untuk mengirim dana)
Sebuah kunci pribadi (yang mengotorisasi pengeluaran dana)
Ketika sebuah transaksi dibuat:
Pengirim menandatanganinya dengan kunci pribadinya.
Transaksi tersebut disiarkan ke jaringan.
Node memverifikasi validitasnya.
Penambang menyertakannya dalam sebuah blok.
Kepemilikan Bitcoin dikendalikan oleh kunci kriptografi — bukan oleh identitas atau catatan terpusat.
4. Penambangan dan Bukti Kerja
Bitcoin mengamankan jaringannya melalui mekanisme konsensus yang disebut Bukti Kerja (PoW).
Penambang bersaing untuk memecahkan teka-teki matematis yang kompleks. Yang pertama memecahkan teka-teki:
Menambahkan sebuah blok baru ke blockchain
Menerima hadiah blok (Bitcoin yang baru dicetak + biaya transaksi)
Proses ini melayani dua fungsi penting:
Ini mengamankan jaringan dari serangan
Ini mendistribusikan Bitcoin baru ke dalam sirkulasi
Kesulitan penambangan secara otomatis disesuaikan kira-kira setiap dua minggu untuk mempertahankan waktu blok rata-rata 10 menit.
5. Kebijakan Moneter Bitcoin
Salah satu aspek paling revolusioner dari Bitcoin adalah jadwal pasokannya yang dapat diprediksi.
Pasokan maksimum: 21 juta BTC
Hadiah blok dipotong setengah kira-kira setiap empat tahun (sebuah peristiwa yang dikenal sebagai “halving”)
Penerbitan berkurang seiring waktu sampai Bitcoin terakhir ditambang
Kebijakan moneter yang transparan ini berbeda dengan mata uang fiat, yang dapat diperluas atas kebijakan bank sentral.
6. Node dan Desentralisasi Jaringan
Node penuh memainkan peran penting dalam desentralisasi Bitcoin. Sebuah node:
Menyimpan salinan lengkap dari blockchain
Memverifikasi transaksi dan blok secara independen
Menegakkan aturan konsensus
Karena ribuan node independen beroperasi di seluruh dunia, tidak ada entitas tunggal yang dapat dengan mudah mengubah protokol atau kebijakan moneter Bitcoin.