Bankir Estonia Kehilangan Akses 250 Ribu ETH, Nilainya Tembus Rp8 Triliun
Seorang bankir asal Estonia, Rain Lõhmus, dilaporkan memiliki sekitar 250 ribu Ethereum (ETH), jumlah yang bahkan lebih besar dibanding kepemilikan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Namun ironisnya, seluruh aset digital tersebut kini tak dapat diakses karena kunci dompet (private key) yang hilang.
Lõhmus diketahui membeli Ethereum sejak 2014 saat Initial Coin Offering (ICO), dengan nilai investasi sekitar US$75.000. Pada saat itu, harga ETH masih di kisaran US$0,30 per koin. Seiring waktu, nilai aset tersebut melonjak drastis seiring kenaikan harga Ethereum di pasar global.
Sebagai perbandingan, Vitalik Buterin disebut “hanya” memiliki sekitar 224 ribu ETH, yang nilainya diperkirakan mencapai US$483 juta atau setara Rp7,3 triliun dengan asumsi harga ETH sekitar US$1.945 per koin. Sementara kepemilikan Lõhmus, dengan jumlah yang lebih besar, kini diperkirakan bernilai sekitar Rp8,1 triliun saat harga ETH berada di kisaran US$2.000.
Meski demikian, Lõhmus mengakui dirinya tidak lagi menyimpan akses ke private key dompet tersebut. Ia bahkan menyebut sering lupa kata sandi dan tidak terlalu serius mencoba memulihkan aksesnya selama bertahun-tahun.
Menariknya, Lõhmus mengaku siap menawarkan hingga 50% dari total nilai aset itu kepada siapa pun yang mampu membantunya membuka kembali dompet Ethereum tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyoroti risiko besar dalam sistem kripto yang sepenuhnya terdesentralisasi. Menurutnya, meskipun desentralisasi dianggap ideal karena bebas dari campur tangan otoritas, kehilangan private key bisa menjadi bencana besar karena tidak ada lembaga yang dapat membantu memulihkan akses.
Kasus ini kembali menjadi pengingat penting bagi investor kripto tentang krusialnya menjaga keamanan private key, karena sekali hilang, aset digital berpotensi lenyap selamanya.