Yudo benar tapi konteksnya jauh lebih kompleks dari sekadar emas jadi tidak langka, teknologi ini nyata, sudah diuji di atas kertas, dan didanai pemerintah AS. Tapi ada benteng besar yang menjaga kelangkaan emas dan semuanya masih kokoh. Marathon Fusion (startup San Francisco) klaim 1 GW listrik jadi 5 ton emas/tahun, masalahnya global gold supply 2025: 5.000 ton, 1 reaktor skala komersial cuma tambah 0,1% pasokan. Butuh 1.000 reaktor fusi canggih untuk gantikan tambang dengan teknologi yang bahkan versi prototipenya belum ada di 2026 ini. Emas bisa dibuat tapi belum dalam 30 tahun ke depan, dan belum dalam skala yang cukup untuk mengganggu pasar. Cuanholic geng Bitcoin atau Gold, dan akankah emas jadi tidak langka dan digantikan Bitcoin? Share pendapat, analisis, dan pikiran kalian dikomentar! #GOLD #emas #bitcoin #BTC $BTC $BNB $PAXG
Bitcoin Putar Balik Lagi ke Area US$66 Ribu Akademi Crypto News + Ikuti Bitcoin Kembali ke Area US$66.000 Usai Gagal Tembus Resistensi Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak turun ke area perdagangan US$66.000 pada Rabu (11/2), setelah sebelumnya gagal menembus level resistensi di kisaran US$70.000. Secara harian, Bitcoin tercatat mengalami penurunan sekitar 3,4%. X Menurut data CoinMarketCap, fluktuasi harga Bitcoin kali ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi global serta terjadinya likuidasi besar di pasar derivatif. Kondisi tersebut diperparah dengan penurunan open interest sebesar 14,7 persen, yang mengindikasikan berkurangnya minat investor terhadap posisi terbuka di pasar, sekaligus memperkuat sentimen negatif. Penurunan open interest tersebut mendorong aksi jual yang cukup signifikan, sehingga tekanan terhadap harga Bitcoin semakin meningkat dalam jangka pendek. Meski demikian, di sisi lain pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin justru menunjukkan sinyal positif. Dalam dua hari terakhir, ETF Bitcoin mencatatkan arus dana masuk (inflow) dengan total mencapai US$311,5 juta. Berdasarkan data dari SoSoValue, inflow tersebut mengindikasikan bahwa minat investor institusional terhadap Bitcoin masih relatif kuat, meskipun pergerakan harga jangka pendek sedang berada dalam tren koreksi. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan sentimen antara pasar spot dan pasar derivatif, di mana tekanan jual masih terjadi, namun akumulasi dari investor besar tetap berlanjut.
Di tengah larangan kripto, China lewat State Council mendorong blockchain untuk melacak listrik hijau secara transparan dari produksi hingga konsumsi. Namun People's Bank of China dan tujuh lembaga lain tetap melarang penerbitan stablecoin yuan ilegal dari luar negeri, menegaskan seluruh bisnis kripto sebagai aktivitas keuangan ilegal. Lembaga keuangan dilarang melayani perusahaan kripto, mining ditekan, dan istilah "stablecoin" serta "cryptocurrency" tak boleh dipakai dalam nama usaha. Meski begitu, regulasi baru membuka jalur legal bagi tokenisasi Real World Asset (RWA) di bawah pengawasan resmi. #crypto #BitcoinDunyamiz #BTC #china $BTC $ETH $BNB
Arthur Hayes buka suara, BTC tiba-tiba drop bukan karna retail panik doang!! Arthur Hayes bilang ada peran gede dari bank-bank yang lagi hedging produk terstruktur berbasis ETF Bitcoin, khususnya IBIT punya BlackRock. Jadi ceritanya nih, waktu harga BTC gerak kenceng bank wajib adjust posisi buat lindungin risiko mereka. Alhasil nih mereka ikut jual/beli dalam jumlah gede dan bikin market makin liar, nah inilah kenapa kadang BTC dump mendadak, kelihatannya lagi volatil parah padahal ada mesin besar yang lagi jalan di belakang layar. Jadi pelajarannya jelas… sekarang market crypto makin banyak pemain institusi, dan gerak harga gak selalu soal fear atau FUD apalagi yappingan Trump doang. Kadang ini murni efek sistemik dari produk keuangan modern yang dampaknya ke spot market gede banget. Menurut lu ini cuma noise jangka pendek atau tanda volatilitas BTC bakal makin brutal? Tulis pendapat lu di kolom komentar. Save & share ke temen lu biar gak salah nyalahin panic sell terus. #bitcoin #ETFvsBTC #bank #cryptocurrency $BTC $ETH $BNB
Coinbase menilai usulan Payment Account akan memberi perusahaan fintech dan kripto akses langsung ke infrastruktur pembayaran Federal Reserve tanpa harus memiliki lisensi bank komersial penuh. Akses ini memungkinkan mereka terhubung langsung ke sistem pembayaran utama, tanpa bergantung pada bank perantara. Saat ini, mayoritas perusahaan kripto masih menggunakan bank mitra—umumnya yang diasuransikan FDIC—untuk menyelesaikan transaksi dolar AS. Ketergantungan tersebut menambah biaya, memperlambat proses, dan meningkatkan risiko pihak ketiga. Coinbase menyatakan bahwa pengurangan peran perantara akan membuat layanan pembayaran lebih aman dan efisien, sekaligus menekan biaya serta mendukung pertumbuhan penyedia pembayaran baru. Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, menambahkan bahwa model akses serupa telah diterapkan di Inggris, Uni Eropa, Brasil, dan India, dengan hasil berupa peningkatan persaingan dan penurunan risiko penyelesaian. Namun, Coinbase memperingatkan bahwa proposal Federal Reserve saat ini berpotensi tidak efektif karena dinilai terlalu membatasi. Perusahaan mengkritik sejumlah ketentuan, seperti tidak adanya bunga atas saldo akhir hari dan batas saldo malam hari yang rendah, yang dianggap dapat mengurangi manfaat bagi institusi berskala besar. Coinbase juga menilai pendekatan berbasis ukuran neraca kurang tepat, karena risiko utama dalam layanan pembayaran bersifat operasional, bukan kredit, pasar, atau likuiditas. Selain itu, perusahaan meminta agar institusi diizinkan menampung dana pelanggan secara omnibus untuk meningkatkan efisiensi penyelesaian transaksi. Melalui dorongan terhadap kerangka yang lebih sederhana dan layak secara komersial, Coinbase menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang ingin terintegrasi lebih dalam ke sistem keuangan arus utama. #CryptoNews #crypto #coinbase #FYp #cryptocurrency $BTC $ETH $BNB
Di tengah larangan ketat crypto, pemerintah China kembali mendorong pemanfaatan blockchain untuk pelacakan listrik hijau. Melalui State Council, teknologi ini disiapkan guna memverifikasi energi terbarukan dari produksi hingga konsumsi secara transparan. Namun di sisi lain, People’s Bank of China bersama tujuh lembaga lain merilis aturan baru yang melarang penerbitan stablecoin yuan secara ilegal dari luar negeri. Otoritas menegaskan stablecoin berfungsi layaknya mata uang fiat dan berpotensi mengganggu stabilitas yuan. Aturan tersebut menegaskan kembali bahwa seluruh aktivitas bisnis crypto tetap dikategorikan sebagai kegiatan keuangan ilegal. Lembaga keuangan dilarang melayani perusahaan crypto, penambangan masih ditekan, dan istilah seperti “stablecoin” maupun “cryptocurrency” tak boleh dicantumkan dalam nama usaha. Meski begitu, regulasi anyar membuka jalur legal bagi tokenisasi Real World Asset (RWA) dalam kerangka pengawasan resmi. Pemerintah sekaligus memperkuat dominasi yuan digital atau e-CNY, menandakan fokus utama tetap pada aset digital versi negara, bukan pencabutan larangan crypto. #bitcoin #ChinaCrypto $BTC $ETH $BNB
Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan, Financial Supervisory Service, mengumumkan rencana kerja 2026 pada 9 Februari yang menitikberatkan pada penindakan manipulasi pasar kripto berisiko tinggi dan penguatan kerangka regulasi aset digital. Dalam rencana tersebut, FSS akan memprioritaskan investigasi terhadap berbagai pola manipulasi, termasuk aksi whale, skema containment atau ramp, penyalahgunaan order berbasis API, serta penyebaran misinformasi melalui media sosial. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, regulator akan memanfaatkan perangkat berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi lonjakan aktivitas tidak wajar dan analisis teks secara otomatis. Selain penindakan, FSS juga membentuk kelompok kerja khusus untuk mendukung legislasi tahap kedua melalui Digital Asset Basic Act. Kelompok ini akan menyiapkan pedoman teknis yang mencakup kewajiban pengungkapan dalam penerbitan dan perdagangan aset digital, serta manual perizinan bagi pelaku usaha kripto. Regulator turut merencanakan penyempurnaan tata kelola biaya bursa kripto, termasuk pengaturan manajemen dan kewajiban transparansi biaya kepada pengguna. Langkah ini bertujuan meningkatkan perlindungan investor dan memperbaiki praktik pasar. #bitcoin #KoreaCryptoRegulations $BTC $ETH $BNB
Tidak perlu terburu-buru. Kemungkinan besar kita belum melihat titik terendah, dan minggu atau bulan ke depan dapat melanjutkan tren penurunan 📉 …dan itulah momen tepat ketika peluang terbesar muncul 💎 Jangan berimprovisasi seperti kebanyakan orang lakukan. Ini adalah saatnya untuk bermain secara strategis dan mengantisipasi apa yang akan datang. Penyangkalan: Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran keuangan. Selalu lakukan penelitian Anda sendiri sebelum berinvestasi dalam cryptocurrency. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. #bitcoin #Bitcoinprice #bearmarket #cryptomarket #marketstructure $BTC $ETH $BNB
Bitcoin berhasil kembali naik di atas USD70.000, pulih dari penurunan tajam mendekati USD60.000 pada awal bulan ini. Mata uang kripto ini naik hampir 5% dalam 24 jam terakhir, sementara indeks CoinDesk 20 (CD20) yang lebih luas naik 6,2% dalam periode yang sama. Pembalikan ini terjadi seiring respons investor terhadap data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dan tanda-tanda peningkatan selera risiko. Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Januari naik 2,4% secara tahunan, sedikit di bawah perkiraan 2,5%. Hal ini memberi pasar alasan untuk percaya bahwa pemotongan suku bunga dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan, mendorong kenaikan baik saham maupun kripto. Suku bunga yang lebih rendah membuat aset berisiko lebih menarik, karena tingkat pengembalian investasi bebas risiko atau berisiko rendah menurun. $BTC $ETH $BNB
SETIAP SIKLUS, MUNCUL “SATOSHI” BARU 🤯 🕵️ 2010: Hal Finney 🕵️ 2012: Nick Szabo 🕵️ 2014: Dorian Nakamoto 🕵️ 2016: Craig Wright 🕵️ 2018: Adam Back 🕵️ 2020: Jack Dorsey 🕵️ 2022: Elon Musk 🕵️ 2024: Peter Todd 🕵️ 2026: Epstein 👀 Aneh nggak sih? Setiap siklus selalu ada nama baru. Tapi sampai sekarang, nggak pernah ada bukti. Jadi pertanyaannya… Satoshi itu satu orang, atau cuma sebuah identitas? #SatoshiNakamoto #bitcoin #cryptoindonesia #CryptoMystery $BTC $ETH $BNB
CryptoQuant menyebut level pertahanan terakhir Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$55 ribu. Jika harga turun ke area tersebut, pasar diperkirakan akan mengalami fase sideways atau stagnasi sebelum memasuki pemulihan. Dalam unggahannya di akun X pada Sabtu (14/02), disebutkan bahwa US$55K merupakan harga realisasi Bitcoin yang secara historis kerap berkaitan dengan titik dasar pasar bearish. Ketika menyentuh zona itu, pergerakan harga biasanya cenderung datar sebelum kembali menguat. Perusahaan analitik blockchain tersebut juga menilai bahwa proses pembentukan titik terendah di fase bearish umumnya memakan waktu berbulan-bulan. Kondisi ini berpotensi menciptakan ketidakpastian dalam waktu dekat, dengan kemungkinan Bitcoin bergerak stagnan sebelum arah tren berikutnya menjadi lebih jelas. $BTC $ETH $BNB
Kapan Pasar Kripto Pulih dan Keluar dari Tekanan Makro Global? Pasar kripto masih berada dalam tekanan kuat setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. Total kapitalisasi pasar turun sekitar 6% ke level US$ 2,52 triliun, seiring pelemahan Bitcoin (BTC) dan altcoin utama di tengah memburuknya sentimen makro global. Bitcoin sempat anjlok dari area US$ 89.200 hingga menyentuh level terendah harian di sekitar US$ 74.561. Pada saat yang sama, Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), BNB, dan Cardano (ADA) mencatat penurunan berkisar 8% hingga 15%. #newscrypto #breakingnewscrypto #BreakingCryptoNews
2026: Tahun SOLANA Tinggalkan Meme dan Serius Kuasai Finance Tahun 2022 hampir menghancurkan Solana saat FTX runtuh dan menyeret reputasinya. Banyak startup kehilangan dana, sentimen hancur, dan publik meragukan masa depannya. Tapi yang tidak hilang adalah developer. Tim teknis tetap membangun. Sekarang di 2026, arah Solana berubah total. Bukan lagi soal meme coin atau spekulasi cepat. Para builder dari Jupiter, Backpack, Kamino, dan DoubleZero menegaskan fokus berikutnya adalah membawa keuangan global ke blockchain. Upgrade besar sedang disiapkan untuk memangkas latency dan mempercepat konfirmasi transaksi, memperkuat posisi Solana sebagai jaringan cepat dan murah untuk settlement dan aplikasi finansial. Mereka juga menekankan satu hal penting: pengguna tidak peduli ini Solana atau bukan. Yang penting pengalaman cepat dan mulus. Artinya pertarungan bukan cuma di teknologi, tapi di aplikasi nyata yang dipakai jutaan orang. Dari puing FTX, Solana tidak cuma bertahan. Ia sedang mempersiapkan diri jadi lapisan eksekusi untuk sistem keuangan digital berikutnya.
22 Bitcoin sitaan polisi Korea Selatan raib tanpa jejak dari USB wallet saat penyelidikan internal berlangsung. Investigasi terbaru mengungkap sekitar 22 BTC senilai ±US$1,5 juta dipindahkan dari USB cold wallet yang disimpan polisi. Bitcoin tersebut diserahkan ke polisi Gangnam pada November 2021, namun karena penyelidikan sempat terhenti, kebocoran tidak terdeteksi. Meski USB fisik tidak dicuri, aset kripto di dalamnya diduga disalahgunakan. Kepolisian Gyeonggi Bukbu kini membuka penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab kebocoran dan kemungkinan keterlibatan orang dalam. Kasus ini terungkap saat inspeksi nasional dilakukan, menyusul insiden sebelumnya di mana 320 BTC sitaan kejaksaan Gwangju hilang akibat kesalahan penyidik membuka situs phishing. $BTC $ETH $BNB
Bankir Estonia Kehilangan Akses 250 Ribu ETH, Nilainya Tembus Rp8 Triliun Seorang bankir asal Estonia, Rain Lõhmus, dilaporkan memiliki sekitar 250 ribu Ethereum (ETH), jumlah yang bahkan lebih besar dibanding kepemilikan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Namun ironisnya, seluruh aset digital tersebut kini tak dapat diakses karena kunci dompet (private key) yang hilang. Lõhmus diketahui membeli Ethereum sejak 2014 saat Initial Coin Offering (ICO), dengan nilai investasi sekitar US$75.000. Pada saat itu, harga ETH masih di kisaran US$0,30 per koin. Seiring waktu, nilai aset tersebut melonjak drastis seiring kenaikan harga Ethereum di pasar global. Sebagai perbandingan, Vitalik Buterin disebut “hanya” memiliki sekitar 224 ribu ETH, yang nilainya diperkirakan mencapai US$483 juta atau setara Rp7,3 triliun dengan asumsi harga ETH sekitar US$1.945 per koin. Sementara kepemilikan Lõhmus, dengan jumlah yang lebih besar, kini diperkirakan bernilai sekitar Rp8,1 triliun saat harga ETH berada di kisaran US$2.000. Meski demikian, Lõhmus mengakui dirinya tidak lagi menyimpan akses ke private key dompet tersebut. Ia bahkan menyebut sering lupa kata sandi dan tidak terlalu serius mencoba memulihkan aksesnya selama bertahun-tahun. Menariknya, Lõhmus mengaku siap menawarkan hingga 50% dari total nilai aset itu kepada siapa pun yang mampu membantunya membuka kembali dompet Ethereum tersebut. Di sisi lain, ia juga menyoroti risiko besar dalam sistem kripto yang sepenuhnya terdesentralisasi. Menurutnya, meskipun desentralisasi dianggap ideal karena bebas dari campur tangan otoritas, kehilangan private key bisa menjadi bencana besar karena tidak ada lembaga yang dapat membantu memulihkan akses. Kasus ini kembali menjadi pengingat penting bagi investor kripto tentang krusialnya menjaga keamanan private key, karena sekali hilang, aset digital berpotensi lenyap selamanya. $BTC $ETH $BNB
🇺🇸 TRUMP: AS AKAN BELI BITCOIN Mesin cetak uang gagal. Utang menumpuk. Sistem lama runtuh. Negara mulai beli Bitcoin. Bukan rumor. Bukan gosip. Ini kenyataan brutal yang bakal mengguncang pasar global. Pasar tradisional gemetar. Investor panik. Tapi yang siap… bakal melihat Bitcoin melejit tanpa ampun. 🚀 Bitcoin datang. Keras. Brutal. Tak terbendung. Siap atau ketinggalan. #bitcoin #gold $BTC $ETH $BNB
Setelah 12+ bulan mengalami penurunan, grafik rusak, dan sentimen runtuh, struktur di bawah pasar Altcoin mulai bergeser. Bagan Others Dominance yang melacak kinerja altcoin relatif terhadap Bitcoin berkedip tanda-tanda awal pemulihan. Inilah yang terjadi sekarang: Dominasi lain telah merebut kembali level yang kita lihat sebelum kecelakaan 10 Oktober. Tapi, Bitcoin masih diperdagangkan sekitar 42% di bawah harga tertinggi dari periode yang sama. Jadi sementara BTC masih lemah secara struktural, Altcoin sudah stabil dan mendapatkan kekuatan relatif. Divergensi ini biasanya menandakan kelelahan penjual. Jika alts masih dalam distribusi berat, dominasi akan terus turun. Tapi tidak. Sebaliknya, itu telah meningkat 17% hanya dalam dua bulan terakhir yang berarti fase penjualan paksa di alts mungkin sudah ketinggalan. Kami melihat pengaturan serupa pada 2019-2020. Ketika Fed mengakhiri QE, Bitcoin terus mengoreksi selama berbulan-bulan. Tetapi dominasi Lainnya berada di bawah dan tidak pernah meninjau kembali posisi terendah itu lagi, bahkan selama kecelakaan Maret 2020. Itu menandai dimulainya tren naik alt multi tahun. Sekarang tambahkan lebih banyak sinyal bullish di atas: • Dominasi RSI on Others telah melampaui rata-rata pergerakannya untuk pertama kalinya sejak Juli 2023, secara historis crossover ini telah mendahului fase kekuatan alt. • Russell 2000 baru saja memecahkan puncaknya setelah siklus yang tertunda, topi kecil sering memimpin rotasi likuiditas sebelum altcoin bergerak. • ISM telah naik ke 52, tertinggi dalam 40 bulan. Sebuah langkah di atas 55 secara historis sejajar dengan kinerja kuat dalam aset beta tinggi seperti alt. • Inflasi inti baru saja mencetak level terendah 5 tahun yang dapat meningkatkan kemungkinan pelonggaran Fed lebih banyak. • Demonstrasi emas dan perak mendingin dan seringkali ini mengarah pada rotasi dari aset keras ke aset berisiko. Secara struktural, pasar diatur ulang: Sebagian besar altcoin masih turun 80-90%. Leverage telah disiram. Sentimen mendekati siklus terendah. Pemosisian sangat ringan. Secara historis, tahun pemilihan paruh waktu telah bearish untuk pasar crypto, jadi mungkin saja kita melihat lebih banyak bayak akumulasi ke samping hingga Q3 / Q4 sebelum pembalikan. #altcoins #crypto #bitcoin #Ethereum #solana $BTC $ETH $BNB
Penambang Bitcoin Cango menjual BTC senilai $305 juta selama penurunan pasar untuk mendanai peralihan ke AI Yang perlu anda ketahui: Penambang Bitcoin Cango menjual 4.451 BTC senilai $305 juta, dengan rencana menggunakan hasil penjualan untuk mengurangi leverage dan mempersiapkan pergeseran strategis ke infrastruktur komputasi AI. Perusahaan berencana untuk mengoperasikan unit GPU modular di lebih dari 40 lokasi global guna menyediakan kapasitas inferensi AI sesuai permintaan bagi bisnis kecil dan menengah. Cango merupakan bagian dari tren yang berkembang di kalangan penambang bitcoin beralih ke AI, dengan analisis memperingatkan adanya risiko pelaksanaan dalam transisi menuju model bisnis yang berfokus pada AI. Penambang Bitcoin Cango (CANG) menyelesaikan penjualan 4.451 BTC selama akhir pekan, mengumpulkan sekitar $305 juta dalam USDT seiring upayanya untuk mengurangi leverage dan merestrukturisasi bisnisnya di sekitar infrastruktur kecerdasan buatan. Perusahaan tersebut mengatakan telah mengumpulkan dana sebesar $305 juta dari penjualan yang menunjukkan harga jual rata-rata sekitar $68.524 per koin, atau tidak jauh di atas harga terendah bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Saham hampir tak berubah dalam perdagangan hari Senin, namun turun sebesar 83% secara tahunan. Penjualan bitcoin perusahaan dilakukan “berdasarkan penilaian komprehensif terhadap kondisi pasar saat ini,” kata perusahaan, karena berencana untuk beralih ke infrastruktur komputasi AI. Cango berencana untuk menempatkan unit GPU modular di seluruh jaringan globalnya yang terdiri dari lebih dari 40 lokasi untuk melayani bisnis kecil dan menengah yang membutuhkan kapasitas inferensi AI sesuai permintaan, menurut keterangannya. Perusahaan juga menggunakan hasil penjualan BTC-nya untuk melunasi pinjaman yang dijaminkan dengan bitcoin, memperkuat neraca keuangannya. Perusahaan tersebut masih memegang 3.645 BTC senilai lebih dari $250 juta, menurut data dari BitcoinTreasuries. “Sebagai respons terhadap kondisi pasar terkini, kami telah melakukan penyesuaian perbendaharaan untuk memperkuat neraca dan mengurangi leverage keuangan, yang memberikan kapasitas lebih besar untuk mendanai ekspansi strategis kami dalam infrastruktur komputasi AI,” tulis perusahaan dalam sebuah surat kepada pemegang saham. Langkahnya ke sektor AI terjadi ketika perusahaan menghadapi apa yang dianggap sebagai kesenjangan antara permintaan komputasi yang meningkat dan kapasitas jaringan yang ada. Cango menulis bahwa perusahaan ini berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan kesenjangan tersebut. Cango tidak sendirian. Sebuah kelompok penambang bitcoin yang terus berkembang sedang mengurangi eksposur terhadap penambangan murni dan mengalihkan modal serta infrastruktur menuju AI pusat data dan komputasi berkinerja tinggi. Bitfarms (BITF) telah menyatakan rencananya untuk sepenuhnya keluar dari aktivitas penambangan kripto sekitar tahun 2027, dan secara terang menyatakan bahwa mereka bukan lagi perusahaan bitcoin saat beralih ke komputasi berkinerja tinggi dan beban kerja AI. Analis di KBW telah memperingatkan bahwa pergeseran industri menuju beban kerja AI sangat menarik, namun jalur menuju monetisasi penuh dengan risiko pelaksanaan. Hal ini menyebabkan penurunan peringkat tidak hanya pada Bitfarms tetapi juga pada Bitdeer (BTDR) dan Hive Digital (HIVE). #BTC☀ #miners $BTC $ETH $BNB