Perak Baru Saja Mencapai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa — Sementara Bitcoin Terpuruk. Apa Artinya Sebenarnya?

Perak telah melonjak ke $63/oz yang bersejarah, sementara pasar kripto turun 2.7% dalam 24 jam terakhir, dengan setiap koin 20 teratas (kecuali stablecoin) berubah menjadi merah. Perbedaan tajam ini menandakan pergeseran besar dalam aliran modal global — dan mungkin awal dari rezim makro baru.

Kapitalisasi pasar perak kini telah mencapai $3.5T, menjadikannya aset terbesar keenam di dunia. Analis mengatakan ini berada pada jalur untuk kinerja 12 bulan terkuatnya sejak 1979, mengungguli baik emas maupun ekuitas. Aliran ETF mengonfirmasi kegilaan ini: ETF perak fisik menyerap 15.3M ons hanya dalam 4 hari, hampir menyamai seluruh bulan November. SLV sendiri menarik hampir $1B, menandai bulan inflow ke-10 berturut-turut — pola yang biasanya hanya terlihat selama periode stres sistemik.

Menurut trader Michael, lonjakan ini bukan hanya tentang penawaran dan permintaan; ini mencerminkan meningkatnya "desperasi moneter." Perak kini berada di tengah dua krisis global: utang kedaulatan yang meroket mendorong permintaan untuk aset keras, dan kekurangan industri yang dipicu oleh AI, energi solar, EV, dan ekspansi semikonduktor.

Sementara itu, Bitcoin terus tertinggal. BTC turun 2% lagi hari ini dan telah kehilangan lebih dari setengah nilainya relatif terhadap perak selama empat tahun terakhir. Namun beberapa analis berpendapat ledakan perak sebenarnya menandakan lingkungan yang berisiko. ETH/BTC yang melampaui SMA 50 minggu dan reli di saham-saham dengan kapitalisasi kecil keduanya menunjukkan nafsu risiko meningkat — yang berarti tekanan pada BTC mungkin segera memudar.

Jika interpretasi itu benar, rebound Bitcoin bisa menjadi sangat kuat begitu kelelahan penjual mulai terjadi.

Ikuti untuk lebih banyak wawasan makro dan kripto yang cepat dan berbasis data!

#bitcoin #Silver #ETH #BTC #Xrp🔥🔥