Anggota SAG AFTRA telah bergabung dengan penulis dari WGA di garis picket. Kali ini, pertarungan tidak hanya tentang gaji atau kontrak. Ini juga tentang bagaimana kecerdasan buatan digunakan dalam karya kreatif.
Sebuah kelompok baru yang disebut Koalisi Kreator tentang AI telah dibentuk untuk menangani kekhawatiran ini. Tujuan kelompok ini sederhana. Mereka ingin menetapkan aturan yang jelas tentang bagaimana AI generatif harus digunakan dalam film, televisi, dan bidang kreatif lainnya. Kelompok ini mengatakan AI harus membantu kreator, bukan menggantikan mereka.
Selama bertahun-tahun, para kreator telah mengangkat alarm tentang AI. Penulis khawatir karya mereka dapat digunakan untuk melatih sistem tanpa izin. Aktor khawatir suara atau wajah mereka dapat disalin dan digunakan kembali selamanya. Ketakutan ini telah menyebabkan pemogokan, kasus hukum, dan perselisihan tenaga kerja yang panjang di seluruh industri.
Joseph Gordon Levitt adalah salah satu pendiri koalisi baru ini. Dia mengatakan para kreator berhak mengendalikan karya mereka sendiri. Dia percaya bahwa teknologi harus mendukung kreativitas manusia alih-alih memanfaatkannya. Menurutnya, kelompok ini tidak akan diam. Jika diperlukan, mereka akan menerapkan tekanan publik dan mendorong perubahan melalui kebijakan dan hukum.
Koalisi ini terdiri dari penulis aktor dan pekerja kreatif lainnya. Mereka bekerja sama untuk berbicara dengan satu suara. Mereka ingin studio perusahaan teknologi dan pembuat undang-undang mendengarkan. Pesan mereka adalah bahwa AI harus digunakan dengan cara yang adil dan jujur.
Salah satu kekhawatiran utama adalah persetujuan. Kreator ingin memutuskan apakah karya mereka dapat digunakan untuk melatih alat AI. Kekhawatiran lain adalah pembayaran. Jika sistem AI menghasilkan uang menggunakan karya kreatif, maka orang-orang di balik karya itu harus dibayar. Ide-ide ini terdengar sederhana tetapi belum menjadi praktik standar.
Pemogokan baru-baru ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Penulis dan aktor bersedia berhenti bekerja selama berbulan-bulan. Mereka ingin perlindungan yang tertulis dalam kontrak. Beberapa kemajuan telah dibuat tetapi banyak yang percaya itu belum cukup. Itulah sebabnya koalisi baru ini dibentuk.
Kelompok ini juga ingin undang-undang yang jelas. Saat ini, aturan seputar AI tidak jelas. Ini menciptakan kebingungan dan ketakutan. Koalisi berharap pembuat undang-undang akan turun tangan dan menciptakan standar yang adil. Mereka percaya ini akan membantu baik kreator maupun perusahaan dalam jangka panjang.
Dukungan publik adalah bagian kunci lainnya dari rencana tersebut. Koalisi ingin audiens memahami apa yang dipertaruhkan. Film pertunjukan dan seni dibuat oleh orang-orang. Tanpa perlakuan yang adil, kreativitas menderita. Kelompok ini percaya bahwa ketika publik memahami hal ini, mereka akan mendukung perubahan.
Momen ini terasa penting untuk masa depan pekerjaan kreatif. AI bergerak cepat dan aturannya masih ditulis. Para kreator ingin memiliki kursi di meja. Mereka ingin dihormati atas kerja keras dan identitas mereka.
Koalisi Kreator tentang AI tidak menentang teknologi. Mereka menentang penyalahgunaan. Tujuan mereka adalah keseimbangan. Masa depan di mana inovasi dan kreativitas manusia tumbuh bersama.
