Kuartal keempat tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan untuk pasar kripto, karena sebagian besar aset utama menutup tahun dengan kinerja negatif.
Meski ketakutan dan kehati-hatian mendominasi pasar, beberapa analis percaya bahwa rebound masih bisa terjadi. Para pakar pasar mengidentifikasi tiga sinyal utama yang dapat menjadi penanda awal munculnya altcoin season pada tahun 2026.
Bullish divergence isyaratkan potensi pembalikan altcoin
Sinyal utama pertama adalah terbentuknya bullish divergence pada grafik mingguan dari beberapa altcoin. Hal ini terjadi ketika harga mencetak level terendah baru, namun indikator seperti Relative Strength Index (RSI) justru membentuk level terendah yang lebih tinggi, sehingga menandakan tekanan penurunan mulai melemah dan peluang pembalikan tren semakin besar.
Analis aset kripto Michaël van de Poppe menyoroti perkembangan ini dan menyebut Optimism, Arbitrum, Near, serta Avalanche sebagai contoh. Menurut dirinya,
“The weekly timeframe is one of the strongest timeframes to be building this from. This is the year of the entire Web3 industry. Not commodities.”
Dominasi Altcoin Mendekati Breakout dalam Pola Beberapa Tahun
Indikator kedua adalah indeks Others.D. Indeks ini melacak dominasi pasar gabungan dari semua aset kripto di luar 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Secara praktis, indeks ini mengecualikan Bitcoin, Ethereum, aset kripto besar lainnya, dan stablecoin utama, sehingga memberi gambaran kekuatan luas pasar altcoin. Menurut para analis, Others.D mendekati breakout dari pola falling wedge bertahun-tahun.
Dari perspektif analisis, pola seperti ini sering diartikan sebagai struktur yang berpotensi bullish. Umumnya, analis memandang breakout di atas garis tren atas sebagai sinyal bahwa pembeli mulai menguasai pasar lagi, dan hal ini bisa menjadi pemicu pembalikan tren secara luas atau pergerakan naik yang berkelanjutan.
Berdasarkan data dari Bitcoinsensus, Others.D berada di sekitar level 6,88%, sehingga masih ada ruang kenaikan jika breakout benar-benar terjadi. Analisis tersebut menargetkan area 13,77% sebagai potensi tujuan kenaikan berikutnya.
Pada unggahan terpisah, Bitcoinsensus juga menyoroti performa terbaru Bitcoin Dominance sebagai indikator awal kemungkinan masuknya altcoin season dalam waktu dekat.
Volume Perdagangan Altcoin Naik Meski Harga Lemah
Sinyal terakhir berasal dari data volume exchange terpusat. Rasio volume altcoin (kecuali lima aset kripto terbesar) kini “jauh lebih tinggi” dibandingkan siklus-siklus sebelumnya, ujar analis on-chain CW8900.
“Someone says, ‘there is no alt season in this cycle.’ However, on-chain data shows that altcoin trading is more active than in any previous cycle,” tutur analis tersebut.
Aktivitas tinggi ini tetap terjadi walau harga turun serta investor ritel keluar dari pasar. Pengamat pasar itu menegaskan bahwa,
“Altcoin dominance has shifted to whales, who will drive up prices to maximize their profits during this bull market.”
Meski sudah muncul berbagai indikator ini, skeptisisme justru masih meluas. Crypto Twitter menunjukkan ekspektasi rendah terhadap reli altcoin besar-besaran seperti pada siklus sebelumnya. Selain itu, CEO Bitget Gracy Chen mengungkapkan pada Oktober bahwa altcoin season sepertinya belum akan terjadi di tahun 2025 atau 2026.
Seiring munculnya sinyal teknikal bullish di tengah keraguan yang masih kuat, beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah pola-pola ini berubah menjadi kenaikan harga berkelanjutan atau hanya sekadar sinyal tanpa aksi nyata.



