Binance Square

BeInCrypto ID

image
Kreator Terverifikasi
🌍 Berita terkini & analisis tak memihak dalam 26 bahasa!
0 Mengikuti
1.0K+ Pengikut
1.0K+ Disukai
63 Dibagikan
Semua Konten
--
Tertarik Berkunjung ke Negara Ini? Anda Bisa Dapat “Paspor Bitcoin”El Salvador kembali mengejutkan dunia. Kali ini, lewat peluncuran Bitcoin passport, sebuah langkah lanjutan dalam strategi unik negara tersebut. Program ini menggabungkan pariwisata, transaksi sehari-hari, dan konsep aset kripto dalam satu solusi. Yang terpenting, paspor Bitcoin ini dirancang untuk mendorong penggunaan Bitcoin di dunia nyata, bukan sekadar spekulasi. El Salvador ingin membuktikan bahwa adopsi kripto dapat melampaui investasi semata dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apa Itu Program Bitcoin Country dan dari Mana Asalnya? Pekan ini, El Salvador resmi memperkenalkan program “Bitcoin Country” passport, yang memperluas strategi Bitcoin nasional ke sektor pariwisata dan perdagangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Bitcoin sebagai legal tender pada 2021. Pemerintah ingin Bitcoin hadir dalam transaksi harian, bukan hanya menjadi tajuk berita. Karena itu, fokus utama program ini adalah manfaat praktis bagi para penggunanya. Melalui inisiatif ini, pemegang paspor berhak mendapatkan diskon hingga 10% di sejumlah merchant tertentu. Diskon tersebut hanya berlaku jika pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin, sehingga secara langsung mendorong adopsi kripto. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menarik wisatawan yang tertarik dengan dunia kripto, sekaligus memperkuat citra El Salvador sebagai Bitcoin hub global. Otoritas setempat menegaskan bahwa paspor ini bukan dokumen perjalanan resmi. Paspor Bitcoin lebih berfungsi sebagai identitas bermerek atau kartu keanggotaan. Ia melambangkan keanggotaan dalam komunitas “Bitcoin Country” sekaligus memberikan penghematan nyata untuk transaksi sehari-hari. Baca Juga: El Salvador Tetap Beli Bitcoin Meski IMF Berkata Sebaliknya Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Passport dalam Praktik? Bitcoin passport tidak bisa digunakan untuk melintasi perbatasan atau menggantikan dokumen resmi negara. Fungsinya murni sebagai alat untuk mengakses manfaat lokal. Pemegang paspor akan memperoleh diskon di merchant yang berpartisipasi, dengan syarat pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin dan merchant tersebut menerima aset kripto. Diskon bisa mencapai 10%, sehingga memberikan insentif finansial yang jelas bagi konsumen. Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena terdorong untuk menerima Bitcoin. Dengan demikian, adopsi kripto langsung terhubung dengan kebiasaan belanja sehari-hari. Hingga kini, daftar lengkap merchant yang berpartisipasi belum dipublikasikan. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa program ini akan banyak melibatkan hotel, restoran, dan layanan pariwisata, sektor yang secara alami berkaitan dengan arus wisatawan asing dan sebelumnya sudah diuntungkan oleh kedatangan “turis Bitcoin”. Dalam praktiknya, paspor ini bekerja layaknya kartu keanggotaan. Pemegang cukup menunjukkannya kepada penjual untuk mendapatkan diskon. Seluruh proses dirancang agar sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna Bitcoin pemula sekalipun. Bitcoin Passport sebagai Identitas dan Gaya Hidup Sejak 2021, El Salvador terus bereksperimen dalam mengintegrasikan Bitcoin ke kehidupan sehari-hari. Awalnya, fokus berada pada dompet digital dan remitansi. Namun, program terbaru ini menandai perubahan pendekatan. Kini, pemerintah menekankan aspek gaya hidup dan identitas nasional. Bitcoin passport menggabungkan branding negara dengan manfaat ekonomi yang nyata. Menurut otoritas, ini adalah solusi yang bersifat simbolis sekaligus sangat praktis. Baik warga lokal maupun wisatawan mendapat pesan yang jelas: Bitcoin adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Aset kripto tidak lagi dipandang sebagai teknologi abstrak. Program ini juga memperkuat strategi pemasaran El Salvador sebagai destinasi ramah kripto. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini kerap menarik perhatian global lewat konferensi dan acara Bitcoin. Kehadiran paspor Bitcoin memperluas narasi tersebut dengan menawarkan insentif finansial konkret. Bagi banyak orang, rasa memiliki itu penting. Bitcoin passport memberikan cara untuk menunjukkan dukungan terhadap keuangan digital tanpa membutuhkan pengetahuan teknis yang rumit. Ini menjadi langkah sederhana menuju adopsi massal. Apa Arti Program Ini bagi Turis dan Warga Lokal? Bagi wisatawan asing, program ini menawarkan sistem diskon yang terstruktur. Aturannya jelas dan manfaatnya konkret. Pada saat yang sama, turis bisa merasakan langsung eksperimen kebijakan kripto El Salvador. Kombinasi antara pariwisata dan keuangan digital inilah yang membedakan El Salvador dari negara lain. Bagi penduduk lokal, paspor ini memperkuat peran Bitcoin di luar sekadar instrumen investasi. Aset kripto menjadi alat pembayaran sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi di ekonomi nyata, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan. Pertanyaan besarnya adalah apakah solusi ini benar-benar akan meningkatkan adopsi. Jawabannya bergantung pada skala partisipasi merchant dan pengguna. Jika daftar vendor terus bertambah, program ini akan semakin relevan dan paspor Bitcoin bisa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pertanyaan lain adalah apakah negara lain akan mengikuti langkah El Salvador. Untuk saat ini, ini masih menjadi eksperimen unik yang diawasi secara global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan ditiru di negara lain. Baca Juga: El Salvador Kembali Borong Bitcoin Untuk Strategic Bitcoin Reserve Manfaat Utama Program Bitcoin Country Passport Diskon hingga 10% untuk pembayaran menggunakan Bitcoin Promosi pariwisata berbasis kripto Penguatan adopsi Bitcoin dalam perdagangan Pembangunan identitas nasional berbasis inovasi Bitcoin passport menyatukan pariwisata, perdagangan, dan keuangan digital dalam satu sistem yang kohesif. El Salvador menunjukkan bahwa aset kripto dapat terintegrasi ke dalam pengalaman sehari-hari. Program ini memang tidak menyelesaikan seluruh tantangan adopsi, namun jelas menandai arah baru. Ini adalah satu langkah berani lagi dalam eksperimen Bitcoin global. Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi El Salvador soal paspor Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Tertarik Berkunjung ke Negara Ini? Anda Bisa Dapat “Paspor Bitcoin”

El Salvador kembali mengejutkan dunia. Kali ini, lewat peluncuran Bitcoin passport, sebuah langkah lanjutan dalam strategi unik negara tersebut. Program ini menggabungkan pariwisata, transaksi sehari-hari, dan konsep aset kripto dalam satu solusi. Yang terpenting, paspor Bitcoin ini dirancang untuk mendorong penggunaan Bitcoin di dunia nyata, bukan sekadar spekulasi.

El Salvador ingin membuktikan bahwa adopsi kripto dapat melampaui investasi semata dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Program Bitcoin Country dan dari Mana Asalnya?

Pekan ini, El Salvador resmi memperkenalkan program “Bitcoin Country” passport, yang memperluas strategi Bitcoin nasional ke sektor pariwisata dan perdagangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Bitcoin sebagai legal tender pada 2021. Pemerintah ingin Bitcoin hadir dalam transaksi harian, bukan hanya menjadi tajuk berita. Karena itu, fokus utama program ini adalah manfaat praktis bagi para penggunanya.

Melalui inisiatif ini, pemegang paspor berhak mendapatkan diskon hingga 10% di sejumlah merchant tertentu. Diskon tersebut hanya berlaku jika pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin, sehingga secara langsung mendorong adopsi kripto. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menarik wisatawan yang tertarik dengan dunia kripto, sekaligus memperkuat citra El Salvador sebagai Bitcoin hub global.

Otoritas setempat menegaskan bahwa paspor ini bukan dokumen perjalanan resmi. Paspor Bitcoin lebih berfungsi sebagai identitas bermerek atau kartu keanggotaan. Ia melambangkan keanggotaan dalam komunitas “Bitcoin Country” sekaligus memberikan penghematan nyata untuk transaksi sehari-hari.

Baca Juga: El Salvador Tetap Beli Bitcoin Meski IMF Berkata Sebaliknya

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Passport dalam Praktik?

Bitcoin passport tidak bisa digunakan untuk melintasi perbatasan atau menggantikan dokumen resmi negara. Fungsinya murni sebagai alat untuk mengakses manfaat lokal.

Pemegang paspor akan memperoleh diskon di merchant yang berpartisipasi, dengan syarat pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin dan merchant tersebut menerima aset kripto. Diskon bisa mencapai 10%, sehingga memberikan insentif finansial yang jelas bagi konsumen.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena terdorong untuk menerima Bitcoin. Dengan demikian, adopsi kripto langsung terhubung dengan kebiasaan belanja sehari-hari.

Hingga kini, daftar lengkap merchant yang berpartisipasi belum dipublikasikan. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa program ini akan banyak melibatkan hotel, restoran, dan layanan pariwisata, sektor yang secara alami berkaitan dengan arus wisatawan asing dan sebelumnya sudah diuntungkan oleh kedatangan “turis Bitcoin”.

Dalam praktiknya, paspor ini bekerja layaknya kartu keanggotaan. Pemegang cukup menunjukkannya kepada penjual untuk mendapatkan diskon. Seluruh proses dirancang agar sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna Bitcoin pemula sekalipun.

Bitcoin Passport sebagai Identitas dan Gaya Hidup

Sejak 2021, El Salvador terus bereksperimen dalam mengintegrasikan Bitcoin ke kehidupan sehari-hari. Awalnya, fokus berada pada dompet digital dan remitansi. Namun, program terbaru ini menandai perubahan pendekatan.

Kini, pemerintah menekankan aspek gaya hidup dan identitas nasional. Bitcoin passport menggabungkan branding negara dengan manfaat ekonomi yang nyata. Menurut otoritas, ini adalah solusi yang bersifat simbolis sekaligus sangat praktis.

Baik warga lokal maupun wisatawan mendapat pesan yang jelas: Bitcoin adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Aset kripto tidak lagi dipandang sebagai teknologi abstrak.

Program ini juga memperkuat strategi pemasaran El Salvador sebagai destinasi ramah kripto. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini kerap menarik perhatian global lewat konferensi dan acara Bitcoin. Kehadiran paspor Bitcoin memperluas narasi tersebut dengan menawarkan insentif finansial konkret.

Bagi banyak orang, rasa memiliki itu penting. Bitcoin passport memberikan cara untuk menunjukkan dukungan terhadap keuangan digital tanpa membutuhkan pengetahuan teknis yang rumit. Ini menjadi langkah sederhana menuju adopsi massal.

Apa Arti Program Ini bagi Turis dan Warga Lokal?

Bagi wisatawan asing, program ini menawarkan sistem diskon yang terstruktur. Aturannya jelas dan manfaatnya konkret. Pada saat yang sama, turis bisa merasakan langsung eksperimen kebijakan kripto El Salvador.

Kombinasi antara pariwisata dan keuangan digital inilah yang membedakan El Salvador dari negara lain.

Bagi penduduk lokal, paspor ini memperkuat peran Bitcoin di luar sekadar instrumen investasi. Aset kripto menjadi alat pembayaran sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi di ekonomi nyata, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah solusi ini benar-benar akan meningkatkan adopsi. Jawabannya bergantung pada skala partisipasi merchant dan pengguna. Jika daftar vendor terus bertambah, program ini akan semakin relevan dan paspor Bitcoin bisa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan lain adalah apakah negara lain akan mengikuti langkah El Salvador. Untuk saat ini, ini masih menjadi eksperimen unik yang diawasi secara global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan ditiru di negara lain.

Baca Juga: El Salvador Kembali Borong Bitcoin Untuk Strategic Bitcoin Reserve

Manfaat Utama Program Bitcoin Country Passport

Diskon hingga 10% untuk pembayaran menggunakan Bitcoin

Promosi pariwisata berbasis kripto

Penguatan adopsi Bitcoin dalam perdagangan

Pembangunan identitas nasional berbasis inovasi

Bitcoin passport menyatukan pariwisata, perdagangan, dan keuangan digital dalam satu sistem yang kohesif. El Salvador menunjukkan bahwa aset kripto dapat terintegrasi ke dalam pengalaman sehari-hari. Program ini memang tidak menyelesaikan seluruh tantangan adopsi, namun jelas menandai arah baru.

Ini adalah satu langkah berani lagi dalam eksperimen Bitcoin global.

Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi El Salvador soal paspor Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Base App Jadi Trading-First, Tapi Bagaimana dengan Mini Apps dan Creator Coin?Base, wallet self-custodial dan ekosistem aplikasi on-chain yang dikembangkan oleh Coinbase, sedang melakukan perubahan strategi ke pendekatan trading-first. Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Base telah menarik ratusan ribu pengguna yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari trading, menabung, membangun, hingga membelanjakan aset secara on-chain. Base App Beralih ke Visi Trading-First sambil Menjaga Mini Apps dan Creator Coin Jesse Pollak, pencipta Base, mengumumkan perubahan ini, serta menjelaskan bahwa aplikasi kini akan memprioritaskan peningkatan permintaan dan distribusi untuk semua jenis aset yang bisa diperdagangkan. Langkah ini mencerminkan masukan dari pengguna yang mengatakan bahwa versi awal aplikasi terlalu menitikberatkan pada fitur sosial, sehingga berbagai aset on-chain kurang mendapat perhatian. Pollak menuturkan bahwa ada tiga tema utama yang muncul dari umpan balik pengguna: Fokus sosial di aplikasi terlalu mengingatkan pada platform Web2 Ada permintaan kuat untuk lebih banyak aset berkualitas tinggi yang bisa diperdagangkan, dan Feed di aplikasi seharusnya menampilkan gambaran lengkap aktivitas on-chain, termasuk aplikasi, saham, prediksi, serta social token. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Base kini akan membangun fitur trading sebagai fitur utama. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong aliran modal ke berbagai kelas aset yang sedang berkembang, termasuk protokol, aplikasi, saham, prediksi, meme, dan creator coin. Pollak menegaskan bahwa pengalaman pengguna (UX) yang finance-first sekarang akan menjadi fondasi aplikasi. Nantinya, beberapa lapisan sosial seperti copy-trading, feed-trading, dan leaderboard akan ditambahkan di atasnya. Targetnya yaitu meningkatkan keterlibatan pengguna, retensi, dan distribusi di seluruh ekosistem Base. Mini Apps dan Creator Coin Tetap Jadi Inti saat Base Perluas Trading Global dan Feed Multi-Aset Meski beralih strategi, Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari platform ini. Pollak meyakinkan para pengembang dan pengguna bahwa alat-alat untuk membantu kreator dan memperlancar pengalaman pengguna tetap akan didukung. “…Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari visi ini – kami sedang mengembangkan fitur yang memudahkan penemuan aplikasi, serta alat yang jauh lebih baik untuk memantau performa + leaderboard + dampak (misalnya, berapa banyak orang yang sudah berhasil Anda onboarding). Tujuan utama perubahan ini ialah mendorong lebih banyak distribusi, bukan sebaliknya,” papar dia . Peningkatan dalam hal kemudahan penemuan aplikasi, pelacakan performa, dan pengukuran dampak – termasuk leaderboard yang memperlihatkan data onboarding pengguna dan keterlibatan aset – sedang dalam proses pengembangan. Hal ini memastikan bahwa Mini Apps tetap mendorong visibilitas serta distribusi untuk aplikasi dan kreator. Creator coin, sebagai ciri khas ekonomi Base lain, juga masih akan jadi bagian utama. Pollak secara khusus menegaskan bahwa token $ Jesse miliknya dan aset kreator lainnya tetap didukung. Ini memperkuat komitmen Base pada ekonomi on-chain yang beragam dan inklusif. Builder, pengembang, dan trader bisa mengharapkan semua fitur tetap dapat diakses luas secara global, sambil mengikuti aturan regulasi di wilayah masing-masing. Hal ini termasuk yurisdiksi seperti Inggris yang memberlakukan pembatasan lebih ketat. CEO Coinbase Brian Armstrong pun menambahkan bahwa Base App akan memperluas feed agar mencakup lebih banyak aset dan aplikasi, memberikan pengalaman lintas chain namun tetap menghadirkan Base sebagai pusat utamanya. Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk memudahkan penemuan, menciptakan permintaan, dan mengalirkan modal ke seluruh ekosistem on-chain. Dengan menambahkan fungsi sosial di atas platform finance-first, Base bertujuan menawarkan lingkungan lengkap bagi aktivitas trading, membangun, dan keterlibatan dengan aset on-chain. Namun, meskipun terjadi perubahan paradigma ini, Coinbase dan juga Base tetap harus menempuh jalan panjang untuk bisa menarik pengguna, apalagi karena keterlambatan eksekusi dan keamanan yang jadi sorotan. Para pengembang mengkritik Base karena lebih mengutamakan pihak dalam, meme coin, serta eksperimen sosial daripada kegunaan nyata. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa beralih ke visi trading-first merupakan langkah ke arah yang benar, mengikuti tuntutan retail yang menginginkan alat keuangan terintegrasi, bukan aplikasi terpisah atau gangguan sosial on-chain semata.

Base App Jadi Trading-First, Tapi Bagaimana dengan Mini Apps dan Creator Coin?

Base, wallet self-custodial dan ekosistem aplikasi on-chain yang dikembangkan oleh Coinbase, sedang melakukan perubahan strategi ke pendekatan trading-first.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Base telah menarik ratusan ribu pengguna yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari trading, menabung, membangun, hingga membelanjakan aset secara on-chain.

Base App Beralih ke Visi Trading-First sambil Menjaga Mini Apps dan Creator Coin

Jesse Pollak, pencipta Base, mengumumkan perubahan ini, serta menjelaskan bahwa aplikasi kini akan memprioritaskan peningkatan permintaan dan distribusi untuk semua jenis aset yang bisa diperdagangkan.

Langkah ini mencerminkan masukan dari pengguna yang mengatakan bahwa versi awal aplikasi terlalu menitikberatkan pada fitur sosial, sehingga berbagai aset on-chain kurang mendapat perhatian.

Pollak menuturkan bahwa ada tiga tema utama yang muncul dari umpan balik pengguna:

Fokus sosial di aplikasi terlalu mengingatkan pada platform Web2

Ada permintaan kuat untuk lebih banyak aset berkualitas tinggi yang bisa diperdagangkan, dan

Feed di aplikasi seharusnya menampilkan gambaran lengkap aktivitas on-chain, termasuk aplikasi, saham, prediksi, serta social token.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Base kini akan membangun fitur trading sebagai fitur utama. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong aliran modal ke berbagai kelas aset yang sedang berkembang, termasuk protokol, aplikasi, saham, prediksi, meme, dan creator coin.

Pollak menegaskan bahwa pengalaman pengguna (UX) yang finance-first sekarang akan menjadi fondasi aplikasi. Nantinya, beberapa lapisan sosial seperti copy-trading, feed-trading, dan leaderboard akan ditambahkan di atasnya.

Targetnya yaitu meningkatkan keterlibatan pengguna, retensi, dan distribusi di seluruh ekosistem Base.

Mini Apps dan Creator Coin Tetap Jadi Inti saat Base Perluas Trading Global dan Feed Multi-Aset

Meski beralih strategi, Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari platform ini. Pollak meyakinkan para pengembang dan pengguna bahwa alat-alat untuk membantu kreator dan memperlancar pengalaman pengguna tetap akan didukung.

“…Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari visi ini – kami sedang mengembangkan fitur yang memudahkan penemuan aplikasi, serta alat yang jauh lebih baik untuk memantau performa + leaderboard + dampak (misalnya, berapa banyak orang yang sudah berhasil Anda onboarding). Tujuan utama perubahan ini ialah mendorong lebih banyak distribusi, bukan sebaliknya,” papar dia .

Peningkatan dalam hal kemudahan penemuan aplikasi, pelacakan performa, dan pengukuran dampak – termasuk leaderboard yang memperlihatkan data onboarding pengguna dan keterlibatan aset – sedang dalam proses pengembangan.

Hal ini memastikan bahwa Mini Apps tetap mendorong visibilitas serta distribusi untuk aplikasi dan kreator.

Creator coin, sebagai ciri khas ekonomi Base lain, juga masih akan jadi bagian utama. Pollak secara khusus menegaskan bahwa token $ Jesse miliknya dan aset kreator lainnya tetap didukung. Ini memperkuat komitmen Base pada ekonomi on-chain yang beragam dan inklusif.

Builder, pengembang, dan trader bisa mengharapkan semua fitur tetap dapat diakses luas secara global, sambil mengikuti aturan regulasi di wilayah masing-masing. Hal ini termasuk yurisdiksi seperti Inggris yang memberlakukan pembatasan lebih ketat.

CEO Coinbase Brian Armstrong pun menambahkan bahwa Base App akan memperluas feed agar mencakup lebih banyak aset dan aplikasi, memberikan pengalaman lintas chain namun tetap menghadirkan Base sebagai pusat utamanya.

Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk memudahkan penemuan, menciptakan permintaan, dan mengalirkan modal ke seluruh ekosistem on-chain.

Dengan menambahkan fungsi sosial di atas platform finance-first, Base bertujuan menawarkan lingkungan lengkap bagi aktivitas trading, membangun, dan keterlibatan dengan aset on-chain.

Namun, meskipun terjadi perubahan paradigma ini, Coinbase dan juga Base tetap harus menempuh jalan panjang untuk bisa menarik pengguna, apalagi karena keterlambatan eksekusi dan keamanan yang jadi sorotan.

Para pengembang mengkritik Base karena lebih mengutamakan pihak dalam, meme coin, serta eksperimen sosial daripada kegunaan nyata.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa beralih ke visi trading-first merupakan langkah ke arah yang benar, mengikuti tuntutan retail yang menginginkan alat keuangan terintegrasi, bukan aplikasi terpisah atau gangguan sosial on-chain semata.
CEO CoinGecko Tegaskan Kekuatan dan Visi Jangka Panjang di Tengah Rumor Penjualan US$500 JutaCEO dan co-founder CoinGecko, Bobby Ong, merilis pernyataan terkait pandangan platform tersebut. Ia menekankan kekuatan operasional dan terus berfokus pada transparansi serta pertumbuhan jangka panjang. Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengatakan bahwa CoinGecko mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan penjualan. Coingecko Tegaskan Visi Jangka Panjang di Tengah Laporan Potensi Penjualan Laporan terbaru yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, menyebut CoinGecko, agregator data aset kripto independen, tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan dengan valuasi sekitar US$500.000.000. Menurut sumber tersebut, perusahaan telah menunjuk bank investasi Moelis untuk memberikan saran dalam proses ini. Salah satu sumber menyampaikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan valuasi pasti. Mereka juga menambahkan bahwa prosesnya sendiri baru dimulai pada akhir tahun lalu. Di tengah laporan tersebut, Ong menggunakan LinkedIn untuk menegaskan kembali kekuatan operasional dan prinsip inti CoinGecko. “Setelah hampir 12 tahun membangun CoinGecko sebagai perusahaan bootstrap, pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa rencana ke depannya. Yang bisa saya bagikan hari ini adalah: CoinGecko beroperasi dari posisi yang kuat. Kami terus berkembang, menguntungkan, dan melihat permintaan yang meningkat dari institusi, seiring dengan semakin besarnya adopsi aset kripto oleh keuangan tradisional,” ujar Ong . Ong juga menambahkan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai jalur strategis potensial, sambil menegaskan bahwa setiap pertimbangan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna maupun klien institusional. “Seperti perusahaan yang dikelola dengan baik pada tahap ini, kami secara rutin mengevaluasi peluang strategis yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan kami dan memperkuat nilai yang kami berikan – baik kepada jutaan pengguna yang mengandalkan platform kami, maupun kepada basis klien korporat yang terus bertambah,” terang Ong. Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap transparansi serta fokus pada penyediaan data aset kripto yang berkualitas tinggi dan tanpa bias tetap tidak berubah. Eksekutif tersebut juga menyinggung perkembangan yang lebih luas di sektor kripto. Ia menyoroti kerangka regulasi yang semakin jelas dan meningkatnya partisipasi institusi, sekaligus menekankan bahwa CoinGecko tetap fokus pada para penggunanya dan pertumbuhan jangka panjang. “Kami sangat antusias akan peluang ke depan dan tetap fokus melayani pengguna sekaligus terus membangun CoinGecko untuk jangka panjang,” tutur Ong. Dengan demikian, jelas bahwa pernyataan sang pendiri tidak mengonfirmasi atau menyangkal penjualan CoinGecko. Pernyataan ini menekankan kekuatan keuangan, pertumbuhan, serta keterbukaan untuk mengevaluasi peluang strategis, tanpa memberikan sinyal bahwa ada transaksi yang direncanakan atau akan segera terjadi. Sementara itu, industri aset kripto secara umum mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas merger dan akuisisi. Laporan terbaru dari Architect Partners menunjukkan bahwa aktivitas M&A kripto mencapai rekor baru pada 2025, dengan kesepakatan investasi aset kripto menyumbang 27,8% dari total aktivitas. Aktivitas M&A Kripto | Sumber: Architect Partners Transaksi besar yang tercatat, antara lain akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai US$2,9 miliar, pembelian NinjaTrader oleh Kraken senilai US$1,5 miliar, serta pengakuisisian Hidden Road oleh Ripple senilai US$1,25 miliar. Tren ini juga berlanjut hingga 2026, ditandai dengan Strive yang minggu ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan akuisisi Semler Scientific.

CEO CoinGecko Tegaskan Kekuatan dan Visi Jangka Panjang di Tengah Rumor Penjualan US$500 Juta

CEO dan co-founder CoinGecko, Bobby Ong, merilis pernyataan terkait pandangan platform tersebut. Ia menekankan kekuatan operasional dan terus berfokus pada transparansi serta pertumbuhan jangka panjang.

Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengatakan bahwa CoinGecko mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan penjualan.

Coingecko Tegaskan Visi Jangka Panjang di Tengah Laporan Potensi Penjualan

Laporan terbaru yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, menyebut CoinGecko, agregator data aset kripto independen, tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan dengan valuasi sekitar US$500.000.000.

Menurut sumber tersebut, perusahaan telah menunjuk bank investasi Moelis untuk memberikan saran dalam proses ini. Salah satu sumber menyampaikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan valuasi pasti. Mereka juga menambahkan bahwa prosesnya sendiri baru dimulai pada akhir tahun lalu.

Di tengah laporan tersebut, Ong menggunakan LinkedIn untuk menegaskan kembali kekuatan operasional dan prinsip inti CoinGecko.

“Setelah hampir 12 tahun membangun CoinGecko sebagai perusahaan bootstrap, pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa rencana ke depannya. Yang bisa saya bagikan hari ini adalah: CoinGecko beroperasi dari posisi yang kuat. Kami terus berkembang, menguntungkan, dan melihat permintaan yang meningkat dari institusi, seiring dengan semakin besarnya adopsi aset kripto oleh keuangan tradisional,” ujar Ong .

Ong juga menambahkan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai jalur strategis potensial, sambil menegaskan bahwa setiap pertimbangan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna maupun klien institusional.

“Seperti perusahaan yang dikelola dengan baik pada tahap ini, kami secara rutin mengevaluasi peluang strategis yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan kami dan memperkuat nilai yang kami berikan – baik kepada jutaan pengguna yang mengandalkan platform kami, maupun kepada basis klien korporat yang terus bertambah,” terang Ong.

Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap transparansi serta fokus pada penyediaan data aset kripto yang berkualitas tinggi dan tanpa bias tetap tidak berubah.

Eksekutif tersebut juga menyinggung perkembangan yang lebih luas di sektor kripto. Ia menyoroti kerangka regulasi yang semakin jelas dan meningkatnya partisipasi institusi, sekaligus menekankan bahwa CoinGecko tetap fokus pada para penggunanya dan pertumbuhan jangka panjang.

“Kami sangat antusias akan peluang ke depan dan tetap fokus melayani pengguna sekaligus terus membangun CoinGecko untuk jangka panjang,” tutur Ong.

Dengan demikian, jelas bahwa pernyataan sang pendiri tidak mengonfirmasi atau menyangkal penjualan CoinGecko. Pernyataan ini menekankan kekuatan keuangan, pertumbuhan, serta keterbukaan untuk mengevaluasi peluang strategis, tanpa memberikan sinyal bahwa ada transaksi yang direncanakan atau akan segera terjadi.

Sementara itu, industri aset kripto secara umum mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas merger dan akuisisi. Laporan terbaru dari Architect Partners menunjukkan bahwa aktivitas M&A kripto mencapai rekor baru pada 2025, dengan kesepakatan investasi aset kripto menyumbang 27,8% dari total aktivitas.

Aktivitas M&A Kripto | Sumber: Architect Partners

Transaksi besar yang tercatat, antara lain akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai US$2,9 miliar, pembelian NinjaTrader oleh Kraken senilai US$1,5 miliar, serta pengakuisisian Hidden Road oleh Ripple senilai US$1,25 miliar.

Tren ini juga berlanjut hingga 2026, ditandai dengan Strive yang minggu ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan akuisisi Semler Scientific.
Hanya Butuh 1 Bulan, Trader Crypto Ini “Sulap” Rp6 Juta Jadi Rp20 MiliarBayangkan “menyulap” US$370 (Rp6,25 juta) menjadi US$1,2 juta (Rp20,26 miliar) hanya dalam satu bulan. Inilah kisah gila seorang trader crypto yang berhasil memanfaatkan hype meme coin lebih awal dan, dengan demikian, menantang gravitasi pasar. Seorang Trader Membidik dengan Begitu Presisi Seorang trader crypto yang dikenal dengan nama Remusofmars berhasil mengubah investasi kecil senilai US$370 pada koin White Whale (WHITEWHALE), yang berbasis di blockchain Solana, menjadi lebih dari US$1,2 juta. Pembelian awal ini ia lakukan pada awal Desember 2025 dan saat itu mewakili sekitar 1,5% dari total pasokan token. Dalam waktu 24 jam saja, nilai portofolionya sudah melonjak ke US$6.200, atau naik sekitar 16 kali lipat. Lonjakan ini membuktikan betapa cepat sekaligus ekstremnya pergerakan harga di pasar spekulatif seperti meme coin. Perjalanan Remusofmars berlanjut dengan pengelolaan posisi yang strategis. Ketika kapitalisasi pasar crypto tersebut mencapai US$150 juta, ia memilih untuk merealisasikan cuan sebesar US$220.000. Namun, ia tetap mempertahankan eksposur besar, yakni sekitar US$930.000 dalam bentuk WHITEWHALE dan US$237.500 dalam USDC. Dengan begitu, total asetnya menembus US$1,2 juta. Baca Juga: Rugi Rp13,4 Miliar, Andrew Tate Dicap sebagai “Salah Satu Trader Kripto Terburuk” Setelah mendulang profit tersebut, Remusofmars menyatakan bahwa ia mempertahankan token tersebut bukan semata demi uang, melainkan karena keyakinan. Sebelum menjadi sangat menguntungkan, proyek ini sebenarnya sempat diliputi kontroversi. Kisahnya bermula dari sebuah skandal yang melibatkan trader lain dengan julukan “The White Whale”, yang akunnya di platform MEXC dibekukan karena dicurigai melakukan perdagangan otomatis (automated trading), sementara dana sekitar US$3 juta tertahan di dalamnya. Setelah gelombang protes publik, MEXC akhirnya mengakui kesalahan dan mengembalikan dana tersebut. Memanfaatkan popularitas yang meledak, The White Whale kemudian mengambil alih kendali proyek WHITEWHALE yang diluncurkan oleh komunitas di Solana. Ia dengan cepat mengamankan likuiditas token dan memperkenalkan insentif menarik bagi holder jangka panjang, mengubah meme coin sederhana menjadi salah satu performer paling mengesankan di ekosistem tersebut. Remusofmars pun melihat peluang besar dari situ. Kini, ia kembali mencuri perhatian dengan bertaruh penuh pada meme coin Gachapin. Apakah langkah ini akan kembali membuahkan hasil, hanya waktu yang bisa menjawab. Tempat yang Sama, Eldorado Baru? Kisah ini dengan sempurna menggambarkan demam meme coin yang tengah melanda pasar crypto, ibarat ladang emas baru. Pekan ini, pasar crypto secara keseluruhan mengalami kenaikan, tetapi koin-koin bernuansa humor justru menjadi yang paling unggul. Rata-rata, meme coin mencatat apresiasi sekitar 8,1%. PEPE memimpin dengan lonjakan 14,1%, Fartcoin naik 15,4%, serta Dogecoin yang tengah bersiap untuk reli lanjutan. Di jaringan Solana, kapitalisasi pasar sektor ini kini mencapai US$6,7 miliar, naik dari US$5,1 miliar pada awal 2025. Volume harian bahkan melampaui US$2,5 miliar, sementara platform seperti pump.fun terus mencetak rekor transaksi. Baca Juga: Grayscale Tambah 36 Altcoin ke Daftar Aset Pantauan untuk Q1 2026 Namun, ledakan ini datang bersama volatilitas yang sangat tinggi. Setelah tahun 2025 yang tergolong buruk, koreksi tajam tetap menjadi ancaman konstan. Changpeng Zhao, mantan CEO Binance, telah memperingatkan bahaya spekulasi yang berlebihan. Ia menekankan bahwa mengikuti tren token secara membabi buta sering kali berujung pada kerugian. Pasalnya, pasar sudah sangat jenuh. Sepanjang 2025, lebih dari 13 juta token menetas di Solana dan BNB Chain. Sekitar 99% di antaranya berakhir menjadi zombie coin atau rug pull, memicu kerugian hingga ratusan juta dolar. Karena itu, sebelum berinvestasi, investor perlu benar-benar memahami ke mana arah dan risiko yang diambil. Pesan moral: keberuntungan berpihak pada mereka yang berani (fortune favours the bold), tetapi khususnya kepada mereka yang melakukan riset dengan matang. Bagaimana pendapat Anda tentang rahasia di balik nasib mujur trader crypto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Hanya Butuh 1 Bulan, Trader Crypto Ini “Sulap” Rp6 Juta Jadi Rp20 Miliar

Bayangkan “menyulap” US$370 (Rp6,25 juta) menjadi US$1,2 juta (Rp20,26 miliar) hanya dalam satu bulan. Inilah kisah gila seorang trader crypto yang berhasil memanfaatkan hype meme coin lebih awal dan, dengan demikian, menantang gravitasi pasar.

Seorang Trader Membidik dengan Begitu Presisi

Seorang trader crypto yang dikenal dengan nama Remusofmars berhasil mengubah investasi kecil senilai US$370 pada koin White Whale (WHITEWHALE), yang berbasis di blockchain Solana, menjadi lebih dari US$1,2 juta. Pembelian awal ini ia lakukan pada awal Desember 2025 dan saat itu mewakili sekitar 1,5% dari total pasokan token.

Dalam waktu 24 jam saja, nilai portofolionya sudah melonjak ke US$6.200, atau naik sekitar 16 kali lipat. Lonjakan ini membuktikan betapa cepat sekaligus ekstremnya pergerakan harga di pasar spekulatif seperti meme coin.

Perjalanan Remusofmars berlanjut dengan pengelolaan posisi yang strategis. Ketika kapitalisasi pasar crypto tersebut mencapai US$150 juta, ia memilih untuk merealisasikan cuan sebesar US$220.000. Namun, ia tetap mempertahankan eksposur besar, yakni sekitar US$930.000 dalam bentuk WHITEWHALE dan US$237.500 dalam USDC. Dengan begitu, total asetnya menembus US$1,2 juta.

Baca Juga: Rugi Rp13,4 Miliar, Andrew Tate Dicap sebagai “Salah Satu Trader Kripto Terburuk”

Setelah mendulang profit tersebut, Remusofmars menyatakan bahwa ia mempertahankan token tersebut bukan semata demi uang, melainkan karena keyakinan. Sebelum menjadi sangat menguntungkan, proyek ini sebenarnya sempat diliputi kontroversi.

Kisahnya bermula dari sebuah skandal yang melibatkan trader lain dengan julukan “The White Whale”, yang akunnya di platform MEXC dibekukan karena dicurigai melakukan perdagangan otomatis (automated trading), sementara dana sekitar US$3 juta tertahan di dalamnya. Setelah gelombang protes publik, MEXC akhirnya mengakui kesalahan dan mengembalikan dana tersebut.

Memanfaatkan popularitas yang meledak, The White Whale kemudian mengambil alih kendali proyek WHITEWHALE yang diluncurkan oleh komunitas di Solana. Ia dengan cepat mengamankan likuiditas token dan memperkenalkan insentif menarik bagi holder jangka panjang, mengubah meme coin sederhana menjadi salah satu performer paling mengesankan di ekosistem tersebut.

Remusofmars pun melihat peluang besar dari situ. Kini, ia kembali mencuri perhatian dengan bertaruh penuh pada meme coin Gachapin. Apakah langkah ini akan kembali membuahkan hasil, hanya waktu yang bisa menjawab.

Tempat yang Sama, Eldorado Baru?

Kisah ini dengan sempurna menggambarkan demam meme coin yang tengah melanda pasar crypto, ibarat ladang emas baru. Pekan ini, pasar crypto secara keseluruhan mengalami kenaikan, tetapi koin-koin bernuansa humor justru menjadi yang paling unggul.

Rata-rata, meme coin mencatat apresiasi sekitar 8,1%. PEPE memimpin dengan lonjakan 14,1%, Fartcoin naik 15,4%, serta Dogecoin yang tengah bersiap untuk reli lanjutan. Di jaringan Solana, kapitalisasi pasar sektor ini kini mencapai US$6,7 miliar, naik dari US$5,1 miliar pada awal 2025. Volume harian bahkan melampaui US$2,5 miliar, sementara platform seperti pump.fun terus mencetak rekor transaksi.

Baca Juga: Grayscale Tambah 36 Altcoin ke Daftar Aset Pantauan untuk Q1 2026

Namun, ledakan ini datang bersama volatilitas yang sangat tinggi. Setelah tahun 2025 yang tergolong buruk, koreksi tajam tetap menjadi ancaman konstan. Changpeng Zhao, mantan CEO Binance, telah memperingatkan bahaya spekulasi yang berlebihan. Ia menekankan bahwa mengikuti tren token secara membabi buta sering kali berujung pada kerugian.

Pasalnya, pasar sudah sangat jenuh. Sepanjang 2025, lebih dari 13 juta token menetas di Solana dan BNB Chain. Sekitar 99% di antaranya berakhir menjadi zombie coin atau rug pull, memicu kerugian hingga ratusan juta dolar. Karena itu, sebelum berinvestasi, investor perlu benar-benar memahami ke mana arah dan risiko yang diambil.

Pesan moral: keberuntungan berpihak pada mereka yang berani (fortune favours the bold), tetapi khususnya kepada mereka yang melakukan riset dengan matang.

Bagaimana pendapat Anda tentang rahasia di balik nasib mujur trader crypto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Crypto Whale Tingkatkan Akumulasi Chainlink setelah Exchange-Traded Fund (ETF) LINK Kedua Resmi M...Para crypto whale sedang menambah eksposur mereka ke Chainlink (LINK) seiring masuknya exchange-traded fund (ETF) spot kedua yang berhubungan dengan altcoin ini ke pasar minggu ini. Peningkatan aktivitas institusi dan holder besar menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan terhadap prospek Chainlink. Meski begitu, LINK mengalami penurunan lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren penurunan pasar secara umum. Bitwise Chainlink ETF Debut Dengan Arus Masuk US$2,59 Juta Bitwise Chainlink ETF (kode: CLNK) mulai diperdagangkan di NYSE Arca pada 14 Januari. CLNK memiliki biaya manajemen sebesar 0,34%. tapi, Bitwise menggratiskan biaya ini selama tiga bulan pertama untuk aset hingga US$500 juta. “Chainlink menyediakan infrastruktur oracle penting yang menjembatani kesenjangan itu, mendukung manajemen risiko dan pengambilan keputusan finansial yang diperlukan untuk adopsi mainstream. Dengan CLNK, investor kini memiliki cara baru untuk berinvestasi di lapisan fundamental ekonomi blockchain ini,” terang Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise . Berdasarkan data dari SoSoValue, pada hari pembukaan terjadi arus bersih masuk senilai US$2,59 juta. Nilai aset bersih dana naik menjadi US$5,18 juta, dengan volume transaksi sebesar US$3,24 juta. Peluncuran ini menjadi ETF spot LINK kedua di AS yang langsung terhubung ke LINK. Grayscale Chainlink Trust ETF (GLNK), yang debut awal Desember, berhasil menarik arus masuk US$37,05 juta pada hari pertamanya. Dibandingkan, arus masuk awal Bitwise terlihat lebih kecil. Walaupun demikian, peluncuran ETF ini berhasil mendorong total aset bersih LINK ETF menjadi US$95,87 juta, semakin mendekati angka US$100 juta. Performa ETF Chainlink | Sumber: SoSoValue Whale LINK Tingkatkan Akumulasi Di luar minat institusi, Chainlink juga menarik atensi para crypto whale. Data on-chain memperlihatkan bahwa satu wallet whale (0x10D9) menarik 139.950 LINK dari Binance, senilai sekitar US$1,96 juta. Langkah ini mengikuti fase akumulasi sebelumnya, di mana wallet yang sama menarik 202.607 LINK senilai sekitar US$2,7 juta dari exchange tersebut. “Kini whale tersebut memegang 342.557 $LINK bernilai US$4,81 juta yang diakumulasi dalam 2 hari terakhir,” cuit Onchain Lens . Selain itu, Onchain Lens juga menyoroti wallet whale lain, 0xb59, yang menarik 207.328 LINK senilai sekitar US$2,78 juta pada 12 Januari. Peningkatan minat whale bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. BeInCrypto melaporkan pekan lalu bahwa holder besar sedang mengakumulasi LINK dalam jumlah besar. Merujuk pada data Nansen , saldo wallet whale meningkat 1,37% selama seminggu terakhir, sementara saldo LINK di exchange turun 1% pada periode yang sama. Perbedaan tren ini menunjukkan investor besar sedang memindahkan token dari exchange ke wallet sendiri, pola umum yang sering dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang dibandingkan aktivitas trading jangka pendek. Performa Harga Chainlink (LINK) | Sumber: BeInCrypto Markets Meski begitu, tekanan pasar secara umum masih membebani LINK. Data dari BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa altcoin ini turun 1,2% dalam sehari terakhir. Pada waktu publikasi, LINK diperdagangkan di US$13,8.

Crypto Whale Tingkatkan Akumulasi Chainlink setelah Exchange-Traded Fund (ETF) LINK Kedua Resmi M...

Para crypto whale sedang menambah eksposur mereka ke Chainlink (LINK) seiring masuknya exchange-traded fund (ETF) spot kedua yang berhubungan dengan altcoin ini ke pasar minggu ini.

Peningkatan aktivitas institusi dan holder besar menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan terhadap prospek Chainlink. Meski begitu, LINK mengalami penurunan lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren penurunan pasar secara umum.

Bitwise Chainlink ETF Debut Dengan Arus Masuk US$2,59 Juta

Bitwise Chainlink ETF (kode: CLNK) mulai diperdagangkan di NYSE Arca pada 14 Januari. CLNK memiliki biaya manajemen sebesar 0,34%. tapi, Bitwise menggratiskan biaya ini selama tiga bulan pertama untuk aset hingga US$500 juta.

“Chainlink menyediakan infrastruktur oracle penting yang menjembatani kesenjangan itu, mendukung manajemen risiko dan pengambilan keputusan finansial yang diperlukan untuk adopsi mainstream. Dengan CLNK, investor kini memiliki cara baru untuk berinvestasi di lapisan fundamental ekonomi blockchain ini,” terang Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise .

Berdasarkan data dari SoSoValue, pada hari pembukaan terjadi arus bersih masuk senilai US$2,59 juta. Nilai aset bersih dana naik menjadi US$5,18 juta, dengan volume transaksi sebesar US$3,24 juta.

Peluncuran ini menjadi ETF spot LINK kedua di AS yang langsung terhubung ke LINK. Grayscale Chainlink Trust ETF (GLNK), yang debut awal Desember, berhasil menarik arus masuk US$37,05 juta pada hari pertamanya.

Dibandingkan, arus masuk awal Bitwise terlihat lebih kecil. Walaupun demikian, peluncuran ETF ini berhasil mendorong total aset bersih LINK ETF menjadi US$95,87 juta, semakin mendekati angka US$100 juta.

Performa ETF Chainlink | Sumber: SoSoValue Whale LINK Tingkatkan Akumulasi

Di luar minat institusi, Chainlink juga menarik atensi para crypto whale. Data on-chain memperlihatkan bahwa satu wallet whale (0x10D9) menarik 139.950 LINK dari Binance, senilai sekitar US$1,96 juta.

Langkah ini mengikuti fase akumulasi sebelumnya, di mana wallet yang sama menarik 202.607 LINK senilai sekitar US$2,7 juta dari exchange tersebut.

“Kini whale tersebut memegang 342.557 $LINK bernilai US$4,81 juta yang diakumulasi dalam 2 hari terakhir,” cuit Onchain Lens .

Selain itu, Onchain Lens juga menyoroti wallet whale lain, 0xb59, yang menarik 207.328 LINK senilai sekitar US$2,78 juta pada 12 Januari.

Peningkatan minat whale bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. BeInCrypto melaporkan pekan lalu bahwa holder besar sedang mengakumulasi LINK dalam jumlah besar. Merujuk pada data Nansen , saldo wallet whale meningkat 1,37% selama seminggu terakhir, sementara saldo LINK di exchange turun 1% pada periode yang sama.

Perbedaan tren ini menunjukkan investor besar sedang memindahkan token dari exchange ke wallet sendiri, pola umum yang sering dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang dibandingkan aktivitas trading jangka pendek.

Performa Harga Chainlink (LINK) | Sumber: BeInCrypto Markets

Meski begitu, tekanan pasar secara umum masih membebani LINK. Data dari BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa altcoin ini turun 1,2% dalam sehari terakhir. Pada waktu publikasi, LINK diperdagangkan di US$13,8.
Apa yang Mendorong Reli Internet Computer (ICP) Hampir 40%?Internet Computer (ICP) melonjak lebih dari 39% dalam sepekan terakhir, melampaui aset kripto utama lainnya karena investor merespons perilisan whitepaper MISSION70 terbaru. Dokumen ini mengusulkan pembaruan menyeluruh untuk menurunkan inflasi sedikitnya 70% hingga akhir 2026. Target ini akan dicapai melalui kombinasi percepatan permintaan dan pengurangan suplai. Internet Computer Menjadi Top Gainer Harian di Tengah Pemulihan Pasar Aset Kripto yang Lebih Luas ICP kini menjadi salah satu performa terbaik di pasar aset kripto. Data dari CoinGecko memperlihatkan ICP membukukan kenaikan hampir 26% dalam 24 jam terakhir, menempatkan token ini di posisi teratas dalam leaderboard harian di antara 100 aset kripto terbesar. Reli ini merupakan bagian dari tren kenaikan yang lebih luas sejak awal pekan. Altcoin ini memasuki tahun 2026 sejalan dengan pasar aset kripto secara keseluruhan, dan sempat mengalami kenaikan sebelum koreksi singkat. Tapi, momentum berubah lagi pekan ini. Aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kembali bergerak naik, sehingga optimisme pasar secara luas pun pulih. Sentimen positif ini turut menopang pergerakan harga ICP, sementara perkembangan di ekosistem Internet Computer juga ikut mendorong reli, menambah kepercayaan investor pada fundamental jaringan tersebut. “Internet Computer memimpin aset large cap selama sepekan terakhir dengan kenaikan market cap +39%,” tulis Santiment . Performa Harga Internet Computer (ICP) | Sumber: TradingView Whitepaper Mission 70 Jelaskan Strategi Ganda untuk Kurangi Inflasi Token ICP Tim DFINITY merilis whitepaper MISSION70 pada 13 Januari 2026. Dokumen ini menjelaskan pendekatan ganda untuk menurunkan tingkat inflasi ICP. Strateginya menggabungkan aksi dari sisi suplai dan permintaan, dengan tujuan penurunan inflasi token sebesar 70% hingga akhir tahun. Reformasi di sisi suplai akan berkontribusi pada 44% dari total penurunan. Perubahan ini meliputi penurunan reward voting, reward node provider, pembatasan reward pool, serta memperkenalkan mekanisme modulasai maturity yang lebih sederhana. Whitepaper ini menyoroti bahwa reward node provider saat ini jauh melampaui biaya infrastruktur dasar, sehingga masih ada ruang untuk pemangkasan tanpa mengorbankan keamanan jaringan. “Kami memperkirakan langkah sisi suplai akan menurunkan proses pencetakan ICP dari 9,72% (Januari 2026) menjadi 5,42% (Januari 2027), atau turun 44%. DFINITY yakin target Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% bisa terlampaui dengan gabungan upaya sisi suplai dan percepatan permintaan,” bunyi dokumen tersebut. Sisa penurunan 26% membutuhkan peningkatan aktivitas jaringan. DFINITY berencana mendorong permintaan lewat aplikasi on-chain berbasis AI serta produk cloud engine baru. Whitepaper tersebut memperkirakan bahwa semakin banyaknya penggunaan akan membakar lebih banyak ICP lewat biaya komputasi, sehingga bisa menciptakan tekanan deflasi pada token. “Untuk mencapai target keseluruhan Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% (dari 9,72% ke 2,92%), dibutuhkan tambahan dampak permintaan sebesar 26% di luar penurunan 44% dari sisi suplai. Pada level harga saat ini, diperlukan peningkatan cycle burn rate dari 0,05 XDR per detik menjadi 0,77 XDR per detik,” tambah tim tersebut. Respons Pasar dan Data On-Chain Tunjukkan Kepercayaan Kuat Di sisi lain, kenaikan harga ICP juga diiringi aktivitas on-chain yang menonjol. Data Nansen memperlihatkan saldo ICP di exchange turun lebih dari 58% dalam 24 jam terakhir. Arus keluar tajam semacam ini biasanya menandakan para holder memindahkan token dari exchange, yang biasanya berkorelasi dengan penurunan tekanan jual jangka pendek. Saldo ICP di Exchange | Sumber: Nansen Pemanfaatan jaringan juga terus naik. Menurut Chainspect, Internet Computer memproses sekitar 90 juta transaksi dalam satu hari, menandai aktivitas harian tertinggi jaringan tersebut dalam lebih dari satu bulan. Dari sisi teknikal, analis masih optimistis terhadap prospek ICP. Beberapa pihak melihat ada kemiripan dengan struktur harga bulan November 2025, sehingga jika momentum bertahan, aset ini bisa mencoba pergerakan naik serupa. Ketika Internet Computer memasuki periode penting ini, pasar aset kripto akan memperhatikan apakah DFINITY benar-benar bisa menghadirkan perubahan ekonomi ini. Waktu mendatang akan membuktikan apakah reli harga ini menandakan perubahan yang bertahan lama atau hanya reaksi terhadap perkembangan yang sudah diantisipasi.

Apa yang Mendorong Reli Internet Computer (ICP) Hampir 40%?

Internet Computer (ICP) melonjak lebih dari 39% dalam sepekan terakhir, melampaui aset kripto utama lainnya karena investor merespons perilisan whitepaper MISSION70 terbaru.

Dokumen ini mengusulkan pembaruan menyeluruh untuk menurunkan inflasi sedikitnya 70% hingga akhir 2026. Target ini akan dicapai melalui kombinasi percepatan permintaan dan pengurangan suplai.

Internet Computer Menjadi Top Gainer Harian di Tengah Pemulihan Pasar Aset Kripto yang Lebih Luas

ICP kini menjadi salah satu performa terbaik di pasar aset kripto. Data dari CoinGecko memperlihatkan ICP membukukan kenaikan hampir 26% dalam 24 jam terakhir, menempatkan token ini di posisi teratas dalam leaderboard harian di antara 100 aset kripto terbesar.

Reli ini merupakan bagian dari tren kenaikan yang lebih luas sejak awal pekan. Altcoin ini memasuki tahun 2026 sejalan dengan pasar aset kripto secara keseluruhan, dan sempat mengalami kenaikan sebelum koreksi singkat.

Tapi, momentum berubah lagi pekan ini. Aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kembali bergerak naik, sehingga optimisme pasar secara luas pun pulih.

Sentimen positif ini turut menopang pergerakan harga ICP, sementara perkembangan di ekosistem Internet Computer juga ikut mendorong reli, menambah kepercayaan investor pada fundamental jaringan tersebut.

“Internet Computer memimpin aset large cap selama sepekan terakhir dengan kenaikan market cap +39%,” tulis Santiment .

Performa Harga Internet Computer (ICP) | Sumber: TradingView Whitepaper Mission 70 Jelaskan Strategi Ganda untuk Kurangi Inflasi Token ICP

Tim DFINITY merilis whitepaper MISSION70 pada 13 Januari 2026. Dokumen ini menjelaskan pendekatan ganda untuk menurunkan tingkat inflasi ICP. Strateginya menggabungkan aksi dari sisi suplai dan permintaan, dengan tujuan penurunan inflasi token sebesar 70% hingga akhir tahun.

Reformasi di sisi suplai akan berkontribusi pada 44% dari total penurunan. Perubahan ini meliputi penurunan reward voting, reward node provider, pembatasan reward pool, serta memperkenalkan mekanisme modulasai maturity yang lebih sederhana.

Whitepaper ini menyoroti bahwa reward node provider saat ini jauh melampaui biaya infrastruktur dasar, sehingga masih ada ruang untuk pemangkasan tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

“Kami memperkirakan langkah sisi suplai akan menurunkan proses pencetakan ICP dari 9,72% (Januari 2026) menjadi 5,42% (Januari 2027), atau turun 44%. DFINITY yakin target Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% bisa terlampaui dengan gabungan upaya sisi suplai dan percepatan permintaan,” bunyi dokumen tersebut.

Sisa penurunan 26% membutuhkan peningkatan aktivitas jaringan. DFINITY berencana mendorong permintaan lewat aplikasi on-chain berbasis AI serta produk cloud engine baru.

Whitepaper tersebut memperkirakan bahwa semakin banyaknya penggunaan akan membakar lebih banyak ICP lewat biaya komputasi, sehingga bisa menciptakan tekanan deflasi pada token.

“Untuk mencapai target keseluruhan Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% (dari 9,72% ke 2,92%), dibutuhkan tambahan dampak permintaan sebesar 26% di luar penurunan 44% dari sisi suplai. Pada level harga saat ini, diperlukan peningkatan cycle burn rate dari 0,05 XDR per detik menjadi 0,77 XDR per detik,” tambah tim tersebut.

Respons Pasar dan Data On-Chain Tunjukkan Kepercayaan Kuat

Di sisi lain, kenaikan harga ICP juga diiringi aktivitas on-chain yang menonjol. Data Nansen memperlihatkan saldo ICP di exchange turun lebih dari 58% dalam 24 jam terakhir.

Arus keluar tajam semacam ini biasanya menandakan para holder memindahkan token dari exchange, yang biasanya berkorelasi dengan penurunan tekanan jual jangka pendek.

Saldo ICP di Exchange | Sumber: Nansen

Pemanfaatan jaringan juga terus naik. Menurut Chainspect, Internet Computer memproses sekitar 90 juta transaksi dalam satu hari, menandai aktivitas harian tertinggi jaringan tersebut dalam lebih dari satu bulan.

Dari sisi teknikal, analis masih optimistis terhadap prospek ICP. Beberapa pihak melihat ada kemiripan dengan struktur harga bulan November 2025, sehingga jika momentum bertahan, aset ini bisa mencoba pergerakan naik serupa.

Ketika Internet Computer memasuki periode penting ini, pasar aset kripto akan memperhatikan apakah DFINITY benar-benar bisa menghadirkan perubahan ekonomi ini. Waktu mendatang akan membuktikan apakah reli harga ini menandakan perubahan yang bertahan lama atau hanya reaksi terhadap perkembangan yang sudah diantisipasi.
Harga Monero Capai All-Time High setelah Breakout 60 Persen, Ini AlasannyaMonero (XMR) melonjak ke rekor harga tertinggi baru pada hari Rabu, menembus level US$797 karena investor berbondong-bondong membeli aset kripto yang berfokus pada privasi. Reli ini menutup kenaikan selama sepekan yang mengangkat XMR lebih dari 50%, sehingga menjadi salah satu aset kripto dengan performa terkuat di pasar. Kenaikan ini mendorong nilai pasar Monero di atas US$13 miliar dan sempat menempatkannya di jajaran 15 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Volume transaksi juga melonjak karena pembeli berlomba-lomba mendapatkan eksposur. Meningkatnya Permintaan untuk Privasi Keuangan Pendorong utama reli ini adalah lonjakan permintaan privasi keuangan. Di berbagai pasar utama, regulator memperketat aturan KYC dan anti-pencucian uang. Hal ini membuat transaksi anonim semakin sulit dilakukan di sebagian besar blockchain. Karena itu, semakin banyak pengguna beralih ke aset kripto yang menyembunyikan saldo wallet, jumlah transaksi, serta identitas pengirim. Monero tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling teruji dalam kategori ini. Monero Rekor Tertinggi Hampir US$800 pada 14 Januari | Sumber: CoinGecko Secara paradoks, larangan dan pembatasan justru memicu reli alih-alih menghentikannya. Pada awal pekan ini, regulator keuangan Dubai melarang exchange di Dubai International Financial Centre untuk melakukan listing atau mempromosikan privacy coin. Selain itu, Uni Eropa sedang menyiapkan regulasi yang akan melarang akun kripto anonim dan privacy token mulai 2027. Bukannya membunuh permintaan, langkah-langkah tersebut justru memicu aksi beli lebih awal. Investor ramai-ramai membeli aset privasi sebelum akses semakin terbatas. Modal Berpindah dari Zcash Monero juga diuntungkan dari gejolak di ekosistem Zcash. Zcash, pesaing terdekatnya di ranah privacy coin, kehilangan momentum setelah terjadi perselisihan tata kelola dan keluarnya tim pengembang inti mereka. Saat kepercayaan memudar, trader mengalihkan modal ke Monero yang dipandang lebih terdesentralisasi dan tidak terlalu bergantung pada satu foundation. Pergeseran ini semakin memicu breakout XMR. Monero juga berhasil melewati level resistance dalam beberapa tahun terakhir di grafik. Setelah menembus kisaran US$600–US$650, trader sistematik dan dana berbasis momentum ikut masuk ke pasar. Minat di media sosial melonjak dan likuiditas pun meningkat. Hal ini menciptakan umpan balik pembelian yang mendorong harga mendekati US$700. Drama CLARITY Act Dorong Reli Debat kebijakan kripto di AS juga mungkin membantu narasi soal privasi. Revisi CLARITY Act di Senat akan memperluas pengawasan finansial, memperkuat kewajiban pelaporan, dan memberi regulator akses lebih luas ke data transaksi di berbagai exchange dan platform DeFi. Walaupun rancangan undang-undang ini tidak langsung menargetkan privacy coin, beleid itu memperkuat kekhawatiran bahwa aktivitas on-chain akan semakin mudah diawasi pemerintah. Kondisi ini membuat aset yang menjaga privasi semakin menarik, bahkan bagi pengguna yang tidak melakukan aktivitas ilegal sekalipun. Monero kini menghadapi resistance teknikal yang kuat di sekitar US$700. Koreksi jangka pendek kemungkinan terjadi setelah kenaikan tajam seperti ini. Meski begitu, tren dasarnya sudah jelas. Ketika pemerintah memperketat pengawasan dan membatasi anonimitas, permintaan akan privasi keuangan terus naik. Untuk saat ini, Monero masih menjadi pihak yang paling diuntungkan di pasar.

Harga Monero Capai All-Time High setelah Breakout 60 Persen, Ini Alasannya

Monero (XMR) melonjak ke rekor harga tertinggi baru pada hari Rabu, menembus level US$797 karena investor berbondong-bondong membeli aset kripto yang berfokus pada privasi. Reli ini menutup kenaikan selama sepekan yang mengangkat XMR lebih dari 50%, sehingga menjadi salah satu aset kripto dengan performa terkuat di pasar.

Kenaikan ini mendorong nilai pasar Monero di atas US$13 miliar dan sempat menempatkannya di jajaran 15 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Volume transaksi juga melonjak karena pembeli berlomba-lomba mendapatkan eksposur.

Meningkatnya Permintaan untuk Privasi Keuangan

Pendorong utama reli ini adalah lonjakan permintaan privasi keuangan. Di berbagai pasar utama, regulator memperketat aturan KYC dan anti-pencucian uang. Hal ini membuat transaksi anonim semakin sulit dilakukan di sebagian besar blockchain.

Karena itu, semakin banyak pengguna beralih ke aset kripto yang menyembunyikan saldo wallet, jumlah transaksi, serta identitas pengirim. Monero tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling teruji dalam kategori ini.

Monero Rekor Tertinggi Hampir US$800 pada 14 Januari | Sumber: CoinGecko

Secara paradoks, larangan dan pembatasan justru memicu reli alih-alih menghentikannya.

Pada awal pekan ini, regulator keuangan Dubai melarang exchange di Dubai International Financial Centre untuk melakukan listing atau mempromosikan privacy coin.

Selain itu, Uni Eropa sedang menyiapkan regulasi yang akan melarang akun kripto anonim dan privacy token mulai 2027.

Bukannya membunuh permintaan, langkah-langkah tersebut justru memicu aksi beli lebih awal. Investor ramai-ramai membeli aset privasi sebelum akses semakin terbatas.

Modal Berpindah dari Zcash

Monero juga diuntungkan dari gejolak di ekosistem Zcash.

Zcash, pesaing terdekatnya di ranah privacy coin, kehilangan momentum setelah terjadi perselisihan tata kelola dan keluarnya tim pengembang inti mereka.

Saat kepercayaan memudar, trader mengalihkan modal ke Monero yang dipandang lebih terdesentralisasi dan tidak terlalu bergantung pada satu foundation.

Pergeseran ini semakin memicu breakout XMR.

Monero juga berhasil melewati level resistance dalam beberapa tahun terakhir di grafik. Setelah menembus kisaran US$600–US$650, trader sistematik dan dana berbasis momentum ikut masuk ke pasar.

Minat di media sosial melonjak dan likuiditas pun meningkat. Hal ini menciptakan umpan balik pembelian yang mendorong harga mendekati US$700.

Drama CLARITY Act Dorong Reli

Debat kebijakan kripto di AS juga mungkin membantu narasi soal privasi.

Revisi CLARITY Act di Senat akan memperluas pengawasan finansial, memperkuat kewajiban pelaporan, dan memberi regulator akses lebih luas ke data transaksi di berbagai exchange dan platform DeFi.

Walaupun rancangan undang-undang ini tidak langsung menargetkan privacy coin, beleid itu memperkuat kekhawatiran bahwa aktivitas on-chain akan semakin mudah diawasi pemerintah.

Kondisi ini membuat aset yang menjaga privasi semakin menarik, bahkan bagi pengguna yang tidak melakukan aktivitas ilegal sekalipun.

Monero kini menghadapi resistance teknikal yang kuat di sekitar US$700. Koreksi jangka pendek kemungkinan terjadi setelah kenaikan tajam seperti ini.

Meski begitu, tren dasarnya sudah jelas. Ketika pemerintah memperketat pengawasan dan membatasi anonimitas, permintaan akan privasi keuangan terus naik. Untuk saat ini, Monero masih menjadi pihak yang paling diuntungkan di pasar.
Coinbase Tarik Dukungan untuk CLARITY Act setelah Senat Melakukan RevisiCEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan pada Selasa malam bahwa perusahaannya tidak bisa lagi mendukung versi RUU struktur pasar aset kripto di Senat AS setelah para legislator memperkenalkan perubahan besar pada CLARITY Act. Ia menyampaikan bahwa draft Komite Perbankan Senat “merusak bagian-bagian penting dari struktur pasar” dan menciptakan risiko untuk saham tokenisasi, DeFi, stablecoin, serta pasar aset kripto yang terbuka. CLARITY Act Baru Saja Berubah Coinbase menarik dukungannya hanya beberapa jam sebelum Senat dijadwalkan untuk membawa RUU tersebut ke tahap markup komite. Pada saat yang sama, terdapat laporan yang belum dikonfirmasi beredar di lingkungan Capitol Hill bahwa markup yang dijadwalkan untuk esok hari bisa saja dibatalkan setelah langkah Coinbase tersebut. Laporan ini masih berupa rumor, namun menunjukkan risiko politik yang semakin besar seputar RUU ini. Armstrong memaparkan ada empat kekhawatiran utama dalam pernyataannya. Pelarangan de facto terhadap saham tokenisasi berarti instrumen keuangan dan saham berbasis blockchain tidak bisa diperdagangkan secara bebas di infrastruktur aset kripto. CEO Coinbase menilai bahwa RUU ini memperluas akses pemerintah terhadap data transaksi DeFi dengan mendorong protokol terdesentralisasi masuk ke dalam rezim Bank Secrecy Act dan anti pencucian uang. Penting dipahami bahwa perubahan terbaru memperluas kendali SEC atas pasar aset kripto. Ini berpotensi membawa masalah era Gensler kembali ke industri ini. Terakhir, ia menyebutkan bahwa draft ini memiliki ketentuan stablecoin dan perbankan yang mengizinkan bank untuk membatasi persaingan dan mengurangi insentif murni dari dunia kripto. Apa yang Berubah di Rewrite Senat Komite Perbankan Senat tidak melakukan voting pada CLARITY Act yang sudah disetujui DPR. Sebaliknya, mereka menggunakan penulisan ulang secara penuh yang dikenal sebagai “amendment in the nature of a substitute.” Draft tersebut membuat beberapa perubahan besar dalam cara pengaturan pasar aset kripto di AS. Berikut perbandingan sederhana mengenai apa saja yang berubah. CLARITY Act Asli vs Penulisan Ulang oleh Senat Coinbase merupakan exchange kripto teregulasi terbesar di Amerika Serikat dan menjadi salah satu suara paling aktif di dunia kebijakan industri ini di Washington. Penarikan dukungan secara terbuka ini memberi sinyal pada para legislator bahwa RUU tersebut mungkin sudah tidak mendapat dukungan dari industri di momen krusial. Hal ini penting karena Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian Senat memerlukan dukungan bipartisan untuk meloloskan RUU tersebut ke tahap berikutnya. Apa yang Terjadi Selanjutnya untuk CLARITY Act? Senat sebelumnya diperkirakan akan memulai markup komite pekan ini, yaitu saat para pembuat undang-undang secara resmi membahas dan melakukan voting atas amandemen. namun, setelah pernyataan Coinbase tersebut, beberapa pihak yang dekat dengan kebijakan kini menyebut pimpinan mungkin akan menunda atau membatalkan markup guna menghindari kegagalan dukungan secara terbuka. Untuk saat ini, RUU masih belum pasti. Tapi, persaingan seputar siapa yang mengendalikan aset kripto, stablecoin, dan DeFi di Amerika Serikat jelas sudah memasuki tahap yang paling rapuh sejauh ini.

Coinbase Tarik Dukungan untuk CLARITY Act setelah Senat Melakukan Revisi

CEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan pada Selasa malam bahwa perusahaannya tidak bisa lagi mendukung versi RUU struktur pasar aset kripto di Senat AS setelah para legislator memperkenalkan perubahan besar pada CLARITY Act.

Ia menyampaikan bahwa draft Komite Perbankan Senat “merusak bagian-bagian penting dari struktur pasar” dan menciptakan risiko untuk saham tokenisasi, DeFi, stablecoin, serta pasar aset kripto yang terbuka.

CLARITY Act Baru Saja Berubah

Coinbase menarik dukungannya hanya beberapa jam sebelum Senat dijadwalkan untuk membawa RUU tersebut ke tahap markup komite.

Pada saat yang sama, terdapat laporan yang belum dikonfirmasi beredar di lingkungan Capitol Hill bahwa markup yang dijadwalkan untuk esok hari bisa saja dibatalkan setelah langkah Coinbase tersebut.

Laporan ini masih berupa rumor, namun menunjukkan risiko politik yang semakin besar seputar RUU ini.

Armstrong memaparkan ada empat kekhawatiran utama dalam pernyataannya. Pelarangan de facto terhadap saham tokenisasi berarti instrumen keuangan dan saham berbasis blockchain tidak bisa diperdagangkan secara bebas di infrastruktur aset kripto.

CEO Coinbase menilai bahwa RUU ini memperluas akses pemerintah terhadap data transaksi DeFi dengan mendorong protokol terdesentralisasi masuk ke dalam rezim Bank Secrecy Act dan anti pencucian uang.

Penting dipahami bahwa perubahan terbaru memperluas kendali SEC atas pasar aset kripto. Ini berpotensi membawa masalah era Gensler kembali ke industri ini.

Terakhir, ia menyebutkan bahwa draft ini memiliki ketentuan stablecoin dan perbankan yang mengizinkan bank untuk membatasi persaingan dan mengurangi insentif murni dari dunia kripto.

Apa yang Berubah di Rewrite Senat

Komite Perbankan Senat tidak melakukan voting pada CLARITY Act yang sudah disetujui DPR. Sebaliknya, mereka menggunakan penulisan ulang secara penuh yang dikenal sebagai “amendment in the nature of a substitute.”

Draft tersebut membuat beberapa perubahan besar dalam cara pengaturan pasar aset kripto di AS.

Berikut perbandingan sederhana mengenai apa saja yang berubah.

CLARITY Act Asli vs Penulisan Ulang oleh Senat

Coinbase merupakan exchange kripto teregulasi terbesar di Amerika Serikat dan menjadi salah satu suara paling aktif di dunia kebijakan industri ini di Washington.

Penarikan dukungan secara terbuka ini memberi sinyal pada para legislator bahwa RUU tersebut mungkin sudah tidak mendapat dukungan dari industri di momen krusial.

Hal ini penting karena Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian Senat memerlukan dukungan bipartisan untuk meloloskan RUU tersebut ke tahap berikutnya.

Apa yang Terjadi Selanjutnya untuk CLARITY Act?

Senat sebelumnya diperkirakan akan memulai markup komite pekan ini, yaitu saat para pembuat undang-undang secara resmi membahas dan melakukan voting atas amandemen.

namun, setelah pernyataan Coinbase tersebut, beberapa pihak yang dekat dengan kebijakan kini menyebut pimpinan mungkin akan menunda atau membatalkan markup guna menghindari kegagalan dukungan secara terbuka.

Untuk saat ini, RUU masih belum pasti. Tapi, persaingan seputar siapa yang mengendalikan aset kripto, stablecoin, dan DeFi di Amerika Serikat jelas sudah memasuki tahap yang paling rapuh sejauh ini.
Haruskah Pengguna Exchange Terpusat Khawatir dengan Kemajuan Deepfake?Pemakaian alat berbasis AI yang makin marak untuk membuat konten deepfake telah memunculkan kembali kekhawatiran soal keamanan publik. Ketika teknologi ini semakin canggih dan mudah diakses banyak orang, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keandalan sistem verifikasi identitas visual yang dipakai oleh exchange terpusat. Pemerintah Bergerak untuk Membatasi Deepfake Video-video yang menipu kini tersebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, sehingga menambah kekhawatiran tentang gelombang baru disinformasi serta konten palsu. Penyalahgunaan teknologi ini yang makin meluas semakin merusak keamanan publik dan integritas pribadi. Tingkat permasalahan ini kian meningkat, karena pemerintah di seluruh dunia mulai membuat undang-undang untuk melarang penggunaan deepfake. Pada pekan ini, Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang membatasi akses ke Grok, chatbot kecerdasan buatan buatan xAI milik Elon Musk. Pihak berwenang mengatakan keputusan ini diambil karena kekhawatiran atas penyalahgunaan Grok untuk membuat gambar eksplisit seksual tanpa persetujuan. Jaksa Agung California, Rob Bonta, juga mengambil langkah serupa. Pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa kantornya sedang menyelidiki sejumlah laporan terkait gambar seksual tanpa persetujuan yang menampilkan orang sungguhan. “Materi ini, yang menggambarkan perempuan dan anak di situasi telanjang dan eksplisit secara seksual, telah digunakan untuk melecehkan orang di internet. Saya mendesak xAI untuk segera bertindak agar penyebaran ini berhenti,” ujar Bonta dalam sebuah pernyataan. Berbeda dengan deepfake generasi awal, alat-alat terbaru kini dapat merespons permintaan secara dinamis bahkan meniru gerakan wajah dan sinkronisasi ucapan secara alami dengan sangat meyakinkan. Akibatnya, pemeriksaan dasar seperti mengedipkan mata, tersenyum, atau menggerakkan kepala bisa jadi tidak lagi cukup untuk memastikan identitas pengguna. Kemajuan ini berdampak langsung bagi exchange terpusat yang mengandalkan verifikasi visual dalam proses onboarding pengguna. Centralized Exchange di Bawah Tekanan Dampak finansial dari penipuan berbasis deepfake kini bukan lagi sekadar teori. Pengamat industri dan peneliti teknologi telah memperingatkan bahwa gambar maupun video hasil AI semakin sering digunakan, seperti dalam klaim asuransi dan kasus hukum. Platform aset kripto yang beroperasi secara global dan kerap memakai proses onboarding otomatis bisa menjadi sasaran empuk jika langkah pengamanan tidak berkembang sejalan dengan teknologinya. Ketika konten hasil AI semakin mudah dibuat, kepercayaan yang hanya mengandalkan verifikasi visual mungkin tidak lagi memadai. Tantangan bagi platform kripto adalah bergerak cepat sebelum teknologi ini melampaui sistem perlindungan yang dibuat untuk melindungi pengguna dan infrastruktur mereka.

Haruskah Pengguna Exchange Terpusat Khawatir dengan Kemajuan Deepfake?

Pemakaian alat berbasis AI yang makin marak untuk membuat konten deepfake telah memunculkan kembali kekhawatiran soal keamanan publik.

Ketika teknologi ini semakin canggih dan mudah diakses banyak orang, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keandalan sistem verifikasi identitas visual yang dipakai oleh exchange terpusat.

Pemerintah Bergerak untuk Membatasi Deepfake

Video-video yang menipu kini tersebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, sehingga menambah kekhawatiran tentang gelombang baru disinformasi serta konten palsu. Penyalahgunaan teknologi ini yang makin meluas semakin merusak keamanan publik dan integritas pribadi.

Tingkat permasalahan ini kian meningkat, karena pemerintah di seluruh dunia mulai membuat undang-undang untuk melarang penggunaan deepfake.

Pada pekan ini, Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang membatasi akses ke Grok, chatbot kecerdasan buatan buatan xAI milik Elon Musk. Pihak berwenang mengatakan keputusan ini diambil karena kekhawatiran atas penyalahgunaan Grok untuk membuat gambar eksplisit seksual tanpa persetujuan.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, juga mengambil langkah serupa. Pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa kantornya sedang menyelidiki sejumlah laporan terkait gambar seksual tanpa persetujuan yang menampilkan orang sungguhan.

“Materi ini, yang menggambarkan perempuan dan anak di situasi telanjang dan eksplisit secara seksual, telah digunakan untuk melecehkan orang di internet. Saya mendesak xAI untuk segera bertindak agar penyebaran ini berhenti,” ujar Bonta dalam sebuah pernyataan.

Berbeda dengan deepfake generasi awal, alat-alat terbaru kini dapat merespons permintaan secara dinamis bahkan meniru gerakan wajah dan sinkronisasi ucapan secara alami dengan sangat meyakinkan.

Akibatnya, pemeriksaan dasar seperti mengedipkan mata, tersenyum, atau menggerakkan kepala bisa jadi tidak lagi cukup untuk memastikan identitas pengguna.

Kemajuan ini berdampak langsung bagi exchange terpusat yang mengandalkan verifikasi visual dalam proses onboarding pengguna.

Centralized Exchange di Bawah Tekanan

Dampak finansial dari penipuan berbasis deepfake kini bukan lagi sekadar teori.

Pengamat industri dan peneliti teknologi telah memperingatkan bahwa gambar maupun video hasil AI semakin sering digunakan, seperti dalam klaim asuransi dan kasus hukum.

Platform aset kripto yang beroperasi secara global dan kerap memakai proses onboarding otomatis bisa menjadi sasaran empuk jika langkah pengamanan tidak berkembang sejalan dengan teknologinya.

Ketika konten hasil AI semakin mudah dibuat, kepercayaan yang hanya mengandalkan verifikasi visual mungkin tidak lagi memadai.

Tantangan bagi platform kripto adalah bergerak cepat sebelum teknologi ini melampaui sistem perlindungan yang dibuat untuk melindungi pengguna dan infrastruktur mereka.
Whale Bitcoin Kembali ke Pasar Spot saat Harga Dekati US$100.000 LagiBitcoin melesat menembus US$97.000 pada hari Selasa saat trader besar kembali masuk ke pasar spot setelah berminggu-minggu tekanan jual yang dipicu exchange-traded fund (ETF). Pergerakan ini kembali membuka peluang Bitcoin menuju level US$100.000, sekaligus menandakan adanya perubahan siapa yang sekarang mendominasi pasar. Data on-chain dan derivatif terbaru menunjukkan reli ini tidak digerakkan oleh leverage dari ritel. Sebaliknya, whale mengumpulkan Bitcoin di spot, sementara trader kecil lebih banyak mengejar pergerakan lewat futures. Hal ini penting, karena reli yang dipimpin pembeli spot umumnya bertahan lebih lama. Whale Sedang Membeli Sementara Retail Menggunakan Leverage Grafik Futures Average Order Size dari CryptoQuant memperlihatkan pola yang jelas. Order besar, yang biasanya terkait dengan whale dan dana besar, meningkat seiring Bitcoin naik dari kisaran US$80.000-an menjadi di atas US$95.000. Pada saat yang sama, transaksi kecil melonjak di pasar futures. Ini berarti trader ritel lebih banyak masuk melalui leverage, bukan pembelian spot. Rata-rata Ukuran Order Futures Bitcoin | Sumber: CryptoQuant Pemisahan ini penting. Pada puncak pasar sebelumnya, ritel biasanya memimpin dan whale melakukan penjualan. Kali ini, whale justru membeli lebih dulu. Ritel menyusul setelahnya. Struktur seperti ini lebih sesuai dengan fase tren awal daripada fase akhir siklus. Spot Buyer Dorong Reli dari US$84.000 Data CryptoQuant lainnya menunjukkan perubahan persentase harian harga Bitcoin, dari lonjakan merah besar di November menjadi klaster hijau yang stabil di Januari. Perubahan ini mencerminkan tekanan beli yang nyata, bukan short squeeze. Ketika harga naik bertahap dengan koreksi yang dangkal, itu biasanya berarti permintaan spot berhasil menyerap pasokan. Bitcoin reli dari sekitar US$84.400 ke lebih dari US$96.000 mengikuti pola tersebut. Tekanan jual yang mendominasi pada November kini sudah mereda. Harga Bitcoin dan Perubahan Persentasenya | Sumber: CryptoQuant Reset ETF Membuka Jalan Pada awal bulan ini, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS kehilangan dana lebih dari US$6 miliar. Tekanan jual itu datang dari pembeli terlambat yang masuk setelah puncak Oktober dan keluar dalam keadaan merugi. Bitcoin bertahan di kisaran harga dasar ETF, yakni sekitar US$86.000. Level ini berfungsi sebagai support. Setelah redeem memperlambat, harga mulai stabil. Situasi ini membersihkan trader lemah dari pasar dan mengatur ulang posisi. Whale kemudian mulai membangun eksposur kembali di level harga lebih rendah. Bitcoin Tidak Pernah Keluar dari Reli Bull Makro Penurunan dari US$110.000 ke US$85.000 bukanlah akhir dari bull market. Itu adalah akhir dari fase spekulatif pertama. Fase tersebut menguras leverage dan memaksa investor ETF keluar pasar. Setelah itu terjadi, muncul fase re-akumulasi ketika pihak kuat membeli saat harga bergerak sideways. Sekarang, Bitcoin kembali masuk ke fase ekspansi. Harga mulai breakout saat modal baru mengalir masuk. Bitcoin kini bertahan di atas US$95.000, sebuah level yang selalu membatasi reli sejak awal Desember. Breakout ini mengindikasikan kendali kembali ke pihak pembeli. Jika whale terus memimpin di pasar spot, dan tekanan jual ETF tetap rendah, jalur menuju US$100.000 pun semakin terbuka. Upaya menuju rekor harga baru bisa saja tercapai bila permintaan terus meningkat. Saat ini, data menunjukkan reli ini didorong oleh modal nyata, bukan leverage rapuh. Inilah fondasi terkuat Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.

Whale Bitcoin Kembali ke Pasar Spot saat Harga Dekati US$100.000 Lagi

Bitcoin melesat menembus US$97.000 pada hari Selasa saat trader besar kembali masuk ke pasar spot setelah berminggu-minggu tekanan jual yang dipicu exchange-traded fund (ETF). Pergerakan ini kembali membuka peluang Bitcoin menuju level US$100.000, sekaligus menandakan adanya perubahan siapa yang sekarang mendominasi pasar.

Data on-chain dan derivatif terbaru menunjukkan reli ini tidak digerakkan oleh leverage dari ritel. Sebaliknya, whale mengumpulkan Bitcoin di spot, sementara trader kecil lebih banyak mengejar pergerakan lewat futures. Hal ini penting, karena reli yang dipimpin pembeli spot umumnya bertahan lebih lama.

Whale Sedang Membeli Sementara Retail Menggunakan Leverage

Grafik Futures Average Order Size dari CryptoQuant memperlihatkan pola yang jelas. Order besar, yang biasanya terkait dengan whale dan dana besar, meningkat seiring Bitcoin naik dari kisaran US$80.000-an menjadi di atas US$95.000.

Pada saat yang sama, transaksi kecil melonjak di pasar futures. Ini berarti trader ritel lebih banyak masuk melalui leverage, bukan pembelian spot.

Rata-rata Ukuran Order Futures Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

Pemisahan ini penting. Pada puncak pasar sebelumnya, ritel biasanya memimpin dan whale melakukan penjualan. Kali ini, whale justru membeli lebih dulu. Ritel menyusul setelahnya.

Struktur seperti ini lebih sesuai dengan fase tren awal daripada fase akhir siklus.

Spot Buyer Dorong Reli dari US$84.000

Data CryptoQuant lainnya menunjukkan perubahan persentase harian harga Bitcoin, dari lonjakan merah besar di November menjadi klaster hijau yang stabil di Januari.

Perubahan ini mencerminkan tekanan beli yang nyata, bukan short squeeze. Ketika harga naik bertahap dengan koreksi yang dangkal, itu biasanya berarti permintaan spot berhasil menyerap pasokan.

Bitcoin reli dari sekitar US$84.400 ke lebih dari US$96.000 mengikuti pola tersebut. Tekanan jual yang mendominasi pada November kini sudah mereda.

Harga Bitcoin dan Perubahan Persentasenya | Sumber: CryptoQuant Reset ETF Membuka Jalan

Pada awal bulan ini, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS kehilangan dana lebih dari US$6 miliar. Tekanan jual itu datang dari pembeli terlambat yang masuk setelah puncak Oktober dan keluar dalam keadaan merugi.

Bitcoin bertahan di kisaran harga dasar ETF, yakni sekitar US$86.000. Level ini berfungsi sebagai support. Setelah redeem memperlambat, harga mulai stabil.

Situasi ini membersihkan trader lemah dari pasar dan mengatur ulang posisi. Whale kemudian mulai membangun eksposur kembali di level harga lebih rendah.

Bitcoin Tidak Pernah Keluar dari Reli Bull Makro

Penurunan dari US$110.000 ke US$85.000 bukanlah akhir dari bull market. Itu adalah akhir dari fase spekulatif pertama.

Fase tersebut menguras leverage dan memaksa investor ETF keluar pasar. Setelah itu terjadi, muncul fase re-akumulasi ketika pihak kuat membeli saat harga bergerak sideways.

Sekarang, Bitcoin kembali masuk ke fase ekspansi. Harga mulai breakout saat modal baru mengalir masuk.

Bitcoin kini bertahan di atas US$95.000, sebuah level yang selalu membatasi reli sejak awal Desember. Breakout ini mengindikasikan kendali kembali ke pihak pembeli.

Jika whale terus memimpin di pasar spot, dan tekanan jual ETF tetap rendah, jalur menuju US$100.000 pun semakin terbuka. Upaya menuju rekor harga baru bisa saja tercapai bila permintaan terus meningkat.

Saat ini, data menunjukkan reli ini didorong oleh modal nyata, bukan leverage rapuh. Inilah fondasi terkuat Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.
Greenland Inc? Para Miliarder Teknologi di Balik Obses Trump pada Kutub UtaraPresiden AS Donald Trump telah mengangkat Greenland sebagai prioritas keamanan nasional. Tapi, di balik retorika ini, dorongan tersebut sangat erat terkait dengan kepentingan sektor teknologi Amerika. Wilayah Greenland yang sangat luas, cadangan mineralnya yang melimpah, serta populasinya yang kecil membuatnya menarik sebagai pintu masuk ke sumber daya penting bagi industri maju. Dalam konteks ini, wacana Amerika untuk mengambil alih Greenland sepertinya tidak mengejutkan. Para miliarder teknologi Amerika juga menjadi pendukung finansial utama dalam kampanye Trump tahun 2024. Dukungan semacam ini jarang datang tanpa harapan imbal balik. Mengapa Greenland Kembali Jadi Fokus Trump Salah satu kali pertama Trump membahas Greenland terjadi pada Agustus 2019, saat masa kepresidenan pertamanya. Dalam sesi wawancara dengan para jurnalis, Trump mengonfirmasi bahwa dirinya sedang memikirkan ide tersebut, bahkan menyebutnya sebagai “transaksi properti besar.” Tapi saat itu, ia menegaskan bahwa rencana tersebut bukanlah prioritas utama. Enam tahun berlalu, dan daftar prioritas Trump pun telah berubah. Peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sepertinya memang tidak mengejutkan. Selama kampanye pemilihan Trump di tahun 2024, Greenland sering disebut-sebut. Berulang kali, Trump menyebut pulau itu sebagai peluang yang telah terlewatkan. Kemudian, sekitar satu bulan sebelum mulai menjabat, dia menyebut “kepemilikan dan kendali” Amerika atas Greenland adalah “sebuah kebutuhan mutlak.” Keterikatan terhadap pulau ini bukanlah muncul tanpa sebab. Alih-alih jadi penggagas utama, Trump justru lebih pas disebut sebagai kendaraan politik bagi ambisi para pelaku teknologi yang sudah lama ada sebelumnya. Ambisi Private Capital di Arktik Selama satu dekade terakhir, campuran miliarder teknologi, dana modal ventura, dan startup spekulatif secara diam-diam membangun posisi di sekitar Greenland. Ketika ambisi kelompok ini makin berkembang, Trump pun muncul sebagai sosok yang paling bersedia mengubah keinginan teknologi swasta jadi kebijakan negara. Daya tarik terbesar Greenland terletak pada cadangan mineral rare earth yang sangat penting untuk perangkat elektronik modern. Sejak masa pertama Trump menjabat, tokoh seperti Bill Gates, Michael Bloomberg, dan Jeff Bezos menunjukkan minat konsisten terhadap wilayah tersebut. Menurut Forbes, tiga miliarder tersebut telah berinvestasi di KoBold Metals sejak tahun 2019, tak lama setelah Trump pertama kali mengungkapkan minat pada Greenland. Investasi itu dilakukan melalui Breakthrough Energy, sebuah dana yang dipimpin oleh Gates. Pada tahun 2022, Sam Altman, pendiri OpenAI ikut serta sebagai investor menggunakan perusahaan modal ventura miliknya, Apollo Projects. Laporan lain juga mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah mendapat dukungan dari Mark Zuckerberg dan hedge fund Andreessen Horowitz. Selain pertambangan, Greenland juga mulai menarik perhatian sebagai tempat eksperimen model tata kelola dan pembiayaan berbasis aset kripto. Peter Thiel, sekutu lama Trump, telah mendukung Praxis. Startup ini, yang dipimpin CEO Dryden Brown, berniat membangun apa yang disebut “network state”. Praxis telah secara terbuka menjajaki Greenland sebagai calon lokasi, serta berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$525 juta untuk membangun kota baru yang berfokus pada regulasi yang lebih ringan dan aset dunia nyata yang ditokenisasi, sehingga menempatkan pulau ini sebagai wilayah depan untuk pengembangan kota berbasis kripto. Saat Greenland kembali menjadi sorotan, berbagai pihak yang bergerak di sektor ekstraktif maupun eksperimental pun berlomba untuk mendapat akses. Kenyataannya, jaringan kepentingan swasta itu kini tidak lagi terbatas di pinggiran saja. Sekarang, mereka bersinggungan langsung dengan lingkar kekuasaan Trump. Investor Mana yang Punya Pengaruh Langsung pada Kebijakan? Keterkaitan antara kepentingan bisnis yang berfokus pada Greenland dan lingkar pemerintahan Trump bahkan merambah ke dalam administrasi sendiri. Beberapa orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan yang bakal diuntungkan dari sumber daya Greenland, sekarang juga duduk di posisi yang secara langsung memengaruhi kebijakan AS. Howard Lutnick, menteri perdagangan di pemerintahan Trump, sebelumnya memimpin Cantor Fitzgerald, perusahaan dengan hedge fund yang telah mendukung Critical Metals Corp, yaitu perusahaan yang sedang menjalankan proyek mineral yang terkait dengan Greenland. Menurut laporan The New Republic, para investor di balik perusahaan ini juga punya keterkaitan besar dengan pendukung utama Trump Media. Banyak sosok itu juga mengalirkan ratusan juta US$ ke kampanye presiden terbaru Trump. Penunjukan diplomatik AS pun telah menunjukkan konvergensi ini. Bulan lalu, Trump menunjuk Ken Howery, mantan kapitalis ventura, sebagai duta besar AS untuk Denmark. Howery adalah mantan eksekutif PayPal dan telah lama menjadi rekan Peter Thiel serta Elon Musk, di mana mereka dulu bekerja sama erat pada awal berdirinya PayPal. Seiring Greenland makin menjadi fokus strategis Washington, isu keamanan nasional nampaknya lebih tampil sebagai alasan publik daripada motivasi utama. Justru, dorongan terbesar berasal dari para miliarder yang sudah punya posisi kuat dengan kepentingan bisnis yang jelas di pulau tersebut.

Greenland Inc? Para Miliarder Teknologi di Balik Obses Trump pada Kutub Utara

Presiden AS Donald Trump telah mengangkat Greenland sebagai prioritas keamanan nasional. Tapi, di balik retorika ini, dorongan tersebut sangat erat terkait dengan kepentingan sektor teknologi Amerika.

Wilayah Greenland yang sangat luas, cadangan mineralnya yang melimpah, serta populasinya yang kecil membuatnya menarik sebagai pintu masuk ke sumber daya penting bagi industri maju. Dalam konteks ini, wacana Amerika untuk mengambil alih Greenland sepertinya tidak mengejutkan. Para miliarder teknologi Amerika juga menjadi pendukung finansial utama dalam kampanye Trump tahun 2024. Dukungan semacam ini jarang datang tanpa harapan imbal balik.

Mengapa Greenland Kembali Jadi Fokus Trump

Salah satu kali pertama Trump membahas Greenland terjadi pada Agustus 2019, saat masa kepresidenan pertamanya. Dalam sesi wawancara dengan para jurnalis, Trump mengonfirmasi bahwa dirinya sedang memikirkan ide tersebut, bahkan menyebutnya sebagai “transaksi properti besar.” Tapi saat itu, ia menegaskan bahwa rencana tersebut bukanlah prioritas utama.

Enam tahun berlalu, dan daftar prioritas Trump pun telah berubah.

Peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sepertinya memang tidak mengejutkan. Selama kampanye pemilihan Trump di tahun 2024, Greenland sering disebut-sebut. Berulang kali, Trump menyebut pulau itu sebagai peluang yang telah terlewatkan.

Kemudian, sekitar satu bulan sebelum mulai menjabat, dia menyebut “kepemilikan dan kendali” Amerika atas Greenland adalah “sebuah kebutuhan mutlak.”

Keterikatan terhadap pulau ini bukanlah muncul tanpa sebab. Alih-alih jadi penggagas utama, Trump justru lebih pas disebut sebagai kendaraan politik bagi ambisi para pelaku teknologi yang sudah lama ada sebelumnya.

Ambisi Private Capital di Arktik

Selama satu dekade terakhir, campuran miliarder teknologi, dana modal ventura, dan startup spekulatif secara diam-diam membangun posisi di sekitar Greenland.

Ketika ambisi kelompok ini makin berkembang, Trump pun muncul sebagai sosok yang paling bersedia mengubah keinginan teknologi swasta jadi kebijakan negara.

Daya tarik terbesar Greenland terletak pada cadangan mineral rare earth yang sangat penting untuk perangkat elektronik modern. Sejak masa pertama Trump menjabat, tokoh seperti Bill Gates, Michael Bloomberg, dan Jeff Bezos menunjukkan minat konsisten terhadap wilayah tersebut.

Menurut Forbes, tiga miliarder tersebut telah berinvestasi di KoBold Metals sejak tahun 2019, tak lama setelah Trump pertama kali mengungkapkan minat pada Greenland. Investasi itu dilakukan melalui Breakthrough Energy, sebuah dana yang dipimpin oleh Gates.

Pada tahun 2022, Sam Altman, pendiri OpenAI ikut serta sebagai investor menggunakan perusahaan modal ventura miliknya, Apollo Projects. Laporan lain juga mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah mendapat dukungan dari Mark Zuckerberg dan hedge fund Andreessen Horowitz.

Selain pertambangan, Greenland juga mulai menarik perhatian sebagai tempat eksperimen model tata kelola dan pembiayaan berbasis aset kripto.

Peter Thiel, sekutu lama Trump, telah mendukung Praxis. Startup ini, yang dipimpin CEO Dryden Brown, berniat membangun apa yang disebut “network state”.

Praxis telah secara terbuka menjajaki Greenland sebagai calon lokasi, serta berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$525 juta untuk membangun kota baru yang berfokus pada regulasi yang lebih ringan dan aset dunia nyata yang ditokenisasi, sehingga menempatkan pulau ini sebagai wilayah depan untuk pengembangan kota berbasis kripto.

Saat Greenland kembali menjadi sorotan, berbagai pihak yang bergerak di sektor ekstraktif maupun eksperimental pun berlomba untuk mendapat akses.

Kenyataannya, jaringan kepentingan swasta itu kini tidak lagi terbatas di pinggiran saja. Sekarang, mereka bersinggungan langsung dengan lingkar kekuasaan Trump.

Investor Mana yang Punya Pengaruh Langsung pada Kebijakan?

Keterkaitan antara kepentingan bisnis yang berfokus pada Greenland dan lingkar pemerintahan Trump bahkan merambah ke dalam administrasi sendiri.

Beberapa orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan yang bakal diuntungkan dari sumber daya Greenland, sekarang juga duduk di posisi yang secara langsung memengaruhi kebijakan AS.

Howard Lutnick, menteri perdagangan di pemerintahan Trump, sebelumnya memimpin Cantor Fitzgerald, perusahaan dengan hedge fund yang telah mendukung Critical Metals Corp, yaitu perusahaan yang sedang menjalankan proyek mineral yang terkait dengan Greenland.

Menurut laporan The New Republic, para investor di balik perusahaan ini juga punya keterkaitan besar dengan pendukung utama Trump Media. Banyak sosok itu juga mengalirkan ratusan juta US$ ke kampanye presiden terbaru Trump.

Penunjukan diplomatik AS pun telah menunjukkan konvergensi ini.

Bulan lalu, Trump menunjuk Ken Howery, mantan kapitalis ventura, sebagai duta besar AS untuk Denmark. Howery adalah mantan eksekutif PayPal dan telah lama menjadi rekan Peter Thiel serta Elon Musk, di mana mereka dulu bekerja sama erat pada awal berdirinya PayPal.

Seiring Greenland makin menjadi fokus strategis Washington, isu keamanan nasional nampaknya lebih tampil sebagai alasan publik daripada motivasi utama. Justru, dorongan terbesar berasal dari para miliarder yang sudah punya posisi kuat dengan kepentingan bisnis yang jelas di pulau tersebut.
SEC Izinkan Zcash Foundation saat ZEC Reli karena Kelonggaran RegulasiSEC telah menyelesaikan peninjauannya terhadap Zcash Foundation dan memberitahukan kepada organisasi nirlaba tersebut bahwa mereka tidak berniat merekomendasikan tindakan penegakan hukum atau perubahan regulasi lain terkait kasus tersebut. Keputusan ini menghapus ketidakpastian hukum yang telah membayangi Zcash selama lebih dari dua tahun. Investigasi Selama Dua Tahun Berakhir ZEC melonjak setelah kabar ini. Token tersebut diperdagangkan di kisaran US$440, naik sekitar 13% dalam sehari, dengan volume tinggi karena para trader memperhitungkan risiko regulasi yang lebih rendah. namun, pergerakan ini juga terjadi setelah beberapa hari gejolak tata kelola intens di ekosistem Zcash, yang sebelumnya telah membuat harga token turun tajam. SEC pertama kali menargetkan Zcash Foundation pada Agustus 2023 melalui surat panggilan resmi dalam investigasi luas bertajuk “Certain Crypto Asset Offerings.” Lembaga ini mencari informasi tentang apakah pendanaan terkait Zcash, tata kelola, atau distribusi token bisa masuk dalam hukum sekuritas di AS. Seperti banyak investigasi aset kripto pada periode itu, penyelidikan ini menyoroti apakah ada bagian dari proyek yang menyerupai penawaran sekuritas tanpa izin. Desain Zcash yang berfokus pada privasi dan adanya foundation di AS membuatnya mendapat perhatian ekstra. Sekarang, lebih dari dua tahun kemudian, SEC menutup kasus tersebut tanpa merekomendasikan tuntutan, denda, atau perubahan kepatuhan. Harga Zcash Reli Setelah Dapat Persetujuan Regulasi | Sumber: CoinGecko Kisruh Governance Melanda Zcash Saat kasus regulasi masih berjalan diam-diam, Zcash menghadapi krisis baru bulan ini. Pekan lalu, seluruh tim pengembang inti di Electric Coin Company (ECC) mengundurkan diri setelah perselisihan terbuka dengan Bootstrap Foundation, yang mengawasi tata kelola Zcash. Pimpinan ECC menuduh dewan telah memberlakukan perubahan ketenagakerjaan dan tata kelola yang membuat pengembangan lanjutan menjadi tidak mungkin. Mereka menggambarkan situasi ini sebagai pemecatan konstruktif dan menyatakan akan terus mengembangkan teknologi privasi di luar struktur yang ada. Kabar tersebut memicu penurunan harga tajam. ZEC turun lebih dari 20% dalam beberapa hari lantaran investor khawatir kepemimpinan protokol tidak berjalan. sejak saat itu, stakeholder Zcash berupaya menegaskan bahwa blockchain ini tetap terdesentralisasi dan bisa berjalan normal.  Selain itu, tim tengah bertransformasi menjadi startup agar jaringan lebih mudah berkembang. Pengembang independen, operator node, dan miner tetap menjalankan jaringan ini. Sementara itu, keputusan SEC menghilangkan ancaman regulasi besar terakhir bagi proyek ini. Secara keseluruhan, perkembangan ini nampaknya telah mengubah sentimen pasar.

SEC Izinkan Zcash Foundation saat ZEC Reli karena Kelonggaran Regulasi

SEC telah menyelesaikan peninjauannya terhadap Zcash Foundation dan memberitahukan kepada organisasi nirlaba tersebut bahwa mereka tidak berniat merekomendasikan tindakan penegakan hukum atau perubahan regulasi lain terkait kasus tersebut.

Keputusan ini menghapus ketidakpastian hukum yang telah membayangi Zcash selama lebih dari dua tahun.

Investigasi Selama Dua Tahun Berakhir

ZEC melonjak setelah kabar ini. Token tersebut diperdagangkan di kisaran US$440, naik sekitar 13% dalam sehari, dengan volume tinggi karena para trader memperhitungkan risiko regulasi yang lebih rendah.

namun, pergerakan ini juga terjadi setelah beberapa hari gejolak tata kelola intens di ekosistem Zcash, yang sebelumnya telah membuat harga token turun tajam.

SEC pertama kali menargetkan Zcash Foundation pada Agustus 2023 melalui surat panggilan resmi dalam investigasi luas bertajuk “Certain Crypto Asset Offerings.”

Lembaga ini mencari informasi tentang apakah pendanaan terkait Zcash, tata kelola, atau distribusi token bisa masuk dalam hukum sekuritas di AS.

Seperti banyak investigasi aset kripto pada periode itu, penyelidikan ini menyoroti apakah ada bagian dari proyek yang menyerupai penawaran sekuritas tanpa izin. Desain Zcash yang berfokus pada privasi dan adanya foundation di AS membuatnya mendapat perhatian ekstra.

Sekarang, lebih dari dua tahun kemudian, SEC menutup kasus tersebut tanpa merekomendasikan tuntutan, denda, atau perubahan kepatuhan.

Harga Zcash Reli Setelah Dapat Persetujuan Regulasi | Sumber: CoinGecko Kisruh Governance Melanda Zcash

Saat kasus regulasi masih berjalan diam-diam, Zcash menghadapi krisis baru bulan ini.

Pekan lalu, seluruh tim pengembang inti di Electric Coin Company (ECC) mengundurkan diri setelah perselisihan terbuka dengan Bootstrap Foundation, yang mengawasi tata kelola Zcash.

Pimpinan ECC menuduh dewan telah memberlakukan perubahan ketenagakerjaan dan tata kelola yang membuat pengembangan lanjutan menjadi tidak mungkin. Mereka menggambarkan situasi ini sebagai pemecatan konstruktif dan menyatakan akan terus mengembangkan teknologi privasi di luar struktur yang ada.

Kabar tersebut memicu penurunan harga tajam. ZEC turun lebih dari 20% dalam beberapa hari lantaran investor khawatir kepemimpinan protokol tidak berjalan.

sejak saat itu, stakeholder Zcash berupaya menegaskan bahwa blockchain ini tetap terdesentralisasi dan bisa berjalan normal. 

Selain itu, tim tengah bertransformasi menjadi startup agar jaringan lebih mudah berkembang. Pengembang independen, operator node, dan miner tetap menjalankan jaringan ini.

Sementara itu, keputusan SEC menghilangkan ancaman regulasi besar terakhir bagi proyek ini.

Secara keseluruhan, perkembangan ini nampaknya telah mengubah sentimen pasar.
Harga Monero (XMR) Naik Melawan Tekanan Saat Satu Metrik Turun — Apakah US$880 Masih Mungkin?Monero sedang mengalami reli yang sangat kuat. Harga XMR naik hampir 56% dalam tujuh hari terakhir, dan meskipun sudah sedikit koreksi, masih naik sekitar 2,7% dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga XMR berada hanya 1–2% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa dekat US$721. Jika kita lihat dalam jangka waktu lebih panjang, pergerakan ini terlihat makin impresif. Dalam tiga bulan terakhir, Monero telah naik sekitar 120%. Tren jelas naik, tapi pertanyaan utama sekarang sederhana saja. Apakah akan ada jeda sebelum kembali mencoba rekor tertinggi, ataukah “gravitasi” pasar mulai berperan lagi? Harga XMR Melawan Gravitasi, tapi Modal Besar Nampaknya Berhenti Pada grafik 12 jam, reli Monero terlihat agresif dan sangat rapi. XMR telah memperlihatkan rangkaian panjang candle hijau yang kuat, mengantarkan harga langsung menuju wilayah rekor tertinggi. Beginilah bentuk kekuatan harga saat penjual kesulitan memperlambat momentum. Tapi harga hanyalah salah satu sisi cerita. Chaikin Money Flow, atau CMF, memberikan sudut pandang penting lainnya. CMF melacak apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari sebuah aset dengan mengombinasikan data harga dan volume. CMF yang naik mengindikasikan modal besar sedang aktif membeli. CMF yang datar atau turun memberi sinyal untuk lebih berhati-hati. Saat ini, CMF tidak naik seagresif harga, jika kita menghitung periode awal November hingga 12 Januari. Grafiknya masih bertahan di bawah level 0,38, yang menjadi batas penting. Ini bukan berarti pemain besar sedang menjual. Artinya, mereka sekadar tidak ikut “mengejar” harga. Jika CMF mendatar saat reli tajam, itu seringkali isyarat modal besar sedang menunggu entry yang lebih baik atau konfirmasi yang lebih jelas. Pergerakan Harga XMR | Sumber: TradingView Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar pada Newsletter Harian Editor Harsh Notariya tentang Kripto di sini. Inilah ketegangan utamanya: harga bergerak naik melawan “gravitasi”, namun modal besar justru nampak hanya mengamati, bukan mempercepat. Selama CMF masih bertahan di dekat garis tren horizontal dan tidak turun tajam, tren naik masih utuh. Tapi agar reli ini bisa berlanjut dengan kuat, CMF perlu menembus 0,38 dan menunjukkan masuknya dana baru. Sentimen Mengikuti Gravitasi saat Tekanan Beli Mulai Mendingin Sementara harga XMR terus menanjak, salah satu metrik internal justru jelas mengalami penurunan. Skor sentimen positif Monero turun tajam, dari sekitar 102 menjadi 29 dalam waktu sekitar 24 jam, atau turun sekitar 72%. Sentimen positif mengukur seberapa optimistis pelaku pasar berdasar data sosial dan perilaku. Penurunan tajam menunjukkan antusiasme yang mulai mereda. Sejarah menunjukkan ini layak untuk diperhatikan. Pada 9 November, sentimen positif sempat membuat puncak lokal di kisaran 62. Di waktu yang sama, harga Monero mencapai puncak sekitar US$440. Dalam dua minggu berikutnya, sentimen turun ke sekitar 15, dan harga XMR ikut turun ke sekitar US$324. Penurunan itu mencapai 26%. Sentimen Anjlok | Sumber: Santiment Saat ini keadaannya memang berbeda, tapi peringatannya mirip. Penurunan sentimen sekarang memang tajam, namun belum membentuk “low” baru. Risiko bakal meningkat jika sentimen turun di bawah 14, apalagi jika menembus angka 11. Untuk sekarang, ini lebih mirip penurunan sementara daripada benar-benar jatuh. Data exchange spot juga memperkuat pandangan itu. Pada 13 Januari, sekitar US$5,77 juta XMR keluar dari exchange, tanda tekanan beli yang kuat. Tapi di 14 Januari, angka itu turun menjadi sekitar US$751.000, turun 87%. Hal ini mengindikasikan pembeli memang menahan diri saat sentimen mendingin. Tekanan jual belum melonjak, namun permintaan memang melambat. Pembelian XMR Melambat | Sumber: Coinglass Sederhananya, optimisme mulai mendingin dan pembeli sedang jeda. US$880 Menang atau Gravity: Level Harga XMR yang Menentukan Dengan harga yang tetap kuat, tapi sinyal internal yang campuran, level-level kunci kini semakin penting. Level pertama yang harus diawasi adalah zona rekor tertinggi US$721. Jika harga berhasil menembus dan bertahan stabil di atas zona tersebut, itu memberi sinyal pembeli masih memegang kendali. Jika CMF mulai naik kembali, sentimen stabil, dan arus keluar spot meningkat lagi, target teknikal berikutnya berada di sekitar US$880. Dari level sekarang, itu setara potensi naik sekitar 25%. Dalam skenario itu, pembicaraan soal harga XMR sampai empat digit pun tidak lagi terasa mustahil. Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView Skenario risiko juga sama jelasnya. Jika CMF berbalik arah bukannya breakout ke atas, sentimen turun di bawah 14, dan pembelian spot terus melemah, maka tekanan jual akan semakin berat. Dalam situasi ini, US$590 menjadi batas utama untuk harga Monero. Jika tetap bertahan di atas US$590, tren naik secara keseluruhan masih terjaga dan bisa terjadi konsolidasi. Tapi jika turun di bawah level itu, risiko koreksi yang lebih dalam akan meningkat, mirip dengan koreksi-koreksi sebelumnya. Saat ini, Monero masih unggul. Harganya kuat, strukturnya masih solid, dan penjual tetap terkendali. Tapi, tekanan jual sudah mulai terasa. Apakah XMR akan naik ke US$880 berikutnya, hanya bergantung pada satu hal. Apakah modal dan keyakinan akan kembali?

Harga Monero (XMR) Naik Melawan Tekanan Saat Satu Metrik Turun — Apakah US$880 Masih Mungkin?

Monero sedang mengalami reli yang sangat kuat. Harga XMR naik hampir 56% dalam tujuh hari terakhir, dan meskipun sudah sedikit koreksi, masih naik sekitar 2,7% dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga XMR berada hanya 1–2% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa dekat US$721.

Jika kita lihat dalam jangka waktu lebih panjang, pergerakan ini terlihat makin impresif. Dalam tiga bulan terakhir, Monero telah naik sekitar 120%. Tren jelas naik, tapi pertanyaan utama sekarang sederhana saja. Apakah akan ada jeda sebelum kembali mencoba rekor tertinggi, ataukah “gravitasi” pasar mulai berperan lagi?

Harga XMR Melawan Gravitasi, tapi Modal Besar Nampaknya Berhenti

Pada grafik 12 jam, reli Monero terlihat agresif dan sangat rapi. XMR telah memperlihatkan rangkaian panjang candle hijau yang kuat, mengantarkan harga langsung menuju wilayah rekor tertinggi. Beginilah bentuk kekuatan harga saat penjual kesulitan memperlambat momentum.

Tapi harga hanyalah salah satu sisi cerita. Chaikin Money Flow, atau CMF, memberikan sudut pandang penting lainnya. CMF melacak apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari sebuah aset dengan mengombinasikan data harga dan volume. CMF yang naik mengindikasikan modal besar sedang aktif membeli. CMF yang datar atau turun memberi sinyal untuk lebih berhati-hati.

Saat ini, CMF tidak naik seagresif harga, jika kita menghitung periode awal November hingga 12 Januari. Grafiknya masih bertahan di bawah level 0,38, yang menjadi batas penting. Ini bukan berarti pemain besar sedang menjual. Artinya, mereka sekadar tidak ikut “mengejar” harga. Jika CMF mendatar saat reli tajam, itu seringkali isyarat modal besar sedang menunggu entry yang lebih baik atau konfirmasi yang lebih jelas.

Pergerakan Harga XMR | Sumber: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar pada Newsletter Harian Editor Harsh Notariya tentang Kripto di sini.

Inilah ketegangan utamanya: harga bergerak naik melawan “gravitasi”, namun modal besar justru nampak hanya mengamati, bukan mempercepat. Selama CMF masih bertahan di dekat garis tren horizontal dan tidak turun tajam, tren naik masih utuh. Tapi agar reli ini bisa berlanjut dengan kuat, CMF perlu menembus 0,38 dan menunjukkan masuknya dana baru.

Sentimen Mengikuti Gravitasi saat Tekanan Beli Mulai Mendingin

Sementara harga XMR terus menanjak, salah satu metrik internal justru jelas mengalami penurunan. Skor sentimen positif Monero turun tajam, dari sekitar 102 menjadi 29 dalam waktu sekitar 24 jam, atau turun sekitar 72%. Sentimen positif mengukur seberapa optimistis pelaku pasar berdasar data sosial dan perilaku. Penurunan tajam menunjukkan antusiasme yang mulai mereda.

Sejarah menunjukkan ini layak untuk diperhatikan. Pada 9 November, sentimen positif sempat membuat puncak lokal di kisaran 62. Di waktu yang sama, harga Monero mencapai puncak sekitar US$440. Dalam dua minggu berikutnya, sentimen turun ke sekitar 15, dan harga XMR ikut turun ke sekitar US$324. Penurunan itu mencapai 26%.

Sentimen Anjlok | Sumber: Santiment

Saat ini keadaannya memang berbeda, tapi peringatannya mirip. Penurunan sentimen sekarang memang tajam, namun belum membentuk “low” baru. Risiko bakal meningkat jika sentimen turun di bawah 14, apalagi jika menembus angka 11. Untuk sekarang, ini lebih mirip penurunan sementara daripada benar-benar jatuh.

Data exchange spot juga memperkuat pandangan itu. Pada 13 Januari, sekitar US$5,77 juta XMR keluar dari exchange, tanda tekanan beli yang kuat. Tapi di 14 Januari, angka itu turun menjadi sekitar US$751.000, turun 87%. Hal ini mengindikasikan pembeli memang menahan diri saat sentimen mendingin. Tekanan jual belum melonjak, namun permintaan memang melambat.

Pembelian XMR Melambat | Sumber: Coinglass

Sederhananya, optimisme mulai mendingin dan pembeli sedang jeda.

US$880 Menang atau Gravity: Level Harga XMR yang Menentukan

Dengan harga yang tetap kuat, tapi sinyal internal yang campuran, level-level kunci kini semakin penting. Level pertama yang harus diawasi adalah zona rekor tertinggi US$721. Jika harga berhasil menembus dan bertahan stabil di atas zona tersebut, itu memberi sinyal pembeli masih memegang kendali.

Jika CMF mulai naik kembali, sentimen stabil, dan arus keluar spot meningkat lagi, target teknikal berikutnya berada di sekitar US$880. Dari level sekarang, itu setara potensi naik sekitar 25%. Dalam skenario itu, pembicaraan soal harga XMR sampai empat digit pun tidak lagi terasa mustahil.

Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Skenario risiko juga sama jelasnya. Jika CMF berbalik arah bukannya breakout ke atas, sentimen turun di bawah 14, dan pembelian spot terus melemah, maka tekanan jual akan semakin berat. Dalam situasi ini, US$590 menjadi batas utama untuk harga Monero. Jika tetap bertahan di atas US$590, tren naik secara keseluruhan masih terjaga dan bisa terjadi konsolidasi. Tapi jika turun di bawah level itu, risiko koreksi yang lebih dalam akan meningkat, mirip dengan koreksi-koreksi sebelumnya.

Saat ini, Monero masih unggul. Harganya kuat, strukturnya masih solid, dan penjual tetap terkendali. Tapi, tekanan jual sudah mulai terasa. Apakah XMR akan naik ke US$880 berikutnya, hanya bergantung pada satu hal. Apakah modal dan keyakinan akan kembali?
3 Altcoin Incaran Crypto Whale saat Market PumpMarket pump alias reli pasar kripto kian mendulang momentum menyusul data inflasi Amerika Serikat keluar dengan angka yang stabil. Consumer Price Index (CPI) Desember naik 2,7% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi dan tetap memancarkan tren pendinginan inflasi. Kondisi ini pun meredakan tekanan terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat serta meningkatkan sentimen risk-on di berbagai pasar. Sejumlah crypto whale pun mulai mengambil posisi. Meski demikian, pergerakan whale terpantau terukur, bukan euforia. Alih-alih mengejar reli secara agresif, para holder besar justru terlihat menambah eksposur pada tiga token tertentu sambil mencermati level teknikal kunci. Sikap ini mencerminkan persiapan yang matang, bukan pengambilan risiko secara membabi buta. Dogecoin (DOGE) Dogecoin kembali menarik minat crypto whale seiring pasar yang terus bergerak naik. Dalam 24 jam terakhir, DOGE menguat sekitar 5,9%, memperpanjang kenaikan 30 harinya menjadi kurang lebih 7,6%. Pergerakan ini memang terbilang moderat, namun terjadi di titik teknikal yang penting. Data on-chain menunjukkan crypto whale yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta DOGE meningkatkan eksposur mereka selama pergerakan ini. Dalam satu hari terakhir, kelompok ini menaikkan kepemilikan dari 17,60 miliar DOGE menjadi 17,76 miliar DOGE, atau menambah sekitar 160 juta token, setara dengan kurang lebih US$23,5 juta dalam bentuk akumulasi. Whale Dogecoin | Sumber: Santiment Grafik harga membantu menjelaskan mengapa whale mulai masuk saat ini. Pada time frame harian, Dogecoin baru saja berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 20 hari dan 50 hari. EMA memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru dan kerap digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tren sejak dini. Konfigurasi ini penting karena terakhir kali DOGE merebut kembali EMA 20 hari lalu EMA 50 hari dalam urutan yang sama terjadi pada awal Juli. Saat itu, pergerakan tersebut diikuti reli sekitar 73%, sekaligus ditandai dengan bullish crossover, yakni EMA 20 hari melintas ke atas EMA 50 hari. Saat ini, EMA 20 hari kembali mendekati EMA 50 hari, membuka peluang terjadinya bullish crossover berikutnya. Dari posisi sekarang, level pertama yang kemungkinan diperhatikan whale adalah US$0,154, sekitar 4,6% di atas harga saat ini. Penembusan bersih di atas area tersebut akan membawa EMA 100 hari dan EMA 200 hari sebagai resistance berikutnya. Jika level-level ini berhasil ditembus, itu akan menandai pergeseran tren yang lebih bermakna, bukan sekadar pantulan singkat, dan bahkan bisa membuka jalan bagi DOGE untuk merebut kembali US$0,209. Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView Sebaliknya, jika DOGE kembali kehilangan EMA 20 hari dan 50 hari, sentimen bullish akan melemah dan harga berpotensi tertekan hingga ke area US$0,115. Baca Juga: Grayscale Tambah 36 Altcoin ke Daftar Aset Pantauan untuk Q1 2026 Chainlink (LINK) Chainlink mencatat arus masuk whale yang berkelanjutan untuk hari kedua berturut-turut. Meski kepemilikan sempat turun tipis antara 12 dan 13 Januari, reli pasar kripto memicu minat baru. Harga LINK naik hampir 6% dalam 24 jam terakhir, dengan harga kini menguji zona resistance teknikal penting setelah koreksi yang relatif terkendali. Data on-chain memperlihatkan crypto whale mulai kembali secara perlahan. Dalam satu hari terakhir, kepemilikan whale meningkat dari 503,20 juta LINK menjadi 503,42 juta LINK, atau bertambah sekitar 220.000 LINK. Dengan harga saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar US$3,1 juta dalam bentuk akumulasi baru. Meski skalanya lebih kecil dibanding fase buy the dip agresif, timing-nya cukup signifikan. Whale Chainlink | Sumber: Santiment Grafik harga menjelaskan mengapa whale mulai mengambil posisi di area ini. Pada awal bulan, LINK terkoreksi setelah muncul peringatan momentum. Antara 9 Desember hingga 6 Januari, harga membentuk lower high, sementara Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terbaru. Ketidaksinkronan ini menandakan momentum melemah dan mendorong terjadinya koreksi. Kini, koreksi tersebut terlihat lebih konstruktif ketimbang bearish. Pergerakan harga selama fase koreksi membentuk bagian handle dari pola cup and handle, dan LINK kini menekan area neckline. Untuk mengonfirmasi pola ini, LINK membutuhkan penutupan harian di atas US$14,10, diikuti kekuatan lanjutan di atas US$15,04. Jika tercapai, proyeksi pola mengarah ke US$17,62, sekitar 25% di atas harga saat ini. Potensi inilah yang tampaknya mendorong whale kembali masuk meski harga sudah naik. Baca Juga: Analisis Harga LINK | Sumber: TradingView Di sisi bawah, penurunan di bawah US$12,97 akan melemahkan struktur ini, sementara penembusan di bawah US$11,73 akan membatalkannya sepenuhnya. Uniswap (UNI) Uniswap mencatat akumulasi crypto whale yang lebih berhati-hati saat harga mendekati level teknikal penting. UNI naik sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir, namun perilaku whale menunjukkan pendekatan yang terukur, bukan aksi mengejar harga secara agresif. Sejak 13 Januari, whale meningkatkan kepemilikan UNI dari 549,37 juta menjadi 549,57 juta token, atau menambah sekitar 200.000 UNI. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut setara dengan sekitar US$1,1 juta. Whale UNI | Sumber: Santiment Grafik harga menjelaskan sikap hati-hati ini. Uniswap saat ini berada tepat di bawah EMA 20 hari. Secara historis, perebutan kembali EMA 20 hari kerap menjadi momen penting bagi UNI: Pada 8 November, merebut EMA ini menghasilkan reli sebesar 76%. Pada 20 Desember, merebut EMA ini memicu pergerakan sebesar 24%. Pada 3 Januari, merebut EMA ini secara singkat mendorong kenaikan 13%. Para whale nampaknya mulai mengambil posisi lebih awal, namun masih menunggu konfirmasi. Penutupan harian di atas EMA 20 hari, kemudian diikuti dorongan menuju EMA 50 hari, akan memperkuat skenario bullish. Di atasnya, level resistance kunci berada di US$5,98 lalu US$6,57, dan bisa saja menyentuh US$8,13 jika kondisi pasar tetap mendukung. Baca Juga: Perang AS-Iran Nyalakan Reli Bitcoin: Bull Market Crypto Resmi Kembali? Analisis Harga Uniswap | TradingView Jika upaya merebut EMA gagal, risiko drop masih ada. Apabila kehilangan US$5,28, setup akan melemah dan bisa saja menekan harga ke US$4,74 dalam jangka pendek. Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi untuk ketiga altcoin incaran crypto whale kala market pump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin Incaran Crypto Whale saat Market Pump

Market pump alias reli pasar kripto kian mendulang momentum menyusul data inflasi Amerika Serikat keluar dengan angka yang stabil. Consumer Price Index (CPI) Desember naik 2,7% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi dan tetap memancarkan tren pendinginan inflasi. Kondisi ini pun meredakan tekanan terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat serta meningkatkan sentimen risk-on di berbagai pasar. Sejumlah crypto whale pun mulai mengambil posisi.

Meski demikian, pergerakan whale terpantau terukur, bukan euforia. Alih-alih mengejar reli secara agresif, para holder besar justru terlihat menambah eksposur pada tiga token tertentu sambil mencermati level teknikal kunci. Sikap ini mencerminkan persiapan yang matang, bukan pengambilan risiko secara membabi buta.

Dogecoin (DOGE)

Dogecoin kembali menarik minat crypto whale seiring pasar yang terus bergerak naik. Dalam 24 jam terakhir, DOGE menguat sekitar 5,9%, memperpanjang kenaikan 30 harinya menjadi kurang lebih 7,6%. Pergerakan ini memang terbilang moderat, namun terjadi di titik teknikal yang penting.

Data on-chain menunjukkan crypto whale yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta DOGE meningkatkan eksposur mereka selama pergerakan ini. Dalam satu hari terakhir, kelompok ini menaikkan kepemilikan dari 17,60 miliar DOGE menjadi 17,76 miliar DOGE, atau menambah sekitar 160 juta token, setara dengan kurang lebih US$23,5 juta dalam bentuk akumulasi.

Whale Dogecoin | Sumber: Santiment

Grafik harga membantu menjelaskan mengapa whale mulai masuk saat ini. Pada time frame harian, Dogecoin baru saja berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 20 hari dan 50 hari. EMA memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru dan kerap digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tren sejak dini.

Konfigurasi ini penting karena terakhir kali DOGE merebut kembali EMA 20 hari lalu EMA 50 hari dalam urutan yang sama terjadi pada awal Juli. Saat itu, pergerakan tersebut diikuti reli sekitar 73%, sekaligus ditandai dengan bullish crossover, yakni EMA 20 hari melintas ke atas EMA 50 hari.

Saat ini, EMA 20 hari kembali mendekati EMA 50 hari, membuka peluang terjadinya bullish crossover berikutnya.

Dari posisi sekarang, level pertama yang kemungkinan diperhatikan whale adalah US$0,154, sekitar 4,6% di atas harga saat ini. Penembusan bersih di atas area tersebut akan membawa EMA 100 hari dan EMA 200 hari sebagai resistance berikutnya. Jika level-level ini berhasil ditembus, itu akan menandai pergeseran tren yang lebih bermakna, bukan sekadar pantulan singkat, dan bahkan bisa membuka jalan bagi DOGE untuk merebut kembali US$0,209.

Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView

Sebaliknya, jika DOGE kembali kehilangan EMA 20 hari dan 50 hari, sentimen bullish akan melemah dan harga berpotensi tertekan hingga ke area US$0,115.

Baca Juga: Grayscale Tambah 36 Altcoin ke Daftar Aset Pantauan untuk Q1 2026

Chainlink (LINK)

Chainlink mencatat arus masuk whale yang berkelanjutan untuk hari kedua berturut-turut. Meski kepemilikan sempat turun tipis antara 12 dan 13 Januari, reli pasar kripto memicu minat baru. Harga LINK naik hampir 6% dalam 24 jam terakhir, dengan harga kini menguji zona resistance teknikal penting setelah koreksi yang relatif terkendali.

Data on-chain memperlihatkan crypto whale mulai kembali secara perlahan. Dalam satu hari terakhir, kepemilikan whale meningkat dari 503,20 juta LINK menjadi 503,42 juta LINK, atau bertambah sekitar 220.000 LINK. Dengan harga saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar US$3,1 juta dalam bentuk akumulasi baru. Meski skalanya lebih kecil dibanding fase buy the dip agresif, timing-nya cukup signifikan.

Whale Chainlink | Sumber: Santiment

Grafik harga menjelaskan mengapa whale mulai mengambil posisi di area ini. Pada awal bulan, LINK terkoreksi setelah muncul peringatan momentum. Antara 9 Desember hingga 6 Januari, harga membentuk lower high, sementara Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terbaru. Ketidaksinkronan ini menandakan momentum melemah dan mendorong terjadinya koreksi.

Kini, koreksi tersebut terlihat lebih konstruktif ketimbang bearish. Pergerakan harga selama fase koreksi membentuk bagian handle dari pola cup and handle, dan LINK kini menekan area neckline.

Untuk mengonfirmasi pola ini, LINK membutuhkan penutupan harian di atas US$14,10, diikuti kekuatan lanjutan di atas US$15,04. Jika tercapai, proyeksi pola mengarah ke US$17,62, sekitar 25% di atas harga saat ini. Potensi inilah yang tampaknya mendorong whale kembali masuk meski harga sudah naik.

Baca Juga:

Analisis Harga LINK | Sumber: TradingView

Di sisi bawah, penurunan di bawah US$12,97 akan melemahkan struktur ini, sementara penembusan di bawah US$11,73 akan membatalkannya sepenuhnya.

Uniswap (UNI)

Uniswap mencatat akumulasi crypto whale yang lebih berhati-hati saat harga mendekati level teknikal penting. UNI naik sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir, namun perilaku whale menunjukkan pendekatan yang terukur, bukan aksi mengejar harga secara agresif.

Sejak 13 Januari, whale meningkatkan kepemilikan UNI dari 549,37 juta menjadi 549,57 juta token, atau menambah sekitar 200.000 UNI. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut setara dengan sekitar US$1,1 juta.

Whale UNI | Sumber: Santiment

Grafik harga menjelaskan sikap hati-hati ini. Uniswap saat ini berada tepat di bawah EMA 20 hari.

Secara historis, perebutan kembali EMA 20 hari kerap menjadi momen penting bagi UNI:

Pada 8 November, merebut EMA ini menghasilkan reli sebesar 76%.

Pada 20 Desember, merebut EMA ini memicu pergerakan sebesar 24%.

Pada 3 Januari, merebut EMA ini secara singkat mendorong kenaikan 13%.

Para whale nampaknya mulai mengambil posisi lebih awal, namun masih menunggu konfirmasi. Penutupan harian di atas EMA 20 hari, kemudian diikuti dorongan menuju EMA 50 hari, akan memperkuat skenario bullish. Di atasnya, level resistance kunci berada di US$5,98 lalu US$6,57, dan bisa saja menyentuh US$8,13 jika kondisi pasar tetap mendukung.

Baca Juga: Perang AS-Iran Nyalakan Reli Bitcoin: Bull Market Crypto Resmi Kembali?

Analisis Harga Uniswap | TradingView

Jika upaya merebut EMA gagal, risiko drop masih ada. Apabila kehilangan US$5,28, setup akan melemah dan bisa saja menekan harga ke US$4,74 dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi untuk ketiga altcoin incaran crypto whale kala market pump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
XRP Turun Menuju US$2 saat Sinyal Oversold Mengindikasikan Reli PemulihanHarga XRP mengalami koreksi tajam dalam beberapa sesi terakhir, sehingga memicu gelombang panic selling di pasar. Penurunan ini semakin memperkuat sentimen bearish karena investor buru-buru membatasi kerugian mereka. Meskipun begitu, aksi jual agresif ini telah mendorong XRP masuk ke wilayah oversold, yaitu kondisi yang sering menarik pembeli saat harga turun tajam untuk mencari peluang pemulihan jangka pendek. Holder XRP Jual untuk Mencegah Kerugian Data arus volume untung-rugi on-chain memperlihatkan bahwa kerugian mendominasi aktivitas trading XRP selama 20 hari terakhir. Banyak investor awalnya menjual saat harga sempat naik sebentar, dengan harapan keluar dari posisi mereka mendekati titik impas. Tapi, saat tren penurunan terus berlanjut, tekanan jual pun semakin meningkat demi menghindari kerugian lebih dalam. Dalam satu minggu terakhir, aksi jual akibat kerugian bahkan semakin cepat. Sebagian besar transfer XRP berlangsung di bawah harga beli para investor, menggambarkan ketakutan, bukan reposisi strategi. Secara historis, kondisi seperti ini menandakan fase kapitulasi, di mana investor dengan kekuatan lemah keluar dari pasar, dan itu nampaknya sedang terjadi pada XRP saat ini. Mau mendapatkan insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini. Volume Transaksi Untung/Rugi XRP | Sumber: Santiment Money Flow Index, indikator yang memantau tekanan beli dan jual berdasarkan harga dan volume, kini telah masuk ke level oversold dalam 24 jam terakhir. Sinyal ini menunjukkan intensitas jual bisa jadi sudah mendekati titik jenuh. Bacaan oversold yang serupa di masa lalu sempat menciptakan peluang masuk secara taktis bagi pembeli. Saat panic selling mencapai puncaknya, biasanya pelaku pasar yang mencari nilai akan segera masuk dan menambah akumulasi. Walau hal ini tidak menjamin akan terjadi pembalikan tren XRP, namun kondisi ini sering mendukung adanya pantulan harga jangka pendek karena tekanan pasokan mulai mereda dan permintaan menjadi lebih stabil. XRP Money Flow Index (MFI) | Sumber: TradingView Harga XRP Dapat Pulih dari Kerugian Terbaru Pada waktu publikasi, XRP bergerak di kisaran US$2,14 dengan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek. Level Fibonacci retracement yang ditarik dari swing high ke swing low terbaru memberikan zona referensi penting. Struktur saat ini menandakan pembeli sedang berusaha mengambil alih kendali setelah muncul sinyal oversold. Altcoin ini sudah berhasil membentuk support di atas level Fibonacci 23,6%. Jika zona ini bertahan, maka peluang pemulihan bisa semakin menguat. Perubahan tren ke bullish akan terkonfirmasi jika XRP mampu menjadikan level Fibonacci 61,8% di sekitar US$2,27 sebagai support baru. Jika tercapai, target selanjutnya terbuka ke US$2,41 yang dapat membantu mengembalikan kerugian harga belakangan ini. Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView Risiko penurunan tetap ada jika support melemah. Jika XRP gagal bertahan di level Fibonacci 23,6%, maka harga berisiko mengalami tekanan jual lanjutan. Dalam situasi seperti itu, harga bisa turun ke US$2,03. Kehilangan area ini kemungkinan bikin XRP menembus support psikologis US$2,00, sehingga penurunan akan makin dalam dan peluang skenario bullish pun bisa batal terjadi.

XRP Turun Menuju US$2 saat Sinyal Oversold Mengindikasikan Reli Pemulihan

Harga XRP mengalami koreksi tajam dalam beberapa sesi terakhir, sehingga memicu gelombang panic selling di pasar. Penurunan ini semakin memperkuat sentimen bearish karena investor buru-buru membatasi kerugian mereka.

Meskipun begitu, aksi jual agresif ini telah mendorong XRP masuk ke wilayah oversold, yaitu kondisi yang sering menarik pembeli saat harga turun tajam untuk mencari peluang pemulihan jangka pendek.

Holder XRP Jual untuk Mencegah Kerugian

Data arus volume untung-rugi on-chain memperlihatkan bahwa kerugian mendominasi aktivitas trading XRP selama 20 hari terakhir. Banyak investor awalnya menjual saat harga sempat naik sebentar, dengan harapan keluar dari posisi mereka mendekati titik impas. Tapi, saat tren penurunan terus berlanjut, tekanan jual pun semakin meningkat demi menghindari kerugian lebih dalam.

Dalam satu minggu terakhir, aksi jual akibat kerugian bahkan semakin cepat. Sebagian besar transfer XRP berlangsung di bawah harga beli para investor, menggambarkan ketakutan, bukan reposisi strategi. Secara historis, kondisi seperti ini menandakan fase kapitulasi, di mana investor dengan kekuatan lemah keluar dari pasar, dan itu nampaknya sedang terjadi pada XRP saat ini.

Mau mendapatkan insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Volume Transaksi Untung/Rugi XRP | Sumber: Santiment

Money Flow Index, indikator yang memantau tekanan beli dan jual berdasarkan harga dan volume, kini telah masuk ke level oversold dalam 24 jam terakhir. Sinyal ini menunjukkan intensitas jual bisa jadi sudah mendekati titik jenuh.

Bacaan oversold yang serupa di masa lalu sempat menciptakan peluang masuk secara taktis bagi pembeli. Saat panic selling mencapai puncaknya, biasanya pelaku pasar yang mencari nilai akan segera masuk dan menambah akumulasi. Walau hal ini tidak menjamin akan terjadi pembalikan tren XRP, namun kondisi ini sering mendukung adanya pantulan harga jangka pendek karena tekanan pasokan mulai mereda dan permintaan menjadi lebih stabil.

XRP Money Flow Index (MFI) | Sumber: TradingView Harga XRP Dapat Pulih dari Kerugian Terbaru

Pada waktu publikasi, XRP bergerak di kisaran US$2,14 dengan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek. Level Fibonacci retracement yang ditarik dari swing high ke swing low terbaru memberikan zona referensi penting. Struktur saat ini menandakan pembeli sedang berusaha mengambil alih kendali setelah muncul sinyal oversold.

Altcoin ini sudah berhasil membentuk support di atas level Fibonacci 23,6%. Jika zona ini bertahan, maka peluang pemulihan bisa semakin menguat. Perubahan tren ke bullish akan terkonfirmasi jika XRP mampu menjadikan level Fibonacci 61,8% di sekitar US$2,27 sebagai support baru. Jika tercapai, target selanjutnya terbuka ke US$2,41 yang dapat membantu mengembalikan kerugian harga belakangan ini.

Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika support melemah. Jika XRP gagal bertahan di level Fibonacci 23,6%, maka harga berisiko mengalami tekanan jual lanjutan. Dalam situasi seperti itu, harga bisa turun ke US$2,03. Kehilangan area ini kemungkinan bikin XRP menembus support psikologis US$2,00, sehingga penurunan akan makin dalam dan peluang skenario bullish pun bisa batal terjadi.
Trader Memecoin Ubah US$85 ke US$ 150.000 Berkat Koin CinaDunia aset kripto kembali di hebohkan oleh kisah sukses fenomenal yang melibatkan keberuntungan luar biasa dan ketepatan waktu. Seorang trader memecoin anonim di laporkan berhasil mencetak keuntungan fantastis hingga lebih dari 1.700 kali lipat hanya dalam waktu 11 hari. Dengan modal awal yang sangat minim, investor ini membuktikan bahwa ekosistem koin “micin” masih menjadi ladang keuntungan bagi mereka yang berani mengambil risiko tinggi. Modal Kecil, Hasil Raksasa Berdasarkan data on-chain dari Lookonchain, trader dengan alamat dompet 0xf380 ini awalnya hanya mengeluarkan 0,1 BNB atau sekitar US$85 (sekitar Rp1,3 juta) untuk membeli token bernama “我踏马来了” (I’m So Rich). Token ini merupakan salah satu memecoin asal Tiongkok yang baru saja di luncurkan di jaringan BNB Chain. Baca Juga: Harga XRP Melonjak Akibat Regulasi Ripple di Eropa Performa Harga Memecoin Saat pembelian di lakukan, token tersebut hampir tidak memiliki riwayat transaksi dan kapitalisasi pasarnya sangat kecil. Namun, berkat narasi viral di komunitas kripto Tiongkok dan spekulasi yang masif, harga token tersebut meroket tajam dalam waktu singkat. Strategi “Take Profit” Yang Cerdas Hanya dalam 11 hari sejak pembelian, nilai aset trader tersebut membengkak menjadi hampir US$146.600 atau sekitar Rp2,3 miliar. Alih-alih memegang seluruh asetnya (HODL), sang trader melakukan langkah pengamanan modal. Ia menjual 1,53 juta token dan mengantongi keuntungan tunai sebesar 34,88 BNB (setara US$31.500). Hingga saat ini, dompet tersebut diketahui masih menyimpan sisa 4,72 juta token yang bernilai sekitar US$115.000. Total keuntungan gabungan antara saldo yang sudah di jual dan sisa aset mencapai angka yang mencengangkan bagi ukuran modal “uang jajan”. Peringatan Risiko Bagi Investor Meskipun kisah trader memecoin ini menginspirasi banyak orang, para analis mengingatkan bahwa kasus seperti ini adalah pengecualian, bukan aturan umum. Lonjakan harga memecoin sering kali dipicu oleh manipulasi pasar atau tren sesaat yang cepat hilang. Sebagian besar investor justru sering kehilangan modal mereka karena volatilitas yang ekstrem atau risiko rug pull. Keberhasilan trader ini menunjukkan bahwa di tengah gejolak pasar 2026, peluang besar tetap ada, namun manajemen risiko tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam euforia yang merugikan. Bagaimana pendapat Anda tentang trader memecoin yang mendadak jadi miliarder di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Trader Memecoin Ubah US$85 ke US$ 150.000 Berkat Koin Cina

Dunia aset kripto kembali di hebohkan oleh kisah sukses fenomenal yang melibatkan keberuntungan luar biasa dan ketepatan waktu. Seorang trader memecoin anonim di laporkan berhasil mencetak keuntungan fantastis hingga lebih dari 1.700 kali lipat hanya dalam waktu 11 hari.

Dengan modal awal yang sangat minim, investor ini membuktikan bahwa ekosistem koin “micin” masih menjadi ladang keuntungan bagi mereka yang berani mengambil risiko tinggi.

Modal Kecil, Hasil Raksasa

Berdasarkan data on-chain dari Lookonchain, trader dengan alamat dompet 0xf380 ini awalnya hanya mengeluarkan 0,1 BNB atau sekitar US$85 (sekitar Rp1,3 juta) untuk membeli token bernama “我踏马来了” (I’m So Rich). Token ini merupakan salah satu memecoin asal Tiongkok yang baru saja di luncurkan di jaringan BNB Chain.

Baca Juga: Harga XRP Melonjak Akibat Regulasi Ripple di Eropa

Performa Harga Memecoin

Saat pembelian di lakukan, token tersebut hampir tidak memiliki riwayat transaksi dan kapitalisasi pasarnya sangat kecil. Namun, berkat narasi viral di komunitas kripto Tiongkok dan spekulasi yang masif, harga token tersebut meroket tajam dalam waktu singkat.

Strategi “Take Profit” Yang Cerdas

Hanya dalam 11 hari sejak pembelian, nilai aset trader tersebut membengkak menjadi hampir US$146.600 atau sekitar Rp2,3 miliar. Alih-alih memegang seluruh asetnya (HODL), sang trader melakukan langkah pengamanan modal. Ia menjual 1,53 juta token dan mengantongi keuntungan tunai sebesar 34,88 BNB (setara US$31.500).

Hingga saat ini, dompet tersebut diketahui masih menyimpan sisa 4,72 juta token yang bernilai sekitar US$115.000. Total keuntungan gabungan antara saldo yang sudah di jual dan sisa aset mencapai angka yang mencengangkan bagi ukuran modal “uang jajan”.

Peringatan Risiko Bagi Investor

Meskipun kisah trader memecoin ini menginspirasi banyak orang, para analis mengingatkan bahwa kasus seperti ini adalah pengecualian, bukan aturan umum. Lonjakan harga memecoin sering kali dipicu oleh manipulasi pasar atau tren sesaat yang cepat hilang. Sebagian besar investor justru sering kehilangan modal mereka karena volatilitas yang ekstrem atau risiko rug pull.

Keberhasilan trader ini menunjukkan bahwa di tengah gejolak pasar 2026, peluang besar tetap ada, namun manajemen risiko tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam euforia yang merugikan.

Bagaimana pendapat Anda tentang trader memecoin yang mendadak jadi miliarder di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Harga XRP Melonjak Akibat Regulasi Ripple di EropaHarga XRP melonjak setelah muncul laporan bahwa Ripple mendapatkan persetujuan awal untuk lisensi Electronic Money Institution (EMI) di Luksemburg. Kenaikan ini di picu oleh optimisme pasar terhadap ekspansi besar-besaran Ripple di wilayah Uni Eropa. Capaian regulasi ini menjadi langkah penting berikutnya bagi perusahaan pembayaran berbasis blockchain itu dalam memperluas ekspansinya di Eropa. Strategi Ripple di Eropa Mulai Jelas dan XRP Berada di Jalurnya Ripple mengungkapkan bahwa otoritas keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF), telah memberikan “lampu hijau” awal untuk lisensi EMI. Jika nantinya proses ini selesai, otorisasi tersebut akan memungkinkan Ripple menawarkan layanan pembayaran yang di atur, termasuk stablecoin dan aset digital lainnya, di seluruh Uni Eropa dengan sistem passporting Perkembangan ini menempatkan Luksemburg sebagai pusat dari strategi Ripple di Eropa. Lisensi EMI di negara tersebut memungkinkan Ripple beroperasi di bawah aturan Uni Eropa yang seragam. Hal ini memungkinkan untuk dapat masuk ke banyak negara anggota tanpa perlu meminta izin terpisah di setiap yurisdiksi. Bagi sektor yang menghadapi pengawasan makin ketat, kemampuan untuk berkembang lintas negara dengan tetap patuh regulasi kini jadi keunggulan penting. Para investor Ripple nampaknya menyambut baik kabar ini. Harga XRP terlihat naik saat para trader mencerna implikasi dari jejak regulasi Ripple yang makin luas di Eropa. Pada waktu publikasi, XRP di perdagangkan di harga US$2,14, atau naik hampir 4% karena berita tersebut. Baca Juga: Potensi Bitcoin Anjlok Menurut Benjamin Cowen, Kapan Akan Terjadi? Performa Harga XRP | Sumber: BeInCrypto Meski reaksi harga atas pencapaian regulasi kerap tidak merata, persetujuan dari Luksemburg memperkuat narasi bahwa Ripple kini sedang berkembang menjadi salah satu perusahaan aset kripto yang paling patuh regulasi di pasar keuangan besar. Ekspansi Lisensi: Dari Inggris hingga Luksemburg Kemajuan di Luksemburg ini datang sesaat setelah Ripple baru saja mencetak kemenangan regulasi di Inggris. Pekan lalu, perusahaan itu memastikan bahwa anak usaha lokal mereka, Ripple Markets UK, telah meraih baik lisensi EMI maupun registrasi aset kripto dari Financial Conduct Authority (FCA). Seperti yang sudah di laporkan BeInCrypto, lolos dari pemeriksaan FCA merupakan pencapaian langka di industri kripto karena mayoritas pelamar gagal memenuhi standar ketat otoritas tersebut. Persetujuan di Inggris dan Luksemburg ini bersama-sama menandakan adanya upaya terkoordinasi untuk mengintegrasikan bisnis pembayaran Ripple ke dalam sistem keuangan regulasi di Eropa. Perusahaan ini juga sedang mengejar otorisasi sebagai Crypto-Asset Service Provider (CASP) di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa. Hal ini akan memposisikan Ripple agar sepenuhnya sejalan dengan regulasi aset digital baru UE saat mulai di berlakukan. Ripple mengungkapkan bahwa persetujuan di Eropa ini menambah daftar global yang telah memuat lebih dari 75 lisensi regulasi, termasuk lisensi pengiriman uang di AS serta otorisasi di yurisdiksi seperti Singapura dan Dubai. Ripple kini semakin menekankan pentingnya regulasi sebagai benteng utama bagi operasional perusahaan. Strategi ini menjadi sangat krusial di tengah ketatnya standar industri keuangan saat ini. Hal tersebut di lakukan karena banyak bank dan penyedia pembayaran enggan bekerja sama dengan entitas kripto yang tidak memiliki lisensi resmi. “UE menjadi salah satu yurisdiksi utama pertama yang memperkenalkan regulasi aset digital yang komprehensif, sehingga memberikan kepastian bagi institusi keuangan untuk mengembangkan blockchain dari tahap uji coba ke skala komersial,” ujar Presiden Ripple Monica Long dalam pernyataan resminya, seraya menyebut persetujuan Luksemburg sebagai bagian dari inisiatif lebih luas untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran lintas negara. Dampak Jangka Panjang bagi Utilitas XRP Cassie Craddock, Managing Director Ripple untuk Inggris dan Eropa, menuturkan bahwa pendekatan regulasi Luksemburg telah membuat negara ini menjadi pusat inovasi keuangan. Ia juga menerangkan bahwa persetujuan awal ini memungkinkan Ripple memberi infrastruktur blockchain patuh regulasi untuk klien di seluruh UE. Bagi XRP, maknanya lebih dari sekadar pemberitaan. Analisis BeInCrypto menyoroti bahwa lisensi di Inggris memungkinkan XRP di gunakan dalam alur pembayaran resmi secara senyap. Hal ini membuktikan fungsi XRP telah melampaui sekadar aset perdagangan di bursa kripto. Lisensi EMI Luksemburg membuka peluang agar model tersebut dapat di terapkan di seluruh pasar tunggal UE. Seiring waktu, hal ini dapat membuat XRP semakin dalam terintegrasi dengan jalur pembayaran institusional. Kebutuhan riil terhadap XRP pada akhirnya akan bergantung pada volume transaksi pembayaran yang nyata, bukan hanya pengumuman regulasi semata. Persetujuan terbaru ini semakin memperkokoh posisi Ripple sebagai perusahaan kripto utama di pasar Eropa. Mereka terbukti mampu beroperasi secara luas meski di tengah kerangka regulasi yang semakin ketat. Bagaimana pendapat Anda tentang harga XRP yang melonjak berkat ekspansi strategis Ripple di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga XRP Melonjak Akibat Regulasi Ripple di Eropa

Harga XRP melonjak setelah muncul laporan bahwa Ripple mendapatkan persetujuan awal untuk lisensi Electronic Money Institution (EMI) di Luksemburg. Kenaikan ini di picu oleh optimisme pasar terhadap ekspansi besar-besaran Ripple di wilayah Uni Eropa.

Capaian regulasi ini menjadi langkah penting berikutnya bagi perusahaan pembayaran berbasis blockchain itu dalam memperluas ekspansinya di Eropa.

Strategi Ripple di Eropa Mulai Jelas dan XRP Berada di Jalurnya

Ripple mengungkapkan bahwa otoritas keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF), telah memberikan “lampu hijau” awal untuk lisensi EMI.

Jika nantinya proses ini selesai, otorisasi tersebut akan memungkinkan Ripple menawarkan layanan pembayaran yang di atur, termasuk stablecoin dan aset digital lainnya, di seluruh Uni Eropa dengan sistem passporting

Perkembangan ini menempatkan Luksemburg sebagai pusat dari strategi Ripple di Eropa. Lisensi EMI di negara tersebut memungkinkan Ripple beroperasi di bawah aturan Uni Eropa yang seragam. Hal ini memungkinkan untuk dapat masuk ke banyak negara anggota tanpa perlu meminta izin terpisah di setiap yurisdiksi.

Bagi sektor yang menghadapi pengawasan makin ketat, kemampuan untuk berkembang lintas negara dengan tetap patuh regulasi kini jadi keunggulan penting.

Para investor Ripple nampaknya menyambut baik kabar ini. Harga XRP terlihat naik saat para trader mencerna implikasi dari jejak regulasi Ripple yang makin luas di Eropa. Pada waktu publikasi, XRP di perdagangkan di harga US$2,14, atau naik hampir 4% karena berita tersebut.

Baca Juga: Potensi Bitcoin Anjlok Menurut Benjamin Cowen, Kapan Akan Terjadi?

Performa Harga XRP | Sumber: BeInCrypto

Meski reaksi harga atas pencapaian regulasi kerap tidak merata, persetujuan dari Luksemburg memperkuat narasi bahwa Ripple kini sedang berkembang menjadi salah satu perusahaan aset kripto yang paling patuh regulasi di pasar keuangan besar.

Ekspansi Lisensi: Dari Inggris hingga Luksemburg

Kemajuan di Luksemburg ini datang sesaat setelah Ripple baru saja mencetak kemenangan regulasi di Inggris. Pekan lalu, perusahaan itu memastikan bahwa anak usaha lokal mereka, Ripple Markets UK, telah meraih baik lisensi EMI maupun registrasi aset kripto dari Financial Conduct Authority (FCA).

Seperti yang sudah di laporkan BeInCrypto, lolos dari pemeriksaan FCA merupakan pencapaian langka di industri kripto karena mayoritas pelamar gagal memenuhi standar ketat otoritas tersebut.

Persetujuan di Inggris dan Luksemburg ini bersama-sama menandakan adanya upaya terkoordinasi untuk mengintegrasikan bisnis pembayaran Ripple ke dalam sistem keuangan regulasi di Eropa.

Perusahaan ini juga sedang mengejar otorisasi sebagai Crypto-Asset Service Provider (CASP) di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa. Hal ini akan memposisikan Ripple agar sepenuhnya sejalan dengan regulasi aset digital baru UE saat mulai di berlakukan.

Ripple mengungkapkan bahwa persetujuan di Eropa ini menambah daftar global yang telah memuat lebih dari 75 lisensi regulasi, termasuk lisensi pengiriman uang di AS serta otorisasi di yurisdiksi seperti Singapura dan Dubai.

Ripple kini semakin menekankan pentingnya regulasi sebagai benteng utama bagi operasional perusahaan. Strategi ini menjadi sangat krusial di tengah ketatnya standar industri keuangan saat ini. Hal tersebut di lakukan karena banyak bank dan penyedia pembayaran enggan bekerja sama dengan entitas kripto yang tidak memiliki lisensi resmi.

“UE menjadi salah satu yurisdiksi utama pertama yang memperkenalkan regulasi aset digital yang komprehensif, sehingga memberikan kepastian bagi institusi keuangan untuk mengembangkan blockchain dari tahap uji coba ke skala komersial,” ujar Presiden Ripple Monica Long dalam pernyataan resminya, seraya menyebut persetujuan Luksemburg sebagai bagian dari inisiatif lebih luas untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran lintas negara.

Dampak Jangka Panjang bagi Utilitas XRP

Cassie Craddock, Managing Director Ripple untuk Inggris dan Eropa, menuturkan bahwa pendekatan regulasi Luksemburg telah membuat negara ini menjadi pusat inovasi keuangan.

Ia juga menerangkan bahwa persetujuan awal ini memungkinkan Ripple memberi infrastruktur blockchain patuh regulasi untuk klien di seluruh UE.

Bagi XRP, maknanya lebih dari sekadar pemberitaan. Analisis BeInCrypto menyoroti bahwa lisensi di Inggris memungkinkan XRP di gunakan dalam alur pembayaran resmi secara senyap. Hal ini membuktikan fungsi XRP telah melampaui sekadar aset perdagangan di bursa kripto.

Lisensi EMI Luksemburg membuka peluang agar model tersebut dapat di terapkan di seluruh pasar tunggal UE. Seiring waktu, hal ini dapat membuat XRP semakin dalam terintegrasi dengan jalur pembayaran institusional.

Kebutuhan riil terhadap XRP pada akhirnya akan bergantung pada volume transaksi pembayaran yang nyata, bukan hanya pengumuman regulasi semata.

Persetujuan terbaru ini semakin memperkokoh posisi Ripple sebagai perusahaan kripto utama di pasar Eropa. Mereka terbukti mampu beroperasi secara luas meski di tengah kerangka regulasi yang semakin ketat.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga XRP yang melonjak berkat ekspansi strategis Ripple di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
3 Altcoin yang Perlu Dipantau saat Harga Bitcoin Melewati US$95.000Pasar kripto naik signifikan hari ini karena CPI AS tetap stabil di bulan Desember. Hal ini mendorong Bitcoin naik menembus US$95.000 dalam 24 jam terakhir. Walaupun BTC sekarang masih bergerak di kisaran harga ini, altcoin yang ikut terdorong berpotensi mencatatkan kenaikan lebih lanjut. BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang menunjukkan potensi reli dalam waktu dekat. Pump.fun (PUMP) Harga PUMP terus mengikuti pergerakan Bitcoin dengan erat, menunjukkan korelasi kuat sebesar 0,96 dengan aset kripto utama tersebut. Selama Bitcoin mempertahankan tren naiknya, altcoin ini berpeluang ikut mendapatkan keuntungan dari kekuatan pasar secara umum. Pada waktu publikasi, PUMP diperdagangkan di kisaran US$0,00281, mencerminkan sentimen jangka pendek yang membaik. Struktur teknikal juga menguatkan prospek bullish. PUMP sedang mengalami breakout dari pola cup and handle pada grafik 12 jam, yang biasanya mengindikasikan kelanjutan tren. Pola ini memproyeksikan potensi kenaikan sebesar 57,7% menuju US$0,00417. CMF yang naik di atas nol juga mengonfirmasi masuknya modal aktif. Jika PUMP bisa merebut kembali level US$0,00325 sebagai support, maka breakout tersebut semakin kuat. Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini. Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView Risiko penurunan tetap ada jika momentum mulai melemah. Jika PUMP gagal mempertahankan level US$0,00325 sebagai support, struktur bullish akan melemah dan tekanan jual bisa meningkat. Pada kondisi ini, PUMP bisa turun menuju US$0,00212. Kehilangan level tersebut akan membatalkan pola cup and handle dan menghapus kenaikan baru-baru ini. Internet Computer (ICP) ICP saat ini diperdagangkan di kisaran US$3,85 dan membentuk pola inverse head-and-shoulders yang sangat jelas. Pola bullish ini sering menjadi tanda pembalikan tren setelah fase lemah yang berkepanjangan. Berdasarkan struktur saat ini, pola ini berpotensi memproyeksikan kenaikan hingga 29,75% dengan target di US$4,48 jika tekanan beli tetap konsisten. Setelah breakout yang terjadi dalam 24 jam terakhir, kini ICP fokus untuk menjadikan US$4,00 sebagai zona support baru. Jika berhasil, maka breakout bullish akan terkonfirmasi. Indikator momentum juga semakin menguat karena altcoin ini mendekati Golden Cross, yang secara historis sering menjadi sinyal penguatan tren naik dan kenaikan harga berkelanjutan. Analisis Harga ICP | Sumber: TradingView Risiko tetap ada jika ICP tidak mampu bertahan di level kunci. Penolakan di dekat US$4,00 bisa memicu koreksi ke bawah US$3,75. Jika skenario itu terjadi, support selanjutnya berada di US$3,45. Jika ICP kehilangan level ini, pola bullish akan gagal sepenuhnya sehingga risiko penurunan ke US$3,10 semakin terbuka di tengah tekanan jual yang semakin besar. Celestia (TIA) TIA tengah membentuk pola cup and handle, yaitu struktur bullish yang menandakan potensi kelanjutan tren setelah harga Bitcoin naik. Altcoin ini diperdagangkan di angka US$0,60 dan kini mendekati zona breakout. Pola ini berpotensi menghasilkan kenaikan sekitar 38,2% dengan target teknikal di US$0,82 jika kondisi pasar secara umum tetap mendukung. Indikator momentum juga mendukung pandangan ini. Money Flow Index mulai bangkit dari level netral, yang menunjukkan tekanan beli semakin kuat. Jika arus masuk modal terus berlanjut, TIA bisa menembus di atas US$0,65 dan US$0,67. Jika kedua level ini berubah menjadi support, maka trend bullish akan semakin terkonfirmasi sekaligus memperkuat peluang kenaikan dalam waktu dekat. Analisis Harga TIA | Sumber: TradingView Risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar berubah. Jika tekanan beli berubah menjadi tekanan jual, TIA bisa terkoreksi kembali ke US$0,53 yang dulu sempat diuji sebagai support. Jika gagal bertahan di level ini, pola bullish akan batal dan TIA semakin berisiko turun lebih dalam menuju US$0,48.

3 Altcoin yang Perlu Dipantau saat Harga Bitcoin Melewati US$95.000

Pasar kripto naik signifikan hari ini karena CPI AS tetap stabil di bulan Desember. Hal ini mendorong Bitcoin naik menembus US$95.000 dalam 24 jam terakhir.

Walaupun BTC sekarang masih bergerak di kisaran harga ini, altcoin yang ikut terdorong berpotensi mencatatkan kenaikan lebih lanjut.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang menunjukkan potensi reli dalam waktu dekat.

Pump.fun (PUMP)

Harga PUMP terus mengikuti pergerakan Bitcoin dengan erat, menunjukkan korelasi kuat sebesar 0,96 dengan aset kripto utama tersebut. Selama Bitcoin mempertahankan tren naiknya, altcoin ini berpeluang ikut mendapatkan keuntungan dari kekuatan pasar secara umum. Pada waktu publikasi, PUMP diperdagangkan di kisaran US$0,00281, mencerminkan sentimen jangka pendek yang membaik.

Struktur teknikal juga menguatkan prospek bullish. PUMP sedang mengalami breakout dari pola cup and handle pada grafik 12 jam, yang biasanya mengindikasikan kelanjutan tren. Pola ini memproyeksikan potensi kenaikan sebesar 57,7% menuju US$0,00417. CMF yang naik di atas nol juga mengonfirmasi masuknya modal aktif. Jika PUMP bisa merebut kembali level US$0,00325 sebagai support, maka breakout tersebut semakin kuat.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika momentum mulai melemah. Jika PUMP gagal mempertahankan level US$0,00325 sebagai support, struktur bullish akan melemah dan tekanan jual bisa meningkat. Pada kondisi ini, PUMP bisa turun menuju US$0,00212.

Kehilangan level tersebut akan membatalkan pola cup and handle dan menghapus kenaikan baru-baru ini.

Internet Computer (ICP)

ICP saat ini diperdagangkan di kisaran US$3,85 dan membentuk pola inverse head-and-shoulders yang sangat jelas. Pola bullish ini sering menjadi tanda pembalikan tren setelah fase lemah yang berkepanjangan. Berdasarkan struktur saat ini, pola ini berpotensi memproyeksikan kenaikan hingga 29,75% dengan target di US$4,48 jika tekanan beli tetap konsisten.

Setelah breakout yang terjadi dalam 24 jam terakhir, kini ICP fokus untuk menjadikan US$4,00 sebagai zona support baru. Jika berhasil, maka breakout bullish akan terkonfirmasi. Indikator momentum juga semakin menguat karena altcoin ini mendekati Golden Cross, yang secara historis sering menjadi sinyal penguatan tren naik dan kenaikan harga berkelanjutan.

Analisis Harga ICP | Sumber: TradingView

Risiko tetap ada jika ICP tidak mampu bertahan di level kunci. Penolakan di dekat US$4,00 bisa memicu koreksi ke bawah US$3,75. Jika skenario itu terjadi, support selanjutnya berada di US$3,45. Jika ICP kehilangan level ini, pola bullish akan gagal sepenuhnya sehingga risiko penurunan ke US$3,10 semakin terbuka di tengah tekanan jual yang semakin besar.

Celestia (TIA)

TIA tengah membentuk pola cup and handle, yaitu struktur bullish yang menandakan potensi kelanjutan tren setelah harga Bitcoin naik. Altcoin ini diperdagangkan di angka US$0,60 dan kini mendekati zona breakout. Pola ini berpotensi menghasilkan kenaikan sekitar 38,2% dengan target teknikal di US$0,82 jika kondisi pasar secara umum tetap mendukung.

Indikator momentum juga mendukung pandangan ini. Money Flow Index mulai bangkit dari level netral, yang menunjukkan tekanan beli semakin kuat. Jika arus masuk modal terus berlanjut, TIA bisa menembus di atas US$0,65 dan US$0,67. Jika kedua level ini berubah menjadi support, maka trend bullish akan semakin terkonfirmasi sekaligus memperkuat peluang kenaikan dalam waktu dekat.

Analisis Harga TIA | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar berubah. Jika tekanan beli berubah menjadi tekanan jual, TIA bisa terkoreksi kembali ke US$0,53 yang dulu sempat diuji sebagai support. Jika gagal bertahan di level ini, pola bullish akan batal dan TIA semakin berisiko turun lebih dalam menuju US$0,48.
Break Pola Ethereum Buka Peluang ke US$4.000, Namun Tidak Tanpa RisikoEthereum menunjukkan kekuatan baru. Harganya naik hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan telah memperpanjang pemulihannya baru-baru ini, mendorong harga naik secara tegas pada grafik 12 jam. Pergerakan itu bukan terjadi secara acak. Ethereum kini telah breakout dari pola cup-and-handle, sebuah struktur yang sering menandakan kelanjutan tren saat terkonfirmasi dengan volume. Breakout ini kembali memfokuskan perhatian ke level US$4.000. Meski struktur terlihat positif, beberapa sinyal momentum dan on-chain menunjukkan reli yang mungkin terjadi tidak bebas risiko. Ethereum Konfirmasi Breakout Cup-and-Handle saat Volume Mendukung Pergerakan Pada grafik 12 jam, Ethereum telah menyelesaikan formasi cup-and-handle dengan garis leher yang sedikit menurun. Kemiringan ini penting. Garis leher yang menurun berarti pembeli harus menyerap tekanan jual di beberapa level, bukan hanya menembus resistance datar dalam satu gerakan. Singkatnya, pemulihan butuh kekuatan ekstra, itulah mengapa harga terus bergerak naik perlahan daripada breakout dalam satu lonjakan. Pada 13 Januari, Ethereum akhirnya menembus garis leher itu dan diikuti dengan candle bullish yang kuat. Volume menjadi konfirmasi utama. Breakout ini terjadi dengan volume hijau yang semakin besar, menunjukkan bahwa pembeli masuk dengan keyakinan, bukan hanya harga naik akibat likuiditas yang tipis. Partisipasi ini mengurangi risiko pergerakan palsu yang cepat, meskipun kelanjutannya berlangsung secara bertahap, bukan meledak. Mau insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini. Breakout Harga ETH | Sumber: TradingView Jika diukur dari dasar pola cup, pola ini memproyeksikan harga menuju zona US$4.010. Ini bukan berarti Ethereum harus langsung naik ke sana, tapi mengembalikan level tersebut ke roadmap teknikal untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir. Dengan struktur dan volume yang selaras, skenario bullish menjadi jelas. Pertanyaan selanjutnya, apakah momentum bisa terus terjaga? Risiko Momentum Muncul saat Profit Jangka Pendek Naik Meski struktur harga terlihat sehat, indikator momentum menimbulkan risiko bersyarat. Pada time frame 12 jam yang sama, Relative Strength Index atau RSI Ethereum menunjukkan tanda-tanda potensi bearish divergence. RSI mengukur momentum dengan membandingkan keuntungan dan kerugian terkini. Bearish divergence terjadi ketika harga membentuk higher high, namun RSI justru membentuk lower high, sering kali menandakan momentum mulai melemah. Pada grafik 12 jam, hal ini bisa menyebabkan penurunan. Antara 6 Januari dan 14 Januari, harga Ethereum naik, tapi RSI belum mengkonfirmasi kekuatan tersebut. Divergensi ini masih dalam proses terbentuk, belum terverifikasi. Divergensi ini kemungkinan besar tidak terkonfirmasi jika Ethereum bertahan di atas area US$3.360, dengan RSI yang meningkat. Sampai saat itu, risiko ini masih tetap ada, bukan keputusan pasti. Divergensi RSI ETH Berkembang: TradingView Data on-chain memberikan konteks tambahan. NUPL holder jangka pendek, singkatan dari Net Unrealized Profit/Loss, telah naik ke level tertingginya dalam sekitar dua bulan terakhir, meskipun masih berada di zona capitulation. NUPL mengukur apakah para holder sedang mengalami keuntungan atau kerugian. NUPL yang naik berarti lebih banyak holder jangka pendek sedang untung, sehingga godaan untuk menjual semakin meningkat. NUPL Naik | Sumber: Glassnode Ini penting karena terakhir kali NUPL holder jangka pendek mencapai puncak lokal, Ethereum terkoreksi tajam. Pada awal Januari, saat NUPL memuncak, Ethereum turun dari sekitar US$3.295 ke sekitar US$3.090, penurunan sekitar 6%. Reaksi historis ini membuat kenaikan NUPL saat ini patut diwaspadai. Namun, ada perbedaan penting kali ini. Aktivitas koin yang digunakan, yaitu yang melacak apakah koin yang baru dibeli benar-benar dipindahkan dan dijual, masih lesu. Dalam 24 jam terakhir, koin dalam kelompok umur 30–60 hari yang digunakan turun hampir 80% dari puncak terbaru, menunjukkan meski keuntungan belum terealisasi naik, holder jangka pendek belum terburu-buru memindahkan atau menjual koin mereka. Aktivitas Koin Turun Meski Risiko Ada | Sumber: Santiment Walaupun NUPL naik, holder jangka pendek tidak sedang aktif mendistribusikan. Ini menandakan keuntungan ada, tapi keyakinan mereka belum luntur. Level Harga Ethereum yang Perlu Dipantau Sekarang Dengan struktur yang bullish dan momentum yang bergantung pada risiko, pergerakan Ethereum selanjutnya sangat bergantung pada level harga kunci. Jika mampu bertahan di atas zona US$3.250–US$3.270, maka breakout tetap terjaga. Pergerakan yang stabil di atas US$3.360–US$3.380 kemungkinan besar akan menghilangkan risiko divergensi Relative Strength Index (RSI) untuk sementara serta membiarkan momentum kembali terbentuk. Penutupan yang jelas di atas area ini akan memperkuat peluang kelanjutan ke arah US$3.580, lalu US$3.910, serta pada akhirnya menuju area psikologis US$4.000–US$4.010. Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView Jika risiko momentum justru mendominasi (dengan candle berikutnya terbentuk di bawah US$3.360), maka level penurunan akan menjadi perhatian utama. Jika kehilangan US$3.250, struktur jangka pendek Ethereum akan melemah. Di bawah itu, US$3.180 dan lalu US$3.050 menjadi zona support potensial, apalagi jika holder jangka pendek mulai mengambil keuntungan dari profit yang belum terealisasi. Ethereum tidak selalu membutuhkan kondisi yang sempurna untuk bergerak naik. Ethereum hanya butuh volume yang bertahan, risiko momentum yang mulai pudar, dan para holder jangka pendek tetap sabar. Jika semua kondisi itu terjadi bersamaan, maka target US$4.000 tidak lagi sekedar harapan, namun berubah menjadi bagian dari struktur harga.

Break Pola Ethereum Buka Peluang ke US$4.000, Namun Tidak Tanpa Risiko

Ethereum menunjukkan kekuatan baru. Harganya naik hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan telah memperpanjang pemulihannya baru-baru ini, mendorong harga naik secara tegas pada grafik 12 jam.

Pergerakan itu bukan terjadi secara acak. Ethereum kini telah breakout dari pola cup-and-handle, sebuah struktur yang sering menandakan kelanjutan tren saat terkonfirmasi dengan volume.

Breakout ini kembali memfokuskan perhatian ke level US$4.000. Meski struktur terlihat positif, beberapa sinyal momentum dan on-chain menunjukkan reli yang mungkin terjadi tidak bebas risiko.

Ethereum Konfirmasi Breakout Cup-and-Handle saat Volume Mendukung Pergerakan

Pada grafik 12 jam, Ethereum telah menyelesaikan formasi cup-and-handle dengan garis leher yang sedikit menurun. Kemiringan ini penting.

Garis leher yang menurun berarti pembeli harus menyerap tekanan jual di beberapa level, bukan hanya menembus resistance datar dalam satu gerakan. Singkatnya, pemulihan butuh kekuatan ekstra, itulah mengapa harga terus bergerak naik perlahan daripada breakout dalam satu lonjakan.

Pada 13 Januari, Ethereum akhirnya menembus garis leher itu dan diikuti dengan candle bullish yang kuat. Volume menjadi konfirmasi utama.

Breakout ini terjadi dengan volume hijau yang semakin besar, menunjukkan bahwa pembeli masuk dengan keyakinan, bukan hanya harga naik akibat likuiditas yang tipis. Partisipasi ini mengurangi risiko pergerakan palsu yang cepat, meskipun kelanjutannya berlangsung secara bertahap, bukan meledak.

Mau insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini.

Breakout Harga ETH | Sumber: TradingView

Jika diukur dari dasar pola cup, pola ini memproyeksikan harga menuju zona US$4.010. Ini bukan berarti Ethereum harus langsung naik ke sana, tapi mengembalikan level tersebut ke roadmap teknikal untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan struktur dan volume yang selaras, skenario bullish menjadi jelas. Pertanyaan selanjutnya, apakah momentum bisa terus terjaga?

Risiko Momentum Muncul saat Profit Jangka Pendek Naik

Meski struktur harga terlihat sehat, indikator momentum menimbulkan risiko bersyarat. Pada time frame 12 jam yang sama, Relative Strength Index atau RSI Ethereum menunjukkan tanda-tanda potensi bearish divergence.

RSI mengukur momentum dengan membandingkan keuntungan dan kerugian terkini. Bearish divergence terjadi ketika harga membentuk higher high, namun RSI justru membentuk lower high, sering kali menandakan momentum mulai melemah. Pada grafik 12 jam, hal ini bisa menyebabkan penurunan.

Antara 6 Januari dan 14 Januari, harga Ethereum naik, tapi RSI belum mengkonfirmasi kekuatan tersebut. Divergensi ini masih dalam proses terbentuk, belum terverifikasi. Divergensi ini kemungkinan besar tidak terkonfirmasi jika Ethereum bertahan di atas area US$3.360, dengan RSI yang meningkat. Sampai saat itu, risiko ini masih tetap ada, bukan keputusan pasti.

Divergensi RSI ETH Berkembang: TradingView

Data on-chain memberikan konteks tambahan. NUPL holder jangka pendek, singkatan dari Net Unrealized Profit/Loss, telah naik ke level tertingginya dalam sekitar dua bulan terakhir, meskipun masih berada di zona capitulation. NUPL mengukur apakah para holder sedang mengalami keuntungan atau kerugian. NUPL yang naik berarti lebih banyak holder jangka pendek sedang untung, sehingga godaan untuk menjual semakin meningkat.

NUPL Naik | Sumber: Glassnode

Ini penting karena terakhir kali NUPL holder jangka pendek mencapai puncak lokal, Ethereum terkoreksi tajam. Pada awal Januari, saat NUPL memuncak, Ethereum turun dari sekitar US$3.295 ke sekitar US$3.090, penurunan sekitar 6%. Reaksi historis ini membuat kenaikan NUPL saat ini patut diwaspadai.

Namun, ada perbedaan penting kali ini. Aktivitas koin yang digunakan, yaitu yang melacak apakah koin yang baru dibeli benar-benar dipindahkan dan dijual, masih lesu. Dalam 24 jam terakhir, koin dalam kelompok umur 30–60 hari yang digunakan turun hampir 80% dari puncak terbaru, menunjukkan meski keuntungan belum terealisasi naik, holder jangka pendek belum terburu-buru memindahkan atau menjual koin mereka.

Aktivitas Koin Turun Meski Risiko Ada | Sumber: Santiment

Walaupun NUPL naik, holder jangka pendek tidak sedang aktif mendistribusikan. Ini menandakan keuntungan ada, tapi keyakinan mereka belum luntur.

Level Harga Ethereum yang Perlu Dipantau Sekarang

Dengan struktur yang bullish dan momentum yang bergantung pada risiko, pergerakan Ethereum selanjutnya sangat bergantung pada level harga kunci. Jika mampu bertahan di atas zona US$3.250–US$3.270, maka breakout tetap terjaga. Pergerakan yang stabil di atas US$3.360–US$3.380 kemungkinan besar akan menghilangkan risiko divergensi Relative Strength Index (RSI) untuk sementara serta membiarkan momentum kembali terbentuk.

Penutupan yang jelas di atas area ini akan memperkuat peluang kelanjutan ke arah US$3.580, lalu US$3.910, serta pada akhirnya menuju area psikologis US$4.000–US$4.010.

Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Jika risiko momentum justru mendominasi (dengan candle berikutnya terbentuk di bawah US$3.360), maka level penurunan akan menjadi perhatian utama. Jika kehilangan US$3.250, struktur jangka pendek Ethereum akan melemah. Di bawah itu, US$3.180 dan lalu US$3.050 menjadi zona support potensial, apalagi jika holder jangka pendek mulai mengambil keuntungan dari profit yang belum terealisasi.

Ethereum tidak selalu membutuhkan kondisi yang sempurna untuk bergerak naik. Ethereum hanya butuh volume yang bertahan, risiko momentum yang mulai pudar, dan para holder jangka pendek tetap sabar. Jika semua kondisi itu terjadi bersamaan, maka target US$4.000 tidak lagi sekedar harapan, namun berubah menjadi bagian dari struktur harga.
Bagaimana Otoritas India Membongkar Operasi Dugaan Penipuan KriptoDirektorat Penegakan Hukum (ED) India telah menindak dugaan operasi penipuan aset kripto di Maharashtra, yang menyebabkan kerugian investor lebih dari Rp4,25 crore (sekitar US$472.000). Otoritas melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Nagpur pada 7 Januari berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA) tahun 2002. ED India Targetkan “Ether Trade Asia” dalam Penyelidikan Scam Aset Kripto Berdasarkan siaran pers, lokasi tersebut terkait dengan Nished Mahadeo Rao Wasnik dan rekan-rekannya. ED menjelaskan bahwa Wasnik memimpin kelompok yang diduga menjalankan platform daring ilegal bernama “Ether Trade Asia.” Penyidik mengklaim bahwa kelompok tersebut mengadakan seminar promosi di hotel-hotel mewah di Nagpur dan wilayah lain di Maharashtra. Dalam acara-acara ini, penyelenggara diduga menyampaikan klaim menyesatkan kepada peserta mengenai peluang investasi. ED menyebut bahwa tujuannya adalah untuk “menipu investor yang tidak bersalah.“ “Mereka merancang dan mempromosikan platform Ether Trade Asia dengan membuat skema komisi biner palsu menggunakan janji-janji palsu, lalu membujuk investor polos dengan menawarkan imbal hasil sangat tinggi atas investasi yang diklaim dilakukan pada aset kripto ‘Ethereum’ melalui berbagai skema yang dijalankan atas nama perusahaannya M/s Ether Trade Asia dan dengan itu berhasil mengumpulkan dana besar dari masyarakat,” bunyi siaran pers tersebut. Menurut otoritas, kelompok ini memakai dana yang dikumpulkan untuk kebutuhan pribadi. ED memperkirakan kerugian investor melebihi Rp4,25 crore. Penyelidikan juga menemukan bahwa para tersangka menggunakan dana hasil kejahatan itu untuk membeli properti bergerak dan tidak bergerak, baik atas nama mereka sendiri maupun melalui keluarga atau entitas yang mereka kendalikan. Selain itu, pihak berwenang menyatakan bahwa Wasnik dan rekan-rekannya menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli aset kripto. Para tersangka menyembunyikan ini di wallet pribadi mereka. Berdasarkan keterangan ED, penggeledahan terakhir berhasil menyita dokumen yang memberatkan serta perangkat digital. ED juga membekukan saldo bank senilai lebih dari Rp20 lakh (sekitar US$22.000) dan wallet pribadi yang berisi aset digital senilai sekitar Rp43 lakh (hampir US$51.000). Otoritas juga berhasil mengidentifikasi sejumlah properti, termasuk properti benami senilai beberapa crore rupee, yang diduga dibeli oleh para pelaku. Properti benami merupakan properti yang terdaftar atas nama orang lain, tetapi pembayaran dan kepemilikan sebenarnya dilakukan atau dikendalikan oleh orang lain. Tujuannya untuk menyembunyikan identitas pemilik sebenarnya. Istilah ini berasal dari bahasa Hindi: “benami,” yang berarti “tanpa nama.” Selain itu, ED telah membekukan aset kripto senilai Rp4,79 crore (sekitar US$530.000) dalam kasus penipuan tanah terpisah di Chandigarh. Kedua penyelidikan ini masih berlangsung. Penyelidikan ini sejalan dengan tindakan penegakan hukum yang lebih luas terhadap penipuan dan scam aset kripto di India. Pada bulan Desember, otoritas membongkar skema Ponzi besar berbasis aset kripto dan multi-level marketing (MLM) palsu. Operasi ini diduga menipu ratusan ribu investor, hingga menyebabkan kerugian US$254 juta. Direktorat Penegakan Hukum (ED) juga menggelar penggeledahan di 21 lokasi di Maharashtra, Karnataka, dan Delhi. Operasi ini menargetkan skema MLM aset kripto lain yang kabarnya telah berjalan hampir 10 tahun.

Bagaimana Otoritas India Membongkar Operasi Dugaan Penipuan Kripto

Direktorat Penegakan Hukum (ED) India telah menindak dugaan operasi penipuan aset kripto di Maharashtra, yang menyebabkan kerugian investor lebih dari Rp4,25 crore (sekitar US$472.000).

Otoritas melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Nagpur pada 7 Januari berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA) tahun 2002.

ED India Targetkan “Ether Trade Asia” dalam Penyelidikan Scam Aset Kripto

Berdasarkan siaran pers, lokasi tersebut terkait dengan Nished Mahadeo Rao Wasnik dan rekan-rekannya. ED menjelaskan bahwa Wasnik memimpin kelompok yang diduga menjalankan platform daring ilegal bernama “Ether Trade Asia.”

Penyidik mengklaim bahwa kelompok tersebut mengadakan seminar promosi di hotel-hotel mewah di Nagpur dan wilayah lain di Maharashtra. Dalam acara-acara ini, penyelenggara diduga menyampaikan klaim menyesatkan kepada peserta mengenai peluang investasi. ED menyebut bahwa tujuannya adalah untuk “menipu investor yang tidak bersalah.“

“Mereka merancang dan mempromosikan platform Ether Trade Asia dengan membuat skema komisi biner palsu menggunakan janji-janji palsu, lalu membujuk investor polos dengan menawarkan imbal hasil sangat tinggi atas investasi yang diklaim dilakukan pada aset kripto ‘Ethereum’ melalui berbagai skema yang dijalankan atas nama perusahaannya M/s Ether Trade Asia dan dengan itu berhasil mengumpulkan dana besar dari masyarakat,” bunyi siaran pers tersebut.

Menurut otoritas, kelompok ini memakai dana yang dikumpulkan untuk kebutuhan pribadi. ED memperkirakan kerugian investor melebihi Rp4,25 crore. Penyelidikan juga menemukan bahwa para tersangka menggunakan dana hasil kejahatan itu untuk membeli properti bergerak dan tidak bergerak, baik atas nama mereka sendiri maupun melalui keluarga atau entitas yang mereka kendalikan.

Selain itu, pihak berwenang menyatakan bahwa Wasnik dan rekan-rekannya menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli aset kripto. Para tersangka menyembunyikan ini di wallet pribadi mereka. Berdasarkan keterangan ED, penggeledahan terakhir berhasil menyita dokumen yang memberatkan serta perangkat digital.

ED juga membekukan saldo bank senilai lebih dari Rp20 lakh (sekitar US$22.000) dan wallet pribadi yang berisi aset digital senilai sekitar Rp43 lakh (hampir US$51.000). Otoritas juga berhasil mengidentifikasi sejumlah properti, termasuk properti benami senilai beberapa crore rupee, yang diduga dibeli oleh para pelaku.

Properti benami merupakan properti yang terdaftar atas nama orang lain, tetapi pembayaran dan kepemilikan sebenarnya dilakukan atau dikendalikan oleh orang lain. Tujuannya untuk menyembunyikan identitas pemilik sebenarnya. Istilah ini berasal dari bahasa Hindi: “benami,” yang berarti “tanpa nama.”

Selain itu, ED telah membekukan aset kripto senilai Rp4,79 crore (sekitar US$530.000) dalam kasus penipuan tanah terpisah di Chandigarh. Kedua penyelidikan ini masih berlangsung.

Penyelidikan ini sejalan dengan tindakan penegakan hukum yang lebih luas terhadap penipuan dan scam aset kripto di India. Pada bulan Desember, otoritas membongkar skema Ponzi besar berbasis aset kripto dan multi-level marketing (MLM) palsu. Operasi ini diduga menipu ratusan ribu investor, hingga menyebabkan kerugian US$254 juta.

Direktorat Penegakan Hukum (ED) juga menggelar penggeledahan di 21 lokasi di Maharashtra, Karnataka, dan Delhi. Operasi ini menargetkan skema MLM aset kripto lain yang kabarnya telah berjalan hampir 10 tahun.
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel

Berita Terbaru

--
Lihat Selengkapnya
Sitemap
Preferensi Cookie
S&K Platform