Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengungkapkan bahwa teknologi privasi dan penanganan data baru telah secara efektif mengatasi tantangan skalabilitas blockchain yang sudah lama ada.

Tapi dia memperingatkan bahwa penerapan penuh secara aman dari inovasi ini masih butuh waktu beberapa tahun lagi.

Buterin paparkan roadmap 2030 untuk jamin keamanan penuh

Pada 3 Januari, dalam sebuah postingan di X, Buterin menjelaskan bahwa integrasi zero-knowledge virtual machine di Ethereum telah mengubah kapabilitas jaringan ini.

Ia menambahkan bahwa perubahan ini didorong oleh perpaduan antara ZK-EVMs dengan metode distribusi data, PeerDAS.

“Ini bukanlah peningkatan kecil; mereka mengubah Ethereum menjadi jenis jaringan terdesentralisasi yang benar-benar baru dan lebih kuat,” ujar Buterin.

Ia mengklaim kombinasi ini mampu mengatasi “Blockchain Trilemma”—kesulitan rekayasa selama ini untuk mencapai desentralisasi, keamanan, dan bandwidth tinggi secara bersamaan.

Buterin membandingkan arsitektur baru ini layaknya “BitTorrent dengan konsensus,” berbeda dengan model Bitcoin yang sangat menekankan desentralisasi tapi kesulitan dalam mengelola throughput data.

dengan adanya pembaruan ini, ia menerangkan, Ethereum sekarang bisa menangani beban data sebesar jaringan berbagi file besar, namun tetap menjaga keamanan dari sebuah ledger terdesentralisasi.

“Trilemma sudah terpecahkan—bukan hanya di atas kertas, tapi dengan kode yang sudah berjalan langsung, di mana separuhnya (data availability sampling) sudah ada di mainnet saat ini, dan separuh lain (ZK-EVMs) kualitas produksinya sudah mumpuni hari ini—yang tersisa hanyalah faktor keamanan,” papar Buterin.

Tetapi, roadmap untuk mewujudkan visi ini masih akan berjalan panjang ke depannya.

Meski Buterin menegaskan teknologi ini sudah mencapai “performa dengan kualitas produksi,” ia mengakui masih banyak pekerjaan besar untuk memastikan sistem benar-benar aman.

Berdasarkan jadwalnya, ZK-EVMs baru akan menjadi metode utama untuk validasi blok antara tahun 2027 sampai 2030. Sistem ini akan memungkinkan verifikasi transaksi dengan lebih cepat dan murah tanpa membuka data yang mendasari transaksi tersebut.

Sementara itu, jaringan berencana melakukan upgrade incremental.

Tahun ini, Buterin memperkirakan gas limit akan meningkat. Protokol baru nantinya memungkinkan hal ini dengan memisahkan peran pengusul transaksi dari pembangun blok, serta memperluas jumlah transaksi yang dapat diproses setiap bloknya.

Melihat lebih jauh ke depan, Buterin memaparkan target “distributed block building”. Ini merupakan sistem di mana tidak ada satu pihak pun yang membangun keseluruhan transaksi dalam sebuah blok.

Ia menegaskan, pembagian otoritas ini bisa mengurangi risiko sensor terpusat dan memastikan transaksi tersebar merata ke berbagai wilayah.

“Cita-cita jangka panjang yang ideal adalah mencapai masa depan di mana satu blok penuh tidak pernah diproses di satu tempat saja. Hal ini mungkin belum dibutuhkan untuk waktu lama, namun menurut saya sangat layak untuk kita kejar kemampuan itu,” tulis Buterin.

Pergeseran teknologi ini terjadi saat Ethereum terus menghadapi persaingan ketat dari blockchain yang lebih cepat dan murah, sehingga menuntut para pengembang mempercepat adopsi solusi scaling generasi berikutnya.