BNB menjadi salah satu altcoin layer-1 dengan performa terbaik di pasar sepanjang tahun lalu. Berkat ekosistemnya yang sangat terhubung dengan basis pengguna besar dari exchange aset kripto terbesar di dunia, BNB mungkin akan terus mempertahankan performa ini.

Beberapa indikator on-chain serta data trading menunjukkan bahwa bahkan saat terjadi koreksi pasar, harga BNB tidak mungkin turun tajam.

Tiga Pendorong Permintaan Kuat yang Mendukung Harga BNB di 2026

Pertama, salah satu indikator terpenting yang menunjukkan stabilitas harga BNB adalah rata-rata ukuran order spot.

Berdasarkan data dari CryptoQuant, rata-rata ukuran order tetap tergolong besar.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa hampir sepanjang waktu, zona harga diwarnai oleh order mulai dari ukuran normal hingga order whale. Hal ini mencerminkan partisipasi konsisten dari investor besar.

“Rata-rata ukuran order spot tetap tergolong besar, mengindikasikan partisipasi konsisten dari holder yang fokus pada utilitas ataupun dari holder besar, bukan dari arus spekulasi ritel,” tutur analis XWIN Research Japan di CryptoQuant .

Dengan tingkat likuiditas seperti ini, BNB mendapat dukungan kuat dari order whale saat harga turun. Sebagai hasilnya, BNB memiliki kemampuan lebih besar untuk mempertahankan nilainya ketika pasar sedang diliputi ketakutan.

Investor ritel sepertinya tidak terlalu terlihat dalam data pasar spot. Tapi, mereka tetap aktif berinteraksi di dalam ekosistem BNB Chain. Aktivitas ini membantu BNB Chain menjaga posisinya sebagai yang terdepan dalam jumlah pengguna aktif mingguan.

Berdasarkan Token Terminal, di awal 2026, BNB Chain mencatat rata-rata 56,4 juta alamat aktif mingguan. Angka ini jauh melampaui pesaingnya seperti NEAR Protocol (38,6 juta), Solana (37,2 juta), dan Ethereum (11,2 juta).

Grafik menunjukkan tren naik yang stabil sejak tahun lalu, yang ditandai dengan warna hijau. Tren ini menandakan bahwa trader ritel makin banyak mencari peluang di dalam ekosistem tersebut. Dinamika ini berkontribusi pada stabilitas harga BNB serta membatasi risiko penurunan tajam.

Selain itu, pertumbuhan protokol Real World Asset (RWA) di Binance Smart Chain (BSC) juga telah mencatat rekor tertinggi dalam hal total value locked (TVL). Tren ini mencerminkan tingkat permintaan institusional yang meningkat.

Berdasarkan data DeFiLlama, TVL RWA di BSC sudah menembus US$2,1 miliar. Grafik tersebut menunjukkan ekspansi besar-besaran sejak pertengahan tahun lalu sampai sekarang. Aset US Treasury dalam bentuk token dari Hashnote, BlackRock, dan VanEck mencakup sebagian besar dari nilai ini.

Dengan permintaan yang didukung oleh aktivitas trading whale, partisipasi ritel di BNB Chain, serta adopsi RWA oleh institusi, banyak analis memperkirakan harga BNB akan kembali ke level US$1.000 dalam waktu dekat.