Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, menyatakan tidak bersalah pekan ini di hadapan pengadilan New York atas tuduhan narco-terorisme. Berita ini datang hanya lima hari setelah Amerika Serikat menangkapnya dari gedung kepresidenan di Caracas.
Di dunia aset digital, situasi ini menyoroti sifat ganda kripto. Transaksi yang tanpa batas dan instan memberikan harapan bagi mereka yang hidup dalam sistem perbankan bermasalah. Akan tetapi, fitur yang sama juga bisa dimanfaatkan untuk pendanaan ilegal dan menghindari sanksi.
Bagaimana Pengadilan AS Memperoleh Yurisdiksi atas Maduro
Sambutan atas kejadian ini beragam, mulai dari harapan hati-hati atas perubahan rezim hingga kemarahan atas intervensi AS, dan saat ini kasus terhadap Maduro tengah berproses di Amerika Serikat.
Pertanyaan awal sempat muncul tentang apakah Maduro benar-benar bisa diadili di pengadilan AS, dengan mempertimbangkan cara ia ditangkap. Ari Redbord, kepala kebijakan di perusahaan intelijen blockchain TRM Labs, menjelaskan hal tersebut.
Redbord, yang pernah menjadi jaksa federal, menjelaskan kepada BeInCrypto bahwa ketika seorang terdakwa sudah berada di wilayah AS, pengadilan Amerika bisa memprosesnya sesuai hukum Amerika Serikat.
“Ada doktrin lama di pengadilan AS bernama doktrin Ker-Frisbie, berdasarkan pada dua kasus. Intinya, yurisdiksi pengadilan federal atas seorang terdakwa tidak dapat digugurkan oleh cara orang itu dihadirkan ke pengadilan. Jadi bahkan klaim penculikan, atau pemindahan yang tidak wajar, pada umumnya tidak menghalangi proses hukum,” ujar Redbord dalam sebuah episode podcast bersama BeInCrypto.
Yang terpenting saat ini adalah fokus pada tuduhan terhadap Maduro dan bukti yang dapat membuktikan hal tersebut.
Bukti di Balik Tuduhan Narko-Terorisme terhadap Maduro
Surat dakwaan menyebut bahwa Maduro dan pejabat tinggi Venezuela menjalin hubungan erat dengan jaringan penyelundupan narkoba internasional selama dua dekade terakhir.
Jaksa menuduh hubungan tersebut telah memungkinkan arus masuk narkoba ke Amerika Serikat serta membuka celah keuntungan pribadi bagi mereka yang terlibat.
Menurut Redbord, bukti dalam kasus ini sangat kuat.
“Yang membedakan kasus ini dari kasus narkoba pada umumnya adalah penyalahgunaan kewenangan resmi,” terang Redbord. “Isi surat dakwaan sangat detail. Di dalamnya dijelaskan bagaimana Maduro dan lingkarannya mengizinkan penggunaan wilayah udara dan jalur laut Venezuela, sehingga menciptakan lingkungan di mana kartel bisa melakukan perdagangan narkoba dengan bebas.”
Mengingat seringnya kripto digunakan untuk mendukung pendanaan ilegal, apakah aset digital digunakan untuk memfasilitasi dugaan negara narco-teroris oleh Maduro pun menjadi perhatian khusus.
Peran Aset Kripto di Luar Indictment
Desain kripto yang tidak tunduk pada negara dan tanpa batas memang menjadi alat menarik bagi pelaku kejahatan yang ingin menghindari deteksi atau melewati sanksi.
Namun, setelah menelaah surat dakwaan secara rinci, Redbord memaparkan kepada BeInCrypto bahwa sejauh ini belum ada bukti bahwa Maduro atau lingkarannya mengandalkan kripto untuk menjalankan operasi mereka.
Meski demikian, ia menegaskan kripto punya peran penting dalam kehidupan masyarakat Venezuela dengan cara lain.
Menurut laporan adopsi kripto dari TRM Labs, Venezuela berada di peringkat 11 dunia. Sistem perbankan yang rusak, hiperinflasi kronis, serta kontrol modal yang sangat ketat membuat masyarakat luas sangat bergantung pada aset digital.
“Inilah mengapa kita melihat penggunaan kripto dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Venezuela dengan cara yang belum muncul di AS. Di AS, kita mudah mengakses kartu kredit, Venmo, dan berbagai platform pembayaran lain. Di Venezuela, stablecoin bisa menjadi jalur penyelamat,” papar Redbord kepada BeInCrypto.
Venezuela juga pernah meluncurkan inisiatif yang didukung negara, walaupun gagal total.
Pada 2018, Venezuela memperkenalkan Petro, aset kripto yang didukung pemerintah dan dijamin oleh cadangan minyak. Ini merupakan upaya pertama pemerintah untuk menggunakan aset kripto sebagai jawaban terhadap sanksi.
“Maduro semakin ditekan Amerika Serikat dan sekutunya dan ia mencari cara untuk menghindari transaksi US dollar. Petro memang gagal secara komersial maupun teknologi, tapi ini mengungkap perubahan strategi: rezim mulai bereksperimen dengan kripto,” jelas Redbord.
Meski gagal di tingkat pemerintah, aset kripto masih terus digunakan warga Venezuela untuk bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari mereka.
