Bitcoin sempat turun tajam ke level US$89.190 sebelum bangkit kembali dan menembus area US$90.800 pada waktu publikasi. Meski volatilitas tinggi, aksi harga tetap terlihat konstruktif. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan hampir mendatar dalam sehari, sambil mempertahankan kenaikan sekitar 2,7% dalam tujuh hari terakhir.

Yang penting sekarang bukan penurunan itu sendiri, melainkan apa yang terbentuk di baliknya. Momentum tetap sejalan, pembeli spot masuk saat harga melemah, dan posisi derivatif diam-diam menambah bahan bakar di level-level kunci.

RSI Konfirmasi Kesejajaran Momentum saat Pola Cup-and-Handle Bertahan

Bitcoin masih bergerak di dalam pola cup-and-handle yang sedang berkembang pada grafik harian. Pola ini terbentuk ketika harga membentuk dasar berbentuk mangkuk, kemudian bergerak mendatar dalam handle, lalu mencoba breakout menembus resistance.

Penurunan terbaru ke area US$89.190 justru memperdalam handle, bukan merusak pola. Momentum masih mendukung. Relative Strength Index, atau RSI, mengukur kekuatan momentum harga. Ketika RSI bergerak searah dengan harga, hal ini menegaskan kekuatan tren.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Antara 9 Desember dan 5 Januari, Bitcoin mencatatkan higher high, dan RSI juga membentuk higher high. Kesesuaian ini menunjukkan momentum bergerak sejalan dengan harga, bukan sebaliknya. Tidak ada divergensi bearish, sehingga risiko breakdown dalam waktu dekat menurun.

Masih ada dua tantangan. Bitcoin harus menembus batas atas handle dan kemudian melewati neckline. Sampai kedua level ini tembus, breakout baru menjadi potensi, belum konfirmasi.

Akumulasi Spot Meningkat saat Posisi Derivatif Membentuk Tekanan

Data on-chain menunjukkan holder dengan keyakinan jangka panjang tidak menjual saat harga turun, bahkan menambah kepemilikan.

Hodler Net Position Change mengukur apakah holder jangka panjang sedang mengakumulasi atau mendistribusikan Bitcoin. Pada 6 Januari, ketika harga Bitcoin mendekati US$93.700, metrik ini berada di sekitar 9.933 BTC. Saat harga turun kemarin, angka ini naik menjadi sekitar 12.322 BTC.

Itu berarti kenaikan hampir 2.400 BTC dalam dua hari, atau meningkat sekitar 24% dalam akumulasi saat harga melemah. Pergeseran ini penting karena hingga akhir Desember, holder masih menjual meski harga kadang reli. Kini perilaku itu sudah berubah.

Di saat yang sama, posisi derivatif sangat condong ke satu arah. Data likuidasi dari perpetual futures menunjukkan eksposur likuidasi short kumulatif sekitar US$3,9 miliar, dibandingkan sekitar US$2,3 miliar di sisi long. Artinya, posisi short melebihi long hampir 70%.

Ketidakseimbangan ini menciptakan tekanan. Jika harga naik, posisi short terpaksa ditutup sehingga terjadi tambahan order beli di pasar. Dinamika ini kerap mempercepat breakout ketika resistance kunci tertembus.

Klaster likuidasi short terbesar berada di sekitar US$94.820, dengan eksposur short kumulatif sekitar US$2,6 miliar di level tersebut. Zona ini hampir sejajar dengan neckline pola cup-and-handle, yang akan kita bahas lebih lanjut.

Sederhananya, akumulasi spot sedang membangun fondasi, sementara posisi leverage menumpuk bahan bakar breakout di atas harga, menjadi dua pemicu yang mendukung harapan breakout.

Level Harga Kunci Bitcoin Tentukan Apakah Breakout 12% Terpicu

Level harga BTC saat ini akan menjadi penentu hasil selanjutnya. Tantangan pertama berada di sekitar US$92.390. Pergerakan berkelanjutan di atas level ini akan membawa Bitcoin keluar dari handle.

Level berikutnya yang lebih penting ada di sekitar US$94.900. Penutupan harian di atas zona ini akan menembus neckline dan langsung membawa harga melampaui klaster likuidasi short terbesar yang sudah disebut tadi. Pergerakan ini bisa terus memaksa penutupan posisi short.

Jika skenario itu terjadi, proyeksi dari pola cup-and-handle menunjukkan potensi kenaikan sekitar 12%, dengan target ke area US$104.000 hingga US$107.250. Resistance sementara mungkin muncul dekat level US$96.700.

Risiko penurunan masih jelas terlihat. Selama bertahan di atas US$88.340, struktur harga Bitcoin tetap terjaga. Jika turun di bawah US$86.560, pola ini akan melemah. Jika bergerak di bawah US$84.310, pola tersebut sepenuhnya gugur.

Saat ini, Bitcoin belum mengalami breakdown. Momentum masih sejalan, holder jangka panjang terus menambah kepemilikan saat harga melemah, dan leverage berada pada posisi yang bisa memperkuat pergerakan naik. Jika harga mampu merebut kembali area handle dan neckline, bahan bakar untuk breakout sudah tersedia.