Altcoin Season Index telah naik ke angka 55 pada awal Januari 2026, mencapai level tertingginya dalam sekitar tiga bulan terakhir.

Walaupun ini belum menandakan altcoin season penuh, para analis menyebut bahwa momentum sedang terbentuk dan bisa menjadi awal reli altcoin secara lebih luas.

Altcoin Season Index Naik ke Puncak Tertinggi dalam 3 Bulan

Altcoin Season Index mengukur periode ketika aset kripto alternatif mengungguli Bitcoin. Secara spesifik, altcoin season terjadi jika minimal 75% dari 50 aset kripto non-stablecoin teratas mencatat kinerja lebih baik dari Bitcoin selama periode 90 hari.

Pembacaan saat ini di angka 55 menunjukkan kekuatan altcoin yang meningkat. Tapi, angka ini belum cukup untuk mengonfirmasi altcoin season secara resmi.

Meski begitu, pengamat pasar memperhatikan adanya sinyal penting yang mendukung kemungkinan datangnya altcoin season. Dalam sebuah posting baru-baru ini, seorang analis menyampaikan bahwa indeks OTHERS/BTC telah mencapai dasarnya dan kini menunjukkan tanda-tanda breakout. Menurut analis ini, kondisi serupa juga pernah terjadi di siklus sebelumnya sebelum reli altcoin besar-besaran muncul.

Simon Dedic, founder Moonrock Capital, menuturkan bahwa saat ini pasar altcoin bergerak sesuai prediksi. Ia menambahkan bahwa momentum kemungkinan akan semakin meningkat di penghujung kuartal pertama dan menuju pertengahan kuartal kedua, sehingga berpotensi membuka jalan untuk breakout yang lebih luas dan pergerakan harga yang semakin cepat.

“Siklus likuiditas dan bisnis yang selaras hanya akan mempercepat hal ini. Tahun 2026 akan menjadi kembalinya altseason,” papar Dedic .

Sebelumnya, BeInCrypto juga menyoroti tiga sinyal utama yang dapat mengarah pada potensi altcoin season di tahun 2026. Tiga sinyal tersebut meliputi divergensi bullish pada grafik mingguan altcoin, kemungkinan breakout dominasi altcoin di luar 10 besar aset kripto, dan volume perdagangan altcoin yang tetap tinggi meskipun harga masih lemah.

Joao Wedson, Founder dan CEO Alphractal, memberikan sudut pandang berbeda dengan fokus pada mekanisme arus modal. Analisisnya menunjukkan bahwa mini altcoin season biasanya muncul setiap 48 jam, dengan pergantian performa antara Bitcoin dan altcoin setiap 12 jam.

“Dengan kata lain, kadang BTC bergerak duluan, lalu setelah itu baru altcoin mengikuti. Pergantian seperti ini adalah cara market maker mengakumulasi aset secara efisien — memutar modal dari BTC ke Altcoin lalu kembali lagi,” jelas Wedson .

Spekulasi Altcoin Season Memicu Diskusi seputar Narasi Utama

Seiring ekspektasi altcoin season yang terus berlanjut, perhatian pun semakin mengarah ke sektor mana yang bisa jadi pemimpin jika altcoin season benar terjadi. Menurut Kate Miller, meme coin berpotensi menjadi pemenang individu terbesar di musim altcoin berikutnya, meski hanya sedikit yang bakal menghasilkan keuntungan luar biasa.

“Meme coin akan menciptakan jutawan di Altcoin Season berikutnya. Tapi hanya beberapa saja yang bisa naik lebih dari 100X,” tulis dia .

Sepanjang tahun 2026 sejauh ini, kinerja meme coin secara umum masih solid, sejalan dengan tren kenaikan awal di pasar global. Meski sempat terjadi koreksi baru-baru ini, sektor ini tetap berada di zona positif, dengan mayoritas token teratas membukukan kenaikan dalam sepekan terakhir.

Di sisi lain, data dari Artemis Analytics menunjukkan token artificial intelligence memimpin di antara altcoin lainnya. Sektor AI menjadi salah satu yang berkinerja terkuat tahun ini, dengan kenaikan weighted average fully diluted market capitalization sebesar 20,9% secara year-to-date. Ini menempatkan AI sebagai sektor kripto paling top setelah ekosistem Bitcoin.

Pada akhirnya, analisis BeInCrypto menemukan token decentralized exchange (DEX) muncul sebagai kandidat terkuat yang berpotensi jadi pemimpin awal di altcoin season berikutnya. Adopsi DEX terus meningkat, sementara porsi volume perdagangan spot dan perpetual mereka makin mendominasi dibanding exchange terpusat.

Pada saat yang sama, investor besar juga sedang mengakumulasi token DEX utama ketika harga sedang turun, mengindikasikan langkah awal mereka. Selain itu, beberapa token DEX teratas mulai menunjukkan pola perdagangan yang lebih mandiri dari Bitcoin.