Pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, menyampaikan bahwa pasar aset kripto bisa saja sedang memasuki “super cycle.” Ia menilai perubahan ini terjadi karena sikap regulator di Washington terhadap aset digital yang berubah drastis 180 derajat.

Prediksi super cycle kripto yang bullish dari Zhao ini muncul ketika pemerintah AS secara agresif membongkar kerangka kerja pengawasan ketat yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.

Mengapa Pendiri Binance Meramalkan ‘Super Cycle’ Aset Kripto

Pergeseran ini didorong oleh pengesahan undang-undang Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act.

GENIUS Act, yang disahkan pada Juli lalu, menghadirkan kerangka federal pertama untuk stablecoin pembayaran. Dengan demikian, aturan ini secara efektif melegitimasi stablecoin sebagai pilar utama sistem keuangan AS, bukan lagi sebagai risiko sistemik.

Namun, saat ini pelaku industri tengah menantikan tanggal 15 Januari, saat di mana Komite Perbankan Senat dijadwalkan untuk membahas RUU CLARITY Act.

Jika lolos, RUU ini akan mengakhiri persaingan yurisdiksi yang sudah lama berlangsung antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Nantinya, kedua lembaga tersebut wajib bekerja sama menjalankan rezim kepatuhan terpadu.

Di sisi lain, tanda-tanda kerja sama antar lembaga itu sudah mulai terlihat.

Tahun lalu, SEC menghapus aset kripto dari daftar prioritas pemeriksaan mereka di tahun 2026, menunjukkan langkah mundur dari strategi “regulasi lewat penegakan hukum.” Sekarang, SEC mengalihkan fokus dananya untuk mengawasi kecerdasan buatan dan risiko pihak ketiga.

Kejelasan regulasi ini mulai menarik modal institusi. Khususnya, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot sudah menarik dana segar lebih dari US$56 miliar sejak resmi diluncurkan pada 2024.

Pada saat yang sama, institusi keuangan tradisional seperti JPMorgan dan Morgan Stanley juga aktif mengembangkan produk yang berfokus pada kripto.

Meskipun begitu, analis industri menegaskan agar berhati-hati terhadap proyeksi bullish ini. Mereka mengingatkan investor bahwa undang-undang pro-kripto saja tidak bisa menjamin pertumbuhan yang selalu naik terus tanpa hambatan.

“Jika Anda berpikir supercycle akan terjadi hanya karena cuitan ini, Anda pasti akan sangat kecewa. Turunkan ekspektasi Anda. Sangat mungkin tidak terjadi apa-apa dalam satu tahun ke depan. Itu sebetulnya hal baik, karena Anda jadi punya waktu menambah aset kripto lebih banyak lagi,” terang analis keuangan tradisional Rajat Soni .

Zhao dari Binance juga menekankan supaya tak berharap terlalu tinggi pada super cycle kripto ini, sembari mengingatkan bahwa ia “tidak bisa meramal masa depan.”