Sebelumnya, berbincang dengan teman tentang perbedaan saham AS dan pasar A,
Dia bercanda, mengatakan orang biasa bermain saham AS tidak akan belajar teknik, hanya bisa mendapatkan uang, sedangkan di pasar A kebalikannya.
Meskipun hanya lelucon, jika dipikirkan lebih dalam, itu juga menggambarkan masalah inti yang dihadapi orang biasa dalam alokasi aset.
Apakah kamu ingin membuktikan 'kemampuan'mu melalui operasi yang rumit karena bias kelangsungan hidup, atau ingin mendapatkan kekayaan yang pasti dengan mengikuti tren?
Bagi kebanyakan orang yang harus menjaga pekerjaan utama dan tidak memiliki latar belakang keuangan profesional, indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 bukan hanya pilihan terbaik, bahkan mungkin satu-satunya 'jawaban yang benar'.
Logika indeks saham AS adalah kekuatan yang terus tumbuh. Perusahaan yang tidak lagi unggul akan dikeluarkan dari indeks ketika valuasinya turun di bawah standar; sementara perusahaan baru yang menjadi raksasa (seperti Tesla dan Nvidia pada masa lalu) akan secara otomatis dimasukkan ke dalam indeks.
Risiko terbesar dalam memilih saham di pasar A bagi orang biasa adalah 'menjaga hal-hal yang sudah usang'. Kamu membeli perusahaan yang dulu hebat tetapi kini lesu, dan mungkin harus menahan saham selama sepuluh tahun tanpa kembali modal.
Membeli indeks bisa disederhanakan sebagai menyewa manajer investasi tanpa emosi, yang setiap kuartal secara rutin menerapkan strategi 'menghapus yang lemah dan mempertahankan yang kuat'. Kamu tidak perlu paham teknik, karena mekanisme indeks sendiri adalah teknik seleksi terbaik.
Teman saya berkata di pasar A kamu bisa 'belajar teknik', padahal itu sangat ironis. Karena di pasar yang volatilitasnya tinggi dan periode bull singkat sementara bear panjang, investor dipaksa harus mendalami grafik harga, mencari informasi, dan menganalisis arus dana utama.
Sedangkan logika inti saham AS, khususnya Nasdaq dan S&P, adalah berorientasi pada pengembalian bagi pemegang saham.
Lihatlah sepuluh saham terbesar dalam Nasdaq (seperti Apple, Microsoft, Nvidia), mereka memiliki benteng pertahanan terlebar di dunia dan arus kas terkuat. Mereka mendorong harga saham naik melalui pembelian kembali saham, dan memberi dividen kepada pemegang saham.
Dengan membeli saham-saham tersebut, kamu mendapatkan manfaat dari peningkatan produktivitas manusia dan kemajuan teknologi secara global. Ini adalah permainan positif. Dalam permainan ini, kamu tidak perlu 'teknik', hanya butuh 'kesabaran'.
Nasdaq 100 dan S&P 500 dapat dikatakan mewakili tuntutan perkembangan produktivitas tercanggih di dunia.