#BinanceResearch #MorganStanley

🚀 Morgan Stanley memimpin "gelombang kedua" adopsi kripto: analisis Binance Research

Pasaran kripto secara resmi memasuki fase baru. Jika sebelumnya hype ritel menjadi pendorong, kini modal besar yang menentukan aturan permainan. Menurut laporan terbaru dari Binance Research, kita sedang menyaksikan pergeseran struktural, di mana raksasa institusi menjadi aktor utama.

💎 Apa yang telah berubah?

Gelombang pertama adopsi (2024) difokuskan pada akses (peluncuran ETF spot). Gelombang kedua berfokus pada penciptaan produk.

Poin utama dari laporan ini:

• Kasus Morgan Stanley: Bank ini tidak hanya menawarkan akses kripto kepada klien, tetapi juga mengajukan (S-1) untuk ETF Bitcoin dan Solana miliknya sendiri. Ini mendorong pesaing (Goldman Sachs, JPMorgan) untuk mengejar agar tidak kehilangan pangsa pasar.

• Institusi alih-alih ritel: Kini aliran modal jangka panjang dari dana besar yang menentukan likuiditas dan dinamika harga, mengurangi dampak spekulasi jangka pendek.

• Tingkat pemerintah: Akumulasi aset oleh dana kekayaan negara dan pembicaraan mengenai cadangan digital strategis di AS menciptakan dukungan fundamental bagi pasar.

📉 Konteks makroekonomi

Mengapa investor beralih ke kripto sekarang?

1. Kelelahan teknologi: Pada tahun 2025, hanya 10 perusahaan yang menyumbang lebih dari 50% pertumbuhan S&P 500. Investor khawatir akan "kepanasan" dan mencari aset alternatif untuk diversifikasi.

2. Tekanan pelonggaran: MSCI memutuskan tidak mengeluarkan perusahaan yang berbasis kripto (DAT) dari indeksnya, yang mencegah penjualan paksa aset senilai sekitar $ 10 miliar.

⚠️ Kesimpulan

Kripto akhirnya berhenti menjadi aset "pinggiran". Kini, kripto menjadi bagian dari portofolio strategis pemain besar di Wall Street.