KONSEKUENSI PERANG ANTARA AMERIKA SERIKAT VS IRAN DAN DENMARK: AS mengungkapkan minat besar terhadap sumber daya alam dan posisi strategis GRONELANDIA, bahkan sampai mempertimbangkan tindakan militer atau pembelian wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, respons yang diberikan adalah penolakan tegas serta sikap bertahan hingga mati. Mengenai Iran, ketegangan terus meningkat dengan ancaman dari kedua pihak dan dimulainya perang psikologis.
Dampak terhadap Kripto:
Secara historis, ketegangan geopolitik, termasuk serangan AS ke Iran, telah menyebabkan penurunan tajam harga Bitcoin dan kripto lainnya, disertai likuidasi besar-besaran di pasar. Misalnya, pada bulan Juni 2025, setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, Bitcoin ($BTC ) turun di bawah level $100.000, menyeret seluruh pasar kripto ikut terjun bebas. Kapitalisasi pasar kripto bisa menguap secara signifikan dalam hitungan jam karena sensitivitas investor terhadap risiko geopolitik.
Perlindungan Aman vs Aset Berisiko: Meskipun beberapa berargumen bahwa Bitcoin bisa berperan sebagai aset "perlindungan aman" saat terjadi ketidakstabilan ekonomi dan politik, serupa dengan emas, perilakunya bersifat campuran. Terkadang, kripto yang lebih volatil seperti Bitcoin bisa turun saat terjadi konflik, sementara stablecoin yang terhubung dengan mata uang tradisional bisa menjadi pilihan lebih menarik untuk melindungi daya beli ($USDC ,$USDT ). Namun, juga teramati bahwa Bitcoin bisa mencapai level tertinggi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan inflasi.
