Pada hari Senin, La Rosa Holdings Corp (NASDAQ: LRHC) mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan Bitcoin (CRYPTO: BTC/USD) dan cryptocurrency lainnya sebagai opsi pembayaran untuk jaringan agennya.
Inisiatif ini memungkinkan agen untuk menerima pembayaran tertentu dalam aset digital, menandai langkah progresif menuju integrasi teknologi blockchain ke dalam transaksi real estat.
Rencana ini menjawab permintaan yang semakin meningkat untuk metode pembayaran alternatif di kalangan agen dan klien.
Baca Juga: Taiwan Semiconductor Memperluas di Jepang: Sony dan Denso Di Antara Pelanggan Pertama
CTO Alex Santos mencatat bahwa pembayaran cryptocurrency adalah evolusi alami dalam komitmen perusahaan untuk inovasi dan pemberdayaan broker. S
antos menyoroti bagaimana teknologi blockchain menawarkan potensi untuk memperlancar transaksi sambil memberikan fleksibilitas yang tak tertandingi dalam cara agen dan klien terlibat di pasar real estat.
CEO Joe La Rosa mengharapkan langkah ini memungkinkan agen untuk menerima komisi mereka dalam cryptocurrency. Rosa mencatat bahwa pembayaran cryptocurrency menawarkan transaksi yang lebih cepat, lebih aman dengan biaya yang lebih rendah sambil memberikan potensi untuk pertumbuhan pendapatan melalui apresiasi nilai aset digital.
Selain itu, inisiatif ini dapat menciptakan aliran pendapatan baru bagi La Rosa, dengan perusahaan menerapkan biaya 2% untuk agen yang menerima pembayaran cryptocurrency.
Aksi Harga: Saham LRHC ditutup lebih tinggi sebesar 18,7% di $0,8072 pada hari Jumat.
#ChristmasMarketAnalysis Sejak pembaruan terakhir saya, berikut adalah beberapa tren dan berita kunci terkait cryptocurrency:
Perkembangan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH):
Bitcoin terus mendominasi pasar, dengan meningkatnya minat institusional dan potensi untuk adopsi di masa depan sebagai penyimpan nilai.
Transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) di bawah pembaruan Ethereum 2.0 telah menjadi fokus yang signifikan. Ini telah mengurangi konsumsi energinya dan membuka pintu untuk perbaikan skalabilitas.
Berita Regulasi:
Beberapa negara, termasuk AS, sedang menjajaki regulasi cryptocurrency yang lebih ketat. SEC AS telah aktif dalam mengawasi cryptocurrency, terutama terkait isu-isu seperti klasifikasi sekuritas dan perlindungan investor.
Di sisi lain, negara-negara seperti El Salvador dan beberapa negara lain di Amerika Latin telah mengambil langkah menuju integrasi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menciptakan perbedaan dalam cara pemerintah mendekati crypto.
Integrasi AI dan Crypto:
Ada persilangan yang semakin meningkat antara kecerdasan buatan dan cryptocurrency, terutama dengan munculnya bot perdagangan bertenaga AI dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memanfaatkan pembelajaran mesin untuk pemodelan prediktif.
Pertumbuhan DeFi:
Platform Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) berkembang pesat, dengan proyek-proyek baru yang menjanjikan peningkatan pertanian hasil dan solusi likuiditas. Namun, mereka tetap menjadi sarang untuk inovasi dan risiko, dengan eksploitasi dan peretasan yang kadang terjadi.
Pasar NFT dan Inovasi:
Token tidak dapat dipertukarkan (NFT) terus berkembang, dengan penggunaan baru di luar seni digital. Industri permainan dan tokenisasi aset dunia nyata adalah area minat utama.
Stablecoin dan CBDC:
Stablecoin seperti USDT dan USDC telah menjadi sorotan, terutama terkait dengan dukungan mereka dan potensi risiko sistemik.
Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) juga sedang dikembangkan di berbagai negara, bertujuan untuk mendigitalkan mata uang fiat sambil mempertahankan kontrol pemerintah.
Apakah Anda ingin pembaruan yang lebih spesifik tentang salah satu topik ini?
Hingga pembaruan terakhir saya, berikut adalah beberapa tren kunci dan berita terkait cryptocurrency:
Perkembangan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH):
Bitcoin terus mendominasi pasar, dengan minat institusional yang meningkat dan potensi untuk adopsi di masa depan sebagai penyimpan nilai.
Transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) di bawah peningkatan Ethereum 2.0 telah menjadi fokus yang signifikan. Ini telah mengurangi konsumsi energi dan membuka pintu untuk perbaikan skalabilitas.
Berita Regulasi:
Beberapa negara, termasuk AS, sedang menjelajahi regulasi cryptocurrency yang lebih ketat. SEC AS telah aktif dalam mengawasi cryptocurrency, terutama terkait isu seperti klasifikasi sekuritas dan perlindungan investor.
Di sisi lain, negara-negara seperti El Salvador dan beberapa negara lainnya di Amerika Latin telah mengambil langkah untuk mengintegrasikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menciptakan perbedaan dalam bagaimana pemerintah mendekati crypto.
Integrasi AI dan Crypto:
Ada peningkatan persimpangan antara kecerdasan buatan dan cryptocurrency, terutama dengan munculnya bot perdagangan yang didukung AI dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memanfaatkan pembelajaran mesin untuk pemodelan prediktif.
Pertumbuhan DeFi:
Platform Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) berkembang pesat, dengan proyek-proyek baru yang menjanjikan pertanian hasil yang lebih baik dan solusi likuiditas. Namun, mereka tetap menjadi pusat inovasi dan risiko, dengan eksploitasi dan peretasan yang terjadi sesekali.
Pasar NFT dan Inovasi:
Token non-fungible (NFT) terus berkembang, dengan penggunaan baru di luar seni digital. Industri game dan tokenisasi aset dunia nyata adalah area minat utama.
Stablecoin dan CBDC:
Stablecoin seperti USDT dan USDC telah dianalisis, terutama terkait dukungan mereka dan potensi risiko sistemik.
Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) juga sedang dikembangkan di berbagai negara, dengan tujuan untuk mendigitalkan mata uang fiat sambil mempertahankan kontrol pemerintah.
Apakah Anda ingin pembaruan yang lebih spesifik tentang salah satu topik ini?