Sementara beberapa trader membuat SMC menjadi rumit, pendekatan yang sederhana bisa sangat efektif.
Langkah 1: Tentukan Tren
Mulailah dengan menganalisis struktur pasar di timeframe yang lebih tinggi. Tren naik terdiri dari puncak yang lebih tinggi dan dasar yang lebih tinggi, sementara tren turun terdiri dari puncak yang lebih rendah dan dasar yang lebih rendah. Perubahan Karakter menandakan potensi perubahan tren.
Langkah 2: Identifikasi Blok Pesanan dengan Probabilitas Tinggi
Setelah tren ditetapkan, temukan blok pesanan yang sejalan dengan arah tren. Blok pesanan dengan probabilitas tinggi sering kali bertepatan dengan zona likuiditas dan celah nilai yang wajar.
Langkah 3: Tentukan Titik Masuk dan Keluar
Masuk biasanya ditempatkan dekat blok pesanan setelah konfirmasi. Stop loss ditempatkan di luar blok pesanan, sementara target take-profit ditetapkan di puncak struktural atau level likuiditas. #TradingStrategies #tradingstrateg
Blok pesanan adalah salah satu konsep yang paling mendasar dalam SMC. Mereka mewakili area di grafik di mana institusi mengakumulasi atau mendistribusikan posisi besar. Akumulasi atau distribusi ini terjadi seiring waktu untuk menghindari volatilitas berlebihan. Di grafik harga, blok pesanan sering muncul sebagai zona konsolidasi atau rentang sebelum pergerakan impulsif yang kuat. Untuk mengidentifikasi blok pesanan berkualitas tinggi, trader sering menggabungkan aksi harga dengan analisis volume atau struktur pasar.
2. Blok Breaker
Blok breaker adalah blok pesanan yang gagal mempertahankan harga. Ketika sebuah blok pesanan dilanggar, biasanya perannya berbalik — dukungan sebelumnya menjadi resistensi atau sebaliknya. Menurut SMC, institusi secara sengaja melanggar level ini untuk memicu stop loss ritel dan mengumpulkan likuiditas sebelum menggerakkan harga ke arah yang berlawanan.
3. Celah Nilai Wajar (FVG)
Celah Nilai Wajar terjadi ketika harga bergerak cepat, meninggalkan ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual. Celah ini mewakili ketidakefisienan di pasar. Trader SMC percaya harga sering kembali ke area ini untuk menyeimbangkan sebelum melanjutkan ke arah asli.
4. Pelanggaran Struktur (BOS)
Pelanggaran Struktur terjadi ketika harga melanggar tinggi atau rendah sebelumnya searah dengan tren. BOS digunakan untuk mengkonfirmasi kelanjutan tren dan komitmen institusional terhadap arah pasar tertentu.
5. Perubahan Karakter (CHoCH)
Perubahan Karakter, sering disingkat CHoCH, menandakan potensi pembalikan tren. Ini terjadi ketika harga melanggar struktur pasar ke arah yang berlawanan dengan tren yang berlaku. CHoCH sering menandai transisi dari akumulasi ke ekspansi atau sebaliknya.
6. Likuiditas Likuiditas adalah salah satu elemen yang paling kritis dalam perdagangan Uang Cerdas. Ini merujuk pada area di mana sejumlah besar pesanan ditempatkan. Zona likuiditas umum mencakup tinggi yang sama, rendah yang sama, garis tren, puncak ganda, dan dasar ganda. Institusi menargetkan area ini untuk mengeksekusi pesanan besar secara efisien.
#lorenzoprotocol $BANK 🔥 Menjelajahi @LorenzoProtocol dan peran $BANK dalam membentuk pengalaman staking yang lebih fleksibel sangatlah menarik. Fokus pada transparansi, pilihan pengguna, dan interaksi on-chain yang lebih lancar menjadikan ekosistem ini layak untuk diperhatikan. Penasaran untuk melihat bagaimana #LorenzoProtocol berkembang seiring dengan pertumbuhan adopsi dan semakin banyak orang yang menemukan teknologi di baliknya. 🚀📊
#apro $AT 🔥 Menjelajahi masa depan kecerdasan terdesentralisasi di @APRO-Oracle sangat membuka wawasan! Ekosistem $AT membawa utilitas nyata dengan aliran data yang transparan, otomatisasi cerdas, dan komunitas yang berkembang. Senang melihat bagaimana #APRO berkembang seiring semakin banyak pembangun dan pengguna terhubung ke jaringan. 🚀📊