Fogo (FOGO) è una blockchain di nuova generazione Layer 1 costruita specificamente per fornire un'esperienza di trading on-chain super veloce e affidabile, equivalente a piattaforme finanziarie centralizzate. Se hai mai provato frustrazione per la lentezza delle transazioni o per le elevate commissioni di gas su altre reti, Fogo è qui come soluzione progettata per trader e applicazioni in tempo reale. Tecnologia e Infrastruttura
La tecnologia Fogo si basa su due pilastri principali:
Compatibilità Totale con Solana (SVM): Questo consente agli sviluppatori già familiari con l'ecosistema Solana di spostare o costruire facilmente applicazioni su Fogo. Consenso “Multi-Local” e Client Firedancer: Fogo colloca i suoi validator attivi in centri finanziari principali come Tokyo, Londra e New York per minimizzare il ritardo della rete. Il suo client principale, Firedancer, è ottimizzato per la massima velocità e stabilità. Questa combinazione crea una base tecnica molto solida per applicazioni che richiedono velocità e affidabilità.
Goldman Sachs telah memperbarui portofolio ETF crypto-nya untuk kuartal keempat tahun 2025 dengan menyesuaikan posisinya pada sejumlah aset kripto utama. Bank tersebut mengurangi eksposurnya terhadap Bitcoin BTC0.98%-> dan Ethereum ETH1.11%->, sekaligus menambah kepemilikan baru pada ETF yang berbasis XRP XRP1.51%-> dan Solana SOL2.28%->. Perubahan yang tercatat per 31 Desember ini menunjukkan adanya pergeseran strategi menuju diversifikasi yang lebih luas dalam portofolio kripto milik bank tersebut. Goldman Sachs Mengurangi Posisi di Bitcoin dan Ethereum Goldman Sachs memangkas kepemilikan ETF Bitcoin dan Ethereum selama kuartal keempat 2025. Eksposur bank terhadap ETF Bitcoin turun 39%, sehingga nilai kepemilikannya kini sekitar 1,06 miliar dolar AS. Posisi di ETF Ethereum juga dipangkas sekitar 27%, meninggalkan kepemilikan senilai 1 miliar dolar AS dalam bentuk saham ETF Ethereum.
Pepe $PEPE 5.06%-\u003e, meme coin con grande capitalizzazione sulla rete Ethereum ETH1.80%-\u003e, ora sta subendo un calo per sei settimane consecutive. Tuttavia, i dati on-chain mostrano che l'accumulo da parte del denaro intelligente continua. Con il diminuire dell'interesse per i meme coin in mezzo a una liquidità di mercato che si indebolisce, sorge la domanda se PEPE abbia ancora la possibilità di riprendersi.
Aggiornamento su PEPE Coin: Balena Serok 23 Triliardi PEPE Durante il Crollo, È Questo un Segnale di Rinascita?
4 Crypto yang Meledak hingga 80% Hari Ini (12/2/26) Selagi Bitcoin dan ETH Merosot!
Harga BERA Naik 80,02% dalam Waktu 24 Jam
Harga Berachain BERA73.89%-> hari ini melonjak tajam, naik sekitar 80,02% dalam 24 jam terakhir. Per pagi ini, BERA diperdagangkan di kisaran Rp15.165 per koin. Dalam rentang sehari, harganya sempat menyentuh titik terendah di sekitar Rp8.347 sebelum kemudian meroket hingga menyentuh level tertinggi hari ini .Kenaikan harga yang signifikan ini ikut mengerek nilai kapitalisasi pasar Berachain menjadi sekitar Rp3,26 triliun. Aktivitas perdagangan juga terlihat sangat ramai, tercermin dari volume transaksi 24 jam yang mencapai kurang lebih Rp16,43 triliun. $BERA
Harga DYM Naik 34,40% dalam Waktu 24 Jam
Harga Dymension DYM31.19%-> hari ini mencatat kenaikan kuat, naik sekitar 34,40% dalam 24 jam terakhir. Per 12 Februari 2026, DYM diperdagangkan di kisaran Rp883 per koin. Dalam periode yang sama, harga sempat menyentuh titik terendah harian di sekitar Rp625 sebelum melesat dan menandai level tertinggi hari ini di sekitar Rp1.204.Lonjakan harga ini mendorong kapitalisasi pasar Dymension ke sekitar Rp415,61 miliar. Aktivitas perdagangan juga tergolong ramai, tercermin dari volume transaksi global 24 jam yang mencapai kurang lebih Rp629,94 miliar. $DYM Harga LINEA Naik 32,31% dalam Waktu 24 Jam
Harga Linea (LINEA) hari ini mencatat kenaikan yang cukup signifikan, naik sekitar 32,31% dalam 24 jam terakhir. Per 12 Februari 2026, LINEA diperdagangkan di sekitar Rp69,16 per koin. Dalam periode tersebut, harga sempat menyentuh titik terendah harian di sekitar Rp50,59 sebelum merangkak naik dan menandai level tertinggi hari ini di kisaran Rp72,55. Kenaikan harga ini mendorong kapitalisasi pasar Linea ke sekitar Rp1,34 triliun. Aktivitas perdagangan juga terbilang padat, tercermin dari volume transaksi global 24 jam yang mencapai kurang lebih Rp2,98 triliun. $LINEA Harga TNSR Naik 30,38% dalam Waktu 24 Jam Harga Tensor TNSR35.30%-> hari ini mencatat kenaikan kuat, naik sekitar 30,38% dalam 24 jam terakhir. Per 12 Februari 2026, TNSR diperdagangkan di kisaran Rp930,9 per koin. Dalam periode yang sama, harga sempat menyentuh titik terendah harian di sekitar Rp694 sebelum melesat hingga menandai level tertinggi di sekitar Rp1.118.
Kenaikan tajam ini mendorong kapitalisasi pasar Tensor ke sekitar Rp307,8 miliar. Aktivitas perdagangan juga terlihat sangat aktif, tercermin dari volume transaksi global 24 jam yang mencapai kurang lebih Rp1,25 triliun.
Crypto Basato sull'Oro: Quando gli Asset Fisici Incontrano la Tecnologia Cripto
Con l'evoluzione della tecnologia blockchain, ora l'oro non può essere posseduto solo in forma fisica come gioielli o lingotti, ma anche in forma digitale attraverso asset cripto basati sull'oro. Uno dei più popolari è Tether Gold (XAUt), una stablecoin basata su ERC-20 supportata da oro fisico, dove 1 token rappresenta 1 oncia troy di oro puro. L'oro è custodito in una cassaforte in Svizzera e ogni token è direttamente collegato a lingotti d'oro certificati. Il sistema utilizza algoritmi automatici per gestire l'allocazione dell'oro e gli indirizzi Ethereum in modo efficiente. Il token XAUt è disponibile e scambiato su vari exchange cripto. XAUt è anche un'alternativa interessante per coloro che desiderano coprirsi contro l'inflazione o l'incertezza economica globale, rimanendo nel contesto degli asset digitali.
7 Segnali Ribassisti Oro & Argento: XAUUSD & XAGUSD Sotto Pressione Volatilità & Dati Macro
I movimenti dei prezzi dell'oro e dell'argento (XAG/USD) nelle ultime sessioni mostrano segni di pressione al ribasso mentre i segnali tecnici ribassisti iniziano a emergere nel mercato dei metalli preziosi. Sebbene le tendenze a lungo termine precedenti siano state influenzate dai dati macroeconomici e dal sentiment di rischio globale, gli analisti notano la presenza di più fattori che possono esercitare pressione sui prezzi dei metalli in modo tecnico, fornendo al contempo un quadro di come i prezzi di altri asset come Bitcoin BTC2.31%-> e altre criptovalute spesso reagiscono a condizioni fondamentali simili.
Solana Turun ke Level Terendah 2 Tahun, Bakal Balik ke US$100?
Solana mengalami tekanan berat dalam beberapa sesi terakhir, turun ke level yang belum pernah terlihat selama hampir dua tahun. Penurunan tajam ini terjadi karena lemahnya kondisi pasar secara keseluruhan, sehingga menyeret SOL jauh di bawah zona support sebelumnya.
Meski harga terkoreksi, tanda-tanda awal stabilisasi mulai muncul. Pola historis menunjukkan Solana mungkin sedang bersiap untuk pulih yang pada akhirnya bisa membawa harga kembali ke, atau bahkan melampaui, level US$100.
Pertumbuhan Market Cap USDT Berubah Negatif setelah 2 Tahun: Apa Artinya untuk Jangka Menengah?
Pergerakan USDT, stablecoin terbesar di pasar berdasarkan kapitalisasi, menunjukkan sinyal langka setelah bertahun-tahun. Pertumbuhan market cap yang sebelumnya melambat kini malah berubah jadi negatif. Perubahan ini memunculkan kekhawatiran bahwa bear market mungkin saja baru dimulai. Sebagai indikator minat beli investor, perubahan market cap USDT bisa membantu menilai kondisi saat ini, dan juga memberikan gambaran skenario masa depan yang mungkin terjadi. Pemulihan Pasar Masih Sulit saat Kapitalisasi Pasar Tether Menunjukkan Tanda-Tanda Pembalikan Data CryptoQuant tentang Rata-rata Perubahan Market Cap USDT 60 hari mulai menjadi negatif sejak Februari. Terakhir kali ini terjadi adalah di kuartal 3 tahun 2023. Grafik tersebut memperlihatkan korelasi antara harga Bitcoin dan pertumbuhan market cap USDT. Saat USDT bertambah, likuiditas baru masuk ke pasar aset kripto. Sebaliknya, jika pertumbuhan berbalik negatif, modal keluar dari pasar, bukannya menunggu di pinggir. Analis Crypto Tice menilai bahwa akibatnya sudah jelas. Daya beli jadi lemah. Dukungan ketika harga turun jadi rapuh. Reli akan cepat dijual oleh pelaku pasar. “Secara historis, reli $BTC yang bertahan lama tidak terjadi saat suplai stablecoin justru menurun,” ucap Tice . Pertumbuhan market cap yang negatif bisa terjadi karena menurunnya permintaan terhadap USDT yang baru diterbitkan. Data CoinGecko menunjukkan sejak awal Januari, market cap USDT turun dari lebih dari US$187 miliar menjadi US$184,3 miliar.
Penurunan ini bisa disebabkan oleh aktivitas burn USDT yang baru-baru ini dilakukan oleh Tether. Pada 10 Februari, Whale Alert melaporkan bahwa Tether membakar 3,5 miliar USDT. Perusahaan ini juga membakar 3 miliar USDT bulan lalu.
Statistik dari CryptoQuant menunjukkan bahwa kedua aksi burn tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah secara berturut-turut. Proses burn ini menandakan investor menukarkan USDT kembali ke fiat. Tether menghapus USDT yang sudah ditebus agar jumlah suplai tetap sesuai cadangan, dan menjaga patokan 1:1. “Suplai USDT sekarang malah sedang tren turun untuk pertama kalinya sejak kuartal 1 2025. Ini bukan pertanda baik,” terang investor Ted . Namun, data historis bisa jadi pembanding. Sejak 2022, periode rata-rata Perubahan Market Cap 60 Hari yang negatif biasanya berlangsung sekitar dua bulan. Fase ini seringkali juga terjadi saat Bitcoin bergerak sideways dan membentuk bottom lokal. Beberapa contoh terjadi pada November 2022 sampai Januari 2023 dan Agustus sampai Oktober 2023. Maka dari itu, data saat ini mungkin menandakan pasar yang stagnan di level bawah atau bahkan penurunan lebih dalam selama dua bulan ke depan sebelum akhirnya pulih. Analisis terbaru dari BeInCrypto menunjukkan skenario bearish. Bitcoin bisa saja turun di bawah US$43.000 apabila level support penting di US$63.000 jebol. $USDT #USDTfree
Goldman Sachs Ungkap Investasi Kripto US$2,3 Miliar, Termasuk Bitcoin dan XRP
Goldman Sachs mengungkapkan eksposur kripto yang signifikan dalam pengajuan 13F kuartal IV 2025, dengan total kepemilikan aset digital lebih dari US$2,36 miliar.
Dokumen tersebut menunjukkan kepemilikan senilai US$1,1 miliar dalam Bitcoin, US$1,0 miliar dalam Ethereum, US$153 juta dalam XRP, dan US$108 juta dalam Solana, yang merepresentasikan alokasi 0,33% dari total portofolio investasi yang dilaporkan.
Pengungkapan ini menempatkan Goldman di antara bank-bank besar AS dengan eksposur terbesar terhadap aset kripto, meski porsinya tetap kecil dari total kepemilikan mereka.
Pemeriksaan lebih lanjut dari laporan tersebut memperlihatkan eksposur XRP milik Goldman berasal secara khusus dari exchange-traded fund (ETF) XRP, dengan nilai kepemilikan sekitar US$152 juta.
ETF XRP spot AS saat ini memiliki aset bersih lebih dari US$1,04 miliar secara total. ETF XRP ini sudah diperdagangkan selama 56 hari, dan hanya mencatatkan arus keluar pada 4 hari saja.
Goldman Sachs merupakan salah satu bank investasi paling berpengaruh di dunia, yang memberikan saran kepada pemerintah dan korporasi terkait merger, pasar modal, serta restrukturisasi.
Pada awal tahun 2026, bank investasi ini mengelola sekitar US$3,6 triliun aset nasabah institusi dan pribadi. Mereka juga menjalankan bisnis besar dalam perdagangan, manajemen aset, dan pengelolaan kekayaan.
Sebagai barometer pasar, pengungkapan portofolio mereka sering menjadi penanda sentimen institusi secara luas.
Sikap Historis Goldman Sachs pada Bitcoin
Secara historis, sikap publik Goldman terhadap Bitcoin terbilang skeptis.
Sebelum tahun 2020, para eksekutif dan tim riset mendeskripsikan Bitcoin sebagai aset spekulatif yang kegunaannya terbatas sebagai uang dan tidak memiliki arus kas intrinsik.
Perusahaan ini secara konsisten menganggap aset kripto tidak cocok untuk portofolio konservatif dan menyoroti risiko volatilitas serta regulasi.
Pendekatan tersebut mulai melunak setelah tahun 2020 seiring dengan meningkatnya permintaan institusi. Goldman mengaktifkan kembali desk perdagangan kripto, memperluas akses derivatif, dan melakukan riset yang mengakui peran Bitcoin sebagai potensi lindung nilai inflasi, meskipun mereka tetap belum merekomendasikan Bitcoin menjadi aset inti dalam portofolio. Setelah crypto winter di 2022, perusahaan kembali menyoroti risiko infrastruktur dan counterparty. Baru-baru ini, Goldman cenderung lebih berhati-hati tapi tetap berpartisipasi. Mereka terlibat melalui ETF, produk terstruktur, serta inisiatif tokenisasi, namun tetap menyatakan bahwa aset kripto masih bersifat spekulatif.
Michael Saylor Bilang “We Will Not Be Selling” saat Harga Strategy (MSTR) Breakout
Strategy, yang dulunya dikenal sebagai MicroStrategy, tetap terjebak dalam bear market yang berkepanjangan. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini kesulitan untuk mendapatkan momentum baru karena harga sahamnya mengikuti penurunan Bitcoin.
Saat Bitcoin mengalami koreksi, harga saham Strategy pun ikut turun, sehingga memperkuat volatilitas dan membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan sentimen aset kripto. $BTC
#Plasma $XPL TLDR La discussione su XPL mostra una miscela di forte convinzione e ottimismo cauto. I sostenitori evidenziano i fondamentali del progetto, mentre i trader osservano il potenziale rimbalzo tecnico. Ecco le principali tendenze in corso: I detentori a lungo termine sostengono che questo progetto sia molto sottovalutato nonostante il prezzo sia già sceso bruscamente dai massimi di lancio.
Gli analisti tecnici osservano il potenziale breakout sopra la media mobile importante come segnale di cambiamento di tendenza. Gli attori dell'ecosistema si concentrano su nuovi programmi di incentivazione e sviluppi nei pagamenti nel mondo reale.
3 Maggiori Sbloccamenti di Token che Stanno Modellando la Seconda Settimana di Febbraio 2026
Il mercato delle criptovalute vedrà più di 278 milioni di dollari di nuova offerta di token nella seconda settimana di Febbraio 2025. Un certo numero di grandi progetti come Connex (CONX), Avalanche AVAX2.11%-\u003e, e Aptos APT4.22%-\u003e sbloccheranno grandi quantità di token. Queste onde di sblocco hanno il potenziale di innescare volatilità di mercato e influenzare i movimenti dei prezzi a breve termine. Ecco un riepilogo delle cose da tenere d'occhio.
Robert Kiyosaki Nyatakan Bitcoin Lebih Unggul dari Emas untuk Diversifikasi Jangka Panjang Pengamat keuangan Robert Kiyosaki kembali memicu perdebatan soal investasi alternatif dengan secara terbuka lebih memilih Bitcoin BTC1.42%-> daripada emas, dengan alasan perbedaan struktural dalam pasokan, bukan karena pergerakan harga jangka pendek. Dalam sebuah unggahan terbaru di X, Kiyosaki menyatakan bahwa keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam diversifikasi portofolio. Namun, ketika harus memilih salah satu, ia mengaku lebih condong pada Bitcoin. Komentarnya muncul di tengah meningkatnya volatilitas di pasar kripto maupun pasar keuangan tradisional, saat para investor masih berhadapan dengan ketidakpastian yang berkepanjangan. $BTC