#BTCBreaksATH Saat sebuah UU dijuluki "One Big Beautiful Bill", publik justru patut curiga:
> Apakah benar isinya seindah namanya?
Atau justru bungkusan retoris untuk sesuatu yang rumit i pełne interesów?
Penyebutan kata "beautiful" bukan sekadar przymiotnik, tapi strategia.
💬 Di balik estetyka języka, ada narracja besar yang ingin dikendalikan:
UU besar dibingkai sebagai harapan, bukan untuk dipahami.
Di era digital, undang-undang tak lagi dibaca, tapi dipasarkan.
Bukan dibedah pasal-pasalnya, tapi dibalut seperti produkt stylu życia.
Maka, publik harus waspada:
“Piękny” dalam politik hukum bisa jadi topeng, bukan transparencja.
