Solana Spot ETF verzeichnet Mittelzuflüsse inmitten großer Abflüsse bei Krypto-ETFs
Während die meisten großen Krypto-ETFs unter Druck beim Abzug von Mitteln leiden, zeigt der Solana Spot ETF eine ganz andere Bewegung. Am 21. Januar 2026 verzeichnete das Solana-basierte Spot ETF einen Nettomittelzufluss von etwa 3,08 Millionen Dollar, eine Zahl, die absolut klein erscheinen mag, jedoch einen starken Kontrast zu den großen Abflüssen bietet, die am selben Tag die ETFs Bitcoin, Ether und XRP trafen. Daten, die von SoSoValue gesammelt und über verschiedene Marktquellen berichtet wurden, zeigen, dass die Zuflüsse hauptsächlich aus zwei Hauptprodukten stammen. Fidelitys FSOL trug etwa 2,25 Millionen Dollar bei, während Franklins SOEZ etwa 1,09 Millionen Dollar hinzufügte. Mit diesem zusätzlichen Betrag beläuft sich das verwaltete Vermögen des Solana Spot ETF auf etwa 1,07 Milliarden Dollar, und die kumulierten Nettomittelzuflüsse seit dem Start nähern sich 867 Millionen Dollar.
Drohen von Zöllen zwischen den USA und Europa lösen große Liquidationen bei hochgehebelt Bitcoin aus
Die Handels Spannungen zwischen den Vereinigten Staaten und Europa sind erneut zum Hauptauslöser für die Turbulenzen auf dem globalen Markt geworden. Diesmal sind die Auswirkungen stark auf dem Kryptowährungsmarkt zu spüren, insbesondere bei Bitcoin, das aufgrund von hochriskanten Hebelpositionen, die in plötzlichen Risiko-Bewegungen gefangen sind, eine große Welle von Liquidationen erlebte. In kurzer Zeit wurden Hunderte Millionen Dollar an Derivate-Positionen in Bitcoin gelöscht, was die Sensibilität dieses Vermögenswerts gegenüber makroökonomischen Schocks verdeutlicht. Verschiedene Datenquellen verzeichnen unterschiedliche Liquidationszahlen, aber alle liegen in einem signifikanten Rahmen. Einige Berichte schätzen, dass die Liquidation von Bitcoin im Bereich von 200 Millionen bis über 400 Millionen Dollar liegt, während die gesamte Liquidation des Kryptowährungsmarktes innerhalb von 24 Stunden auf zwischen 650 Millionen und fast 1 Milliarde Dollar geschätzt wird. Diese Unterschiede in den Zahlen sind größtenteils auf Variationen in der Zeitmessung und Methodologie zwischen den Datenplattformen zurückzuführen.
Ketika Blockchain Berhenti Mengejar AI dan Mulai Dibangun untuknya
Selama beberapa tahun terakhir, banyak jaringan blockchain berlomba-lomba menambahkan label “AI” pada ekosistem mereka. Plugin, integrasi, atau fitur tambahan dipasang di atas fondasi lama, seolah kecerdasan buatan hanyalah lapisan dekoratif. Vanar Chain mengambil arah yang berbeda. Alih-alih mengejar narasi, ia dibangun sejak awal dengan asumsi bahwa AI bukan tamu, melainkan penghuni utama dari infrastruktur masa depan. Perbedaan antara AI-added dan AI-first bukan sekadar soal istilah. Infrastruktur yang AI-first memahami bahwa agen cerdas membutuhkan lebih dari kecepatan transaksi. Mereka memerlukan memori yang persisten, kemampuan bernalar, konteks yang berkelanjutan, serta jalur eksekusi yang aman dan otomatis. Di titik ini, TPS tinggi menjadi detail sekunder. Yang utama adalah apakah sebuah jaringan mampu menopang kecerdasan sebagai entitas aktif, bukan sekadar pengguna pasif. Vanar Chain memosisikan dirinya tepat di ruang tersebut. Melalui produk-produk yang sudah hidup, pendekatan ini tidak lagi berhenti pada teori. myNeutron menunjukkan bahwa memori semantik dan konteks AI dapat melekat langsung pada lapisan infrastruktur, bukan disimpan di sistem eksternal yang rapuh. Kayon memperlihatkan bahwa penalaran dan explainability tidak harus berada di luar rantai, tetapi bisa menjadi bagian native dari sistem. Flows melengkapi semuanya dengan membuktikan bahwa kecerdasan dapat diterjemahkan menjadi tindakan otomatis yang aman, bukan sekadar output analitis. Di sinilah konsep “AI-ready” memperoleh makna nyata. Kesiapan bukan diukur dari janji roadmap atau demo singkat, melainkan dari apakah komponen inti AI sudah bisa beroperasi hari ini. Vanar Chain tidak menunggu masa depan untuk membuktikan diri. Infrastruktur ini sudah dirancang untuk menampung agen, sistem otonom, dan kebutuhan enterprise yang menuntut reliabilitas. Peran $VANRY dalam konteks ini menjadi jelas. Token tersebut tidak berdiri sebagai simbol spekulatif, melainkan sebagai pengikat ekonomi dari seluruh stack kecerdasan. Setiap penggunaan memori, penalaran, automasi, hingga settlement berujung pada aktivitas nyata yang menopang nilai jangka panjang. Dalam lanskap Web3 yang kerap terjebak hype, Vanar Chain memilih jalan yang lebih sunyi, tetapi jauh lebih relevan untuk era AI yang sesungguhnya. @Vanarchain #vanar $VANRY
Banyak blockchain hari ini mencoba terlihat relevan dengan menambahkan label AI di atas fondasi lama. @Vanarchain mengambil arah berbeda. Sejak awal, jaringan ini dirancang dengan asumsi bahwa kecerdasan buatan bukan fitur tambahan, melainkan aktor utama di masa depan Web3. Itulah sebabnya Vanar tidak hanya berbicara soal kapasitas transaksi, tetapi tentang bagaimana sebuah jaringan mampu menyimpan konteks, mengeksekusi logika kompleks, dan mendukung automasi yang berjalan terus-menerus. AI di #vanar bukan tamu, melainkan penghuni tetap.
Pendekatan ini tercermin dari produk yang sudah berjalan, bukan sekadar janji roadmap. myNeutron, Kayon, dan Flows menunjukkan bagaimana AI dapat hidup langsung di atas infrastruktur blockchain, memproses data, membuat keputusan, dan berinteraksi lintas sistem. $VANRY tidak diposisikan sebagai token spekulatif, melainkan sebagai bahan bakar dari aktivitas nyata tersebut. Di tengah kebisingan narasi AI, Vanar Chain berdiri sebagai jaringan yang dibangun untuk bekerja, bukan sekadar terlihat futuristik.
Sebagian besar teknologi terbaik justru jarang disadari keberadaannya. Plasma berada di kategori itu. Ia tidak hadir untuk diperdebatkan setiap hari, tetapi untuk bekerja di balik layar, memastikan pergerakan stablecoin berjalan tanpa hambatan yang berarti. Dalam dunia kripto yang sering ramai oleh spekulasi, posisi seperti ini terasa tenang, bahkan nyaris sunyi. Plasma menjadi bagian dari jaringan Plasma yang dirancang untuk kebutuhan transaksi nyata. Bukan untuk eksperimen sesaat, tetapi untuk penggunaan yang berulang. Ketika seseorang mengirim stablecoin, mereka tidak mencari sensasi baru. Mereka ingin kepastian. Di titik itulah '' Plasma " bisa dipahami sebagai sesuatu yang mengalir konsisten, tidak terputus, dan tidak menuntut perhatian. Yang menarik, plasma tidak memerlukan narasi panjang agar fungsinya terasa. Ia cukup hadir sebagai pengikat mekanisme jaringan. Selama sistem berjalan dengan baik, selama transaksi selesai tanpa masalah, keberadaannya sudah menjalankan perannya. Tidak ada tuntutan agar pengguna memahami detail teknisnya. Pendekatan ini membuat plasma relevan bukan karena janji masa depan, tetapi karena kebiasaan hari ini. Setiap transaksi yang berhasil memperkuat posisinya sebagai bagian dari infrastruktur. Dan dalam ekosistem yang sering berubah cepat, stabilitas semacam ini justru menjadi nilai yang jarang. Plasma tidak mencoba menjadi pusat perhatian. Ia memilih menjadi dasar yang menopang. Dan sering kali, fondasi seperti inilah yang paling lama bertahan. @Plasma #Plasma $XPL
Plasma terasa seperti proyek yang tidak terburu-buru mengejar validasi pasar. Ia tumbuh dengan logika sederhana: jika stablecoin adalah darah yang mengalir di ekosistem kripto, maka jalurnya harus bersih dan tidak tersumbat. Banyak jaringan menawarkan kecepatan di atas kertas, tetapi Plasma mencoba membuktikannya dalam praktik sehari-hari, ketika transaksi kecil sekalipun harus tetap efisien dan dapat diandalkan.
Di balik pengalaman itu, $XPL memainkan peran yang tidak selalu terlihat. Token ini bukan sekadar angka di portofolio, melainkan bagian dari struktur yang menjaga jaringan tetap stabil. @Plasma seperti memahami bahwa kepercayaan tidak datang dari janji besar, melainkan dari hal-hal kecil yang terus bekerja tanpa gagal. #Plasma
Dusk sebagai Infrastruktur yang Bekerja di Balik Layar
Sebagian besar pengguna tidak pernah memikirkan lapisan infrastruktur. Mereka hanya peduli apakah sistem bekerja atau tidak. Dusk tampaknya dibangun dengan asumsi ini. Alih-alih menuntut perhatian, ia dirancang untuk menghilangkan friksi di titik-titik yang biasanya bermasalah dalam keuangan digital. Arsitektur modular Dusk memungkinkan setiap komponen berkembang tanpa saling menghambat. DuskEVM mempermudah adopsi aplikasi berbasis EVM, sementara layer penyelesaian transaksi tetap menjaga standar kepatuhan dan privasi. Hedger melengkapi semuanya dengan kemampuan audit selektif, memastikan bahwa privasi tidak mengorbankan akuntabilitas. Pendekatan seperti ini jarang terlihat menarik di permukaan. Namun ketika nilai, volume, dan tanggung jawab mulai meningkat, justru lapisan inilah yang menentukan apakah sebuah sistem bisa terus berjalan atau berhenti di tengah jalan. @Dusk #dusk $DUSK
DuskTrade dan Perbedaan Antara Tokenisasi Nyata dan Sekadar Narasi
Tokenisasi sering dipresentasikan sebagai proses sederhana: ubah aset menjadi token, lalu selesai. Kenyataannya jauh lebih rumit. Kepemilikan harus jelas, hak investor harus terlindungi, dan setiap transaksi harus bisa dipertanggungjawabkan. DuskTrade lahir dari kesadaran bahwa tanpa fondasi hukum, tokenisasi hanya menjadi kemasan baru untuk risiko lama. Kolaborasi dengan NPEX bukan detail kecil. NPEX membawa lisensi dan pengalaman sebagai bursa teregulasi di Belanda, sementara Dusk menyediakan infrastruktur blockchain yang dirancang untuk kebutuhan tersebut. Dengan target lebih dari €300 juta sekuritas terekam secara on-chain, DuskTrade tidak bermain di wilayah eksperimen, tetapi di ranah implementasi nyata. Yang menarik, Dusk tidak mencoba menyederhanakan kompleksitas ini demi narasi yang lebih menarik. Justru sebaliknya, kompleksitas tersebut diterima sebagai bagian dari desain. Ini membedakan DuskTrade dari banyak proyek RWA lain yang lebih fokus pada janji daripada kesiapan sistem. @Dusk #dusk $DUSK
Mengapa Dusk Tidak Dibangun untuk Viral, Tapi untuk Bertahan
Sebagian besar blockchain berlomba menciptakan cerita besar agar cepat dikenal. Masalahnya, cerita sering selesai lebih cepat daripada infrastrukturnya. Dusk mengambil jalur yang jauh lebih sunyi. Sejak awal, fokusnya bukan pada daya tarik instan, melainkan pada ketahanan sistem ketika dihadapkan pada regulasi, audit, dan tanggung jawab hukum yang nyata. Pendekatan ini terlihat jelas dari cara Dusk memposisikan privasi. Bukan sebagai fitur pelarian, tetapi sebagai mekanisme yang terukur. Melalui Hedger, transaksi dapat bersifat privat tanpa menghilangkan kemampuan verifikasi. Data tidak diumbar, namun juga tidak terkunci selamanya. Ini mencerminkan cara kerja lembaga keuangan yang harus menjaga kerahasiaan nasabah sambil tetap patuh pada pengawasan regulator. Ketika DuskEVM masuk sebagai lapisan aplikasi yang kompatibel dengan EVM, arahnya semakin terang. Dusk tidak meminta institusi mengubah kebiasaan teknis mereka secara drastis. Sebaliknya, ia menyediakan jalur masuk yang familiar, sambil menanamkan standar kepatuhan di tingkat infrastruktur. Sistem seperti ini jarang viral, tapi justru itulah yang membuatnya relevan dalam jangka panjang. @Dusk #dusk $DUSK
$DUSK tidak dibangun sebagai satu lapisan monolitik. Arsitektur modularnya memisahkan Layer 1 settlement dengan application layer seperti DuskEVM. Pendekatan ini memungkinkan @Dusk menjadi fondasi bagi compliant DeFi, RWA, dan aplikasi institusional tanpa mengorbankan privasi atau auditabilitas. Inilah yang membedakan #dusk dari blockchain EVM lain yang masih berjuang menyesuaikan diri dengan regulasi.
Salah satu tantangan terbesar EVM adalah privasi yang bertabrakan dengan kepatuhan. @Dusk menjawabnya melalui Hedger, mekanisme compliant privacy yang menggabungkan zero-knowledge proofs dan homomorphic encryption. Dengan Hedger, transaksi bisa bersifat privat namun tetap audit-ready, sesuai kebutuhan regulator. Fakta bahwa Hedger Alpha sudah live menunjukkan bahwa ini bukan konsep, melainkan sistem yang sudah berjalan. #dusk $DUSK
Peluncuran DuskEVM mainnet di minggu kedua Januari membawa implikasi besar. Developer kini bisa menggunakan Solidity standar dan tooling EVM, sambil tetap melakukan settlement di Layer 1 $DUSK . Bagi institusi, ini berarti integrasi yang jauh lebih mudah tanpa perlu mempelajari stack baru. DuskEVM berfungsi sebagai lapisan aplikasi yang menjembatani kebutuhan developer dengan standar kepatuhan finansial. @Dusk #dusk
Pembukaan waitlist DuskTrade pada Januari bukan sekadar formalitas. Ini menandakan transisi $DUSK dari fase pengembangan ke fase adopsi pengguna nyata, khususnya institusi dan investor yang terbiasa dengan kerangka regulasi Eropa. Langkah ini memperkuat narasi bahwa #dusk tidak menunggu regulasi “ramah kripto”, tetapi justru dibangun untuk beroperasi di dalam regulasi yang sudah ada. @Dusk
Bukan Sekadar RWA, tapi Platform Perdagangan Teregulasi
DuskTrade dijadwalkan meluncur pada 2026 sebagai aplikasi RWA pertama di ekosistem Dusk. Berbeda dari banyak proyek tokenisasi aset, DuskTrade dibangun bersama NPEX, exchange Belanda yang memegang lisensi MTF, Broker, dan ECSP.
Dengan lebih dari €300 juta sekuritas teregulasi yang akan dibawa on-chain, DuskTrade diposisikan sebagai platform perdagangan dan investasi yang patuh hukum sejak desain awal. Ini menandai pergeseran $DUSK dari sekadar infrastruktur menjadi solusi pasar nyata. @Dusk #dusk
Web3 tidak kekurangan inovasi. Yang sering kurang justru adalah prioritas. Terlalu banyak energi dihabiskan untuk fitur baru, sementara fondasi dasar dibiarkan apa adanya. Namun seiring waktu, semakin jelas bahwa fondasi yang lemah akan membatasi semua inovasi di atasnya. Walrus muncul sebagai penanda perubahan prioritas ini. Ia tidak menawarkan fitur yang mencolok, tapi memperbaiki lapisan yang menopang semuanya: penyimpanan data. Dengan pendekatan terdesentralisasi yang lebih rapi, Walrus membantu Web3 membangun dari bawah ke atas. Perubahan ini mungkin tidak langsung terasa bagi pengguna, tapi dampaknya besar. Sistem menjadi lebih stabil, lebih mudah dikembangkan, dan lebih siap menghadapi penggunaan jangka panjang. $WAL menjadi bagian dari penataan ulang ini. Ia mendukung ekosistem yang mulai menempatkan ketahanan dan kejelasan arsitektur di atas kecepatan semu. Ketika prioritas mulai tertata, Web3 memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi sesuatu yang benar-benar bertahan. Walrus tampaknya memahami bahwa membangun ulang fondasi sering kali lebih penting daripada menambah lantai baru. @Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Ketika sebuah teknologi masih kecil, banyak masalah bisa disembunyikan di balik antusiasme. Tapi saat pengguna bertambah dan aktivitas meningkat, beban nyata mulai terasa. Web3 kini berada di fase itu, di mana sistem harus membuktikan bahwa ia bisa bekerja di bawah tekanan. Walrus lahir dari realitas ini. Ia tidak mencoba menyederhanakan masalah, tapi membantu Web3 menanggung beban dengan cara yang lebih terstruktur. Data, yang sering menjadi sumber kemacetan dan biaya, diperlakukan sebagai elemen utama yang perlu penanganan khusus. Dengan menyediakan penyimpanan terdesentralisasi yang dirancang untuk skala, Walrus membantu Web3 tetap responsif tanpa mengorbankan prinsip. Aplikasi dapat berkembang tanpa harus kembali ke solusi terpusat yang mudah tapi rapuh. Token $WAL bergerak seiring beban yang ditangani sistem. Ia mendapatkan makna dari fungsi, bukan dari euforia. Dalam jangka panjang, hanya sistem yang mampu menanggung beban nyata yang akan bertahan. Walrus tidak menghilangkan tekanan. Ia membantu Web3 bertahan di bawahnya. @Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Di tahap awal, Web3 dipenuhi ambisi besar. Janji kebebasan finansial, sistem tanpa perantara, dan kontrol penuh atas data pribadi terdengar begitu kuat. Namun seiring waktu, muncul satu tuntutan baru yang tidak kalah penting: tanggung jawab. Sistem yang menjanjikan kebebasan juga harus mampu menanggung beban dari kebebasan itu sendiri. Walrus hadir di persimpangan ini. Ia tidak memperbesar ambisi Web3, tetapi membantu menata tanggung jawab teknisnya. Salah satu tanggung jawab terbesar adalah mengelola data secara aman, efisien, dan tetap setia pada prinsip desentralisasi. Ketika data terus bertambah, pendekatan lama mulai menunjukkan celah. Walrus menawarkan cara yang lebih masuk akal dengan memisahkan fungsi : blockchain tetap fokus pada kepercayaan, sementara data dikelola di lapisan yang memang dirancang untuk itu. Ini bukan kompromi nilai, melainkan pendewasaan sistem. $WAL berperan sebagai pengikat dari pendekatan ini. Ia tumbuh dari penggunaan yang berulang, bukan dari janji perubahan instan. Dalam ekosistem yang mulai menuntut akuntabilitas, pendekatan Walrus terasa semakin relevan. Web3 yang matang bukan hanya tentang apa yang bisa dilakukan, tapi tentang apa yang sanggup dipelihara dalam jangka panjang. @Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Banyak fitur bisa disalin. Yang sulit ditiru adalah jaringan yang konsisten dipakai. @Walrus 🦭/acc membangun keunggulan dari penggunaan nyata dan insentif yang tepat. $WAL mengikat penggunaan itu ke ekonomi jaringan, menciptakan hambatan alami bagi peniru. Ini keunggulan yang tumbuh seiring waktu, bukan dari klaim. #walrus
Masalah besar sering datang dari kasus kecil: node mati sebagian, koneksi tidak stabil, atau lonjakan akses mendadak. @Walrus 🦭/acc dirancang dengan asumsi edge cases itu normal, bukan pengecualian. $WAL membantu memastikan jaringan tetap responsif meski kondisi tidak ideal. Pendekatan ini meningkatkan keandalan secara keseluruhan. #walrus
Seiring adopsi meningkat, aplikasi Web3 akan semakin bersinggungan dengan kepatuhan dan audit. @Walrus 🦭/acc menyediakan fondasi storage yang lebih siap diaudit dan ditelusuri dibanding solusi ad-hoc. $WAL memastikan peran penjaga data tetap punya alasan ekonomi untuk patuh pada aturan jaringan. Ini relevan untuk proyek yang ingin naik kelas. #walrus
Melde dich an, um weitere Inhalte zu entdecken
Bleib immer am Ball mit den neuesten Nachrichten aus der Kryptowelt
⚡️ Beteilige dich an aktuellen Diskussionen rund um Kryptothemen
💬 Interagiere mit deinen bevorzugten Content-Erstellern