Binance Square

Hrp19

crypto news
Trader ad alta frequenza
1.6 anni
3 Seguiti
47 Follower
253 Mi piace
11 Condivisioni
Contenuti
--
AI ?
AI ?
TAOUSDT
Apertura Long
PNL non realizzato
+16,08USDT
Traduci
Tiga Katalis yang Bisa Buat Crypto Pulih di Tahun Ini Menurut AnalisWintermute, perusahaan market maker crypto, mengungkapkan ketiga katalis atau faktor yang dapat memulihkan pasar crypto secara keseluruhan di tahun 2026 ini. "Hanya beberapa token terpilih yang outperform sementara pasar yang lebih luas terus menurun, tertekan oleh beban unlock. Untuk membalikkan tren ini, setidaknya salah satu dari tiga hal perlu terjadi," tulisnya, melansir laporan resmi. Diketahui, peran institusi besar dan penyedia exchange-traded fund (ETF) dapat mendorong likuiditas pasar crypto. Akan tetapi, pemain besar ini perlu mengalokasikan ke token lainnya, dan tidak terpusat pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Lalu, kedua aset terbesar crypto Bitcoin dan Ethereum perlu melakukan reli peningkatan harga yang lebih tinggi. Sehingga, akan mendorong peralihan modal ke aset crypto lainnya, sebab investor yang telah meraup untung akan memindahkan profitnya ke aset digital lain atau diistilahkan 'spillover effect'. Terakhir, para investor retail juga ikut andil dalam pemulihan dan mereka harus kembali ke pasar crypto. Karena, saat ini para pemain tersebut lebih tertarik dengan pasar saham dan perusahaan teknologi hingga artificial intelligence (AI). Dari ketiga faktor tersebut, satu diantaranya tengah terjadi, yaitu kemunculan opsi ETF crypto yang tidak hanya memberikan opsi Bitcoin dan Ethereum. Terlihat, dalam kesuksesan ETF Solana (SOL) dan XRP yang tercatat mengalami inflow masing-masing US$833 juta serta US$1,2 miliar dalam waktu relatif singkat. -# Image Source: Akademi Crypto

Tiga Katalis yang Bisa Buat Crypto Pulih di Tahun Ini Menurut Analis

Wintermute, perusahaan market maker crypto, mengungkapkan ketiga katalis atau faktor yang dapat memulihkan pasar crypto secara keseluruhan di tahun 2026 ini.
"Hanya beberapa token terpilih yang outperform sementara pasar yang lebih luas terus menurun, tertekan oleh beban unlock. Untuk membalikkan tren ini, setidaknya salah satu dari tiga hal perlu terjadi," tulisnya, melansir laporan resmi.
Diketahui, peran institusi besar dan penyedia exchange-traded fund (ETF) dapat mendorong likuiditas pasar crypto. Akan tetapi, pemain besar ini perlu mengalokasikan ke token lainnya, dan tidak terpusat pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Lalu, kedua aset terbesar crypto Bitcoin dan Ethereum perlu melakukan reli peningkatan harga yang lebih tinggi. Sehingga, akan mendorong peralihan modal ke aset crypto lainnya, sebab investor yang telah meraup untung akan memindahkan profitnya ke aset digital lain atau diistilahkan 'spillover effect'.
Terakhir, para investor retail juga ikut andil dalam pemulihan dan mereka harus kembali ke pasar crypto. Karena, saat ini para pemain tersebut lebih tertarik dengan pasar saham dan perusahaan teknologi hingga artificial intelligence (AI).
Dari ketiga faktor tersebut, satu diantaranya tengah terjadi, yaitu kemunculan opsi ETF crypto yang tidak hanya memberikan opsi Bitcoin dan Ethereum. Terlihat, dalam kesuksesan ETF Solana (SOL) dan XRP yang tercatat mengalami inflow masing-masing US$833 juta serta US$1,2 miliar dalam waktu relatif singkat.
-# Image Source: Akademi Crypto
Traduci
Fiat Iran Jeblos ke US$0, Bitcoin Jadi Seharga 104 Miliar RialNilai tukar mata uang Iran terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tidak berharga yang dibanderol US$0. Hal ini membuat harga Bitcoin (BTC) melejit yang membutuhkan 104 miliar rial untuk mendapat 1 BTC. Hal tersebut terjadi karena Iran tengah menghadapi kerusuhan domesti yang diakibatkan adanya krisis ekonomi dan ketegangan dengan militer AS yang memperburuk keadaan. Diketahui, penurunan tajam nilai tukar rial terjadi kala kurs bebas pasar menyentuh sekitar 1,3-1,4 juta rial per dolar AS. Peristiwa ini menjadikan mata uang Iran sebagai yang terlemah dan terendah di dunia. Sebagai informasi, harga Bitcoin dalam mata uang rupiah nilainya sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan pada nilai mata uang Eropa dibanderol 78 ribu euro. Lalu, pada fiat AS harganya US$92 ribu per tokennya. -# Image Source: Akademi Crypto

Fiat Iran Jeblos ke US$0, Bitcoin Jadi Seharga 104 Miliar Rial

Nilai tukar mata uang Iran terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tidak berharga yang dibanderol US$0. Hal ini membuat harga Bitcoin (BTC) melejit yang membutuhkan 104 miliar rial untuk mendapat 1 BTC.
Hal tersebut terjadi karena Iran tengah menghadapi kerusuhan domesti yang diakibatkan adanya krisis ekonomi dan ketegangan dengan militer AS yang memperburuk keadaan.
Diketahui, penurunan tajam nilai tukar rial terjadi kala kurs bebas pasar menyentuh sekitar 1,3-1,4 juta rial per dolar AS. Peristiwa ini menjadikan mata uang Iran sebagai yang terlemah dan terendah di dunia.
Sebagai informasi, harga Bitcoin dalam mata uang rupiah nilainya sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan pada nilai mata uang Eropa dibanderol 78 ribu euro. Lalu, pada fiat AS harganya US$92 ribu per tokennya.
-# Image Source: Akademi Crypto
Traduci
Inflasi AS Akhirnya Mereda, Bitcoin Naik ke US$93.000Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (13/10) malam, stabil berada di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025. Maka dari itu, pasar aset digital crypto bereaksi, dengan Bitcoin (BTC) naik ke US$93.000 atau 1,56% menurut CoinMarketCap. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto terus naik ke US$3,16 triliun. Dengan kata lain, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di mana hal ini memperkuat spekulasi the Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga mendatang, hingga mendorong kenaikan aset digital. Selain itu, tekanan inflasi AS yang mulai terkendali menandai optimisme pasar yang sepanjang tahun 2025 sempat menurun. Terlebih, inflasi yang rendah mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter yang kuat, hingga meningkatkan likuiditas. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Image Source: Akademi Crypto

Inflasi AS Akhirnya Mereda, Bitcoin Naik ke US$93.000

Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (13/10) malam, stabil berada di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025.
Maka dari itu, pasar aset digital crypto bereaksi, dengan Bitcoin (BTC) naik ke US$93.000 atau 1,56% menurut CoinMarketCap. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto terus naik ke US$3,16 triliun.
Dengan kata lain, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di mana hal ini memperkuat spekulasi the Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga mendatang, hingga mendorong kenaikan aset digital.
Selain itu, tekanan inflasi AS yang mulai terkendali menandai optimisme pasar yang sepanjang tahun 2025 sempat menurun. Terlebih, inflasi yang rendah mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter yang kuat, hingga meningkatkan likuiditas.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
-# Image Source: Akademi Crypto
Traduci
Bitcoin Kian Tancap Gas ke US$96 Ribu, Ratusan Ribu Short Trader RungkadBitcoin kembali memuncak ke US$96.000 atau 4,3% dalam 24 jam terakhir, Rabu (14/01) pagi. Kenaikan ini memicu posisi short di US$590 juta atau Rp9 triliun lenyap terlikuidasi di waktu yang sama, menurut CoinGlass. Adapun katalis kenaikan ini terjadi setelah laporan Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS) stabil di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025. Artinya, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di ini memperkuat spekulasi the Fed dalam menghentikan kenaikan suku bunga mendatang. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Image Source: Akademi Crypto

Bitcoin Kian Tancap Gas ke US$96 Ribu, Ratusan Ribu Short Trader Rungkad

Bitcoin kembali memuncak ke US$96.000 atau 4,3% dalam 24 jam terakhir, Rabu (14/01) pagi. Kenaikan ini memicu posisi short di US$590 juta atau Rp9 triliun lenyap terlikuidasi di waktu yang sama, menurut CoinGlass.
Adapun katalis kenaikan ini terjadi setelah laporan Consumer Price Index (CPI) atau inflasi di Amerika Serikat (AS) stabil di level 2,7% secara tahunan pada Desember 2025.
Artinya, laporan ini menunjukkan bahwa angka inflasi kian mendekat dari target 2%, di ini memperkuat spekulasi the Fed dalam menghentikan kenaikan suku bunga mendatang.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
-# Image Source: Akademi Crypto
Visualizza originale
Analisti affermano che il taglio dei tassi d'interesse è 'la chiave' per il ritorno dei dettaglianti nel mercato cryptoIl Direttore Esecutivo di Clear Street Owen Lau ha affermato che il taglio dei tassi d'interesse della Federal Reserve (The Fed) o della banca centrale degli Stati Uniti (AS) potrebbe spingere i dettaglianti a tornare nel mercato crypto. "Tapi di sisi lain, jika i tassi d'interesse scendono, di solito significa che il mercato è in modalità rischio. Quindi i dettaglianti saranno più entusiasti di entrare nel crypto, le istituzioni saranno anche più entusiaste di entrare nel crypto," ha dichiarato, riportando YouTube CNBC Televesion. D'altra parte, durante l'anno 2025, la Fed ha effettuato tre volte un taglio dei tassi d'interesse. Tuttavia, il mercato crypto non ha risposto bene a questa notizia ed è rimasto stagnante per poi diminuire.

Analisti affermano che il taglio dei tassi d'interesse è 'la chiave' per il ritorno dei dettaglianti nel mercato crypto

Il Direttore Esecutivo di Clear Street Owen Lau ha affermato che il taglio dei tassi d'interesse della Federal Reserve (The Fed) o della banca centrale degli Stati Uniti (AS) potrebbe spingere i dettaglianti a tornare nel mercato crypto.
"Tapi di sisi lain, jika i tassi d'interesse scendono, di solito significa che il mercato è in modalità rischio. Quindi i dettaglianti saranno più entusiasti di entrare nel crypto, le istituzioni saranno anche più entusiaste di entrare nel crypto," ha dichiarato, riportando YouTube CNBC Televesion.
D'altra parte, durante l'anno 2025, la Fed ha effettuato tre volte un taglio dei tassi d'interesse. Tuttavia, il mercato crypto non ha risposto bene a questa notizia ed è rimasto stagnante per poi diminuire.
Traduci
take your position
take your position
Hrp19
--
Investor Mulai Ambil Posisi, ETF Bitcoin-XRP Alami Dana Masuk Jelang Malam Tahun Baru
Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP mengalami masuknya dana segar para investor crypto yang mulai memposisikan dananya. Hal ini terjadi menjelang malam tahun baru 2025.
Lebih lanjut, ETF Bitcoin menerima dana bersih sebesar US$355 juta atau sekitar Rp5,9 triliun, lalu Ethereum senilai US$67,8 juta atau Rp1,1 triliun, dan XRP mencapai US$15,5 juta atau setara Rp259,3 miliar yang terjadi pada Selasa (30/12).
Peristiwa ini mencerminkan bahwa para investor mulai mengambil momentum untuk memiliki alokasi dana terhadap aset digital crypto melalui ETF.
Sehingga, masuknya dana masuk tersebut menandakan pasar crypto mulai pulih usai mengalami penurunan panjang yang terjadi sejak bulan Oktober saat Bitcoin mencapai rekor tertingginya US$126 ribu.
Traduci
Investor Mulai Ambil Posisi, ETF Bitcoin-XRP Alami Dana Masuk Jelang Malam Tahun BaruExchange-traded fund (ETF) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP mengalami masuknya dana segar para investor crypto yang mulai memposisikan dananya. Hal ini terjadi menjelang malam tahun baru 2025. Lebih lanjut, ETF Bitcoin menerima dana bersih sebesar US$355 juta atau sekitar Rp5,9 triliun, lalu Ethereum senilai US$67,8 juta atau Rp1,1 triliun, dan XRP mencapai US$15,5 juta atau setara Rp259,3 miliar yang terjadi pada Selasa (30/12). Peristiwa ini mencerminkan bahwa para investor mulai mengambil momentum untuk memiliki alokasi dana terhadap aset digital crypto melalui ETF. Sehingga, masuknya dana masuk tersebut menandakan pasar crypto mulai pulih usai mengalami penurunan panjang yang terjadi sejak bulan Oktober saat Bitcoin mencapai rekor tertingginya US$126 ribu.

Investor Mulai Ambil Posisi, ETF Bitcoin-XRP Alami Dana Masuk Jelang Malam Tahun Baru

Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP mengalami masuknya dana segar para investor crypto yang mulai memposisikan dananya. Hal ini terjadi menjelang malam tahun baru 2025.
Lebih lanjut, ETF Bitcoin menerima dana bersih sebesar US$355 juta atau sekitar Rp5,9 triliun, lalu Ethereum senilai US$67,8 juta atau Rp1,1 triliun, dan XRP mencapai US$15,5 juta atau setara Rp259,3 miliar yang terjadi pada Selasa (30/12).
Peristiwa ini mencerminkan bahwa para investor mulai mengambil momentum untuk memiliki alokasi dana terhadap aset digital crypto melalui ETF.
Sehingga, masuknya dana masuk tersebut menandakan pasar crypto mulai pulih usai mengalami penurunan panjang yang terjadi sejak bulan Oktober saat Bitcoin mencapai rekor tertingginya US$126 ribu.
Traduci
Fakta Pahit, BNB Lebih Beri 'Cuan' Ketimbang Bitcoin-Ethereum di Tahun 2025Binance Coin (BNB) dalam perjalanannya selama tahun 2025 memberikan performa positif bagi para investornya yang tumbuh 21%. Aset ini berhasil mengalahkan kedua aset crypto terbesar, seperti Bitcoin (BTC) yang minus 6% dan Ethereum (ETH) anjlok 11%. Hal tersebut dapat terjadi karena lonjakan aktivitas di jaringan BNB yang memberikan dampak positif, tercatat ada 31 juta transaksi di bulan Desember dan pada bulan Oktober 33 juta transaksi. Namun, terdapat fakta pahit yang terjadi mengingat bahwa Bitcoin dan juga Ethereum tengah diuji penurunan selama tahun 2025 ini yang terjadi sejak bulan Oktober. Sebagai informasi, bulan Oktober menjadi momok bagi Bitcoin dan Ethereum yang membuat pasar crypto terus merosot hingga akhir bulan Desember ini. Kala itu terjadi likuidasi sebesar US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun dalam sehari. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Fakta Pahit, BNB Lebih Beri 'Cuan' Ketimbang Bitcoin-Ethereum di Tahun 2025

Binance Coin (BNB) dalam perjalanannya selama tahun 2025 memberikan performa positif bagi para investornya yang tumbuh 21%. Aset ini berhasil mengalahkan kedua aset crypto terbesar, seperti Bitcoin (BTC) yang minus 6% dan Ethereum (ETH) anjlok 11%.
Hal tersebut dapat terjadi karena lonjakan aktivitas di jaringan BNB yang memberikan dampak positif, tercatat ada 31 juta transaksi di bulan Desember dan pada bulan Oktober 33 juta transaksi.
Namun, terdapat fakta pahit yang terjadi mengingat bahwa Bitcoin dan juga Ethereum tengah diuji penurunan selama tahun 2025 ini yang terjadi sejak bulan Oktober.
Sebagai informasi, bulan Oktober menjadi momok bagi Bitcoin dan Ethereum yang membuat pasar crypto terus merosot hingga akhir bulan Desember ini. Kala itu terjadi likuidasi sebesar US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun dalam sehari.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Traduci
Drama Tarif Trump Jadi Katalis Besar yang Guncang Pasar Crypto Tahun Ini Bitcoin (BTC) harus merugi sepanjang tahun 2025 ini sebesar 6,2% dengan harga saat ini di level US$87.700, menurut CoinMarketCap, Selasa (30/12). Namun, jika melihat katalis penurunan Bitcoin, tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi yang paling besar. Seperti diketahui, pasar crypto mencatat total likuidasi sebesar US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun dalam sehari hingga membuat jutaan trader terlikuidasi, Sabtu (11/10). Angka itu menjadi likuidasi terbesar dalam sejarah yang disebabkan keputusan Trump mengancam tarif luar biasa kepada China. Bahkan, drama tarif AS telah terjadi sejak awal tahun ini dan membuat likuidasi besar-besaran, di mana pada 25 Februarilalu saat Trump jatuhkan tarif 25% kepada Kanada dan China, pasar crypto alami likuidasi sebesar Rp22 triliun. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Drama Tarif Trump Jadi Katalis Besar yang Guncang Pasar Crypto Tahun Ini

Bitcoin (BTC) harus merugi sepanjang tahun 2025 ini sebesar 6,2% dengan harga saat ini di level US$87.700, menurut CoinMarketCap, Selasa (30/12). Namun, jika melihat katalis penurunan Bitcoin, tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi yang paling besar.
Seperti diketahui, pasar crypto mencatat total likuidasi sebesar US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun dalam sehari hingga membuat jutaan trader terlikuidasi, Sabtu (11/10). Angka itu menjadi likuidasi terbesar dalam sejarah yang disebabkan keputusan Trump mengancam tarif luar biasa kepada China.
Bahkan, drama tarif AS telah terjadi sejak awal tahun ini dan membuat likuidasi besar-besaran, di mana pada 25 Februarilalu saat Trump jatuhkan tarif 25% kepada Kanada dan China, pasar crypto alami likuidasi sebesar Rp22 triliun.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Traduci
Sentimen Ketakutan Pasar Mereda, Bitcoin Rebound ke US$90 Ribu Bitcoin akhirnya rebound ke US$90.000 atau naik 2,4%. Tak hanya itu, fear and greed atau sentimen ketakutan dan keserakahan pasar telah mereda dengan pulih ke level 30, menurut CoinMarketCap, Senin (29/12). Adapun pemulihan ini didukung oleh potensi berhentinya penarikan (outflow) ETF selama pekan natal sekitar US$750 juta jelang akhir tahun. Selain itu, para analis memproyeksikan akan banyak arus masuk (inflow) institusi pada Januari mendatang. Tak hanya itu, volume perdagangan Bitcoin selama 24 jam naik 22,4% menjadi US$16,9 miliar, menunjukkan adanya minat baru. Tak hanya itu, Ethereum (ETH) ikut naik ke US$3.000 atau 3%, sementara BNB naik US$868 atau 3%, dan XRP ke US$1.91 atau 2,1%. *Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*

Sentimen Ketakutan Pasar Mereda, Bitcoin Rebound ke US$90 Ribu

Bitcoin akhirnya rebound ke US$90.000 atau naik 2,4%. Tak hanya itu, fear and greed atau sentimen ketakutan dan keserakahan pasar telah mereda dengan pulih ke level 30, menurut CoinMarketCap, Senin (29/12).
Adapun pemulihan ini didukung oleh potensi berhentinya penarikan (outflow) ETF selama pekan natal sekitar US$750 juta jelang akhir tahun. Selain itu, para analis memproyeksikan akan banyak arus masuk (inflow) institusi pada Januari mendatang.
Tak hanya itu, volume perdagangan Bitcoin selama 24 jam naik 22,4% menjadi US$16,9 miliar, menunjukkan adanya minat baru. Tak hanya itu, Ethereum (ETH) ikut naik ke US$3.000 atau 3%, sementara BNB naik US$868 atau 3%, dan XRP ke US$1.91 atau 2,1%.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Visualizza originale
Bitcoin Ha Bisogno di Aumentare del 6% Per Non Chiudere Quest'Anno in Perdita Bitcoin (BTC) ha subito una diminuzione annuale fino al 5,8% a un prezzo di US$89.000, secondo CoinMarketCap, lunedì (29/12). Pertanto, l'analista Nic Puckrin ritiene che Bitcoin debba aumentare di circa il 6% sopra il prezzo di apertura annuale di circa US$93.374 per poter concludere quest'anno con un prezzo più alto. Tuttavia, secondo i calcoli della redazione di Akademi Crypto al prezzo attuale di Bitcoin, sono necessari il 4,5% per non chiudere quest'anno in perdita. A titolo informativo, Bitcoin ha raggiunto il massimo storico o il livello più alto di sempre a un prezzo di US$126.299 lo scorso ottobre. Tuttavia, poco dopo, il prezzo di Bitcoin ha continuato a diminuire, soprattutto quando è scoppiata la guerra commerciale tra Cina e Stati Uniti.

Bitcoin Ha Bisogno di Aumentare del 6% Per Non Chiudere Quest'Anno in Perdita

Bitcoin (BTC) ha subito una diminuzione annuale fino al 5,8% a un prezzo di US$89.000, secondo CoinMarketCap, lunedì (29/12). Pertanto, l'analista Nic Puckrin ritiene che Bitcoin debba aumentare di circa il 6% sopra il prezzo di apertura annuale di circa US$93.374 per poter concludere quest'anno con un prezzo più alto.
Tuttavia, secondo i calcoli della redazione di Akademi Crypto al prezzo attuale di Bitcoin, sono necessari il 4,5% per non chiudere quest'anno in perdita.
A titolo informativo, Bitcoin ha raggiunto il massimo storico o il livello più alto di sempre a un prezzo di US$126.299 lo scorso ottobre. Tuttavia, poco dopo, il prezzo di Bitcoin ha continuato a diminuire, soprattutto quando è scoppiata la guerra commerciale tra Cina e Stati Uniti.
Traduci
Cryptografis | Digadang-gadang Jadi Emas Digital, Bitcoin Malah Loyo Tahun Ini Tahun ini menjadi tahun yang mengejutkan bagi investor Bitcoin. Pasalnya, aset yang digadang-gadang sebagai emas digital tersebut malah anjlok 7% selama setahun terakhir dibandingkan aset-aset lainnya. Tak hanya itu, perak juga mengejutkan pasar dengan muncul sebagai top gainer tahun ini. Aset tradisional tersebut telah naik 174%, mengalahkan emas yang merupakan aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kenaikan ini juga merupakan tren naik terpanjang sejak 1980, yang menjadikannya sebagai aset paling berharga ketiga di dunia, mengalahkan perusahaan teknologi Apple. Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Cryptografis | Digadang-gadang Jadi Emas Digital, Bitcoin Malah Loyo Tahun Ini

Tahun ini menjadi tahun yang mengejutkan bagi investor Bitcoin. Pasalnya, aset yang digadang-gadang sebagai emas digital tersebut malah anjlok 7% selama setahun terakhir dibandingkan aset-aset lainnya.
Tak hanya itu, perak juga mengejutkan pasar dengan muncul sebagai top gainer tahun ini. Aset tradisional tersebut telah naik 174%, mengalahkan emas yang merupakan aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Kenaikan ini juga merupakan tren naik terpanjang sejak 1980, yang menjadikannya sebagai aset paling berharga ketiga di dunia, mengalahkan perusahaan teknologi Apple.
Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik.
Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Traduci
Kala Bitcoin Loyo, Investor Kabur ke Perak hingga Capai ATH US$79 Bitcoin masih betah di harga US$87.000 sejak November lalu, yang membuat sejumlah investor jenuh dan memindahkan dananya ke aset tradisional, salah satunya perak. Harga perak melonjak menembus US$79 per ons, naik sekitar 170% sepanjang 2025. Kenaikan ini menjadikannya sebagai tren naik terpanjang sejak 1980, bahkan mengalahkan pertumbuhan Bitcoin selama setahun yang justru turun 7%. Melonjaknya perak dengan cepat juga membuatnya kini jadi aset paling berharga ketiga di dunia. Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Lonjakan ini menarik perhatian publik luas, terlihat dari pencarian Google tentang perak yang mencapai rekor tertinggi, sementara harga perak fisik di China bahkan melampaui US$91 per ons. Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis. Berbeda dengan emas yang hampir seluruhnya masih ada karena tidak dikonsumsi, sebagian besar perak justru habis terpakai dalam proses industri dan sulit serta mahal untuk didaur ulang, sehingga secara efektif “hilang” dari peredaran. #AkademiCryptoNews Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Kala Bitcoin Loyo, Investor Kabur ke Perak hingga Capai ATH US$79

Bitcoin masih betah di harga US$87.000 sejak November lalu, yang membuat sejumlah investor jenuh dan memindahkan dananya ke aset tradisional, salah satunya perak. Harga perak melonjak menembus US$79 per ons, naik sekitar 170% sepanjang 2025.
Kenaikan ini menjadikannya sebagai tren naik terpanjang sejak 1980, bahkan mengalahkan pertumbuhan Bitcoin selama setahun yang justru turun 7%. Melonjaknya perak dengan cepat juga membuatnya kini jadi aset paling berharga ketiga di dunia.
Pemicu utamanya adalah rencana pembatasan ekspor China mulai Januari 2026, tekanan pengiriman fisik di Asia, serta permintaan industri yang stabil dan terus tumbuh dari sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik.
Lonjakan ini menarik perhatian publik luas, terlihat dari pencarian Google tentang perak yang mencapai rekor tertinggi, sementara harga perak fisik di China bahkan melampaui US$91 per ons.
Selama sekitar lima tahun, produksi tambang perak global tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga kekurangannya ditutup oleh cadangan di atas permukaan bumi yang kini semakin menipis.
Berbeda dengan emas yang hampir seluruhnya masih ada karena tidak dikonsumsi, sebagian besar perak justru habis terpakai dalam proses industri dan sulit serta mahal untuk didaur ulang, sehingga secara efektif “hilang” dari peredaran. #AkademiCryptoNews
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Traduci
Belum Kunjung Pulih, Ternyata Whale Telah Jual Total Rp251 Triliun Bitcoin Sepanjang 2025 Bitcoin sedang mengalami kuartal keempat terburuk kedua sepanjang sejarah, menandai pembalikan tajam dari pola tahunan di mana Q4 biasanya menjadi periode terkuat. Salah satu pemicunya yaitu aksi jual masif dari para whale yang melepas sekitar 161 ribu BTC senilai hampir US$15 miliar sepanjang 2025, meski sebagian tekanan ini diimbangi oleh akumulasi bertahap dari holder menengah (“sharks”). Padahal Bitcoin sempat mencetak rekor baru di sekitar US$126.000 pada awal Oktober, harga berbalik turun tajam hingga sekitar US$87.000 hingga saat ini. Hal ini dikarenakan aset digital terbesar di dunia itu tertekan oleh kelelahan permintaan karena pembeli utama seperti exchange-traded funds (ETF) spot dan treasury korporasi menghentikan akumulasi. Secara teknikal, Bitcoin masih terjebak dalam kisaran US$85.000-US$90.000 dengan partisipasi pasar yang rendah, membuat pemulihan sulit menembus resistensi. Meski sentimen lemah dan risiko penurunan lanjutan masih ada, analis menilai kondisi ini bukan kehancuran struktural, melainkan fase penyesuaian yang dipicu rotasi institusional dan mekanika pasar, dengan peluang membangun fondasi pemulihan ke depan.

Belum Kunjung Pulih, Ternyata Whale Telah Jual Total Rp251 Triliun Bitcoin Sepanjang 2025

Bitcoin sedang mengalami kuartal keempat terburuk kedua sepanjang sejarah, menandai pembalikan tajam dari pola tahunan di mana Q4 biasanya menjadi periode terkuat.
Salah satu pemicunya yaitu aksi jual masif dari para whale yang melepas sekitar 161 ribu BTC senilai hampir US$15 miliar sepanjang 2025, meski sebagian tekanan ini diimbangi oleh akumulasi bertahap dari holder menengah (“sharks”).
Padahal Bitcoin sempat mencetak rekor baru di sekitar US$126.000 pada awal Oktober, harga berbalik turun tajam hingga sekitar US$87.000 hingga saat ini.
Hal ini dikarenakan aset digital terbesar di dunia itu tertekan oleh kelelahan permintaan karena pembeli utama seperti exchange-traded funds (ETF) spot dan treasury korporasi menghentikan akumulasi.
Secara teknikal, Bitcoin masih terjebak dalam kisaran US$85.000-US$90.000 dengan partisipasi pasar yang rendah, membuat pemulihan sulit menembus resistensi.
Meski sentimen lemah dan risiko penurunan lanjutan masih ada, analis menilai kondisi ini bukan kehancuran struktural, melainkan fase penyesuaian yang dipicu rotasi institusional dan mekanika pasar, dengan peluang membangun fondasi pemulihan ke depan.
Traduci
Faktanya, Hadiah Bitcoin-Dogecoin Natal Tahun Lalu Malah Bikin Buntung Sejumlah investor telah membuat terobosan dalam memberikan hadiah Natal dan tahun baru, yakni memberikan crypto. Namun ternyata hadiah aset digital ini telah ada sejak 2017, dimulai oleh Andy L yang memberi Bitcoin. Namun hadiah crypto tidak selalu membuat untung. Faktanya, saat Natal 2024 ternyata memberikan hasil yang mengecewakan hingga hari ini karena harga crypto sempat berada di level tinggi pada Desember 2024 lalu kemudian turun di 2025. Investasi hadiah sebesar US$100 pada Natal 2024 setara dengan 0,0010 BTC Bitcoin, 292,94 DOGE Dogecoin, dan 0,02823 ETH Ethereum, yang kini masing-masing bernilai US$87,77 (turun 12,2%), US$37,70 (turun 16,9%), dan US$83,13 (turun 62,3%). Hal ini membuat total hadiah US$300 dalam tiga crypto tersebut kini hanya bernilai US$208,60, turun 30,5%. Di sisi lain, jika US$300 emas dijadikan hadiah pada Natal tahun lalu akan bernilai US$516,47 saat ini, karena aset itu mencapai rekor tertingginya pada Q4. Meski demikian, secara historis hadiah crypto sebelumnya sangat menguntungkan, karena US$300 dari Natal 2023 ke Natal 2024 tumbuh menjadi US$725,32 (naik 141,8%) dan dari Natal 2022 ke Natal 2023 menjadi $559,61 (naik 86,5%).

Faktanya, Hadiah Bitcoin-Dogecoin Natal Tahun Lalu Malah Bikin Buntung

Sejumlah investor telah membuat terobosan dalam memberikan hadiah Natal dan tahun baru, yakni memberikan crypto. Namun ternyata hadiah aset digital ini telah ada sejak 2017, dimulai oleh Andy L yang memberi Bitcoin.
Namun hadiah crypto tidak selalu membuat untung. Faktanya, saat Natal 2024 ternyata memberikan hasil yang mengecewakan hingga hari ini karena harga crypto sempat berada di level tinggi pada Desember 2024 lalu kemudian turun di 2025.
Investasi hadiah sebesar US$100 pada Natal 2024 setara dengan 0,0010 BTC Bitcoin, 292,94 DOGE Dogecoin, dan 0,02823 ETH Ethereum, yang kini masing-masing bernilai US$87,77 (turun 12,2%), US$37,70 (turun 16,9%), dan US$83,13 (turun 62,3%).
Hal ini membuat total hadiah US$300 dalam tiga crypto tersebut kini hanya bernilai US$208,60, turun 30,5%. Di sisi lain, jika US$300 emas dijadikan hadiah pada Natal tahun lalu akan bernilai US$516,47 saat ini, karena aset itu mencapai rekor tertingginya pada Q4.
Meski demikian, secara historis hadiah crypto sebelumnya sangat menguntungkan, karena US$300 dari Natal 2023 ke Natal 2024 tumbuh menjadi US$725,32 (naik 141,8%) dan dari Natal 2022 ke Natal 2023 menjadi $559,61 (naik 86,5%).
Visualizza originale
Indice Crypto Raggiunge Livello 11 di Paura Estrema, Simile all'Inverno delle Crypto del 2022 Indice di paura e avidità, strumento di misurazione del sentiment di mercato che valuta il livello di paura o avidità degli investitori in criptovalute, ha raggiunto il livello 11 o paura estrema. Questo è diventato il livello più basso dell'anno, pari al periodo del fenomeno dell'inverno delle criptovalute del 2022. Bitcoin ha registrato il mese peggiore dalla crisi delle criptovalute del 2022 dopo essere sceso di circa 23% a novembre, e giù del 35% dal suo massimo storico di US$126.000 raggiunto lo scorso ottobre. Questa diminuzione è avvenuta nonostante il sentiment politico e l'alta adozione istituzionale.

Indice Crypto Raggiunge Livello 11 di Paura Estrema, Simile all'Inverno delle Crypto del 2022

Indice di paura e avidità, strumento di misurazione del sentiment di mercato che valuta il livello di paura o avidità degli investitori in criptovalute, ha raggiunto il livello 11 o paura estrema. Questo è diventato il livello più basso dell'anno, pari al periodo del fenomeno dell'inverno delle criptovalute del 2022.
Bitcoin ha registrato il mese peggiore dalla crisi delle criptovalute del 2022 dopo essere sceso di circa 23% a novembre, e giù del 35% dal suo massimo storico di US$126.000 raggiunto lo scorso ottobre. Questa diminuzione è avvenuta nonostante il sentiment politico e l'alta adozione istituzionale.
Visualizza originale
Carousel | Il Whale più Ricco Fugge dal Mercato dopo aver Venduto Migliaia di Bitcoin per un Valore di Rp21 T Owen Gunden, uno dei whale più ricchi, sorprendentemente è fuggito dal mercato dopo aver venduto 11.000 Bitcoin (BTC) per un valore di US$1,3 miliardi o Rp21 trilioni, secondo i dati di Arkham Intelligence, venerdì (21/11). Questo grande whale ha liquidato quasi tutta la propria partecipazione in Bitcoin, lasciando solo US$0,5 Bitcoin. Questa decisione è stata presa dopo che il Bitcoin è sceso al minimo storico, attualmente valutato US$85.000. Inoltre, il prelievo più grande di Gunden, ed anche l'ultimo, è avvenuto giovedì (20/11) sera, questo whale ha inviato 2.499 Bitcoin dalla borsa crypto Kraken. Questa svendita coincide con un indebolimento del sentiment retail e un rallentamento del flusso speculativo nel mercato.

Carousel | Il Whale più Ricco Fugge dal Mercato dopo aver Venduto Migliaia di Bitcoin per un Valore di Rp21 T

Owen Gunden, uno dei whale più ricchi, sorprendentemente è fuggito dal mercato dopo aver venduto 11.000 Bitcoin (BTC) per un valore di US$1,3 miliardi o Rp21 trilioni, secondo i dati di Arkham Intelligence, venerdì (21/11).
Questo grande whale ha liquidato quasi tutta la propria partecipazione in Bitcoin, lasciando solo US$0,5 Bitcoin. Questa decisione è stata presa dopo che il Bitcoin è sceso al minimo storico, attualmente valutato US$85.000.
Inoltre, il prelievo più grande di Gunden, ed anche l'ultimo, è avvenuto giovedì (20/11) sera, questo whale ha inviato 2.499 Bitcoin dalla borsa crypto Kraken. Questa svendita coincide con un indebolimento del sentiment retail e un rallentamento del flusso speculativo nel mercato.
Visualizza originale
Non Bitcoin, Zcash Emerges Come Top Gainer Da Solo Mentre Il Mercato Crypto BruciaZcash ($ZEC ) è emerso come l'unico top gainer mentre il mercato crypto è diventato rosso, venerdì (21/11). Anche questa moneta ha battuto la crescita di Bitcoin, aumentando di quasi il 2% mentre il più grande asset digitale è sceso del 9% nelle ultime 24 ore. ZEC sta ricevendo una forte spinta dall'accumulo istituzionale dopo che entità collegate ai Winklevoss hanno acquistato oltre 233 mila ZEC, riducendo l'offerta liquida e rafforzando il sentiment rialzista precedentemente alimentato dal supporto di Arthur Hayes. Tecnicalmente, ZEC si muove sopra EMA a 50 giorni, mostrando un slancio rialzista supportato dal crossover bullish del MACD e dal potenziale breakout del modello inverse head-and-shoulders verso l'obiettivo di 956 US$, mentre l'area di 600–605 US$ rimane come supporto.

Non Bitcoin, Zcash Emerges Come Top Gainer Da Solo Mentre Il Mercato Crypto Brucia

Zcash ($ZEC ) è emerso come l'unico top gainer mentre il mercato crypto è diventato rosso, venerdì (21/11). Anche questa moneta ha battuto la crescita di Bitcoin, aumentando di quasi il 2% mentre il più grande asset digitale è sceso del 9% nelle ultime 24 ore.
ZEC sta ricevendo una forte spinta dall'accumulo istituzionale dopo che entità collegate ai Winklevoss hanno acquistato oltre 233 mila ZEC, riducendo l'offerta liquida e rafforzando il sentiment rialzista precedentemente alimentato dal supporto di Arthur Hayes.
Tecnicalmente, ZEC si muove sopra EMA a 50 giorni, mostrando un slancio rialzista supportato dal crossover bullish del MACD e dal potenziale breakout del modello inverse head-and-shoulders verso l'obiettivo di 956 US$, mentre l'area di 600–605 US$ rimane come supporto.
Visualizza originale
Il Bitcoin scende a 85.000 USD, gli operatori di mercato sono convinti che scenderà ulteriormenteIl Bitcoin è sceso di oltre il 13% in una settimana, portandolo a essere quotato a 85.000 USD, venerdì (21/11). Questo ha anche fatto sì che scendesse del 9,23% dall'inizio dell'anno, anche se l'asset digitale più grande al mondo aveva raggiunto il suo massimo storico di 126.000 USD lo scorso agosto. Questa diminuzione ha riportato il Bitcoin ai livelli di inizio anno 2025, annullando così tutti gli aumenti di prezzo verificatisi nel corso di quest'anno. Anche gli investitori che avevano investito all'inizio dell'anno, cioè 92.000 USD, hanno subito perdite a causa di questo crollo del mercato.

Il Bitcoin scende a 85.000 USD, gli operatori di mercato sono convinti che scenderà ulteriormente

Il Bitcoin è sceso di oltre il 13% in una settimana, portandolo a essere quotato a 85.000 USD, venerdì (21/11). Questo ha anche fatto sì che scendesse del 9,23% dall'inizio dell'anno, anche se l'asset digitale più grande al mondo aveva raggiunto il suo massimo storico di 126.000 USD lo scorso agosto.
Questa diminuzione ha riportato il Bitcoin ai livelli di inizio anno 2025, annullando così tutti gli aumenti di prezzo verificatisi nel corso di quest'anno. Anche gli investitori che avevano investito all'inizio dell'anno, cioè 92.000 USD, hanno subito perdite a causa di questo crollo del mercato.
Accedi per esplorare altri contenuti
Esplora le ultime notizie sulle crypto
⚡️ Partecipa alle ultime discussioni sulle crypto
💬 Interagisci con i tuoi creator preferiti
👍 Goditi i contenuti che ti interessano
Email / numero di telefono

Ultime notizie

--
Vedi altro
Mappa del sito
Preferenze sui cookie
T&C della piattaforma